NovelToon NovelToon
Pengantin Pengganti Tuan Azka

Pengantin Pengganti Tuan Azka

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengantin Pengganti / Nikah Kontrak / Penyesalan Suami
Popularitas:51.9k
Nilai: 5
Nama Author: mama reni

Reatha terpaksa menggantikan saudara kembarnya, Raisa, yang kabur di hari pernikahan. Ia menjadi istri kontrak Azka selama satu tahun.

Azka yang masih mencintai Vania selalu bersikap dingin. Namun, Reatha tak peduli. Ia hanya ingin menyelesaikan kontrak, menerima uang yang dijanjikan orang tuanya, lalu pergi meninggalkan keluarga yang tak pernah menyayanginya.

Saat satu tahun berlalu, Reatha diam-diam pergi.

Barulah Azka mengetahui kebenaran—wanita yang selama ini menjadi istrinya bukanlah Raisa, melainkan Reatha.

Dan saat Azka sadar bahwa ia telah jatuh cinta pada wanita itu, semuanya sudah terlambat.

Reatha telah pergi. Mampukah Azka menemukannya sebelum wanita itu benar-benar menjadi milik orang lain?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mama reni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab Enam Belas

Vania masih berdiri di depan meja resepsionis dengan wajah yang jelas-jelas dongkol. Tangannya meraih kartu kamar yang tadi diberikan Azka.

“Sudah. Aku mau ke kamar,” ucapnya ketus.

Tanpa menunggu jawaban Azka, Vania langsung berbalik dan berjalan cepat menuju lift. Reatha yang melihatnya hanya tersenyum kecil.

Entah kenapa melihat Vania marah seperti itu justru membuat hatinya sedikit geli.

“Kenapa senyum?” tanya Azka tiba-tiba.

Reatha langsung menggeleng. “Nggak kenapa-kenapa.”

“Kamu menertawakannya?” tanya Azka.

“Enggak," jawab Reatha.

Azka menyipitkan mata.

Reatha mengangkat bahu dan membalas, “Dia cuma kelihatan lucu kalau sedang marah.”

Azka menghela napas panjang. “Sudahlah. Ayo ke kamar.”

Reatha mengangguk lalu mengikuti Azka menuju lift. Namun, sepanjang perjalanan menuju kamar, pikiran Reatha kembali pada ucapan Azka tadi.

Belum sah sebagai suami istri. Entah kenapa kalimat itu terus terngiang di kepalanya.

---

Keesokan paginya, setelah sarapan, mereka bertiga akhirnya pergi ke pantai. Udara pagi terasa begitu menyenangkan. Angin laut berembus pelan, sementara suara ombak terdengar menenangkan.

Vania langsung memilih tempat di bawah payung besar. “Azka, duduk sini,” panggilnya.

Azka menurut. Tak lama kemudian, dua buah kelapa muda sudah berada di tangan mereka.

Vania tersenyum manja sambil menyandarkan tubuhnya ke bahu Azka.

“Enak banget di sini," ucap Vania manja.

Azka tersenyum tipis. “Iya.”

“Kamu senang liburan sama aku?” tanya Vania.

“Tentu," jawab Azka singkat.

Vania langsung tersenyum puas. Sementara itu, beberapa meter dari mereka, Reatha memilih duduk di pasir.

Ia melepas sandal lalu mulai memainkan pasir dengan tangannya. Sesekali ia membuat bentuk sederhana, kemudian menghancurkannya lagi.

Ia sama sekali tidak memperhatikan Azka dan Vania. Atau mungkin sengaja tidak memperhatikan. Reatha sudah terbiasa sendiri. Keluarganya tak pernah menganggapnya ada.

Namun, ketika sedang asyik bermain pasir, sebuah suara tiba-tiba terdengar.

“Mbak ...," panggil seorang pria.

Reatha menoleh. Matanya langsung membesar. “Kamu ...," ucapnya.

Pemuda itu tersenyum dan membalas, “Ternyata benar. Aku nggak salah lihat.”

