NovelToon NovelToon
Hari Aku Memilih Untuk Menghilang

Hari Aku Memilih Untuk Menghilang

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Balas Dendam
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: Clarissa19

lelah, satu kata yang mewakili keadaan yang Rania rasakan saat ini. sudah 3 tahun pernikahan nya dan kevin berjalan. namun tidak sehari pun Kevin menganggap Rania sebagai istrinya.
" kapan kamu berhenti berselingkuh? dan menganggap aku sebagai istri mu?" tanya Rania dengan suara pelan dan nada lelah.
" saat kau mati" jawab Kevin dingin.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Clarissa19, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 23_ mengingat semuanya

" apa maksud mu?" tanya gizel bingung.

Kevin kesini untuk bekerja? Bekerja paan, jelas Kevin bukan bagian dari mereka. Mereka baru kenal bahkan gizel tidak tahu sejak kapan mereka berteman.

" aku dengar kamu butuh dana untuk membangun pabrik disini. Jadi aku berniat untuk menjadi investor kamu" tawar Kevin.

bukan tanpa alasan Kevin menawarkan kerjasama tersebut. Dia tahu, tidak mungkin dia terus bertemu gizel dengan tanpa alasan yang jelas. Dan jika mereka sudah bekerjasama setidaknya hubungan mereka lebih kuat dan Kevin jadi punya alasan untuk bertemu.

" aku sudah menemukan investor nya" tolak gizel.

Sebenarnya belum, dia baru mendapatkan satu dan dia membutuhkan satu lagi agar dananya cukup. tapi entah kenapa insting nya selalu berkata dia harus menolak ini. dan dia harus menjauh dari Kevin.

" kamu yakin? Aku bisa memberi dana yang lebih dari mereka " ujar Kevin.

" Yap! Sangat yakin. Aku bukan tipe orang yang suka membatalkan kerja sama secara sepihak dan tiba tiba tanpa alasan yang jelas " ujar gizel " ini masih pagi, aku masih memiliki banyak pekerjaan" ujar gizel mengusir Kevin secara halus.

Kevin melihat arloji nya. Ah! Bentar lagi dia ada meeting. Dia harus pergi sekarang padahal dia masih ingin berlama-lama Disini.

" yaudah kalau seperti itu, aku pergi dulu ada meeting sebentar lagi" pamit Kevin.

" yaa, silahkan" ujarnya.

Kevin pun bergegas pergi dari ruangan gizel. Gizel duduk di kursi miliknya, menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi lalu memijit keningnya yang terasa pusing.

Entah kenapa, setiap bersama Kevin kepalanya jadi pening, instingnya langsung mengaktifkan kewaspadaan dan dia juga merasa risih.

" ada apa dengan ku? Kenapa reaksi ku selalu seperti ini saat bersama Kevin?" gumam gizel bingung.

gizel memejamkan matanya. Ah! Tiba tiba dia teringat pada putranya. Semalam dia menelpon Hana, tapi kata Hana alendra sedang belajar dan menolak berbicara dengannya.

Gizel tahu, putranya pasti kecewa padanya. Ah! Dia bingung sekarang. apa dia harus kembali ke London dan menjemput putranya ke sini? Yaa! dia harus melakukan itu.

gizel mengambil ponselnya lalu membuka grup sahabat mereka.

[ 1 Romeo 3 Juliets ]

Aku akan ke London nanti malam, mungkin akan lama kembali ke sini _ gizel

Ngapain kamu ke London? Terjadi sesuatu pada alendra?_ Alaska

dia sedang marah pada ku, aku berniat membawanya kesini _ gizel

kamu gila gizel? sangat beresiko jika membawa alendra ke sini _ Luna

Resiko apa?_ gizel

Resiko apa coba? Dia akan menjaga putranya dengan baik disini. Dan lagi dia akan mengurus Visa nya dan membawa alendra menetap Disini.

Kamu sedang mengalami amnesia disosiatif, sebagian ingatan mu hilang. jadi jangan gegabah mengambil dalam kondisi sekarang _ Luna

Aku hanya ingin membawa putra ku kesini, apa salah nya?_ gizel

Masalah nya kamu bisa saja kehilangan putra kamu _ Alaska

Apa? kenapa dia bisa kehilangan putranya? Seharusnya jika putranya di London dan dia disini itu baru dia kehilangan putranya. Karena mereka berjauhan.

Dengerin kata kami sebelum kamu menyesal gizel _ luna

Tapi kenapa? apa alasannya?_ gizel

ayah nya alendra bisa saja mengambil alendra dari kamu kak_ Haruna

dia nggak mungkin tahu kan? wajah aku udah berubah. Dia pasti tidak akan tahu _ gizel

Dia akan tahu, bahkan sekarang dia udah tahu kamu itu Rania _ Alaska

APA!! _ gizel

jangan bercanda al_ Luna

Terkejut? Tentu saja. Bagaimana bisa penyamaran nya bisa ketahuan begitu saja? Sial! Dia udah rela operasi wajah tapi masih tetap ketahuan? Kenapa takdir nya seperti ini?

aku serius, Kevin sendiri yang bilang _ Alaska

Kevin? Gizel bingung membaca nama Kevin di sebutkan oleh Alaska. Kenapa Alaska membawa bawa Kevin? apa jangan jangan.... Ayah dari anaknya itu Kevin?

