NovelToon NovelToon
Gawat Jendral, Istri Gendutmu Ternyata Badas!

Gawat Jendral, Istri Gendutmu Ternyata Badas!

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Cinta Seiring Waktu / Perjodohan
Popularitas:47.6k
Nilai: 5
Nama Author: Senja

“Pernikahan ini hanya ikatan di atas kertas. Jangan pernah berharap aku akan menyentuhmu, apalagi mencintaimu.”

Duka membeku di hati Arjuna. Sejak kepergian istri tercintanya, jenderal muda yang disegani itu mengubur rapat hatinya untuk siapa pun. Namun, sebuah wasiat terakhir memaksanya menikahi Arunika, perempuan yang sama sekali tak pernah ia bayangkan menjadi pendamping hidupnya.

Di mata Arjuna, Arunika hanyalah wanita bertubuh gemuk, sederhana dan tak pantas berjalan di sisinya. Ia menerima pernikahan itu semata demi menghormati pesan terakhir mendiang istrinya dan memberikan seorang ibu bagi putra kecil mereka.

Saat Arunika perlahan menaklukkan hati putra kecilnya, sang Jenderal pun mulai goyah.

​Bisakah Arjuna mempertahankan dinding esnya ketika wanita yang ia remehkan justru menjadi satu-satunya alasan jantungnya berdetak kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 32

Begitu memastikan sang jenderal militer itu benar-benar telah pergi melaksanakan tugas, Ratna langsung membanting sendok ke atas meja dapur dengan kasar.

"Ck! Menyebalkan sekali situasi ini!" gerutu wanita tua itu penuh emosi.

Wina pun ikut berdiri dari kursinya sambil melipat kedua tangan di dada dengan gaya angkuh.

"Aku benar-benar tidak terima diperlakukan seperti ini! Disuruh makan di dapur bersama para pelayan? Seumur hidup baru kali ini aku mengalami penghinaan separah ini!"

Di sudut lain meja dapur, Damar ikut mencak-mencak kesal sambil mendorong piringnya jauh-jauh.

"Makannya juga makanan sisa kemarin! Bikin jijik saja!"

Berbeda jauh dengan ketiga parasit rumah itu yang tengah meradang kepanasan, Arunika justru duduk dengan sangat santai di kursi ruang makan utama. Ia meniup perlahan permukaan teh hangat di cangkirnya, lalu tersenyum tipis penuh kemenangan.

"Sudah selesai mengeluh dan berisiknya?" tanya Arunika tanpa menoleh.

Ketiga orang itu langsung menoleh serentak ke arah ruang makan utama dengan mata membelalak penuh kebencian.

"Kau ya!" pekik Wina murka. "Semua kekacauan ini pasti ulahmu!"

Arunika meletakkan cangkirnya perlahan di atas piring kecil. "Benar, itu memang ulahku."

"Kau sengaja mempermalukan kami di depan semua orang!"

"Bukan mempermalukan." Arunika tersenyum manis, namun menyiratkan ketajaman. "Aku hanya sedang mengajarkan kalian bagaimana rasanya berada di posisi Nakula."

Kalimat itu sukses membuat rahang Ratna menegang kaku.

"Makanan sisa. Makan di belakang dapur. Diperlakukan bagaikan orang asing yang tidak diinginkan." Tatapan mata Arunika berubah dingin menusuk. "Bukankah itu semua adalah hal-hal keji yang selalu kalian lakukan pada bocah enam tahun itu setiap hari?"

Wina mendengus sinis. "Jangan mengada-ngada! Itu semua fitnah!"

"Fitnah?" Arunika dengan tenang mengangkat ponsel pintarnya ke udara. "Sayangnya, aku ini tipikal orang yang sangat suka mengumpulkan bukti digital yang valid."

Seketika itu juga, warna muka Wina langsung memucat pasi. Apa jangan-jangan Arunika sudah mengecek CCTV? Tapi, Wkna sudah menyuruh seseorang menghapusnya.

Arunika menghampiri mereka. "Mulai hari ini, ada sedikit perubahan peraturan mutlak di dalam rumah ini."

