NovelToon NovelToon
SUAMI YANG DI BUANG TERNYATA PEWARIS TERKAYA

SUAMI YANG DI BUANG TERNYATA PEWARIS TERKAYA

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO / Mengubah Takdir
Popularitas:23.4k
Nilai: 5
Nama Author: Mochamad Fachri

(Tokoh utama Pria+Wanita)

Raka Pradipta adalah seorang suami yang selama menikah hanya menjadi alat penghasil uang bagi keluarga istrinya, ia di paksa membiayai kehidupan seluruh keluarga istrinya. Tapi karena rasa cinta yang sangat besar Raka menjalani kehidupannya dengan sepenuh hati tanpa mengeluh sedikitpun. Namun, ketika sebuah kenyataan pahit menghantamnya, rasa sayang yang selama ini hanya ia simpan untuk istrinya lenyap seketika ketika istrinya lebih memilih berkhianat dengan seorang pria yang lebih segalanya darinya, Raka pun di paksa menceraikan sang istri lalu ia di usir tanpa hormat oleh keluarga istrinya itu.

Namun, tak ada yang menyangka jika Raka adalah seorang anak dari penguasa jaringan bisnis di negaranya, dan apakah identitas aslinya itu akan di ketahui keluarga mantan istrinya?

ayo simak cerita baru author yang satu ini, semoga para reader suka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mochamad Fachri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

24. Nyaris saja

Suasana ruang makan yang semula tenang mendadak berubah canggung, hanya suara sendok yang beradu pelan dengan piring dan bunyi batuk kecil keduanya yang tersisa setelah kalimat Nyonya Shanum meluncur begitu saja tanpa peringatan.

Selina buru-buru mengambil air lagi, wajahnya memerah samar hingga ke telinga. Sementara di sebelahnya, Raka menaruh gelas perlahan dengan ekspresi yang untuk pertama kalinya terlihat sedikit kehilangan ketenangan.

Nyonya Shanum justru terlihat santai, wanita itu duduk sambil menopang dagu, menatap keduanya bergantian dengan senyum kecil yang terlalu tenang untuk seseorang yang baru saja melempar pernyataan sebesar itu.

“Kenapa reaksi kalian seperti itu?” tanyanya ringan. “Mama hanya memberi saran.”

“Ma...” Raka menghembuskan napas pendek sambil memijat pelipis. “Pembahasannya terlalu jauh.”

“Jauh bagaimana?” balas Nyonya Shanum cepat. “Kalian tinggal serumah, kerja di tempat yang sama, dan terlihat cocok.”

Selina langsung tersedak kecil lagi. “Ta-tante...”

Raka melirik ke arahnya. “Bukan kah kau selalu ingin menikah denganku sejak dulu?” ucapnya sambil mengulum senyumnya.

“Kamu!” balas Selina spontan.

Beberapa detik hening tercipta sebelum Nyonya Shanum justru tertawa kecil melihat keduanya.

“Nah, lihat?” ujarnya santai. “Sudah seperti pasangan kan?”

Wajah Selina semakin memerah. “Ta-tante!” ucapnya cepat, kali ini benar-benar salah tingkah.

Raka hanya menggeleng kecil sambil kembali mengambil sendok. Namun entah kenapa, sudut bibirnya tampak bergerak samar, nyaris seperti menahan sesuatu.

Selina yang menyadarinya langsung menyipitkan mata. “Kau mengejek ku, ya?” tuduhnya cepat.

Raka menoleh tenang. “Tidak.”

“Jelas-jelas kau sedang tersenyum!”

“Itu hanya kau yang terlalu sensitif.”

“Raka!”

Nyonya Shanum kembali terkekeh pelan melihat keduanya, sudah lama sekali meja makan mansion itu tidak terasa seramai ini.

Wanita itu kemudian menuangkan sup ke mangkuk Raka dan Selina tanpa banyak bicara, tetapi senyum kecil di wajahnya tidak hilang.

“Sudahlah,” ucapnya lembut. “Tidak harus sekarang juga.”

Kalimat itu justru membuat Selina semakin salah tingkah. “Memangnya siapa juga yang mau menikah dengan orang menyebalkan seperti dia,” gumamnya pelan sambil pura-pura fokus pada makanannya.

Raka melirik singkat lalu menjawab tanpa nada berlebihan, “Tenang saja, aku juga belum melamar siapa-siapa.”

Deg.

Selina langsung terdiam, beberapa detik kemudian ia buru-buru mengambil gelas lagi hanya untuk menghindari tatapan dua orang di hadapannya.

