NovelToon NovelToon
DI ANTARA DUA NEGARA,SATU HATI

DI ANTARA DUA NEGARA,SATU HATI

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Mengubah Takdir / Penyelamat
Popularitas:710
Nilai: 5
Nama Author: Naryati

Ketika Aisyah terjebak di Shanghai sebagai seorang imigran gelap, ia tak pernah membayangkan hidupnya akan berubah karena dua bersaudara dari keluarga Lin.
Lin Zhao memberinya rasa aman dan cinta yang tak pernah ia duga.
Sementara Lin Chou justru memberinya ancaman, kebencian, dan luka.
Namun siapa sangka, di balik semua kebencian itu tersimpan rahasia masa lalu yang mampu menghancurkan segalanya.
Tentang cinta yang tertinggal.
Tentang janji yang gagal ditepati.
Dan tentang seorang perempuan... yang memilih pergi setelah diam-diam menyelamatkan keluarga yang telah menyakitinya.
Di antara dua negara, dua budaya, dan dua hati yang dipertemukan takdir.
apakah cinta cukup kuat untuk melawan luka masa lalu?
Atau justru penyesalan akan datang... saat semuanya sudah terlambat?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naryati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 05

Lin Zhao dan Aisyah keduanya terlihat sangat senang. Mereka bisa tertawa dan tersenyum. Bahkan sering kali Aisyah salah mengucapkan kata dengan menggunakan bahasa Mandarin itu yang membuat Lin Zhao selalu dibuat tertawa..

Kamu salah,” ucap Lin Zhao sambil tertawa kecil.

“Bukan Bùxiǎng (tidak mau), tapi Bùnéng (tidak bisa). Kalau Bùxiǎng artinya kamu tidak mau, sedangkan Bùnéng berarti kamu tidak bisa atau belum bisa.”

Aisyah pun merasa malu,bahasa Mandarinnya masih sangat dangkal dia juga bingung kenapa hatinya selalu ingin ke Shanghai sedangkan dia saja tidak dan belum memahami budaya dan bahasanya..

"Maaf.. Aku kayaknya harus banyak belajar lagi.." jawabnya sembari tersenyum manis membuat beberapa Lin Zhao terpesona...

Dari kejauhan, tanpa sadar Lin Chou tersenyum tipis.

Pemandangan itu mengingatkannya pada masa lalu.

Pada seorang wanita yang dulu juga sering salah mengucapkan bahasa Mandarin,lucu, kaku, namun selalu berhasil membuatnya tertawa.

Alesya.

“Dua orang yang berbeda... tapi memiliki sikap dan cara bicara yang sama.”

Lin Chou menatap kosong ke arah sungai.

“Alesya... apakah di sana kamu masih mengingatku?”

Tiba tiba saja pikiran Lin Chou kembali ke masa lalu masa dimana dia dan Alesya masih bersama...

Flashback..

Sembilan tahun yang lalu...

Untuk pertama kalinya, Lin Chou tertawa karena seorang gadis.

Namanya Alesya.

Seorang gadis asal Indonesia yang bekerja sebagai asisten penerjemah di keluarga Lin.

Hari itu, Alesya memperkenalkan dirinya dalam bahasa Mandarin.

Namun pelafalannya salah.

Begitu salah hingga membuat Lin Chou pria yang dikenal dingin, arogan, dan tak pernah peduli pada siapa pun tertawa untuk pertama kalinya.

Dan sejak hari itu...

Hidup Lin Chou perlahan berubah.

Flashback berakhir.

Tanpa Lin Chou sadari, kini ia kembali melihat pemandangan yang sama pada Aisyah.

Wanita itu juga tak pandai berbahasa Mandarin.

Sama-sama kaku.

Sama-sama salah mengucapkan kata.

Namun dengan keberanian yang sama, mereka datang ke Shanghai.

Mengingat semua itu, tanpa sadar Lin Chou tersenyum.

Tatapannya tertuju pada wajah Aisyah...

seolah sedang menatap Alesya sekali lagi.

"Alesya..."

"Aku merindukanmu."

ucapnya lirih dalam hati.

Tatapnya pun masih tertuju pada Aisyah yang sepertinya sangat menikmati kebersamaannya dengan Lin Zhao.

Dekat dengannya membuatnya merasa nyaman,dan perlahan tumbuh rasa yang sulit untuk dia ungkapkan.

"Apa kamu lapar?"

Tanya Lin Zhao tiba tiba membuat Aisyah menatapnya..

Aisyah mengangguk namun dia takut jika makanan yang di makan ternyata tidak halal dan hal itu didasari oleh Lin Zhao.

“Jangan khawatir,” ucap Lin Zhao lembut.

“Aku akan mengajakmu ke tempat yang hanya menyajikan makanan laut. Semuanya segar, dan aku sudah memastikan makanan itu boleh kamu makan.”

Mendengar itu Aisyah tak percaya jika selama ini diam diam Lin Zhao mencari tahu tantang apa saja makanan yang boleh dimakan dan tidak.

Hal itu tentu saja membuat jantung Aisyah berdebar tidak karuan.

Sepertinya dia sudah benar benar jatuh cinta pada Lin Zhao bahkan untuk sesaat dia seolah lupa bahwa dia hanyalah imigran gelap dan tanpa nama keluarga Lin mungkin dia tidak akan pernah baik baik saja..