Reatha ikut tersenyum. “Kamu yang kemarin bantu ambil koperku di pesawat, kan?” tanyanya.

“Iya.” Pemuda itu menunjuk pasir di samping Reatha. “Boleh duduk?” tanyanya.

Reatha mengangguk. “Silakan.”

Pemuda itu kemudian duduk tidak jauh darinya. “Namaku Reno,” katanya.

“Raisa ...," balas Reatha. Ia tak mau menyebut nama aslinya, takut Azka mendengar. Ia tetap memakai nama kembarannya. Penyamarannya belum saatnya terbongkar.

Reno tersenyum. “Raisa. Nama yang bagus.”

“Terima kasih," ujar Reatha.

Mereka kemudian berbincang ringan. Mulai dari perjalanan, hotel, sampai tempat-tempat menarik di sekitar pantai. Reatha beberapa kali tertawa.

Dan tawa itu ternyata terdengar sampai ke tempat Azka duduk. Pria itu yang awalnya sedang mendengarkan Vania tiba-tiba menoleh.

Tatapannya langsung tertuju kepada Reatha. Ia melihat istrinya sedang tertawa bersama seorang pria. Wajah Azka seketika berubah. Rahangnya mengeras. Tangannya bahkan tanpa sadar mengepal.

“Azka ...," panggil Vania.

Azka tidak menjawab.

“Azka!” ulang Vania lagi.

“Hmm ... iya," jawab Azka terkejut.

“Kamu lihat apa?” tanya Vania.

Azka masih menatap ke arah Reatha. “Tidak ada.”

Vania mengikuti arah pandang Azka. Begitu melihat Reatha bersama Reno, ekspresi Vania berubah.

“Oh .…”

Azka akhirnya berdiri. “Aku mau ke sana.”

Namun, baru satu langkah, tangan Vania langsung menarik lengannya.

“Kamu mau apa, Azka?” tanya Vania.

Azka menoleh dan menjawab, “Aku cuma mau—”

“Jangan bilang kamu cemburu melihat Raisa dengan pria lain!" seru Vania.

Azka terdiam. “Siapa yang cemburu?” bantahnya.

Vania tersenyum sinis. “Lalu kenapa mau menghampirinya?” tanyanya.

Azka menghela napas. “Aku hanya nggak mau nanti ada yang mengetahui kalau dia istriku. Bisa salah paham.”

Vania mengangkat alis dan membalas ucapan pria itu, “Kalau memang ada orang yang mengenalinya, berarti orang itu juga kenal kamu.”

Azka diam.

“Bagaimana kalau mereka melihat kita berdua?” lanjut Vania. “Sama saja, kan?”

Azka tidak langsung menjawab. Vania kemudian tersenyum tipis.

“Justru itu lebih baik.”

“Apa maksudmu?” tanya Azka.

“Kalau ada yang melihat kita dan Raisa berdua dengan orang lain, nanti bisa jadi alasan perceraian kalian.”

Azka langsung menoleh tajam. “Apa?”

“Kamu sendiri bilang pernikahanmu dengan Raisa cuma sementara," ucap Vania.

“Vania .…”

“Apa salahnya dipercepat?” tanya Vania lagi.

Azka mengembuskan napas kasar. “Tidak secepat itu juga aku harus berpisah dari Raisa.”

“Kenapa?” tanya Vania.

Azka menatap laut di hadapannya. “Sudah aku katakan, Vania. Aku akan mempertahankan pernikahan ini sampai aku bisa berdiri sendiri.”

Vania terdiam.

“Aku harus memiliki perusahaan sebagai jaminan hidup,” lanjut Azka. “Biaya hidupmu bukan sedikit.”

Kalimat itu membuat wajah Vania berubah. “Jadi kamu merasa aku ini beban yang menghabiskan banyak uangmu?” tanyanya dengan nada tinggi.

“Bukan begitu," jawab Azka.

“Lalu apa?” tanya Vania lagi.

Azka mengusap wajahnya frustasi.

“Biaya hidup sekarang bukan sedikit, Vania.”

