Dari seorang pangeran yang diagungkan, Jiang Yui kini beralih profesi menjadi "makcomblang sakti" keliling dunia.
Mulai dari pendekar pedang wanita yang dingin dari sekte es, pangeran dari faksi musuh, hingga siluman rubah yang galau—semuanya harus ia satukan dalam ikatan cinta.
Ditemani oleh layar sistem magis yang mengejek setiap kegagalannya, mampukah Jiang Yui merajut kisah cinta orang lain demi menyelamatkan takdir cintanya sendiri, atau ia justru terjebak selamanya sebagai perjaka tua terkuat di dunia kultivasi?
Jangan lupa like,komen dan subscribe ya kakak, biar author ya semangat ,,dukungan kalian sangat berharga... makasih 🫶🫶🫶🫶
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon S. M yanie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 2
Niat membunuh yang tadinya meluap dari tubuh Bai Ling mendadak menguap, menyisakan keheningan yang menyesakkan di antara kerumunan pasar.
Ubin jalanan yang retak berderit pelan, seiring dengan tangan wanita itu yang bergetar hebat saat mencengkeram hulu pedangnya.
Pertahanan diri dan topeng dingin yang selama lima tahun ini ia bangun dengan susah payah runtuh dalam satu kalimat singkat.
Bai Ling perlahan menurunkan ujung pedangnya. Tatapan matanya yang setajam belati kini menyendu, dipenuhi oleh kepedihan mendalam yang tidak bisa disembunyikan.
"Katakan padaku... dari mana kau tahu tentang Kakak Senior Zhao?" suara Bai Ling melemah, nyaris tenggelam di tengah bisingnya pasar. Ada nada getir dan rindu yang teramat sangat di setiap suku kata yang ia ucapkan.
"Dia tewas dalam jurang pembantaian Sekte Iblis lima tahun lalu. Mayatnya bahkan tidak pernah ditemukan.
Orang-orang menganggapnya pengecut yang melarikan diri... tapi aku tahu itu tidak benar!"
Jiang Yui menghela napas panjang dalam hati. Ia mengusap dadanya yang sempat terasa seperti tertusuk es sungguhan.
Di sudut matanya, layar biru sistem masih berkedip-kedip memberikan instruksi tambahan.
[Peringatan/Tips Sistem: Klien sedang berada dalam fase kerapuhan emosional. Jangan salah bicara, atau kepala Anda akan terpenggal dan status "Perjaka Tua" Anda akan abadi selamanya!]
"Sistem sialan ini benar-benar tidak punya empati," gerutu Jiang Yui dalam hati, sebelum akhirnya menatap lurus ke arah sang pendekar wanita dengan ekspresi serius namun lembut.
"Nona Bai, simpan pedangmu dan berbicaralah padaku dengan kepala dingin," ucap Jiang Yui dengan nada yang jauh lebih tenang dan berwibawa, melepaskan sejenak gaya konyolnya.
"Zhao Chen tidak mati. Dia memang jatuh ke jurang pembantaian, tetapi ia tidak lari karena pengecut. Ia sengaja mengisolasi dirinya di Lembah Kabut Hitam selama lima tahun ini karena tubuhnya meracuni siapa pun yang ia cintai akibat kutukan racun darah iblis."
Mata Bai Ling membelalak lebar. Air mata yang selama ini ia tahan mati-matian akhirnya tumpah begitu saja membasahi pipinya yang pucat.
"Kau... kau tidak sedang membohongiku, kan?" tanya Bai Ling terbata-bata, suaranya bergetar hebat. Untuk pertama kalinya, pendekar wanita yang ditakuti seantero kota itu terlihat begitu rapuh layaknya gadis kecil yang kehilangan arah.
"Untuk apa aku mempertaruhkan nyawaku berbohong di hadapan pedang esmu?" jawab Jiang Yui sambil tersenyum kecil.
"Jika kau tidak percaya, pergilah ke Lembah Kabut Hitam malam ini saat bulan purnama berada di puncaknya. Kau akan menemukan seorang pria bodoh yang terus memahat patung es berbentuk wajahmu di sana sambil menahan rasa sakit sendirian."
Tanpa membuang waktu sedetik pun, Bai Ling menyarungkan pedangnya dengan cepat.
Tanpa mengucapkan sepatah kata terima kasih, wanita itu melesat terbang menembus langit Kota Qing menggunakan ilmu ringannya, meninggalkan embusan angin salju yang menyegarkan udara sore.
Jiang Yui berdiri terpaku di tengah jalan, menatap punggung sang pendekar wanita yang kian menjauh.
