NovelToon NovelToon
Peluk Aku Di Kehidupan Ini

Peluk Aku Di Kehidupan Ini

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:7.6k
Nilai: 5
Nama Author: Red_Purple

‎Saat membuka mata kembali, Aruna mendapati dirinya hidup kembali, terbangun di masa lalu, tepat sebelum segala kehancuran dalam hidupnya dimulai.

‎Dengan ingatan yang masih utuh akan luka dan kematiannya, dia berjanji akan membuat Rafael dan semua orang yang menyakitinya merasakan penderitaan yang sama, bahkan berkali lipat lebih berat.

Di tengah rencananya yang penuh dendam itu, Aruna mencari kembali Zeffrano - pria dingin, misterius, dan berkuasa yang di kehidupan sebelumnya pernah dia tolak lamarannya.

‎"Kali ini bukan lagi aku yang ada di bawah kakimu. Kali ini, akulah yang akan berdiri di puncak tertinggi bersama orang paling berkuasa di kota ini." ~ Aruna Kirana Dirgantara.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Red_Purple, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 28

‎"Benar, Nona! Tuan Hendrawan dan Rafael baru saja ditangkap di dalam ruang rapat utama Mahesa Group. Mereka dituduh melakukan korupsi, penggelapan aset, dan penipuan besar-besaran. Semua bukti sudah lengkap, bahkan Nona Aruna dan Tuan Zeffrano sendiri yang menyerahkan langsung berkasnya ke pihak berwenang!"

‎‎Kaki Tania seketika terasa lemas sekali, seolah tulang-tulangnya dicabut paksa dari tubuhnya. Wajahnya yang tadi masih cerah dan penuh percaya diri, kini berubah menjadi pucat pasi. Dia mundur selangkah, tangannya segera menggenggam dinding di sampingnya agar dia tidak jatuh terguling di lantai.

‎‎"Tidak... tidak mungkin... Itu bohong! Kalian pasti salah lihat! Papaku... Papaku tidak mungkin melakukan hal itu! Dan Rafael... Rafael tidak mungkin ditangkap! Bukankah semua bukti sudah diatur rapi? Kenapa... kenapa sampai terjadi hal seperti ini?!" seru Tania dengan suara nyaring yang pecah.

‎‎Sekretaris itu menunduk ketakutan, suaranya makin pelan namun jelas terdengar oleh Tania.

‎‎"Saya tidak bohong, Nona. Semua orang di gedung ini sudah tahu. Bahkan kabarnya... semua aset milik keluarga kita, rumah, tanah, rekening bank, semuanya sedang dalam proses pembekuan dan penyitaan atas perintah hukum. Nona... kita tidak punya apa-apa lagi."

‎‎Kalimat terakhir itu menghantam kepala Tania bagaikan petir di siang bolong. Dunia serasa berputar kencang di sekelilingnya, pandangannya menjadi kabur, dan rasanya dia ingin pingsan saat itu juga.

‎‎Hancur... Semuanya hancur seketika.

‎‎Semua rencana indah, semua mimpi kemewahan, semua posisi tinggi yang selama ini dia banggakan dan dia nantikan, lenyap dalam sekejap mata. Papanya yang dia banggakan kini menjadi penjahat yang ditangkap, Rafael yang dia andalkan sebagai masa depannya juga ikut terseret, dan yang paling mengerikan... mereka menjadi miskin. Benar-benar miskin, tanpa sepeser pun uang, tanpa tempat berlindung, tanpa kekuasaan apapun.

‎‎"Dimana... dimana mereka sekarang?" cicit Tania dengan suara yang hampir tidak terdengar, tubuhnya gemetar hebat seolah diguncang badai besar.

‎‎"Mereka sudah dibawa dengan mobil tahanan," jawab sekretaris itu ragu-ragu.

‎‎Tanpa pikir panjang, Tania seketika berlari menuju pintu keluar utama. Kakinya melangkah cepat dan terhuyung-huyung, napasnya tersengal-sengal, air mata mulai membanjiri wajahnya tanpa bisa dia tahan lagi.