"Baiklah..." jawabnya dengan lembut.

Keduanya pun pergi untuk menikmati makan malam bersama.

Sedangkan Lin Chou dia pun kembali mengingat istrinya Alesya.

Melihat apa yang dilakukan oleh adiknya membuat dia kembali mengingat masa lalunya dan hal itu sangat membuatnya marah dan kecewa.

Lin Chou bergumam dalam hati mengutuk kedekatan adiknya dengan Aisyah..

"Aku akan melakukan apa pun untuk memisahkan kalian.”

“Aku tidak akan membiarkan adikku mengalami luka yang sama sepertiku.”

Malam yang terasa panjang membuat Lin Chou termenung didalam kamarnya.

Setelah pertemuannya dengan Aisyah membuat hatinya selalu merasa tak tenang. Dia tidak jatuh cinta kepada Aisyah melainkan melihat Aisyah seperti dia mengingat Alesya...

"Tujuh tahun kamu meninggalkan aku. Apakah didalam kehidupanmu sudah tak pernah ada aku lagi?"

Untuk pertama kalinya setelah tujuh tahun hati Lin Chou merasakan gelisah. Dia menolak untuk mengakui kenyataan bahwa Aisyah dan Alesya sangat mirip.

"Wanita itu bukan kamu. Iya dia bukan kamu.." gumamnya dalam hati.

Lin Chou meraih sebotol wiski.

Lalu satu.

Dan satu lagi.

Seolah alkohol mampu menenggelamkan luka yang selama tujuh tahun ia kubur rapat-rapat.

Tujuh tahun tanpa kabar dan tujuh tahun juga dia tak pernah kembali...

"Kamu tidak hanya kejam tapi kamu juga jahat. Dan kamu yang membuat aku menjadi seperti ini.."

Akhirnya tubuh Lin Chou pun ambruk dan dia tertidur kemudian dia bermimpi bertemu Alesya..

Dalam mimpinya, Alesya berdiri di hadapannya.

Tersenyum.

Sama seperti dulu.

Namun ketika Lin Chou mencoba meraihnya...

wanita itu justru berbalik dan pergi menjauh.

“Alesya... jangan pergi...”

Lin Chou terbangun.

Nafasnya memburu.

Dan ia kembali sadar,semua itu hanyalah mimpi...

Lin Chou menatap sekelilingnya.

Lalu tertawa kecil.

Entah pada siapa.

Mungkin... pada dirinya sendiri.

"Kamu kalah..."

"Kamu yang ditinggalkan..."

"Tapi justru kamu yang tak mampu meninggalkannya."

Tiba-tiba ponselnya berdering.

Salah satu anak buahnya melapor bahwa ada penyusup yang berhasil masuk ke markas keluarga Lin.

Tanpa banyak bicara, Lin Chou segera menuju tempat itu.

Dan benar saja.

seorang anak buah Mr. Wang tengah diikat dan diinterogasi.

Saat Lin Chou datang, seluruh ruangan langsung hening.

Semua orang menundukkan kepala.

Tak ada yang berani menatap matanya.

Karena bahkan hanya mendengar namanya saja sudah cukup membuat banyak orang gemetar.

Lin Chou berjalan mendekat.

Tatapannya dingin.

“Beraninya kamu masuk ke wilayahku.”

Ia mengeluarkan pistol dari pinggangnya.

“Sepertinya... kamu sudah bosan hidup.”

Dor!

Satu tembakan.

Tepat di kepala.

Tubuh pria itu ambruk seketika.

Sunyi,tak ada yang berani menatapnya.

Tak ada yang berani bergerak.

Hingga akhirnya beberapa anak buah maju untuk membereskan mayat itu.

“Kirimi bosmu pesan,” ucap Lin Chou datar.

“Kalau dia ingin bermain... aku siap.”

“Baik, Tuan,” jawab mereka serempak.

Setelah semua orang pergi, Lin Chou berdiri sendiri.

Tatapannya jatuh pada cairan merah yang membasahi lantai.

Ia terdiam.

Dulu...

ia tidak seperti ini.

Dulu ia hanyalah pewaris bisnis keluarga.

Pria biasa yang pernah percaya pada cinta.

Namun sejak Alesya pergi,semuanya berubah.

Ia memilih tenggelam dalam dunia gelap.

Menjadi mafia paling ditakuti di Shanghai.

Bukan karena ia menyukainya.

Melainkan karena hanya dengan cara itu...

Ia bisa membungkam rasa sakit di dalam dadanya.

Perasaannya telah lama mati.

Terkubur,dan ikut pergi bersama wanita yang paling ia cintai.

Alesya.....

1
Muhamad Yati
Nah loh. Lin Chou berani banget.
Ihda Rozi
lanjut 💪
Naryati: sudah ada kelanjutannya ya.
total 1 replies
Naryati
semangat untuk aku.
Muhamad Yati
😭😭 alurnya mulai sedih.
Muhamad Yati
Lin Chou ternyata?😭
Muhamad Yati
semangat author. aku suka ceritanya.
Muhamad Yati
suka.
Yatiee Selawase
Thor mana ada muslim makan 🐷 tapi lucu si Lin Zhao ini. 🤣🤣
Yatiee Selawase
Wah Lin Zhao baik juga ya.
Yatiee Selawase
Wah,kok aku deg-degan dengan Aisyah ya. apa dia akan selamat.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!