Amanda anak sekolah yang ingin menggapai cita-cita, kisah anak kampung yang ingin sukses di tengah konflik keluarga.
Cerita ini di bumbui dengan kisah komedi. Yang penting dibaca dulu aja, super thanks🥰🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novita Tory, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dua Puluh Empat
Hari ini terakhir Amanda jaga ruko soalnya besok Nora bisa balik kerja lagi, alat kasir sudah dibeli baru jadi semakin mudah pakai komputer.
Amanda memasukan nama barang di komputer dengan harga supaya mudah di scan.
Amanda duduk di balik komputer, jadi nggak kelihatan dari depan.
"Oh.. Ini tokonya Amanda... " kata suara daei luar.
"Keren juga usahanya" kata suara cewek satunya.
"Katanya Amanda ceweknya Rizal sekarang... "
"Eh gua tanyain kan si Rizal, lo kenapa pacaran sama Amanda, sudah putus sekolah bau amis lagi, padahal Rizal kan cakep, pintar lagi."
"Trus Rizal jawab apa? "
"Nggak jawab dia cuek aja, berarti nggak pacaran dong" kata percakapan dua orang itu didepan ruko Amanda.
Amanda pengen dengar lanjutannya orangnya malah menjauh.
**
"Lo, kuat nor...? " kata Amanda setelah ngajarin Nora pakai alat kasir.
"Kuat kok.. " kata Nora.
"Gua tinggal ya.. " kata Amanda langsung balik ke rumah dengan sepeda motor.
Emak di rumah sudah masak sop sama hati ayam goreng.
Amanda makan dengan lahap lalu masuk kamar nyiapin bahan belajar entar malam soalnya kelamaan libur.
Amanda buka HPnya kemaren dikirimin Rizal foto di kondangan temannya.
Lagi asik liat-liat foto.
"Amanda ada di rumah? " sms dari Ali.
Amanda yang lagi tiduran langsung duduk.
Ali yang kirim SMS.
"Iya ada" jawab Amanda.
**
"Makasih ya li... Oleh-olehnya" kata Amanda.
Kresekan bening isinya gantungan kunci bentuk spinx, agenda sampul emas, camilan, kurma satu kotak.
"Sama-sama Amanda, gua balik dulu" kata Ali.
Ali makin cakep, makin putih, pakai peci pula.
Bisa-bisanya Ali sampai nganterin oleh-oleh satu kresek diantar jalan kaki.
Amanda kesenangan banget sampai loncat-loncat di dalam rumah.
Oleh-oleh di fotoin dimasukin story trus dikasih musik-musik timur tengah.
Rasanya makan sebiji kurma aja nggak rela soalnya dikasih Ali.
Buku agendanya wangi... Sewangi parfum Ali.
Duh... Senangnya Amanda.....
**
Setelah belajar Amanda nengokin HP.
Storynya dikomen Rizal.
"Boleh juga tuh, oleh-oleh" kata Rizal.
Amanda bingung jawab apa.
"Iya, dong" kata Amanda jawab seadanya.
"Bagus." jawab Rizal
"Bagus apa? " kata Amanda.
Nggak di balas sama Rizal.
Amanda malah kesal.
"Ah, terserah... Lagian Rizal nggak jelas" kata Amanda ngomong sendiri.
Dua minggu lebih sekolah sudah aktif belajar, Amanda sibuk, sekolah sama jualan di pasar.
Rizal juga nggak pernah SMS lagi mungkin sibuk pikir Amanda.
**
Nyak Rizal sama Kak Gadis belanja di pasar habis mampir ke lapak mereka berdua ke frozen food nya Amanda.
"Amanda...maen ke rumah" kata Nyak Rizal setelah belanja.
"Boleh nyak... " kata Amanda, melirik Nora.
Nora senyum-senyum.
"Wah, lampu hijau nih" kata Nora.
"Hijau apa'an" kata Amanda.
"Ya lo sama Rizal" kata Nora ketawa.
"Gua cuman temenan serius.. " kata Amanda.
"Mending sama Rizal aja kali nda', kalo Ali... " kata Nora.
"Kenapa? " kata Amanda.
"Nggak sih, kalo menurut gua lo cocoknya sama Rizal" kata Nora.
