Seorang wanita yang bernama Winda sudah lama menikah mencoba bermain api dengan teman sekantornya yang bernama Hendra. Rasa cinta & nyaman yang sebelumnya tidak dirasakan olehnya ditemukan dalam diri Hendra. Setelah sepakat meninggalkan pasangan masing-masing.
Hendra justru memilih kembali kedalam pelukan istrinya. Winda yang sudah terlanjur menggugat cerai suaminya merasa kecewa & marah kepada Hendra.
Apa yang dilakukan Winda setelah Hendra & Suaminya tidak didapati ?
BURUAN KEPOIN ??? JANGAN LUPA BACA YAA KISAH KELANJUTANNYAAA !!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nukhbatul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 4. Kecurigaan Lastri
Hiruk pikuknya kota Jakarta dipagi hari ini. Walau kerasnya hidup di Jakarta namun masih saja yang ingin merantau mencari rejeki dikota ini. Macet, Banjir, Kebakaran, Tawuran antar warga dan polusi udara tidak membuat orang kapok untuk bertarung mencari rejeki dikota Jakarta ini.
Begitu pun Hendra sudah berapa hari ini datang kekantornya lebih pagi dari biasanya. Membuat sang istri begitu menaruh curiga terhadapnya. Namun ia begitu lihai mengambil hati sang istri. Dengan rayuan manis & tatapan maut yang menggoda membuat sang istri melunak & begitu mempercayainya kembali.
"Tumben Mas, kamu sudah berapa hari berangkatnya lebih cepat dari biasanya, lebih semangat terlihat ceria sekali kamu mas berapa hari ini kalau mau berangkat kerja". Ucap Lastri sang istri kepada Mas suaminya.
"Iya memang harus semangat dong sayang namanya juga mencari nafkah buat anak istri. Masa Mas harus malas-malasan dirumah. Nanti kamu mas anak-anak makan apa". Balas Mas Hendra kepada Lastri".
"Sudah ma, tidak usaha menaruh curiga kepada papa ya.Papa lagi banyak kerjaan makanya berangkat sekarang lebih awal terus. Dan pulangnya pun larut malam terus mau gimana lagi soalnya Papa mau diangkat jabatannya, ma... Doakan Papa saja ya Ma,". Ucap Hendra kepada istrinya itu.
Dengan melaju cepat sebelum macet semakin parah, Hendra langsung meluncur menemui sang kekasihnya kerumahnya. Winda pun sudah berdandan dengan seksi dan menyiapkan sarapan pagi untuk Hendra.
Tetangga sekitar rumah Winda pun sudah ada yang berbisik mengenai kehadiran Hendra yang menganter jemput kerja, Namun bukan Winda namanya yang tidak pandai bicara dan mencari alasan. Bila ada yang menanyakan mengenai Hendra maka Winda menjawab bahwa Hendra adalah supir kantornya sekaligus saudara sepupu yang berasal dari kampungnya.
Bila suami Winda masih diluar kota, Hendra dan Winda pun tiap pagi sebelum berangkat kerja memadu kasih lebih dulu, mereka mengabiskan waktu selama sejam untuk bercinta didalam kamar tidur Winda dan suaminya itu.
Sekarang tanpa malu Hendra berani meminta jatah hubungan suami istri seperti layaknya pasangan yang halal. Mereke lupa bahwa perbuatan mereka sudah melanggar norma agama dan bermain api dalam rumah tangga mereka masing-masing.
Winda pun dengan sukarela memberikan kehormatannya untuk pria yang bukan menjadi suami sahnya. Dengan rayuan dan service Hendra dalam ranjang membuatnya begitu terbuai. Bukan hanya badan saja yang Winda berikan untuk pacarnya itu. Tetapi harta, waktu, kesetiaan dan pengorbanannya berikan segalanya untuk Hendra
Ruang hatinya sudah tertutup untuk pria lain. Begitu pun sang suami tidak ada tempat dihatinya. Winda sudah tertutup hatinya untuk sang suami karena tidak ada perhatian dan kepedulian kepadanya.
Hanya kucing Winda yang bernama Uyee yang lucu dan menggemaskan itu dengan bulu yang lebat serta mata bulat yang menjadi saksi bisu kisah cinta dan hubungan terlarangan mereka berdua dirumah ini.
Rumah cluster yang disinggahi oleh Winda dan suaminya itu sengaja Johan persembahkan untuk sang istrinya agar Winda nyaman dan betah bila didalam rumah tersebut.
Rekan kerja Winda yang lainnya sudah banyak yang melakukan aktifitasnya untuk memulai pekerjaannya. Namun tidak bagi Winda, Perutnya sedang tidak enak sekali. Hendra pun menarik tangan Winda, untuk mengajaknya diruangan kosong. Dari kejauhan Rianti pun melihat tangan Winda ditarik oleh Hendra.
