NovelToon NovelToon
Langkah Sunyi Arunika

Langkah Sunyi Arunika

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Konflik etika / Penyesalan Suami
Popularitas:17.6k
Nilai: 5
Nama Author: Bunaya

Empat tahun lamanya Arunika mengalah dan hidup sebagai istri pajangan, demi menghormati amanah almarhum ayahnya. Namun, segalanya hancur saat ia mendengar rencana kejam Saka. Pria itu berniat menikah lagi dengan kekasihnya, namun menolak menceraikan Arunika hanya karena butuh statusnya demi warisan keluarga Daniswara. Saka mengira Arunika wanita lemah yang akan pasrah dipoligami.
Kekecewaan mendalam itu justru membangkitkan sisi cerdas yang selama ini Arunika sembunyikan. Tanpa labrakan histeris, Arunika menyusun skenario skakmat dalam senyap. Tepat di hari pernikahan megah Saka, ia melangkah pergi membawa dokumen cerai dan menayangkan video perselingkuhan suaminya di gedung pesta. Sebuah langkah sunyi yang tidak hanya menyelamatkan harga dirinya, tetapi juga menjadi awal runtuhnya seluruh takhta palsu yang Saka banggakan.

Ingin tahu kisah selengkapnya? Yuk ikuti cerita Langkah Sunyi Arunika hanya di NovelToon

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24 Hampir Saja

Saka baru saja selesai membaca rentetan pesan dari sekretarisnya yang mengabarkan situasi perusahaan saat ini. Sambil memijat kepalanya yang terasa pening, Saka berpikir mungkin sudah waktunya di kembali ke Jakarta, menghentikan pencariannya untuk menemukan Arunika di kota budaya ini. Dua minggu bergerak bagai orang gila tanpa hasil telah menguras sisa energinya.

Namun, semesta seolah tidak ingin dia menyerah begitu saja. Dari tempatnya duduk di sudut kafe, mata merah Saka baru saja menangkap siluet seorang wanita yang sangat mirip dengan Arunika. Wanita berhijab pastel itu baru saja turun dari mobil bersama dua wanita lainnya, melangkah perlahan memasuki area lobi utama gedung medis Rumah Sakit Ibu dan Anak.

Saka langsung berdiri dari kursi kafenya, meninggalkan Bram yang masih berada di meja pemesanan. Sepasang matanya menatap tajam penuh obsesi liar. Meskipun wajah wanita itu tertutup oleh masker medis, Saka sangat yakin bahwa wanita itu adalah mantan istrinya. Saka mengenali cara wanita itu berjalan, caranya memegang tali tas, serta caranya membenarkan letak hijabnya. Ditambah lagi, wanita itu mengenakan gamis motif bunga-bunga, motif favorit yang selalu Arunika sukai sejak dulu.

"Arunika!"

Teriakan parau yang sarat akan obsesi dan keputusasaan itu menggema keras memecah ketenangan lobi utama Rumah Sakit Ibu dan Anak.

Mendengar lengkingan suara Saka yang memanggil namanya, langkah kaki Arunika seketika terkunci di atas lantai marmer lobi. Tubuhnya menegang hebat, pasokan oksigen di sekitarnya seolah menguap habis dihantam trauma masa lalu yang mendadak merayap naik menekan mentalnya. Arunika sempat berhenti sejenak dalam kepanikan, sebelum akhirnya Anggita yang berdiri sigap di sampingnya langsung menarik lengannya dengan kuat.

"Mbak Nika, terus berjalan! Jangan menoleh ke belakang!" bisik Anggita mendesak di balik maskernya.

Sejak Anggita berpapasan dengan Saka di Kaliurang beberapa hari lalu, Arunika dan Anggita kompak untuk selalu mengenakan masker setiap kali terpaksa keluar rumah demi melindungi kerahasiaan domisili dan keselamatan kandungan Arunika.

Arunika memantapkan hatinya menuruti tarikan Anggita untuk terus melangkah cepat menuju lift, diikuti oleh ibu Sandra yang berjalan dengan wajah sangat waspada di balik cadar panjang hitamnya.

