NovelToon NovelToon
ALENSKY

ALENSKY

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa Fantasi / Action
Popularitas:52.4k
Nilai: 5
Nama Author: Sinho

Kembali dengan kisah keluarga Nugraha, kali ini adalah generasi termuda, ALENSKY yang berpindah tempat kuliah untuk sebuah ketenangan, namun pada akhirnya kembali pada pertarungan antara Cinta, Persahabatan dan Kekuasaan.

Perpaduan kisah yang menyeret kita untuk menggunakan emosi dan hati saat membacanya, ada kalanya ketidak Adilan yang lama membelenggu akhirnya harus terlepas oleh seseorang yang punya keberanian.

Persembahan sebuah Novel dari Author Sinho, semoga memberikan kesenangan dan manfaat bagi para pembaca.

Salam, sehat, semangat dan jangan lupa bahagia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sinho, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Alen 9

Sebuah pesan yang membuat Alensky ingin sekali mengomel sampai pagi, tiba-tiba saja Pak Darmo tidak bisa menjemputnya, namun yang lebih gila meninggalkan sebuah mobil sport yang sedikit jauh dari kampusnya.

"Apa-apaan ini, masih kurang kah masalahku hari ini, ya Tuhan, pak Darmo!" Teriak Alensky frustasi, rasanya tidak ingin keluar dari kelasnya, tapi tidak mungkin juga, semua mahasiswa sudah mulai berjalan pulang karena ini hampir jam tiga sore.

Baru saja Alensky meletakkan kepalanya di meja, sebagai bentuk dia ingin merilekskan sejenak otaknya sebelum pulang sambil membawa mobil mewah yang engak sengaja atau memang di suruh untuk mengemudikan sendiri oleh Oma.

Hal yang paling tidak di sukai Alensky adalah kehidupan mewah yang sudah dari kecil di jalani, dia ingin sesuatu yang berbeda di setiap langkah perjalanan hidupnya, tapi sang Oma selalu saja mengembalikan nya.

Matanya masih terpejam, rasanya begitu tenang, hingga tiba-tiba _

BRAK

"Ya Tuhan, apalagi ini?" Batin Alensky yang masih enggan untuk mengangkat kepalanya.

DUG DUG DUG

Kali ini mejanya bergetar beberapa kali oleh kaki yang menendang nya, jelas saja Alensky sangat terganggu dengan hal itu, lalu perlahan mengangkat kepalanya.

"Shit, tiga setan wanita" batin Alensky dengan ekspresi wajah yang di buat setenang mungkin walau dirinya ragu entah masih bisa mengendalikan diri jika kali ini ada kekacauan lagi.

"Ada apa?" Tanya Alensky.

Meriya, Nirina dan Soraya, trio penguasa kampus ini kini menatapnya dengan tajam, seolah mereka adalah Hakim dan Alensky adalah terpidana.

"Kau menggoda Tranaka?" Pertanyaan Meriya.

"Tidak"

"Apa yang terjadi di gudang itu?" Sahut Nirina dengan wajah sinis nya.

"Hanya Naka yang bisa menjawab nya" Alensky bicara tenang sekali.

"Kau Ja-lang sialan yang memang minta dihajar rupanya!" Soraya sepertinya yang paling tidak tahan dan segera maju.

Alensky langsung berdiri, beruntung juga tinggi nya melebihi tiga wanita yang sok-sokan di depannya, jadi Alensky setidaknya bisa sedikit mengintimidasi dengan tatapannya.

"Kalian sebenarnya ingin apa?, menganggu ku?" Alensky kini yang mengajukan pertanyaan.

Meriya maju, kini mereka berhadapan hanya beberapa Centi, lalu kemudian tangannya tiba-tiba saja menyambar rambut Alensky.

Beruntung, gerakan yang bisa di baca sebelumnya, hingga belum sempat mendapatkan apa yang diinginkannya, Meriya sudah meringis kesakitan karena cengkeraman seseorang.

