Yusuf adalah seorang pemuda desa yang pintar,sopan dan baik hati. suatu hari dia mendapatkan beasiswa universitas di kota. Ibu dan ayahnya sangat senang, akan tetapi di samping kebahagiaan nya, tersimpan sebuah misteri tentang dirinya.
saat dia menanyakan hal itu, mereka hanya mengetahui bahwa ia adalah anak kecil yang ditemukan di sungai. "siapa sebenarnya aku? dan kenapa aku tak ingat sama sekali?" perjalanan nya pun dimulai.
namun saat tiba di kota, ia menemukan banyak sekali rintangan dan halangan dari beberapa orang yang merendahkannya. apakah Yusuf, seorang pemuda desa dapat bertahan dari semua ini dan menemukan kebahagiaan yang ia cari?
simak terus kisah Yusuf mencari keberadaan orang tua nya dan jati dirinya yang sebenarnya.
kritik dan saran sangat membantu untuk saya. terimakasih 😆
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon alfa 2015, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sandera
Setelah beberapa lama kemudian, Yusuf pun memutuskan untuk sarapan terlebih dahulu, lalu mencari kembali kedua adik nya itu.
“Aduh... aku lupa membeli bahan nya kemarin” gumam nya ketika melihat isi kulkas dan lemari dapur yang ternyata kosong, tidak ada satupun bahan maupun makanan yang bisa dimakan. Hanya ada garam dan gula.
“Yah... masa sih mau kembali seperti nenek moyang...makan nasi pakai garam”
gumam nya lagi ketika melihat ada beras yang masih tersisa.
“Pesan makanan saja deh...biar cepat” gumam nya, sambil memesan makanan lewat aplikasi dari hp nya.
Setelah memesan, ia kemudian pergi mandi...
Beberapa menit yang kemudian...
“Kriiing...Kriiing...” hp Yusuf berdering. Kemudian, ia pun mengangkatnya setelah selesai memakai baju.
“Halo, mas” sapa Yusuf kepada orang di seberang telepon .
“Ini benar kan, Yusuf” balas orang di seberang telepon.
“Ya betul, ini saya... sudah datang ya... sebentar saya turun dulu”
sahut Yusuf yang kemudian turun ke bawah dan menuju pintu rumah.
Ketika sudah membuka pintu, ternyata tidak ada orang sama sekali.
“lho... mas, dimana? Kok tidak ada” tanya Yusuf, yang sudah mencari hingga di depan rumah.
“Memangnya... kamu pikir saya siapa?” tanya orang tersebut.
“Kurir makanan, kan? Barusan saya pesan makanan... anda ini memang suka bercanda... atau jangan jangan saya ini sedang di prank ya” jawab Yusuf yang memperhatikan sekitar nya, siapa tahu ada kamera tersembunyi, pikirnya.
“.....”
“Halo!” sahut Yusuf.
“Kakak... tolong!!!” suara di seberang telepon.
“ckckck... apa maksud nya ini? Anda jangan permainkan saya, ya... saya ini sedang lapar, tidak makan semalaman... sekarang anda malah merubah suara menjadi perempuan”
balas Yusuf dengan raut wajah sedikit kesal karena perut nya sudah kelaparan.
“Kakak... ini aku, Putri” sahut seseorang di seberang telepon.
“hahaha... mas ini ya, lucu sekali.... jangan sampai saya naik darah dan melaporkan anda ke polisi karena sudah mempermainkan pelanggan yang kelaparan... atau anda ingin saya ke rumah sakit jiwa, karena telah mengubah suara anda menjadi suara Putri, adik saya”
balas Yusuf sudah tidak tahan dengan candaan orang tersebut.
“...”
“Halo, mas!” sapa Yusuf lagi.
“Yusuf Khoirul Anam, pemuda desa yang mendapat beasiswa di Universitas B dan menjadi pelayan di salah satu kafe terbesar di kota, milik sahabat nya Ramzy Zharif... apakah betul?” tanya seseorang di seberang telepon.
“Siapa kamu?” tanya Yusuf yang mulai serius.
“Oh, anda lupa dengan pemuda yang pernah menegur anda dengan motor jelek yang di parkir depan kampus seminggu yang lalu” kata orang tersebut.
“Kevin? Apa mau mu?” tanya Yusuf.
“Oh, ingatan anda kuat sekali... betul ini saya, tapi... kali ini berbeda, saya hanya ingin kamu melakukan satu hal untuk saya... jaminan nya, kamu bisa mendapatkan uang, atau bisa mendapatkan kebebasan selama di kampus...”
“Maaf, saya tidak butuh uang atau kebebasan darimu” ketus Yusuf.
“Eitss... tunggu dulu.. saya belum selesai, justru pilihan terakhir ini sangat sulit bagimu... karena ini menyangkut keselamatan...dua adik perempuan mu..bagaimna?”
Yusuf hanya mengepalkan tangan nya karena tidak tahan mendengarnya.
“Oke, apa yang kamu mau saya lakukan?” tanya Yusuf lagi.
“Hmm... oke... kita bahas sisanya di tempat kita bertemu nanti, bye...”
jawab Kevin yang kemudian langsung menutup telepon nya.