“Jadi?”

“Apa kamu mau dan siap hidup susah?” Azka balik bertanya.

Vania langsung menatapnya tidak percaya. “Jadi kamu berpikir aku ini cewek matre yang cuma mau uangmu?”

“Vania, aku nggak pernah bilang begitu.”

“Tapi maksudmu jelas!”

Azka menarik napas panjang. Ia berusaha menahan emosinya.

“Sudahlah, Vania. Jangan bertengkar. Kita ke sini mau liburan," ucap Azka akhirnya.

“Kamu yang mengajak bertengkar!”

“Aku—”

Belum sempat Azka menyelesaikan ucapannya, terdengar suara dari arah pantai.

“Aduh!”

Azka langsung menoleh. Reatha! Perempuan itu sedang memegangi kakinya. Reno yang berada di sampingnya langsung berdiri.

“Kenapa?” tanya Reno.

“Kakiku .…”

Reatha meringis. Reno melihat ke bawah. Ada darah yang mulai keluar dari telapak kaki gadis itu.

“Kamu keinjak sesuatu?” tanya Reno.

Reatha mengangguk dan menjawab, “Sepertinya kulit kerang.”

Raka langsung berjongkok. “Jangan berdiri dulu.”

Namun, sebelum Raka sempat membantu lebih jauh, Azka sudah berlari menghampiri mereka.

“Raisa!” panggil Azka.

Reatha mendongak. Azka sudah berdiri di hadapannya dengan wajah panik.

“Kakimu kenapa?” tanya Azka.

“Keinjak kerang,” jawab Reatha pelan.

Azka melihat darah di kaki istrinya. Wajahnya langsung berubah tegang.

“Kenapa kamu nggak hati-hati?” tanya Azka.

Reatha mengerucutkan bibir. “Namanya juga kecelakaan.”

Azka tidak menjawab. Ia justru langsung membungkuk dan mengangkat tubuh Reatha ke dalam gendongannya. Gadis itu terkejut.

“Azka!” panggil Reatha.

“Diam!" seru Azka.

“Aku bisa jalan," ucap Reatha.

“Kakimu berdarah," balas Azka.

“Aku nggak apa-apa.”

“Aku bilang diam.”

Reatha akhirnya terdiam. Dari belakang, Vania hanya bisa menatap dengan wajah kaku. Sementara Reno berdiri terpaku.

Azka membawa Reatha meninggalkan pantai menuju hotel. Sesekali gadis itu mencoba turun.

“Aku bisa jalan sendiri," ucap Raisa. Belum pernah ada yang menggendongnya begini.

“Jangan banyak bergerak," ucap Azka.

“Tapi—”

“Raisa!" seru Azka.

Nada suara Azka membuat Reatha kembali diam. Begitu sampai di hotel, Azka langsung bertanya kepada petugas. “Di mana klinik terdekat?”

“Di samping hotel ada klinik, Pak.”

Tanpa membuang waktu, Azka membawa Reatha ke sana. Vania mengikuti mereka dari belakang. Begitu sampai, seorang petugas medis langsung menghampiri.

“Lukanya cukup dalam. Silakan duduk.”

Reatha duduk di ranjang pemeriksaan. Azka berdiri tepat di sampingnya. Matanya terus memperhatikan ketika petugas membersihkan luka di kaki Reatha.

Reatha meringis ketika cairan antiseptik menyentuh lukanya.

“Sakit?” tanya Azka.

Reatha mengangguk kecil. Azka mengepalkan tangannya. Entah kenapa melihat Raisa kesakitan membuat dadanya ikut terasa sesak. Padahal beberapa jam lalu ia bahkan tidak peduli perempuan itu bermain pasir sendirian.

Tapi sekarang, ia bahkan tidak bisa mengalihkan pandangan sedikit pun. Vania berdiri di ambang pintu, menatap keduanya. Tatapannya perlahan berubah. Ada sesuatu yang mulai ia sadari. Sesuatu yang mungkin bahkan belum disadari oleh Azka sendiri.