"lo bilang cocok apanya? Sama Rizal sama Ali teman semua nggak ada hubungan apa-apa" kata Amanda.
"Ya emang Rizal kagak pernah nembak lo? " kata Nora.
"Hedehhhh.. Boro-boro di tembak,ngomong aja kagak pernah selesai Nor.
Lo tau, teman sekelas gua dulu kapan hari lewat depan, gua denger mereka ngomongin gua.
Mereka bilang gua bau Amis" kata Amanda.
"Tega banget sih... Lo kagak bau amis kok" kata Nora.
"Ya dulu kan gua lo tau ngambil ikan, kesekolah dari pasar, teman sekelas gua bilang bau amis" kata Amanda.
"Emang Rizal sama Ali bilang gitu juga ke elo? " kata Nora serius.
"Rizal... Kagak pernah sih... Cuman Ali pernah nutup hidung waktu gua keringetan dari pasar langsung buru-buru jalan kaki ke sekolah, karena gua juga merasa bau" kata Amanda.
"Kelewatan banget sih... " kata Nora.
"Nggak apa-apa Nor, berarti orang kayak gua kagak cocok gaulnya sama mereka" kata Amanda.
"Iya emang gak cocok, lo banyak duit mereka kagak punya" Nora malah emosi
"Udah bumil istirahat dulu jangan dipikirin" kata Amanda.
**
Malam minggu Amanda sepi, nonton drama di HP.
Nggak ada notif SMS dari siapapun.
Apa yang gue harapin sih? Kata Amanda dalam hati.
"Neng.. " suara emak, pintu di ketuk
Amanda bukain, emak bawa buah semangka.
Amanda bantu potong-potong.
"Neng, lo kagak jalan-jalan ke lapangan? " tanya emak.
"Ngapain? " tanya Amanda.
"Kan tanding bola, karang taruna" kata Emak.
"oh... " kata Amanda
"kenapa cuma oh? Buruan nonton sono! " kata emak
"nggak ada teman mak... " kata Amanda
"Lah, rizal kan maen... " kata Emak.
"dia maen di lapangan lah gua nonton dipinggir sama siapa? " kata Amanda.
"beneran lo kagak punya temen neng? " kata emak.
"mana ada yang mau berteman dengan orang bau amis mak" kata Amanda.
"Bau amis apaan nggak ada kok, anak emak wangi" kata emak langsung meluk amanda.
"emak yang bau amis" kata Amanda balik.
Emak ngelepas pelukan buru-buru ke dapur ganti baju.
"sorry neng mak lupa ganti dari pasar... " kata emak.
"kita dirumah aja mak, nonton tidur, ngapain ke lapangan enakan dirumah" kata Amanda langsung masuk kamar.
Emak duduk makan semangka yang sudah di potong sedih, dia tau pasti Amanda hatinya sedih dibilang bau amis sama teman-temannya.
**
Sudah jalan setahun, usaha Amanda dan Emaknya berjalan lancar makin maju lapaknya di tambah, pegawainya juga nambah.
Nora jadi kepercayaan Amanda ngurus keuangan, nge' latih yang lain jadi kasir.
Hari ini acara selamatan di rumah baru Amanda dan Emak,
Amanda pindah kredit perumahan nggak jauh dari rumah lama daerahnya lumayan tinggi dan nggak rawan banjir.
Pak lurah sama istrinya datang, gadis juga katanya Rizal nggak bisa datang soalnya kostnya jauh dekat tempat kuliah.
Amanda juga lanjut kuliah, kuliah online lagi.
Ali akhirnya kuliah ke mesir, Rumah lama Amanda di beli Baba Ali buat tempat tinggal karyawan.
"Bagus rumah lo nda... " kata Gadis keliling rumah Amanda.
Peumahan tipe 60 sudah lengkap dengan pagar, rumah impian Amanda sama emak.
"Makasih.. Isinya masih kosongan... " kata Amanda.
"yang penting rumah sendiri, bebas banjir" kata Nyak Rizal.
"Iya, makanya pindah kemari, takutnya malah banjir bisa tambah repot ngungsi lagi" kata Emak.
"Kita balik dulu ya... makasih sampai di bungkusin juga, bentar Rizal kesini kok tadi nyak dah bilang" kata Nyak Rizal.
"oh iya...nyak" jawab amanda.