Tiba-tiba, udara di hadapannya bergetar hebat. Layar biru transparan menyala dengan cahaya keemasan yang menyilaukan, memunculkan notifikasi besar:
[Ding! Misi Pertama Berhasil Diselesaikan dengan Sempurna!]
[Evaluasi: Host berhasil mempertemukan dua insan yang terhalang takdir dan rasa bersalah.]
[Hadiah: Masa kutukan perjaka tua berkurang 5 hari! Sisa waktu hukuman: 25 hari lagi.]
[Bonus Spesial: Membuka Skill Pasif - "Aura Makcomblang Tingkat Dasar" (Meningkatkan daya pikat negosiasi sebesar 10%).]
Melihat deretan tulisan itu, Jiang Yui merosot lemas. Ia mendongakkan kepalanya menatap langit biru, lalu berteriak frustrasi di dalam hati.
"Dua puluh lima hari lagi?! Yang benar saja! Kalau klien berikutnya semengerikan wanita tadi, usiaku tidak akan sampai akhir bulan!"
keluh Jiang Yui meratapi nasibnya, sementara orang-orang di pasar kembali melintas sambil menatapnya dengan pandangan aneh penuh curiga.
Klien Kedua yang Hobi Bikin Darah Tinggi
Malam baru saja merangkak naik, menggantikan langit sore dengan taburan bintang yang gemerlap di atas Kota Qing.
Alih-alih menikmati malam dengan beristirahat di kamar mewahnya yang nyaman, Jiang Yui justru duduk bersila di atas atap paviliun istana.
Wajahnya tampak kusut, meratapi nasib sial yang mengubah seorang pewaris takhta menjadi konsultan percintaan jalanan.
Baru saja ia hendak memejamkan mata untuk merilekskan pikiran, udara di depannya kembali berdesir. Layar biru transparan yang sangat dibencinya tiba-tiba menyala terang dengan kelap-kelip merah mencolok.
[Peringatan Darurat! Klien kedua telah terdeteksi secara otomatis oleh sistem!]
[Nama Klien: Liu Tian (Pangeran dari Sekte Bayangan Api)]
[Status Asmara: Terlalu arogan, jomblo akut menahun, dan hampir diusir dari klannya karena tidak punya keturunan untuk mewarisi pedang pusaka.]
[Misi: Bantu ia menemukan pasangan sejati dalam waktu 3 hari, atau penalti kutukan tahap dua akan diaktifkan!]
Jiang Yui langsung melompat berdiri, hampir terpeleset dari bubungan genteng. Urat-urat di pelipisnya berdenyut kencang.
"Tiga hari lagi?! Kau benar-benar ingin menyiksaku, ya?!" teriak Jiang Yui pada layar kosong. "Lagi pula, kenapa klien keduanya dari Sekte Bayangan Api? Mereka kan terkenal suka meledakkan diri kalau sedang emosi!"
[Saran Sistem: Protes diterima, namun sisa waktu terus berjalan. Silakan temui klien di Kedai Teh Giok Hijau sekarang juga.
Petunjuk: Ia sedang menangis diam-diam karena ditolak wanita sebanyak tujuh belas kali.]
Mendengar informasi terakhir dari sistem, Jiang Yui terdiam sejenak. Sudut bibirnya berkedut menahan senyum geli.
Seorang pendekar sombong dari sekte besar yang terkenal kejam ternyata punya rekor ditolak wanita hingga tujuh belas kali? Informasi itu sedikit meredakan kekesalannya.
Tanpa membuang waktu lebih lama, Jiang Yui mengerahkan ilmu ringannya, melompat dari atap ke atap menuju pusat kota.
Tak butuh waktu lama baginya untuk tiba di Kedai Teh Giok Hijau. Benar saja, di sudut ruangan yang agak gelap, duduk seorang pemuda berambut merah berantakan dengan jubah hitam khas Sekte Bayangan Api.
Di atas meja di depannya, ada selusin cangkir teh kosong yang berjejer rapi, sementara sang pemuda tampak menenggak cangkir terakhirnya dengan mata berkaca-kaca.
Jiang Yui berjalan mendekat, lalu menarik kursi tepat di hadapan pemuda itu tanpa diundang.
Ia menopang dagunya dengan sebelah tangan, menatap Liu Tian dengan senyum penuh selidik.
"Mau pesan teh lagi, atau mau kutemani meratapi nasib, Pangeran Liu Tian?" sapa Jiang Yui santai.
Liu Tian terlonjak kaget. Tangannya yang memegang cangkir hampir saja meremukkan benda porselen itu. Matanya melotot tajam menatap Jiang Yui dengan penuh kewaspadaan dan amarah.
sistem kultivasi perjaka/NosePick/ 🤧