“Halo...” sahut Yusuf yang belum sadar telepon nya sudah di tutup.
“triing” pesan masuk dari hp nya. Yusuf pun membuka isi pesan nya yang berupa alamat tempat yang tadi dibicarakan.
Yusuf pun kemudian masuk kembali ke dalam rumah. Tak lama setelah itu, order makanan nya sudah tiba.
Yusuf pun akhirnya bisa makan, walaupun suasana nya sedang tidak baik untuk saat ini.
****
Saat tiba di kampus....
Yusuf selalu diam dan tidak menanggapi pembicaraan orang orang, bahkan teman teman nya pun diabaikan nya hingga di kelas ia tidak menjawab pertanyaan yang diberikan oleh dosen yang sedang mengajar.
Sepulang dari kampus, ia izin tidak kerja di kafe hari ini karena dia sudah ada janji dengan seseorang.
Di Restoran A...
“Aku sudah datang”
sahut Yusuf, yang duduk di depan Kevin dengan di temani beberapa pengawal nya yang bertubuh kekar.
“Suruh keluar semua nya”
pinta Kevin kepada anak buah nya untuk menyuruh semua orang termasuk pelayan di Restoran tersebut untuk
keluar.
“Jadi, apa mau mu?” tanya Yusuf yang sudah geram.
“Wow... santai..sanntai.. kita ini kan teman satu kampus, jadi bersikap baik,lah... oke kita langsung ke topik saja... berikan itu padanya!!”
pinta Kevin kepada salah seorang pengawal nya untuk memberikan barang tersebut kepada Yusuf.
“Apa ini?” tanya Yusuf ketika melihat barang di depannya.
“ini? Tentu saja.... obat perangasang” jawab Kevin singkat.
“BRAKK!!!” Yusuf pun berdiri dan memukul meja dengan keras.
“Apa maksud kamu?” kesal Yusuf.
“Tenang dulu... kamu bisa pilih yang lain kok” kata Kevin dengan santai.
Yusuf pun kembali duduk ke kursi nya dan kembali mendengarkan nya.
“Kamu bisa pilih... untuk mencuri surat kontrak saham milik keluarga nya kemudian menyerahkan nya kepada ku” jelas Kevin.
Yusuf pun berfikir sejenak...
“Jangan lama mikir nya... ingat, kedua adikmu itu ada di tangan ku” sahut Kevin.
“Baiklah... kapan? Dan dimana?”
tanya Yusuf yang langsung menyetujui nya tanpa memikirkan resiko.
“Wow... so sweet banget hubungan saudara ini, bukankah mereka hanya adik angkat mu saja? tapi yah.. mungkin tidak ada pilihan lain, jadi aku menghargai keputusanmu ini... dan takutnya kamu akan ragu lagi ketika aku
menyebutkan satu nama ini” kata Kevin sambil menaikan satu alis nya.
“siapa?” tanya Yusuf.
“Operasi mu besok malam, dan kamu pasti sudah tahu akan pergi kemana” jawab Kevin.
“Besok? Jangan jangan....”
sambung Yusuf yang terkejut ketika mengingat bahwa besok ia akan menghadiri acara ulang tahun seseorang yaitu... Sabrina.
“Oke, cukup sampai di sini pembicaraan kita... kamu pikirkan baik baik tentang pilihanmu”
kata Kevin sambil meninggalkan nya seorang diri.
****
Pukul 9 malam, di rumah nya...
Telepon rumah berdering...
“Halo!” sapa Yusuf.
“Halo, nak... bagaimana kabar kalian?” tanya Bu Siska.
“Ya, bu... alhamdulillah semua baik kok, bu” jawab Yusuf dengan tersenyum.
“Syukurlah... tadi subuh, ibu menelepon, kok tidak diangkat, lagi sibuk ya?” tanya Bu Siska.
“Oh, tidak kok bu... kami hanya ketiduran saja setelah membaca al qur’an bareng..”
jawab Yusuf menjelaskan.
“Alhamdulillah... biar ibu tebak, pasti yang tidur duluan adalah Putri, karena dia kan sudah jarang mengaji”
balas Bu Siska.
“hahaha... justru yang tidur duluan adalah saya, karena saya yang paling lelah mengurus dua anak... daan mereka malah pergi meninggalkan saya”
kata Yusuf yang pura pura tertawa tapi nyata nya dia sedang sedih.
“Ah iya... kamu benar, kamu pasti capek ya... tenang saja Yusuf, besok kami akan pulang”
balas Bu Siska yang mengerti perasaan Yusuf.
“Ya, bu... semoga kalian baik baik saja di sana... sudah dulu ya bu... aku masih ada tugas kuliah yang belum selesai
nih...” kata Yusuf.
Mereka berdua pun saling mengucapkan salam lalu menutup teleponnya.
“Iya, bu... aku memang hampir lelah menjadi kakak yang baik untuk mereka berdua” gumam nya.
Bersambung....
Sambil nunggu cerita selanjutnya, yuk like & comment agar penulis semangat bikin
ceritanya.
pertama aja yg bagus,,kesini malah kayak begini..
MC goblog!!!tolol dipelihara,,kambing pelihara biar laku dijual!!!