Ratna tertawa sinis meremehkan. "Memangnya kau ini siapa berani membuat aturan di rumah keluarga Wiratama?"

"Istri sah dari pemilik rumah ini," jawab Arunika tandas.

"Kau hanya parasit tidak jelas yang dibawa adikku!" balas Wina.

Arunika mengabaikan makian itu sepenuhnya. "Mulai hari ini, seluruh pelayan rumah hanya fokus melayani kebutuhan suamiku dan Nakula saja."

Para pelayan yang berdiri di sekitar sana saling berpandangan cemas.

"Lalu bagaimana dengan nyonya Ratna, nyonya Wina dan tuqn muda Damar?" tanya seorang kepala pelayan ragu-ragu.

Arunika tersenyum ramah. "Mereka bertiga sudah besar dan sangat mampu mengurus diri mereka sendiri."

"Apa?!" teriak Ratna dan Wina berbarengan tak percaya.

Arunika mulai menunjuk mereka satu per satu dengan telunjuknya.

"Ibu Ratna, mulai sekarang tugasmu menyapu seluruh halaman depan mansion sampai bersih."

Ratna membelalakkan mata horor.

"Kak Wina, bertugas mengepel seluruh lantai satu sampai mengkilap."

Wina spontan menunjuk hidungnya sendiri. "Aku?!"

"Iya, kau." Arunika beralih. "Lalu Damar..."

Bocah itu buru-buru berdiri dari kursinya. "Apa lagi?!"

"Mulai sekarang, cuci sendiri semua baju dan sepatu sekolahmu yang kotor itu."

"Aku tidak mau melakukannya!" teriak Damar menolak.

Arunika mengangguk santai. "Boleh saja, tidak usah dicuci."

Damar langsung tersenyum penuh kemenangan licik.

"Tapi konsekuensinya, seluruh uang saku jajanmu dihentikan total."

Senyuman menang di wajah Damar seketika lenyap seketika. "Apa?!"

"Kalau mau uang jajan lagi, belajarlah hidup mandiri seperti anak-anak pada umumnya."

Damar langsung menoleh panik ke arah neneknya. "Nek! Tolong aku!"

Ratna membentak murka. "Berani sekali kau menyuruh kami bekerja bagaikan budak di rumah ini?!"

Arunika kembali mengangkat ponselnya di depan wajah mereka.

"Lupa, ya? Setiap kata-kata dan teriakan kalian sedang kurekam dengan jelas di sini."

Wina sontak menelan ludah ketakutan. "Kau... kau sedang mengancam kami?!"

"Bukan mengancam." Arunika menyelipkan kembali ponselnya ke saku. "Aku hanya ingin memastikan kalau nanti kalian berniat mengadu pada Arjuna, ceritanya bisa utuh disampaikan."

Suasana mendadak berubah sunyi mencekam. Tak satu pun dari mereka yang berani bergerak maju. Arunika kemudian berjalan ke sudut ruangan, mengambil sebuah ember air dan kain pel lantai, lalu menyodorkannya tepat di hadapan Wina.

"Nah, Kak Wina, silakan mulai tugas pertamamu."

Wina menepis ember itu dengan kasar hingga airnya tumpah di lantai. "Aku bukan pembantu rendahan!" bentaknya histeris.

Arunika tersenyum tipis tanpa gentar. "Nakula juga bukan pembantu kalian."

Kalimat singkat itu menghantam ulu hati mereka telak tanpa ampun. Ratna mengepalkan tangannya gemetar penuh amarah.

"Jangan pernah kira kau bisa menang terus selamanya!" teriak Ratna.

Arunika melangkah maju mendekat hingga jarak mereka kini hanya tinggal satu langkah saja. Tatapannya menajam, suaranya rendah namun penuh penekanan mutlak yang mematikan.

"Aku tidak sedang berniat untuk menang. Aku baru saja memulai permainan ini."

Arunika beralih menatap Wina tanpa sedikit pun gentar. Sudut bibirnya terangkat membentuk senyum tipis yang justru membuat Wina semakin geram.