Nyonya Shanum menahan tawa kecil sambil berpura-pura sibuk merapikan lauk di meja.

Sementara Raka, untuk pertama kalinya malam itu, terlihat sedikit lebih tenang. Tidak banyak bicara, tetapi sesekali tatapannya bergerak ke arah Selina yang sejak tadi tampak salah tingkah tanpa sadar.

Dan anehnya, suasana canggung itu justru terasa... nyaman.

“Sepertinya, dulu aku memang salah memilih orang,” batinnya sambil terkekeh pelan.

***

Pagi datang lebih cepat dari biasanya di rumah kecil kediaman Rasti, cahaya matahari menembus sela-sela jendela ruang tengah yang mulai kusam, sementara suara panci dan denting sendok dari dapur terdengar sejak subuh.

Bu Sari tampak sibuk menghitung sisa uang di meja makan sambil beberapa kali menghela napas panjang, wajahnya terlihat jauh lebih kusut dibanding biasanya, seolah semalaman tidak benar-benar bisa tidur memikirkan tagihan yang terus berdatangan.

Di kamar kecilnya, Doni duduk di tepi kasur dengan wajah tegang. Seragam sekolahnya sudah rapi dikenakan, tetapi fokusnya sama sekali tidak tertuju pada buku pelajaran.

Tatapannya terus bergerak pada tas sekolah di depannya, tepat di dalamnya, tersembunyi amplop cokelat pemberian Raka semalam.

Tangannya sedikit gemetar saat membuka resleting pelan lalu memastikan amplop itu masih terselip aman di bagian paling bawah, tertutup buku matematika dan beberapa lembar tugas sekolah.

Jantungnya berdetak lebih cepat, puluhan juta rupiah, jumlah uang yang bahkan tidak pernah ia lihat seumur hidupnya.

Jika sampai ketahuan, Doni bahkan tidak tahu harus menjelaskan apa.

“Doni!” suara Bu Sari terdengar dari luar kamar. “Sudah bangun belum? Cepat sarapan!”

“I-iya, Bu!” jawab Doni cepat.

Buru-buru ia menutup tas lalu mengangkatnya ke bahu, seolah dengan begitu semua rahasia di dalamnya ikut tersembunyi.

Beberapa menit kemudian, Doni duduk di meja makan kecil sambil melahap nasi goreng seadanya, suasana rumah terasa canggung, Rasti masih terlihat murung sejak semalam, sementara Bu Sari beberapa kali menggerutu kecil mengenai utang dan tagihan.

“Kalau begini terus bisa habis kita,” keluh Bu Sari sambil mengusap kening. “Farhan juga mana cukup bantu segitu, katanya kaya tapi giliran di mintai tolong, cuman banyak ngomong doang pacarmu itu.”

Doni memilih diam sambil makan cepat, semakin cepat berangkat, semakin baik. Namun tepat saat ia hendak berdiri, Bu Sari tiba-tiba melirik tas sekolah Doni.

“Kok tasmu kelihatan penuh begitu?” tanyanya sambil mengernyit.

Deg.

Tangan Doni langsung menegang. “A-ah...” ia tertawa kecil canggung. “Banyak buku, Bu. Hari ini ada tugas kelompok.”

Bu Sari mengulurkan tangan refleks. “Sini Mama lihat, jangan-jangan kamu malah bawa mainan lagi ke sekolah.”

Wajah Doni langsung pucat, tangannya spontan menggenggam erat tas itu.

“Ti-tidak usah, Bu!” ucapnya sedikit terlalu cepat.

Bu Sari langsung menyipitkan mata. “Loh? Kenapa?”

Rasti yang sejak tadi diam ikut melirik kecil dari kursinya, membuat tengkuk Doni terasa semakin dingin.

Otaknya bekerja cepat, Kalau tas itu dibuka sekarang, semuanya selesai. Doni buru-buru berdiri sambil meraih botol minum.

“Aduh!” serunya mendadak. “Doni telat, Bu! Hari ini ada ulangan pagi!”

Tanpa memberi kesempatan menjawab, ia langsung memasukkan kaki ke sepatu dengan gerakan terburu-buru.

“Doni berangkat dulu!”

“Eh! Tunggu!” panggil Bu Sari.

Namun bocah itu sudah lebih dulu berlari keluar rumah sambil memeluk erat tali tas di bahunya.

Begitu cukup jauh dari rumah, langkah Doni melambat. Napasnya memburu sementara satu tangannya refleks memegang tas.

“Untung aja...” gumamnya pelan.

Jantungnya masih berdetak cepat, beberapa detik kemudian, ekspresinya perlahan berubah serius. Ia menatap jalanan sekolah di depannya lalu mengeratkan genggaman pada tali tas.

