NovelToon NovelToon
Manusia Vs Setan

Manusia Vs Setan

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Horor
Popularitas:564
Nilai: 5
Nama Author: David Purnama

Setan adalah musuh yang nyata bagi manusia. Maka jadikanlah mereka sebagai musuh mu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon David Purnama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pemberangkatan

Rumah Sabdo

Prawiro mengumpulkan tiga putranya yang sudah lama tidak menjadi satu.

Menghadap bapak sebelum mereka pergi berburu.

Pria tua darah penjaga itu sudah tidak bisa lagi ikut bertarung.

Umur dan fisiknya sudah tidak sekuat waktu masih muda.

"Ingat baik-baik pesanku",

"Kalian akan pergi ke tempat orang-orang yang sudah bukan manusia seutuhnya lagi",

"Jangan bawa belas kasihan kepada mereka",

"Matikan perasaan kalian",

"Kalau kalian tidak membunuh, maka kalian yang akan dibunuh",

"Kalian berangkat bersama, pulang harus bersama",

"Kalian pergi hidup-hidup, pulang juga harus dalam keadaan hidup",

Keluarga keturunan para penjaga yang tinggal satu-satunya itu melakukan persiapan tahap akhir.

Mereka memeriksa, memastikan barang-barang perbekalan mereka sebelum benar-benar berangkat.

Jika ada yang kurang lengkap. Akibatnya bisa fatal.

"Sudah semua... ",

"Semuanya sudah komplit",

"Tinggal berangkat... ",

Sabdo berdoa sebelum menginjakkan langkahnya keluar rumah lalu berjalan jauh menuju belantara.

"Ya Allah, hanya kepada mu hambamu ini meminta pertolongan",

"Lindungilah kami dari manusia-manusia yang bajingan",

"Dan dari setan-setan yang berdiri bersama mereka",

"Atas kehendak mu ya Allah, berikanlah kami kekuatan untuk menang mengalahkan para pengikut iblis",

"Aamiin",

Karyo yang jarang pulang ke rumah meski tinggal di tempat yang tidak jauh. Mendapat pesan khusus dari Lentik.

Ibu tiga anak laki-laki itu berpesan kepada yang paling kuat.

"Jaga saudara-saudara mu",

"Jangan tinggalkan mereka",

"Bawa pulang mereka dalam keadaan hidup",

"Insya Allah ibu",

"Doakan kami supaya kami lancar dalam berburu dan tidak tersesat",

Sementara itu Unang juga bertugas untuk meyakinkan pak Alex.

Pak Alex yang menjadi tokoh korban akan ikut dalam ekspedisi penyelamatan anak dan istrinya.

"Ingat pak Alex",

"Di dalam hutan, pak Alex tidak boleh jauh-jauh dari kami",

"Kita semua harus saling melihat satu sama lain dari jarak dekat",

Meninggalkan kampung dalam

"Assalamualaikum",

"Kami berangkat... Bapak , ibu... ",

"Waalaikumsalam",

"Hati-hati... ",

"Aku dan ibumu menunggu kepulangan kalian semua dengan selamat... ",

Tiga bersaudara penjaga ditambah satu orang asing.

Berjalan kaki menuju hutan yang jauh lebih dalam.

Unang dan Sabdo melangkah lebih depan.

Diikuti oleh Alex dan Karyo yang menjaga paling belakang.

"Bagaimana sikap kedua teman mu itu?",

"Mereka mengerti ketika aku minta untuk pulang",

"Mereka akan menginap di kota",

Beberapa jam kemudian

Tidak berselang terlalu lama.

Begitu memasuki wilayah hutan belantara.

Suasananya berubah menjadi lebih mencekam.

"Lebih waspada",

"Sekarang kita sudah memasuki wilayah hutan belantara",

Unang adalah pemimpin yang vokal. Ia adalah si sulung.

"Berhenti... ",

Tiba-tiba Karyo meminta rombongan mereka untuk berhenti sejenak.

"Ada apa Yo?",

"Ada yang mengikuti kita dari tadi",

"Apakah mereka para penganut ilmu hitam?",

"Ada dua orang",

"Aku yakin mereka hanya orang biasa",

"Siapa kalian?",

"Keluar",

"Mau apa kalian mengikuti kami?",

Sabdo menantang para penguntit yang bersembunyi di balik pohon-pohon.

"Tenang... Tenang... ",

"Ini kami... ",

Lawak.

"Gombloh?",

"Bokir?",

"Aku kan sudah bilang kalau kalian berdua tidak boleh ikut",

"Masih ngeyel",

"Perjalanan kami berbahaya",

"Begini Do... ",

"Kami kasihan dengan kemalangan kalian bertiga",

"Kami juga mau ikut membantu pak Alex menemukan anak dan istrinya",

"Ya sudah kalau begitu",

"Sudah terlanjur jauh",

"Biarkan mereka ikut",

Sepakat.

Karyo dan Unang tidak keberatan dengan dua teman Sabdo yang lugu-lugu.

"Bagikan perbekalan kepada mereka",

"Ini... ambil ini",

"Apa ini?",

"Itu namanya karet mentah",

"Kalau ketemu kuyang, lempar dengan bola karet mentah yang dalamnya masih berair ini",

"Ini super lengket dan berat",

"Kuyang akan langsung jatuh ke tanah atau menempel di pepohonan",

"Kalian harus berhemat, tidak boleh boros dan sia-sia melemparkan senjata",

"Kalau yakin, baru tembak",

"Bawa tongkat ini",

"Hati-hati, ujungnya mata pisau yang sudah kami tajamkan",

"Bisa buat melawan kuyang dari jarak dekat",

"Kalau melawan Suwanggi, tusuk di bagian ketiaknya supaya dia tidak bisa terbang lagi",

"Kalian berdua jalan di tengah",

"Siap... Siap... ",

"Kami janji tidak akan merepotkan",

Sudah tidak ada main-main lagi.

Memasuki kawasan hutan yang belantara, tidak ada bedanya antara siang maupun malam.

Sama-sama gelap.

Rumah Sabdo

"Kulo nuwun",

"Permisi... ",

"Mau apa kamu kemari?",

"Lentik, sudah sangat lama kita tidak berjumpa",

"Dimana suamimu Prawiro?",

"Bapak (Prawiro) baru saja berangkat ke surau",

"Mau apa kamu kemari?",

"Anak-anak mu masuk ke hutan kami membawa senjata seperti mau menantang perang",

"Anak-anak ku hanya memenuhi kewajibannya sebagai seorang penjaga",

"Apa kalian berdua tidak takut anak kalian semuanya mati terbunuh?",

"Harusnya orang-orang mu yang takut",

"Pergi sana... ",

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!