-

‎Tania menginjak pedal gas mobilnya dalam-dalam, kendaraan melesat kencang membelah jalanan kota, hampir tidak mempedulikan aturan lalu lintas. Jantungnya berdegup kencang, kepalanya terasa pening, dan pikirannya kacau balau. Semua yang baru saja dia dengar masih terasa seperti mimpi buruk yang tidak nyata. Papanya ditangkap? Rafael juga? Semua aset dibekukan? Itu tidak mungkin! Itu pasti kesalahpahaman, pasti ulah jahat Aruna yang ingin menjatuhkan mereka!

‎‎Begitu mobilnya sampai di halaman parkir gedung Mahesa Group, Tania mematikan mesin dengan kasar, lalu berlari keluar mobil dengan langkah cepat dan tergesa-gesa menuju pintu utama gedung kaca yang megah itu.

‎‎Tepat saat dia tiba di depan pintu kaca besar itu, pintu terbuka, dan dua sosok yang paling dia benci sekaligus paling dia butuhkan saat itu keluar beriringan.

‎‎"ARUNA!!" teriak Tania sekuat tenaga, suaranya melengking tajam memecah keheningan di sekitar gedung itu.

‎‎Aruna dan Zeffrano seketika berhenti, menatap sumber suara. Melihat sosok Tania yang berdiri gemetar dengan wajah bengis itu, Aruna hanya mengerutkan kening sedikit, sementara Zeffrano langsung menarik tubuh Aruna lebih dekat ke sisinya, pandangannya seketika berubah dingin dan tajam, seolah sedang menghadapi gangguan kecil yang tidak diinginkan.

‎‎Tania segera berlari mendekat, lalu berhenti tepat di hadapan mereka, matanya menatap tajam ke arah Aruna, penuh kebencian yang tidak bisa lagi disembunyikan.

‎‎"Kamu jahat! Kamu benar-benar wanita paling jahat dan kejam yang pernah aku kenal!" seru Tania dengan suara gemetar karena marah, jarinya menunjuk tepat ke wajah Aruna dengan kasar. "Kamu benar-benar tidak punya hati, Aruna! Rafael sangat mencintai kamu, tapi kamu tega memperlakukannya seperti ini! Ingat Aruna, selama ini Rafael lah yang selalu ada dan memberikan kamu dukungan! Tapi ini balasan kamu, hah?!"

‎‎Aruna menatap Tania dengan pandangan yang tetap tenang, namun di balik ketenangan itu tersimpan rasa kecewa yang sudah terlalu lama dia pendam. "Mencintai? Dukungan? Tania, apakah kamu benar-benar masih berani bicara soal cinta dan dukungan di hadapanku?"

‎Aruna melangkah selangkah ke depan, menatap tepat ke manik mata Tania yang masih menyala penuh api kemarahan.

‎‎"Kamu bilang Rafael mencintaiku? Rafael bukan mencintaiku, tapi dia mencintai apa yang aku miliki, yaitu harta peninggalan kedua orang tuaku."

‎Tania terkejut mendengarnya, apakah selama ini Aruna sudah tahu rencana jahat dirinya dengan Rafael?

‎‎"Tapi kamu tetap tidak bisa bersikap seperti ini, Aruna! Bagaimanapun kamu dan Rafael pernah saling mencintai dan menjalin hubungan selama dua tahun!"

‎‎Aruna tertawa kecil, tawa yang dingin dan getir, matanya menatap lurus ke arah Tania seolah sedang menatap hal yang paling tidak berharga di dunia ini.

‎‎"Menjalin hubungan? Saling mencintai?" ulang Aruna dengan nada suara yang tajam, seolah kata-kata itu adalah sesuatu yang paling menjijikkan baginya saat ini. "Hubungan apa yang kamu maksud, Tania? Hubungan yang dibangun di atas kebohongan? Hubungan yang diisi dengan rencana jahat untuk merampas segalanya dariku?"

