NovelToon NovelToon
MENANTU IBU 2

MENANTU IBU 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta setelah menikah / Aliansi Pernikahan / Keluarga & Kasih Sayang
Popularitas:415.9k
Nilai: 5
Nama Author: Me Nia

Setelah menjadi istri Ardiaz Kavian, Tya semakin tahu karakter orang-orang di keluarga besar Kavian. Sebagai seorang insan yang biasa hidup tenang meski ekonomi pas-pasan, kini dirinya harus terbiasa dengan pasang surut permasalahan di keluarga suami yang tidak kekurangan harta tapi miskin ilmu agama.

"Yang penting suami dan mertua baik, yang sirik biarkan saja berisik."

MENANTU IBU 2

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Me Nia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

8. Peluang Bom Kedua

"Rizky teman aku yang kuliah di Turki, Bu." Tya memilih memperjelas perkenalan Rizky sebelum Ibu Suri menanyakan sendiri. Dengan penjelasannya itu, apakah sang mertua akan ingat percakapan waktu awal kontrak. Ia sudah terbuka tentang laki-laki yang ditunggunya jika kontrak berakhir.

Anggukan serta kelopak mata yang melebar ditunjukkan Ibu Suri. Wajahnya tetap tenang sembari tersenyum ramah. "Kenalin saya Ibu Suri, mertuanya Tya. Senang sekali ketemu kamu, Nak. Sudah lulus S2 nya?"

"Alhamdulillah. Tinggal menunggu jadwal wisuda. Maaf ... Ibu tahu saya kuliah S2 dari siapa?" Bukannya Rizky tidak bisa menebak. Akan tetapi, ingin mengorek sejauh mana perempuan anggun yang tampak awet muda itu mengetahui tentang profilnya.

"Tya pernah cerita sama saya. Selamat ya, Rizky. Semoga ilmunya bermanfaat dan keberkahan menyertai dimanapun kau berada."

"Aamiin. Terima kasih, Bu."

Sebenarnya, Rizky masih penasaran sejauh mana informasi yang diterima Ibu Suri tentangnya. Akan tetapi Susan menyuruh semua orang masuk ke dalam rumah.

"Ky, udah lama?" Tya berkesempatan bertanya setelah Ibu Suri masuk digandeng oleh Susan dan Nesha mengikuti di belakang.

"Sepertinya belum sampai 10 menit. Aku abis dari di Jatiasih. Pas lihat story Mbak Susan opening Dapur Mini, aku langsung ke sini mau beli buat nanti sore acara ngumpul sama teman-teman. Aku diundang reunian kecil-kecilan di apartemen Simon."

Tya mengangguk. Pantas saja Susan tidak mengabari padahal tadi sempat chatting dulu sebelum berangkat.

"Simon teman SMA kau, bukan? Yang dulu kau ceritain celananya melorot pas olahraga lompat tali."

Rizky tertawa. "Bisa-bisanya kamu masih ingat."

"Cerita-cerita dulu itu emang lucu dan nempel dengan sendirinya." Tya balas tertawa dengan mata berbinar. Mendadak lupa jika kebersamaan di Bandung waktu lalu berakhir dengan perpisahan sendu.

Masih dengan posisi berdiri saling berhadapan, Rizky lebih dulu mengendurkan senyum berganti melipat bibir dengan kedua tangan dimasukkan ke dalam saku celana. Pandangannya tak lagi menatap Tya, beralih menunduk menekuri lantai teras.

"Ky, masuk yuk. Ngobrolnya lanjut di dalam biar adem." Tya merasakan situasi yang berubah canggung. Bergabung dengan banyak orang lebih baik daripada berbincang berdua. Mengingat ada Ibu Suri yang kini menjadi tahu sosok yang bernama Rizky yang awalnya hanya mendengar cerita saja. Entah bagaimana penilaiannya nanti.

Rizky mendongak. "Oke. Aku ke sini mau sekalian pamit juga sama Mbak Susan dan Kak Bisma tapi Kak Bisma lagi kerja. Selasa depan mau balik ke Turki."

"Lho! Bukannya mau tahun baruan di sini?" Tya jelas kaget dengan perubahan agenda yang sudah diceritakan Rizky saat reuni.

"Planning memang begitu. Tapi partner yang ingin ku ajak jalan-jalan ternyata udah jadi istri orang. Mau lihat kembang api di Istanbul aja." Rizky tersenyum masam. Patah hati masih terasa. Apalagi tak menyangka bakal bertemu dengan Tya yang ya...tidak bisa dipungkiri semakin cantik dengan sorot mata berkilat cahaya bahagia.