“Mas Raka bilang ini buat sekolah, tapi dimana aku harus menyimpan uang sebanyak ini...” bisiknya pelan.

Dan untuk pertama kalinya sejak lama, di tengah rasa takut dan kekacauan rumahnya, ada sesuatu yang terasa seperti harapan kecil.

Doni melangkah lebih cepat menuju sekolahnya, sementara itu di dalam rumah Rasti merasakan ada gelagat aneh pada adiknya sejak kemarin. Doni yang tak pernah berani mengatakan apapun kepadanya, semalam jelas sangat berbeda.

“Nyeselkan? udah ngusir orang yang bantu kita disini.”

Kata-kata itu terus terngiang di kepalanya, membuat Rasti semakin menyesali perbuatannya. Jika saja ia tak tek terhasut oleh kakak dan ibunya, mungkin saja semua masih berjalan dengan baik.

Tok... Tok... Tok...

Baru saja Rasti dan ibunya dapat bernapas lega, keduanya di kejutkan dengan suara ketukan. Keduanya lalu saling bertukar pandang, sebelum akhirnya Sari perlahan berdiri, dan mendekat ke arah pintu.

“Aduh, gimana kalo mereka datang lagi bu?” tanya Rasti setengah ragu untuk melangkah.

Sama halnya dengan bu Sari, ia sama paniknya dengan Rasti. Namun, saat Rasti membuka pintu ternyata orang yang berbeda.

“Selamat pagi, dengan Bu Rasti?” tanya pria berjas itu.

Rasti dan ibunya saling bertatap muka sebelum akhirnya kembali menatap pria berjas hitam itu.

Rasti mengangguk pelan. “Benar pak, maaf ada apa ya?” tanya Rasti.

Lalu pria berjas itu, menyodorkan map dokumen yang bertuliskan.

Dokumen Gugatan dan Perceraian Raka Pradipta dan Rasti Amelia.

Deg!

Rasti seketika terdiam, memperhatikan deretan kalimat yang langsung menghantam perasaannya. Bukannya senang, justru ia merasa seperti bermimpi di siang bolong.

“Mas...” batinnya.

1
Mommy tulipp
Tdk ush menyesal, toh km jg punya lelaki lain yg mau menafkahi kalian. Raka hanya memperlakukan kalian bagaimana kalian memperlakukan Raka. Semuanya akan terbalas cepat atau lambat
Mommy tulipp
Sy deg2an thor, kirain ketahuan
Mommy tulipp
Iya benar. Kalau mau cari pasangan, lihat dulu asal-usulnya bagaimana👍
Mommy tulipp
Pikir2 dulu Raka, kita tdk tahu Selina ada niat busuk atau tdk. Biasanya kalau masalah rumah tangga sebesar ini ada rasa trauma
Mio Amore
apa kan lolos dri bahaya sepi yg udh udh selina nya
LANY SUSANA
waduh kenaa selina?
Thor bisa ga sii jgn di kasih masalah terus bumil 🤣🤣🤣kasihan dan tegang terus sjk. awal kehamilan ya
moch fachri: aman, udah mulai reda sampe melahirkan😄
total 1 replies
LANY SUSANA
waduw musuh lama datang lg dgn WA j ah baru dan identitas baru😒😒
Mio Amore
haaiiihhh selain Herman am kevin siapa lgi yg terlibat kira2🤔🤔
moch fachri: ada kak nanti muncul pokoknya bikin semua tegang😄🤣
total 2 replies
LANY SUSANA
syukurlah akhir nya tertangkap ya
itu obat apa yg di. masukin ke minuman selina?
apa pengunggur kandungan???
moch fachri: yups penggugur kandungan, nanti di bahas di bab berikutnya kak
total 1 replies
Mio Amore
wiiih makin ketat tuh penjagaan
Mio Amore
ttp ya pengawal mah hrs ada
Mio Amore
terjadi lah yg hrs nya trs jadi
Mio Amore
h ais knpa jantung jdi aneh rasa nya mmbca bab ini 🤔🤔🤔
moch fachri: aneh kenapa kak😄🤣
total 1 replies
Mio Amore
akhirnya
Mio Amore
akhirnya trs cium jga si penyusup itu
Mio Amore
selamat doni
Mio Amore
semoga selamat nggak terjadi yang tdk di ingin kn
Mio Amore
semoga nggak berhasil
Mio Amore
mulai repot raka ngadepin yg ngidam
Mio Amore
semoga cepet ketauan jgan sampe selina bahaya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!