‎‎Wajah Tania seketika memucat, mulutnya terbuka lebar namun tidak ada satu kata pun yang bisa keluar. Tubuhnya gemetar hebat, mata bulatnya menatap Aruna dengan ketidakpercayaan.

‎‎"Kamu... kamu tahu...?" cicit Tania pelan, suaranya nyaris tak terdengar.

‎‎Aruna mengangguk perlahan, namun di dalam anggukan itu tersimpan rasa sakit yang sudah lama terkubur, rasa sakit yang dulu hampir menghancurkan jiwanya.

‎"Aku tahu semuanya, Tania. Aku tahu kalian berdua diam-diam saling bermesraan di belakangku sambil menertawakanku yang begitu bodoh dan mudah ditipu."

‎‎Setiap kata yang keluar dari mulut Aruna bagaikan palu godam yang menghantam dada Tania dengan keras, membuatnya merasa terhantam kenyataan yang begitu memalukan. Kakinya terasa lemas, pandangannya kembali kabur.

‎‎Pikiran Tania berputar kencang. Satu-satunya harapan yang tersisa hanyalah pria dingin di sebelah Aruna ini. Zeffrano. Pria yang memiliki kekuasaan tak tertandingi, pria yang satu kata perintahnya bisa mengubah segalanya. Saat ini hanya dialah yang bisa menyelamatkan papanya dan Rafael dari jeruji besi.

‎Dengan tangan gemetar dan air mata yang kembali mengalir deras, Tania tiba-tiba berlutut di atas lantai di hadapan Zeffrano. Dia tidak peduli lagi pada harga dirinya, tidak peduli lagi pada tatapan orang-orang yang lewat, yang penting dia bisa menyentuh hati pria itu walau sedikit saja.

‎‎"Tuan Zeffrano... Tuan... Saya mohon..." isak Tania, tangannya terulur ingin menyentuh ujung jas mahal pria itu namun berhenti di tengah jalan karena takut ditolak kasar. "Tuan, saya tahu saya salah... Saya tahu saya jahat... Saya tahu saya dan papa serta Rafael sudah banyak menyakiti Aruna, sudah banyak melakukan kesalahan besar... Saya mengakui semuanya, Tuan... Saya minta maaf sebesar-besarnya pada Anda dan pada Aruna..."

‎‎Dia mengangkat wajahnya yang penuh air mata, menatap Zeffrano dengan pandangan memohon yang menyedihkan.

‎‎"Tuan Zeffrano, Anda orang yang berkuasa... Anda orang yang paling dihormati dan ditakuti di negeri ini... Anda pasti punya cara, Tuan... Anda pasti punya kekuatan untuk membatalkan semuanya, untuk menarik kembali semua tuduhan itu... Saya mohon, Tuan... Tolong lepaskan papa saya dan Rafael... Tolong..."

‎‎Suara Tania makin pecah, dia menundukkan kepalanya sampai keningnya hampir menyentuh permukaan jalan, bersujud di kaki Zeffrano.

‎‎"Papa saya sudah tua, Tuan... Tubuhnya lemah, dia tidak sanggup hidup di dalam penjara yang keras itu... Dia pasti akan sakit dan menderita... Dan Rafael... Rafael masih muda, Tuan... Masa depannya masih cerah... Jangan hancurkan hidup mereka hanya karena kesalahan yang mungkin bisa dimaafkan... Saya berjanji, Tuan... Jika Anda mau menolong kami, saya akan melakukan apa saja yang Anda minta... saya akan kembalikan semua uang yang kami ambil, akan menyerahkan semua harta yang tersisa, dan tidak akan pernah mengganggu hidup Anda dan Aruna selamanya... Saya mohon, Tuan... Kasihanilah kami..."

‎‎Tania menangis tersedu-sedu, dia merendahkan dirinya sejauh mungkin.

‎‎Zeffrano menatap sosok wanita yang sedang bersujud itu dengan pandangan yang sangat dingin dan datar, seringai tipis muncul di wajahnya.