"Ky, maaf ..."

"No, Tya. Jangan minta maaf. Kamu nggak salah. Aku hanya butuh waktu untuk iklhas menerima takdir yang tidak sesuai dengan keinginan." Rizky menarik sudut bibir. Berusaha menghadirkan senyum melihat Tya memasang wajah bersalah.

Tya menipiskan bibir, menghela napas. "Kau cowok baik. Insya Allah bakal ketemu jodoh yang baik. Itu adalah doaku untukmu, teman terbaik."

***

Tya menjatuhkan bokong di sofa bed. Melucuti jilbab dengan pikiran yang masih tertinggal di Bekasi. Bagaimana tidak, interaksi Ibu Suri terhadap Rizky begitu hangat bahkan mengundang singgah ke rumah sebelum pulang ke Turki. Membuatnya menahan napas. Untung saja Rizky menolak dengan jawaban, "Insya Allah lain waktu."

Gimana respon Abey kalau tahu Ibu memperlakukan Rizky seperti anak sendiri.

Tya bergegas ke kamar mandi begitu melihat jam menunjukkan pukul lima sore. Diaz sudah mengabari akan telat pulang karena Ayah Hilman menyuruh datang ke apartemennya. Berarti ada waktu untuk berbicara empat mata dengan Ibu Suri.

Dengan badan yang lebih segar, Tya menuruni tangga. Pas sekali orang yang dicarinya baru saka keluar dari kamar. "Bu, aku mau bicara."

"Ayo ngobrolnya di belakang. Minta dibawain teh hijau ke Mbak Tuti ya, Nak."

"Biar aku aja yang bikin, Bu."

"Oke. Ibu duluan ke belakang ya."

Suri memilih kursi yang dekat dengan pot adenium yang mulai mekar berbunga warna ungu putih. Ia bisa membaca apa yang ingin Tya bicarakan. Sepanjang perjalanan pulang tadi tidak ada kesempatan membahas topik pribadi karena sengaja. Pembicaraan pribadi tidak boleh didengar oleh sopir.

Tya membawa dua gelas teh hijau berikut sepiring kue pukis rasa pandan dan vanila oleh-oleh dari Susan. Sang kakak ipar mendapat rejeki tak terduga dari Ibu Suri yang memberi tambahan modal lima juta yang ditransfer saat itu juga.

"Bu, soal Rizky. Kenapa Ibu welcome padanya? Padahal aku dulu udah jujur kalau dia cowok yang aku tunggu." Tya tidak menunggu nanti mengeluarkan ganjalan di hati karena berpacu dengan waktu kepulangan Diaz.

"Karena Tya udah milih anak Ibu. Dan kesan pertama lihat wajah Rizky, Ibu nilai dia anak yang baik. Bisa mandiri dan kerja keras di saat orang tua sudah tidak ada. Ibu respect pada pemuda seperti itu. Sikap Ibu begini bukan cuma sama Rizky. Ibu suka mengapresiasi muda mudi yang latar belakang keluarganya tidak beruntung tetapi menonjol dalam prestasi dan akhlaknya baik. Tya bisa tanyakan sama Diaz. Dan Ibu percaya sama Tya, akan menjaga marwah sebagai seorang istri."

"Aku percaya, Bu. Tapi kalau Mas Diaz tahu aku ketemu Rizky, jadi khawatir sama responnya. Waktu di Bandung aja keliatan banget cemburunya."

"Ceritain aja, nggak apa-apa. Harus komunikasi terbuka. Kalau Diaz ngambek, Ibu akan ikut campur sebatas ngasih nasihat. Tak ada yang perlu dikhawatirkan, sayang. Diaz udah bucin sama yang namanya Cantya Lova."

Sanjungan Ibu Suri suri serasa angin segar yang menyejukkan taman hati. Risau nya hilang berganti ketenangan sampai waktunya Diaz pulang pukul delapan malam. Ia baru tahu sang suami ada di dalam kamar setelahnya keluar dari kamar mandi. Pelukan dan kecupan sayang jadi ritual penyambutan.

"Sayangku kayaknya capek banget." Tya mengelus rahang Diaz yang masih melingkarkan tangan di pinggangnya.