"Kenapa sih dra, sakit tau tangan gue loe main tarik aja". Ucap Winda dengan nada sewot kepada Hendra.
"Kenapa perut kamu sayang, ini aku kasih kamu minyak angin". Jawab Hendra dengan penuh perhatian. Hendra pun tidak membuang kesempatan untuk menciumi kekasihnya itu.
Rianti pun tidak lama melihat kembali, mereka berdua keluar dari ruangan gudang kosong itu. Namun rambut Winda berantakan dan Hendra pun sedikit memperhatikan celananya.
"Ada hubungan apa mereka berdua, Apa Hendra dengan Winda menjalin hubungan spesia". Batin Rianti penuh tanda tanya dan penasaran.
Winda pun heran dan kaget dengan kelakuan Hendra pacarnya itu. Hendra itu seperti tidak mengenal capek dalam dirinya. Bukannya pagi tadi dirumahku, ia meminta jatah hubungan suami istri. Namun ketika kantor terlihat sepi kenapa menarik tanganku dan mengajaknya untuk bercinta lagi tapi sekarang ini kita bermain kilat takut ada orang lain yang lihat keberadaan kamu disini.
Dengan nafas tersengal-sengal dan nafsu yang membungbung tinggi kami melakukannya lagi namun kali ini beda. Beda tempat, kami melakukan hubungan suami istri ini di gudang kosong dikantor dan Hendra melakukan gerakan dan gaya yang sangat cepat dan kilat.
"Sayang sekali ini saja ya disini... Tapi kita main cepat dan kilat ya". Ajak Hendra kepadaku dengan merayu.
Begitu Hendra sudah lemas dan terkapar dilantai yang dialasi oleh kardus. Aku pun terburu-buru membenahi kemeja dan rokku. Jujur aku takut sekali bila ada orang lain yang melihatnya namun Hendra sangat berani dan nekad.
Setelah Winda keluar dari gudang kosong kantor tersebut disusul oleh Hendra dengan jalan tergesa-gesa. Seluruh badan Hendra terasa lemas dan segar karena hasratnya pun sudah beberapa kali tersalurkan pagi ini.
Rianti tidak percaya apa yang dia lihat barusan. Bahwa rekan kerjanya itu melakukan perbuatan kotor ditempat kerjanya ini. Namun ia semakin memperhatikan gerak gerik mereka berdua sebelum Rianti memberitahu rekan kerja yang lainnya.
Rainti adalah teman sekantor Hendra dan Winda. Dia dikantor terkenal tidak bisa menyimpan rahasia. Dia yang periang, perhatian namun juga kepo urusan orang lain. Dia memergoki mereka berdua. "Sepertinya ada yang sedang main api dikantor ini.Winda sang primadona kantor bermain api dengan Hendra. Akan jadi berita menarik ini. Sepertinya belum ada yang tau". batin Rianti.
Sebelum Rianti menyebarkan kabar ini ke teman-teman yang lainnya. Ia ingin memastikan sekali lagi apakah benar atau tidak takut salah melihat. Karena Ia tidak menyangka, wanita sekilas Winda yang dikenal anggun, lembut dan baik hati itu, begitu tega menjadi Pelakor didalam rumah tangga Hendra dan istrinya. Begitupun Hans menjadi pebinor didalam rumah tangga Prita.
"Winda kayaknya hari ini happy banget. Kelihatan cerah muka lu hari ini". Tanya Rianti kepada Prita dengan nada becanda.
"Terimakasih ya Rianti, teman sekantorku yang cantik dan baik hati perhatian banget sama gue ya". ucap Winda Kepada Rianti.
Winda tidak ingin terjebak dengan pertanyaan Rianti yang sedikit memancing dan mau tau urusannya. Antara kepo dan perhatian memang beda tipis.
Bahkan manusia saking perhatiannya jadi terlihat over kepo nya.
Winda sudah hapal betul karakter Rianti yang keponya tingkat dewa dan Rekan kerjanya itu pun tidak bisa menyimpan rahasia. Bila Rianti mempunyai rahasia dapat dipastikan teman sekantor tau semua.
Winda pun tidak mau tau atau tidak mau ikut campur urusan orang lain. Walaupun karakter Rianti yang seperti kran bocor itu namun Winda sangat menyayangi rekan kerjanya yang dikenalnya sewaktu mereka berdua masih belum menikah.
Rianti sudah menikah dan mempunyai 2 orang anak perempuan yang lucu dan cantik namun rumahtangga Rianti sangat problematik, dicampuri oleh mertuanya. Makanya ia tidak betah tinggal dirumah.
Rianti lebih memilih menghabiskan waktunya dikantor daripada harus bertemu ataupun ngobrol dengan mertuanya yang akan berujung dengan berdebat ataupun saling diam. Tiap kali Dia meminta hidup terpisah dengan mertuanya. Sang Suami hanya bisa diam lalu berujung dengan pertengkaran tanpa ada solusi.