"Oh iya, Kak Wina. Sebenarnya di mana suamimu? Kenapa sejak aku datang ke rumah ini, yang kulihat justru kau terus bergantung pada suamiku?" tanyanya santai.

Wina langsung menegang.

"Apa suamimu selingkuh lalu meninggalkanmu? Atau..." Arunika sengaja menggantung kalimatnya. "Jangan-jangan Damar itu anak haram?"

"Arunika!" teriak Wina murka. Tangannya melayang hendak menampar pipi Arunika.

Namun, Arunika dengan sigap menangkap pergelangan tangan Wina di udara. Genggamannya kuat hingga Wina meringis kesakitan.

"Wah, sepertinya ucapanku ada benarnya." Arunika menyeringai tipis.

"Jaga mulutmu!" bentak Wina sambil berusaha melepaskan tangannya. "Jangan berani membawa-bawa suamiku atau Damar! Dia pria terhormat!"

"Kalau begitu, kenapa dia tidak pernah muncul?" balas Arunika dingin. "Kenapa justru suamiku yang menanggung seluruh kebutuhanmu? Rumah, kartu kredit, mobil, sampai biaya sekolah anakmu. Bukankah seharusnya itu tanggung jawab suamimu?"

Wina terdiam. Wajahnya memerah, tetapi tak mampu menjawab.

Arunika melepaskan tangan Wina begitu saja.

"Mulai sekarang, jangan pernah lagi mengangkat tangan di depanku. Aku tidak akan diam seperti Nakula. Dan satu lagi, Kak, kalau kau masih ingin rahasiamu tetap terkubur, jangan pernah memancingku untuk membongkarnya di depan Damar," ancam Arunika.

1
Elina thea
kerja bagus arunika~~~ teruslah lawan mereka,kalo perlu segera usir mereka biar gak ganggu nakula lagi.
Muft Smoker
yx bnr dr awal cerita gx prnh tuh bpa ny si bocah gaib dsebut ,, gx mungkin kn si Wina nikah ma makhluk halus 😱😱😱
Maria Lina
lgi ya thor plisssss
Maria Lina
mantap arunika hajar aj wkwk
Mundri Astuti
gantian arunika beraksi 😂😂
🇦 🇵 🇷 🇾👎
next kk... klo gak... aq tumbuk
🇦 🇵 🇷 🇾👎
good sayg... itu dy yg sll aq tny".... uda di wakil kn
Endang Sulistiyowati
Ternyata mereka cuma keluarga tiri. benar2 parasit sikapnya.
Bantai aja Nika, mumpung Arjuna lagi tugas, jadi ga perlu akting2an kalian
🇦 🇵 🇷 🇾👎
hoooh keten
🇦 🇵 🇷 🇾👎
kasian🤣🤣🤣
rheisha
hajar tipis-tipis nika,biar berasa disiksa nya hahaha....
ryuka
🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥 hajaaaarrr arunika
ryuka
baguuuusss 👍👍👍👍👍
Maya
coba pertegas lagi kak, ratna ini ibu sama kakak kandungnya arjuna kah atau hanya saudara tiri atau mertua saja? bingung saya.
novi handayati: sabar sabar .. walaupun aq jg penasaran banget 😄
total 2 replies
Senja Susanti
god job
Maya
wait, ratna itu ibu kandung atau bukan sih,atau mertua kah? jdi bingung
𝓢𝓮𝓷𝓲 𝓢𝓮𝓿𝓲𝔂𝓸𝓻𝓾𝓶: itu ada di atas kak jawabanya, dia mak tiri, tp arjuna belum bisa anu karena anu
total 1 replies
Muft Smoker
duuuh gx expect ma ekspresi ny trio gx tau diri ,,
udh pindah aj ke dapur itung2 latihan nanti kalo makan di penjara ,, 🤭🤭🤣🤣🤣 ,, biar gx kaget
nining cahyaningrum
/Drool//Drool/
Ita rahmawati
denger GK tuh kalian
Ita rahmawati
iya iya percaya,,hanya karena kasian aja kan 🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!