1
ken darsihk
Nggak apa 2 Reatha kalau kamu harus mundur dan meninggal kan semua nya , Azka dan orang tua nya bukan orang bodoh , lambat laun mereka akan menyadari kalau Raisa bukan kamu dan mereka Raisa dan orang tua mu akan menuai perbuatan nya 🤣🤣🤣
ken darsihk
Raisa sial*n mempermainkan kehidupan orang seenak jidat nya 😠😠😠
Apriyanti
dasar keluarga toxic,,gak tau malu seenak nya Dateng dan pergi semau nya
Ida Nur Hidayati
bisa bisa kedua orang tua Raisa bisa dituntut karena telah berbohong
Ida Nur Hidayati
enak saja tidak semudah itu... apalagi kamu dalam keadaan hamil Raisa
Naufal Affiq
biar kan rea raisa menggantikan posisi mu sekarang,lambat laun azka paham kalau yang dirumah nya itu bukan kamu rea,melainkan raisa,dan satu lagi perlu kau ingan rea,kau belum pernah disentuh azka,sedangkan posisi raisa,sekarang dia sudah hamil,bahkan dia ingin menutupi kehamilannya dengan cara menjebak azka dalam pernikahan.
Suanti: semoga aja secepatnya azka tau raisa sebenar nya bukan readtha 🤭🤣
total 1 replies
Teh Euis Tea
klu reatha oergi perjanjian 2 m di kasihkan reatha ga ya, jgn2 ortunya sayang lg sm yang 2m nya dan bilang blm 1 thn raisa pergi, klu iya kasihan bgt reatha
Sugiharti Rusli
tapi karena sekarang Azka nyaman sama Reatha, yang dia belum tahu aslinya, makanya dia mau memberi kesempatan pernikahannya berjalan sebagai mana mestinya,,,
Sugiharti Rusli
tapi kalo si Raisa asli yang jadi istrinya dulu, sepertinya Azka sesuai dengan tujuannya deh, dia hanya akan bertahan satu tahun dan mereka pisah dan dia tetap sama si Vania,,,
Sugiharti Rusli
bukan hanya Reatha yang akan terkena dampak, meski ada kompensasi, tapi kelak si Azka juga akan merasa dipermainkan,,,
Sugiharti Rusli
apalagi mereka juga menyetujui anak emas tersebut buat mempermainkan sebuah institusi pernikahan semaunya si anak emas itu dan tanpa memikirkan dampak psikologis orang" yang terlibat,,,
Sugiharti Rusli
kejam sekali yah ortu seperti ini sih, mereka hanya memikirkan kenyamanan salah satu anak saja tanpa berpikir anak yang lainnya,,,
Rarik Srihastuty
kan katanya anak kembar, kok bisa hanya satu aja yg disayangi... kasihan reatha dan juga Azka dipermainkan sama Raisa dan ortunya
Patrick Khan
emosi emosi q emosi🤬🤬orang tua macam apa itu
Agunk Setyawan
qo aneh ya orang tua kaya gitu sama" anaknya kembar knp beda perlakuanya
yg dimanja jadi gak tau diri
Eonnie Nurul
cuma yang aku harapkan Raisa sama orang tua nya dapat karma yang setimpal itu aja 😔
Sugiharti Rusli
dan sekarang si Raisa dengan seenaknya tiba" pulang dan meminta tempatnya kembali menjadi istri Azka karena sedang hamil di luar nikah, tanpa dia tahu rumah tangga seperti apa yang sekarang Azka dan Reatha jalani selama beberapa bukan ini yah,,,
Sugiharti Rusli
entah dengan alasan apa mereka dulu lebih menyayangi si Raisa tibang Reatha yang juga putri kandung mereka dan seperti perlakuan terhadap anak pungut saja sih,,,
Sugiharti Rusli
kedua ortu si Raisa tidak menyadari kalo sikap berlebihan mereka terhadap sang putri lha yang sudah merusaknya yah secara perlahan,,,
Lia Kiftia Usman
ada ya seperti raisa
😏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!