Gizel mencoba mengingat nya, berusaha mengingat kembali kenangan dia dan Kevin dulu.

" ARGHHH" gizel meringis memegang kepalanya yang terasa sakit bersamaan dengan kilasan masalalu yang berputar kembali.

Yaa, bayangan saat awal dia mengenal Kevin saat masa kuliah, lalu saat mereka mulai dekat, lalu saat gizel menjebak Kevin hingga mereka terpaksa menikah. Lalu bagaimana kehidupan rumah tangga mereka selama bertahun-tahun. lalu sampai gizel memutuskan untuk pergi.

Brugh

Gizel terjatuh pingsan di lantai dekat meja kerjanya. Kursi yang dua duduki ikut terjatuh dan ponsel di tangan nya pun terletak mengenaskan di lantai yang dingin itu.

Mata gizel terpejam, wajahnya tenang, tapi matanya mengeluarkan setetes air mata.

Tok tok

" bu bos, apa saya boleh masuk?" tanya Marina di luar ruangan.

Marina ingin bertemu gizel karena ingin memberi tahu tentang barang yang baru saja tiba. Yaa, mereka masih menjual parfum yang di produksi dari pabrik di London.

Tok tok

" Bu gizel..." panggil Marina lagi, namun tidak ada jawaban apapun.

" kenapa Bu gizel nggak jawab? Apa aku masuk aja ya?" gumam Marina berfikir sejenak. lalu dia memilih untuk masuk saja.

Cekleek

pintu terbuka dengan mudah, Marina masuk dan langsung di sambut oleh ruangan yang sepi dan sunyi.

Marina melangkah masuk semakin dalam. Melihat sekitar ruangan mencari keberadaan gizel.

" Bu gizel " panggil Marina" mungkin di toilet kali ya "

Marina berjalan menuju gizel. Saat dia tiba di sana dia sangat terkejut saat melihat gizel yang terletak tak sadarkan diri di lantai.

" BU!" serunya panik lalu berjongkok mencoba membangunkan gizel.

Marina mengecek nafas gizel dan denyut nadinya dengan tangan gemeteran. Dia tidak pernah menghadapi orang pingsan sebelumnya. Dia bingung harus ngapain. Memindahkan pun marina tidak kuat.

Marina keluar dari ruangan itu, dia turun ke bawah mencari bantuan dari karyawan yang lain.

" karin, ayo ikut saya cepat" ujar Marina dengan wajah panik dan keringat yang mulai membanjiri wajahnya.

" ada apa kak?" tanya karin bingung namun dia tetap mengikuti tarikan Marina menuju lantai dua dengan langkah tergesa-gesa meninggalkan karyawan yang lain yang sedang melayani pelanggan.

mereka tiba di ruangan gizel. Karin terkejut dan langsung panik saat melihat gizel yang terletak tak sadarkan diri di lantai yang dingin.

" Bu gizel pingsan, bantu aku bawa ke sofa" ujar Marina.

" ko bisa kak?" tanya karin

" aku nggak tahu" jawab Marina.

Marina dan karin berkerja sama memapah gizel menuju sofa panjang yang ada di ruangannya. Dengan susah payah akhirnya mereka berhasil menidurkan gizel di sofa tersebut.

" tolong ambilkan minyak kayu putih di dalam laci saya" ujar marina

karin menurut, dia segera bergegas menuju meja kerja Marina yang terletak tak jauh dari ruangan gizel. Dia segera membuka laci dan mengambil minyak kayu putih yang ada di sana lalu kembali ke ruangan gizel.

" ini kak" ujar karin.

Marina mengambil botol minyak kayu putih itu lalu menciumkan aroma tersebut pada hidung gizel berharap gizel segera bangun.

" bagaimana ini Karin? Bu gizel tidak kunjung bangun. apa perlu kita bawa ke rumah sakit?" ujar Marina panik bukan main. Bahkan keringat nya sudah menetes dari pelipisnya.

" tenang Bu, aku ambil air dulu " ujar Karin lalu berjalan ke meja kerja gizel. Kebetulan di sana ada segelas air putih. Karin segera mengambil nya lalu mencipratkan ke wajah gizel dengan tangan nya.

" Bu... Ayo bangun" ujar Karin sambil mencipratkan beberapa kali.

" sthhh" desis gizel mulai mengerakkan matanya lalu mengusap wajahnya yang basah.

" ibu sudah bangun? Syukurlah" ujar Karin bernafas lega.

Marina terduduk lemas di lantai yang dingin itu. Dia mengusap dadanya yang kini merasa lega karena akhirnya gizel sadar diri.

" saya kenapa?" tanya gizel linglung lalu bangun dari posisi baring nya.

" tadi ibu pingsan " ujar Karin.

Ah! Gizel ingat. Tadi kepalanya terasa sangat sakit seakan-akan mau pecah. dia juga merasa pening dan telinga nya berdengung hingga akhirnya dunia nya menjadi gelap.

" oh, terimakasih " ujar gizel tulus.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!