Di sudut lain lobi, takdir yang berjalan di bawah langkah sunyi sedang merajut interupsi yang mengangkan. Mahendra, yang baru saja selesai menjenguk salah satu rekan sekretaris dekanat UGM yang melahirkan di lantai atas, sedang melangkah bersama rekan dosennya menuju pintu keluar lobi.

Mendengar teriakan lantang Saka yang menyebut nama Arunika, Mahendra seketika menghentikan langkah kakinya. Sepasang mata tajam di balik kacamata berbingkai hitam tipis miliknya menoleh cepat, menatap Saka yang sedang bersiap berlari mengejar, lalu dengan sigap menyapu seisi ruangan mencari di mana posisi Arunika berada.

Namun, tepat Saat Saka baru melangkah beberapa jengkal hendak mengejar rombongan wanita bermasker dan bercadar itu menuju lift, ponsel di dalam saku jas Saka bergetar keras. Sebuah panggilan darurat dari Jakarta memaksanya berhenti sejenak. Nama Pak Baskoro tertulis jelas di layar gawainya.

Saka menggeram frustasi, terpaksa menggeser tombol hijau karena tahu ancaman korporasi dari pengacara senior itu tidak bisa diabaikan. "Tuan Saka, hentikan seluruh pelarian Anda di Yogyakarta sekarang juga!" suara bariton Pak Baskoro terdengar begitu dingin mengepung telinganya melalui pengeras suara.

"Kelalaian tugas Anda selama dua minggu tanpa kabar telah membuat Daniswara Group kembali goyah di pasar modal! Banyak proyek strategis dan likuiditas bank tertunda total murni karena membutuhkan keputusan dan tanda tangan Anda! Hari ini, dewan komisaris dan Tuan Besar Agung Daniswara menuntut Anda untuk segera kembali ke Jakarta malam ini juga untuk menerima konsekuensi hukuman korporasi Anda!"

"Sampaikan pada Kakek. Berikan saya waktu sedikit lagi. Saya baru saja menemukan Arunika."

Saka langsung menutup panggilan dari Pak Baskoro. Dia tidak menerima penolakan. Tidak masalah dia mendapatkan hukuman apa pun, yang terpenting dia bisa membawa Arunika pulang bersamanya. Saka tidak menyadari bahwa Pak Baskoro sudah terlebih dahulu memutuskan panggilan tersebut karena kecewa dengan sikap keras kepalanya. Sepertinya Saka juga lupa kalau dia dan Arunika sudah bercerai. Saka lupa istrinya saat ini adalah Valerie yang menunggu kabar darinya selam dua minggu ini di Jakarta.

Jeda waktu satu menit di saat Saka terpaksa menerima panggilan dari Pak Baskoro di dekat pilar lobi, menjadi waktu darurat yang teramat penting. Mahendra yang langsung membaca situasi bahaya tersebut, memilih berpamitan singkat pada rekan dosennya.

Tanpa membuang waktu, pria yang irit bicara itu bergerak senyap dengan masker hitam yang masih terpasang di wajahnya, berjalan cepat membuntuti langkah Arunika, Anggita, dan Ibu Sandra yang baru saja naik ke lantai dua menuju area poli klinik kandungan.

Setelah sambungan telepon diputus, Saka mencengkeram ponselnya erat-erat dengan napas memburu berat. Jabatannya di Jakarta berada di ambang hukuman penahanan komite audit, namun obsesinya memuncak karena wanita yang ia cari berada di depan matanya. Dengan langkah kaki yang dihentakkan kuat, dia berlari masuk menembus lift menuju lantai dua, menyisir lorong rumah sakit hingga pandangan matanya terkunci pada deretan kursi tunggu di depan ruang praktik dokter spesialis kandungan.

Di sana, wanita berhijab pastel yang ia cari sedang duduk tenang menunggu antrean pemeriksaan.