Tamu udah pada pulang amanda sama emak selonjoran.
"lo nungguin rizal? " kata Emak.
"nggak... Kalo datang ya datang aja" kata Amanda.
"Pintunya emak tutup ya.. " kata Emak.
"Iya... " kata Amanda.
Emak masuk ke kamar, amanda nyapu ngerapiin barang-barang.
Bel pagar berbunyi.
Amanda liat Rizal megang HP depan rumah.
Nggak lama HP Amanda bunyi.
Amanda nggak angkat langsung buka Rumah.
"Sorry telat" kata Rizal nyalamin Amanda.
"Nggak apa-apa, yuk masuk" kata Amanda.
Amanda masih pakai kaftan putihnya.
Rizal ngikutin dari belakang.
"Masuk, langsung makan ya.. " kata Amanda buka alat prasmanan. ngecek nasi.
"Baru juga nyampe" kata Rizal.
Amanda ngeliatin Rizal.
"Duduk aja dulu, nggak usah buru-buru" kata Amanda.
Amanda ngetok kamar emak, pintu di buka dikit.
Nutup lagi.
"Emak ketiduran zal... kecapean" kata Amanda.
Rizal ngangguk, "emang tadi jam berapa mulai? " Rizal nanyain acara selamatan jam berapa.
"Jam delapan" kata Amanda.
Rizal melihat jam dinding udah jam tiga sore.
"wah, telat banget gua" kata Rizal
"Nggak apa-apa lo kan dari jauh, syukur bisa datang" kata Amanda senyum.
Rizal senyum, berdiri ngambil makanan.
"Lo balik lagi ke kost? " tanya Amanda.
"Kagak, malam ini nginap dirumah. Besok pagi balik lagi kesana" kata Rizal.
"oh... " Amanda mengangguk.
Rizal makan, amanda mondar mandir ngerapiin piring bekas makan ke dapur.
"lo nggak capek nda? " kata Rizal.
Rambut Amanda di gelung keringatan, duduk dekat kipas angin.
"nggak juga.. Udah biasa kerja seharian di pasar" kata Amanda senyum.
"Keren lo... Udah punya usaha sendiri bisa beli rumah juga, masih sekolah, tinggal nikah aja lo" kata Rizal.
Amanda ketawa. "Mana ada cowok yang mau, gua banyak hutang buat rumah" kata Amanda.
Rizal tersedak batuk pelan.
Amanda ambilin air mineral buat diminum.
"Bukannya nggak mau lo banyak hutang, cowoknya minder duluan" kata Rizal.
"Oh... Jadi gitu" kata Amanda angguk-angguk.
Rizal makan lagj.
"Rumah lo karpet semua ni, dikasih dari mertua? " kata Rizal.
"Boro-boro dikasih mertua, beli tau... Ini yang di depan bonus satu dari Baba" kata Amanda sambil nunjukin karpet yang digelar di depan.
"cie... Manggilnya baba" kata Rizal selesai makan, cuci tangan ke washtafel.
"emang manggilnya gimana lagi? Orang sekampung juga baba kok" kata Amanda.
"bukannya lo dulu manggilnya Om? " kata Rizal duduk nyender di dinding di samping Amanda deket sama kipas angin.
"Semenjak gua ngontrak ruko manggilnya baba soalnya gua teman Ali, dianggap anak juga" kata Amanda nepuk-nepuk dada.
"Tuh kan, apa gua bilang" rizal ketawa.
"Apaan sih" kata Amanda noleh ke Rizal.
Mata rizal dan amanda pandang-pandangan Amanda langsung duduk geseran agak jauh.
"Kenapa lo geseran? " kata Rizal kaget.
"Gua keringatan takutnya baunya sampai ke elo" kata Amanda.
"Lo masih mikir lo bau? " kata Rizal.
Amanda kaget rupanya Rizal juga tau, tapi bukan rahasia umum Rizal kan sekelas Amanda dulu.
"Lo nggak bau sekarang kok nda... " kata Rizal.
"sekarang? " kata Amanda
"Ya, kalo lo megang ikan ya bau amis masa gua bilang lo wangi. Ikannya yang amis, gimana sih, kagak terima banget" kata Rizal.
Amanda ketawa sambil ngepalin tangan mau mukul Rizal.