"Jangan ikut campur masalah orang lain, hanya Tranaka yang bisa berbuat apapun padanya, kalian pergilah" rupanya Galen sudah ada disana, bersama dengan Viko yang ada di belakangnya, lalu menghempaskan tangan Meriya.

"Kak Galen!" Seru Nirina yang merasa sebagai adik dari laki-laki yang di panggilnya dengan manja.

"Sudah aku bilang, aku bukan kakakmu, hentikan memanggilku seperti itu!" Galen kesal sekali rupanya, dan Vito di belakangnya hanya tertawa lirih melihatnya.

"Aku belum selesai dengan mu!" Meriya menunjuk Alensky sebelum akhirnya pergi.

Dan kini tinggal Galen dan Vito yang tengah menatap Alensky membenarkan letak mejanya.

"Kalian kenapa kemari?" Tanya Alensky setelah memastikan semuanya rapi.

"Naka ingin kau menemui nya"

"Untuk?"

"Tanya sendiri padanya" sahut Vito.

"Kalau begitu suruh saja dia kesini, kenapa aku yang harus ke sana?" Alensky tak mau disuruh-suruh begitu saja.

Galen menghela nafasnya, dia tau ini tak akan mudah, mungkin jika mahasiswa lain akan segera melakukan perintahnya dengan tidak banyak tanya, tapi khusus satu wanita ini, dari awal memang sudah berbeda.

"Kau tau Tranaka akan berbuat apapun yang di suka bukan?, dan jika kau membuatnya kesal lagi, mungkin dia akan melakukan hal yang lebih dari apa yang terjadi di gudang tadi" kini Vito yang bersuara.

Tahan, sabar, dan jangan berbuat onar, hanya itu yang di setel dalam otak Alensky berkali-kali saat ini, dan akhirnya mengikuti langkah dua laki-laki yang menjemputnya, seperti tahanan saja, batin Alensky yang sebenarnya sangat amat kesal saat ini.

Sampai tiba halaman belakang kampus nya, terlihat Tranaka bersandar di mobilnya dengan goresan nyata hasil karya Alensky.

"Ada apa?" Tanya Alensky dengan melihat sekeliling yang nampak sepi.

"Masuk" Tranaka memberi perintah.

"Aku ingin jalan kaki, kalian saja yang masuk" jawab Alensky menatap Galen dan Vito.

Benar-benar ya, berani sekali gadis ini?, batin Galen, sedangkan Vito hanya menggeleng kan kepalanya.

"Kau ingin masuk atau aku masuki?" Tranaka mulai berjalan kearahnya.

Alensky mulai waspada kali ini, kata-kata yang dikeluarkan membuatnya ngeri sendiri, laki-laki yang diakui tampan nan rupawan di hadapannya terkadang memang gila, hingga membuatnya harus tetap menjaga jaraknya.

"Aku tidak mau masuk, dan lagi memangnya kamu bisa memasuki?" Kata-kata yang keluar begitu saja dari mulut Alensky tanpa saringan sama sekali, kenapa aku harus mengeluarkan kalimat ini sih!, batinnya kesal sendiri.

"Kalian pergilah!" Teriak Tranaka seketika memberi perintah.

Galen terkejut, laku menatap Vito yang sama kagetnya, lalu melangkah kan kakinya untuk terus keluar dari area.

"Menurut ku Naka akan melakukan hal itu?" Tanya Galen was-was.

"Memaksa gadis itu?" Tanya Vito.

"Lebih dari itu, melakukan apa yang di tanyakan Alensky tadi"

"What?, entahlah" kata Vito sambil menghela nafasnya.

"Lagi pula kenapa dia keras kepala, gak ada takut-takut nya sama sekali, dan Tranaka sepertinya tidak ada niat untuk melepaskannya" Galen berasumsi.

"Memangnya ada laki-laki yang mau melepaskan gadis secantik dan seistimewa itu?" Sahut Vito sambil tersenyum tipis, dia mengingat benar tatapan Alensky, matanya yang begitu indah, sempurna dan ada sesuatu yang begitu sangat di jaga disana, entah apa itu, Vito juga tidak tau.