Saka melangkah lebar memotong jarak, dadanya naik-turun menahan emosi yang kian meledak. "Arunika!" panggil Saka parau saat jarak mereka hanya tersisa dua meter, bersiap melangkah maju untuk memastikan wajah wanita yang tertutup masker itu adalah mantan istrinya.

Namun, sebelum Saka sempat menyentuh seujung kuku pun, sebuah bayangan tubuh tinggi tegap mendadak bergeser maju. Mahendra langsung berdiri tegak laksana tembok beton yang kokoh menghalangi pandangan mata Saka.

Saka tersentak mundur satu langkah, rahangnya mengetat hebat menatap pria bermasker hitam dan berkacamata di hadapannya. Melalui kombinasi penyamaran masker yang rapat, letak pencahayaan koridor yang temaram, serta fokus pikiran Saka yang sedang kacau balau, Saka sama sekali tidak mengenali wajah pria di depannya ini sebagai Mahendra. Yang Saka lihat adalah sosok asing berwibawa murni yang memancarkan aura penguasa lokal Yogyakarta yang tidak bisa diintimidasi.

"Jaga sopan santun Anda di fasilitas medis ini, Tuan. Anda sudah menganggu ketenangan istri orang lain," ucap Mahendra dengan nada suara yang sangat datar, dingin, dan menekan ego Saka.

Saka terbelalak, urat-urat di lehernya menegang. "Istri?! Jangan membual Anda! Saya tahu persis siapa wanita di belakang Anda! Dia Arunika, mantan istri saya yang kabur!"

"Dia istri saya," potong Mahendra dengan gertakan taktis yang sangat tenang namun mematikan. Mahendra sendiri sebenarnya belum mengetahui tujuan Arunika mengunjungi dokter kandungan. Dia bahkan terkejut. Namun, setelah memperhatikan perut Arunika yang sudah terlihat buncit, Mahendra meyakini Arunika sedang mengandung.

Demi mematahkan hak Saka, Mahendra mengarang cerita. "Kami sore ini berada di sini untuk memeriksakan kandungan anak kami."

Mahendra menoleh sedikit ke arah belakang, memperkenalkan Ibu Sandra dan Anggita yang duduk tegang membisu di balik cadar dan masker medis mereka. "Dan ini adalah ibu mertua saya serta saudara perempuan dari istri saya yang ikut mendampingi sejak tadi. Jadi silahkan Anda tinggalkan tempat ini, sebelum saya laporkan pada sekuriti atas tuduhan pelecehan di tempat umum."

Saka membeku di tempatnya berdiri, gertakan dingin dari pria asing bermasker itu menghantam logikanya hingga hancur berantakan. Saka menatap tajam ke arah dua wanita bercadar dan bermasker di belakang pria tersebut. Karena Anggita mengenakan masker medis yang rapat, Saka sama sekali tidak mengenali wajah gadis Kaliurang yang telah menipunya ke Gunungkidul beberapa hari lalu.

Pandangan Saka bergerak liar, menerobos celah bahu pria tegap itu untuk menatap lurus ke arah perut wanita berjilbab pastel yang duduk mematung tersebut. Saka menyadari, tubuh wanita itu tampak jauh lebih berisi, sehat, dan memiliki sebuah tonjolan yang melengkung nyata di balik blus batiknya. Sebuah siluet perut buncit yang menonjol khas seorang wanita yang sedang hamil.

Saka menarik napas dalam-dalam, seluruh pasokan keberaniannya mendadak runtuh ke dasar bumi. Sebuah keyakinan medis langsung mengunci otaknya. Arunika tidak mungkin hamil. Saka mengingat dengan jelas memori tentang malam penuh paksaan itu. Saka tahu malam itu dia lepas kendali, tetapi keesokan paginya sebelum berangkat ke kantor Daniswara Group, Saka telah memastikan sendiri dia memberikan obat pencegah kehamilan dosis tinggi yang biasa dikonsumsi Valerie setelah mereka berhubungan dalam minuman Arunika, untuk memastikan wanita itu tidak akan pernah mengandung anaknya. Di dalam pikiran Saka, Arunika mandul di bawah kendali obat yang dia berikan, karena dia hanya menginginkan anak dari Valerie setelah mereka menikah.