‎‎"Benar kamu mau melakukan apa saja untukku?" tanya Zeffrano.

Aruna terkejut mendengar kata yang keluar dari mulut Zeffrano, dia menoleh cepat pada pria yang berdiri di sampingnya itu.

"Zeff... Kamu tidak berniat untuk melepaskan mereka kan?"

-

-

-

Bersambung...

1
〈⎳ FT. Zira
niatnya lain kyknya
〈⎳ FT. Zira
masih punya stok drama ternyata/Sweat/
〈⎳ FT. Zira
pingsan aja.. gak ada yg larang kok
〈⎳ FT. Zira
eaaa... rayuannya bang... meleleh hatiku
〈⎳ FT. Zira
zekarang minta maaf , yg kemarin percaya diri mana wajahnya/Drowsy/
〈⎳ FT. Zira
otak mereka mana nyampe.. tau nya kan cuma ngambil yg bukan hak nya doang🤧
W I 2 K
idihhhhhh nyebelin banget kamu tania... celamitan.... sok²an mau ngelakuin apa aja....
〈⎳ FT. Zira: giliran di suruh nuduh "kamu tega!" hwakkk/Sob/🤣🤣🤣
total 2 replies
W I 2 K
mimpi terindah... khayalan belaka....
bangun woyyyy... bangun Tania... udah siang..... mimpinya dilanjut si balik jeruji aja... 🤣🤣
🔥Violetta🔥: Perlu diceburkan ke comberan sepertinya dia 😂😂😂
total 1 replies
W I 2 K
secangkir kopi sm Sajen bunga sekebon meluncur.. biar authornya tambah cemangat....... 💃
🔥Violetta🔥: Wah... terimakasih banyak kakak /Grin//Pray/
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
langsung ciut🤣
〈⎳ FT. Zira
siap siap bangun dari mimpi dengan seember air yak🤣
〈⎳ FT. Zira: /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 4 replies
〈⎳ FT. Zira
Faunai siapa??? apa itu panggilan?
〈⎳ FT. Zira
bicaramu sungguh manis bang/Hammer//Hammer//Hammer/
〈⎳ FT. Zira
tinggikan saja percaya dirimu.. semakin tinggi semakin sakit saat jatuh🤧
W I 2 K
slow Rafael.... baru juga disedot dasar bumi.... belum sedot dasar neraka kan... aman.. aman... aman..
🔥Violetta🔥: astaga 😂😂😂
total 1 replies
W I 2 K
dateng zeff... siapa tau kejutannya bikin terkejot.. kejott.... 🤣
🔥Violetta🔥: Zeff langsung guling-guling di ranjang... ehhh 🤭🤭🤭
total 3 replies
W I 2 K
astaga drama apa lagi Rafael... mimpi mana lg yg km mau gapai... nanti jatuh sejatuhnya sakit loh🤭
🔥Violetta🔥: EEEE.... AAAAA 💃💃💃💃🕺🕺🕺🕺
total 7 replies
〈⎳ FT. Zira
Luar biasa..
kisah balas dendam yang ditulis dengan apik. definisi wanita bisa melakukan apa saja setelah disakiti, bisa bangikit dan kuat dari rasa dakit yang sudah diterima.
kisah ini memang reinkarnasi, tapi mengajarkan jika kesempatan itu bisa datang dua kali,
karyamu luar biasa Kak..
semangat berkarya😍😍😍
🔥Violetta🔥: Wah, terimakasih banyak kakak /Pray//Grin/ Semangat juga untuk kakak /Good/
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
mimpi Rafael ternyata belum berakhir🤧🤧
🔥Violetta🔥: Berakhirnya kalau sudah mau end 🤣🤣🤣
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
mokondonya kental dong ya Rafael ini🤧
〈⎳ FT. Zira: rujak biar asem, enak di makan. lah rafael di mana bagian enaknya../Silent//Silent/
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!