"Hem, aku akui, dia memang berbeda, dan aura nya sungguh nyata"

Lalu keduanya tertawa, membiarkan apa yang terjadi di belakangnya saat ini.

Sementara itu, Alensky masih bertahan di posisi, tidak mau mengikut perintah Tranaka begitu saja, dan terus mundur hingga sebuah tembok menghentikan langkahnya.

"Shit!" Ucap Alensky pelan.

"Kenapa, takut dengan tantangan mu sendiri?, Kau kira aku tidak bisa melakukan hal itu disini?" Tangan Tranaka kini menyentuh pa-ha Alensky dengan paksa dan akhirnya.

"Tunggu_!, okey, aku akan masuk"

Tranaka tersenyum penuh kemenangan, lalu kemudian membiarkan Alensky melangkah tanpa memperdulikan dirinya menuju mobil dan _

BRAK!

Keras sekali menutupnya.

"Dasar gadis sialan!"

Ucap Tranaka saat melihat mobilnya di perlakukan seenaknya oleh Alensky yang kini sudah duduk di dalam sana.

Kali ini tak peduli, Tranaka berjalan cepat masuk menyusul Alensky yang duduk di belakang kemudi, lalu kemudian menarik sesuatu yang membuat kursi yang di duduki Alensky langsung berubah posisi.

"Apa yang kau lakukan!' teriak Alensky terkejut saat Tranaka sudah berada dibatas tubuhnya.

"Ini hukuman sudah membanting pintu mobilku!" Tranaka menekan lengan Alensky, agar tak memberontak lagi, dan kemudian _

"Memmh"

Ciuman dadakan yang di berikan membuat Alensky terasa sesak nafas seketika, hingga akhirnya_

"Apa-apaan kalian ini ha!"

Suara nyaring teriakan salah satu dosen disana.

1
Susy Ariyani
sabar ale
Susy Ariyani
sabar ale
Mundri Astuti
namanya juga bertarung ale...
Dwi Diana
harus selamat naka nya thor
Titik Subekti
pertempuran yg dahsyat
jgn ada yg meninggalkan ya thor
Mety Haula
oma cpt yolong tanaka jgn sampai ale menyedalinya
Dwi Setyaningrum
duh kirain didetik2 krusial kyk td Oma Alena muncul ternyata tdk dan untungnya kekuatan Alen malah dahsyat..gmn ya tranaka kira2 bisa disembuhkan ga ya🤔
Siti Aisah
thor naka bakal selamat kan, ada keluarga nugraha yg bisa menyembuhkan walaupun terluka seberat apapun..
Susy Ariyani
seru Kak
Kaa
meskipun Alen bisa selesaikan pertarungan itu tapi ko aku ikutan cemas dengan ke adaan tranaka apalagi Alen lanjut Thor yaah jangan lama deg degkan ini
Mundri Astuti
Alhamdulillah Ale bisa ngatasin sendiri...
Kaylaa
oma Alina datang gak ya🤔
Nurhartiningsih
kalau sudah bener2 terdesak ortunya Ale pasti bantuin.
Titik Subekti
.makin deg deg an
lanjut...
Mundri Astuti
tuh kan ..keturunan Rudolf juga punya...tapi klo ngadepin ketuanya mah kudu ada bantuan juga ngga si berdua
Arw
ini baru awal kekuatan Tranaka....saat nanti puncaknya tiba wooowww....seperti apa kekuatan itu.....d tunggu up-nya kak....
Siti Aisah: kekuatan naka dan alensky pasti bisa mengalahkan klan hitam Valencia... lanjut di tunggu besok thor😜
total 1 replies
Rita Susanti
Wiiih seru banget ini thor
Dwi Setyaningrum
tambah deg degan deh seru seru..
ismi
dari kemaren cuma satu bab kak thor upnya,,terus digantung pas lagi seru serunya
Susy Ariyani
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!