Melihat perut buncit wanita di hadapannya yang sudah cukup besar dan kesaksian tegas dari suami bermasker di depannya, Saka akhirnya pasrah dan yakin bahwa dia telah salah orang akibat keputusasaannya yang membabi buta.

"Maaf... aku salah orang," ucap Saka parau dengan suara yang kian melemah, egonya yang hancur membuat tubuhnya tampak kuyu.

Tanpa berkata-kata lebih lanjut, Saka memutar tubuhnya melangkah gontai meninggalkan koridor poli kandungan dengan pandangan mata yang sepenuhnya kosong bak mayat hidup. Dia tidak pernah menyadari bahwa obat pencegah kehamilan yang dia berikan pagi itu tidak diterima oleh tubuh Arunika yang langsung muntah tak lama setelah meminumnya.

1
Aidil Kenzie Zie
bayangkan perasaan papa Raditya yang juga dikhianati tapi tetap diam 😡😡 serta Nika yang juga kamu khianati 😡😡😡
Noey Aprilia
Gmna rsanya d khianati???sakit kn???
gtu jg yg arunika rsakan dlu...jd trima nsib aja,hkum krma udh dtang.......
Lucy
nah ketauan juga kan Valeri,ank rian kau blg ank saka untung saka pinter GK mau kejadian dirinya terulang lagi😀😀
Lucy
lanjut Thor,penasaran isi surat keterangan Test DNA nya😃😃
Sri Widiyarti
lanjut kak penasaran..
Noey Aprilia
Kevin sm anknya udh nyman sm gita,tp oma'nya msih ttp mau mnjdohkn dgn kluarga yg setara ktanya....tp tnang aja,ibunya kevin udh ngsih lmpu hjau kyanya....
Sri Widiyarti
lanjut thor ditunggu up-nya...
Lucy
Oma Kevin seharusnya LBH mementingkan Kevin dan Keysha drpd martabat kluarga😡jgn mau di atur Oma mu kevin
Sri Widiyarti
arunika bahagia setelah lepas dari kamu saka....
Sri Widiyarti
saka...saka muak arunika liat mukamu...
Noey Aprilia
Oma'nya kevin mstinya lbh mmentingkn prsaan ccunya drpd skdr gengsi.....ngpn jg pke jdoh2an kl ga bsa bkin nyman,apa lg ada ank kcil yg btuh ssok ibu....udh nmpel gt sm anggita,msa ga ngrti.....
udh msuk rak kk,tp aku glau bcanya....sedih.....😭😭😭
Sri Widiyarti
semoga Abang mahen jodohnya sejatinya arunika ..
Sri Widiyarti
selamat hancur saka penyesalanmu ga guna ..
Noey Aprilia
Mga aja ga ada drama mnyebalkn dr kluarganya mahen,kn kl holang kaya biasanya songong....mskpn ga smua sih.....tkutnya blm apa2 udh kluar kta" tidak merestui krna prbedaan sosial"....🙄🙄🙄
Muft Smoker
lanjuuuuut kak
Noey Aprilia
Jgn usik nika....
skrng pawangnya bnyak,pd galak pula...sklinya ngusik,abis d bntai....😁😁😁
Nurhartiningsih
suka sama novel yg tokoh wanitanya cerdas..kuat .dan tangguh .nggak cengeng nggak menye2
Noey Aprilia
Ngarep bgt pgn ktmu arunika...
sorryyyy yeee.....😛😛😛
Ariany Sudjana
skak mat itulah hukum tabur tuai, kamu sudah membuang berlian mahal demi pelacur murahan seperti Valerie 🤣🤣😂😂
Noey Aprilia
Yg jd prtnyaan....
apakh kluarga bsar mahen dn kevin bkln mrestui????
emng sih skrng blm rsmi,tp kl suatu saat nnti mreka srius....bsakh mnerima arunika dgn statusnya????🤔🤔🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!