"Capek banget emang. Bukan sama kerjaan tapi sama Ayah." Diaz mendesah kasar. Sedikit merunduk, ia menjatuhkan keningnya dengan kening Tya lalu memejamkan mata.

"Mau cerita sekarang atau mau istirahat dulu, hm?"

"Ayah bilang sakit hati sama wanita obatnya nyari wanita baru lagi. Ayah mau melampiaskan dengan kawin lagi. Kalau diam malah stres. Pengennya ngamuk dan mabok."

"Eh?" Tya spontan menarik keningnya. Melongo. Sungguh pernyataan yang menurutnya tidak waras.

"Ku bilang terserah Ayah lah. Tapi jangan buru-buru. Selesaikan dulu urusan sama Tante Selly sampai tuntas. Itu nasib anak kesayangan Ayah, si Boby dan Leony gimana. Apa mau dibuang kayak sampah."

"Terus Ayah jawab apa?"

"Katanya jadi ragu apa mereka anak kandung Ayah atau bukan. Ada rencana mau tes DNA. Nunggu dapat sample rambutnya dulu."

Kalau situasinya seperti ini, nanti dulu lah bercerita tentang pertemuannya dengan Rizky. Suasana hati Diaz sedang runyam oleh-oleh dari pertemuannya dengan Ayah Hilman.

"Bey, Ayah tinggal di apartemen sama siapa?"

"Sendirian. Keluar dari rumah Selly langsung minta Pak Yandi nyari sewa apartemen full purnish. Katanya kalau nyaman mau dibeli. Sementara sewa dulu satu bulan."

Weh. Orang kaya mau beli apartemen enteng bener nggak banyak mikir soal duit, kayak beli es teh cekek.

"Sebelum Ayah tes DNA, saatnya lempar bom kedua. Ini jadi urusanku. Ibu udah kasih mandat."

"Wuah!"

1
꧁☬𝕸𝖔𝖔𝖓𝖑𝖎𝖌𝖍𝖙☬꧂
bisaan
Dede Meugumi Novilan
αуσ ʝσσ,, ∂ιριℓιн ∂ιριℓιн.. мαѕιн яєα∂у тυн тмη2 туαα.. 🤭
@alfaton🤴
hayo siapa yang hatinya bergetar kayak ada sunami.......bang Jo......jangan lupa dilirik juga tiga bidadari yang nemenin maksi ya......siapa tau ada yang nyangkut di hatimu bisa dibawa pulang langsung nuju ke KUA ......gimana nanti kalo Yuni tau CEO nya suami bestinya yaa
@alfaton🤴
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣selalu aja ada tanda terimakasih nya ya Tya dan itu wajib harus......ga papa Tya.....gampang kok bonusnya malah bikin enak kali tidur nyenyak 🤭🤭🤭
pokoknya tiada hadiah tanpa bonus+++😅😅😅
Arum Nisa
masih kurang...kurang panjang,kurang kangennya
@alfaton🤴
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
kayak saweran aja Tya......buat direbutkan......kira kira yang beruntung dapat bang Jo siapa yaa 🤔🤔🤔.....ga papa biar dapet asisten nya dia juga ganteng......setia ..... yang pastinya masih jomblo
@alfaton🤴
bener bener ulah anak mertua ya Tya......dia ga mau kamu tercemar Tya 😅😅😅😅 ...... jadi kepo juga nih readers Tya......berempat nanti tambah dua personil lagi......siap siap dari tiga cewek siapa yang berjodoh dengan bang Jo yaaa
Ida Listya
thanks you kak
isti kristiowati
quote yg absurd tp masuk dan lucu-lucu
Okha
bagus
Sri Wahyuni
Nuhun teh ...happy weekend
Hariana Jusman
waahhhh siapa nih yang bakalan berjodoh😅😅😅
Hariana Jusman
iya deh pasti minta icibos🤭🤭🤭
Hariana Jusman
kira² habis berapa tuh😅😅😅
Hariana Jusman
jangan menjauh dari tya,kau akan tau wajah big boss🤗🤗
Hariana Jusman
tenang aja ibu suri akan mendandani menantunya dengan berkelas🤗🤗🤗
Hariana Jusman
SULTAN bangeettt🤗🤗
Hariana Jusman
mie ayam yang dimakan eh bau ketek yang dirasa😅😅😅
Hariana Jusman
ada...adik tirinya bernama boby,yakin kamu nggak mau😅😅😅
Hariana Jusman
iya deh ayangku🤭🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!