NovelToon NovelToon
Serpihan Luka Masa Lalu

Serpihan Luka Masa Lalu

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO / Diam-Diam Cinta
Popularitas:6.9k
Nilai: 5
Nama Author: shadirazahran23

Bagi Arga, Yura adalah teka-teki yang menolak untuk dipecahkan. Ketika Ayu mencoba menyembuhkan lukanya, masa lalu Yura mulai terkuak. Sebuah rahasia terungkap dan pengabdian dikhianati. Arga terjebak dalam dilema: Tetap setia pada dia yang tak kunjung pulang, atau menyerah pada bahagia yang terasa berdosa? Di dunia ini, tidak ada yang benar-benar hilang tanpa meninggalkan bekas yang beracun.

"Hal tersulit dari kehilangan bukan tentang merelakan, tapi tentang ketakutan bahwa kau akan bahagia di atas penderitaan seseorang yang kau lupakan."

Followw akun IG @author_receh untuk info seputar novel lainnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shadirazahran23, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8

Keesokan harinya, cahaya matahari menyusup malu-malu di balik gorden abu-abu yang tebal. Ayu mengerjap, perlahan membuka matanya. Ia tertegun sejenak. Alih-alih sofa keras di ruang tamu, ia justru terbangun di atas ranjang king size yang sangat empuk dengan aroma maskulin yang menenangkan.

"Eh? Kok aku di sini?" gumamnya bingung. Seingatnya, semalam ia jatuh tertidur di sofa karena kelelahan setelah adegan dramatis itu.

Baru saja Ayu hendak beranjak, pintu kamar mandi terbuka. Arga muncul dari sana, hanya mengenakan celana piyama satin hitam tanpa atasan. Rambutnya masih basah, menyisakan tetesan air yang jatuh ke dada bidangnya yang atletis.

"Aaa! Pak Arga!" pekik Ayu spontan. Ia langsung menutup wajah dengan kedua tangannya, meski jari-jarinya sedikit terbuka untuk mengintip. "Tidak sopan sekali! Kenapa tidak pakai baju, sih?!"

Mode cerewet Ayu akhirnya kembali. Setelah semalaman membisu karena syok dikejar preman,yang motifnya masih menjadi misteri bagi Arga gadis itu kini kembali ke setelan pabriknya: berisik.

"Tidak sopan apanya? Ini kamarku, kalau kau tidak sadar," balas Arga cuek. Ia melangkah santai menuju meja rias, lalu mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil seolah tanpa beban.

"Lagipula... Bapak, kan, yang memindahkan saya ke sini? Bukan saya yang jalan sambil tidur!" tuduh Ayu dari balik sela jarinya.

Arga menghentikan gerakannya, lalu berbalik dan menyipitkan mata. "Tahu dari mana kau kalau aku yang memindahkanmu?"

"Kalau bukan Bapak, lantas siapa lagi? Setan?" sahut Ayu ketus.

"Kau berani mengataiku setan?" Arga membulatkan matanya, pura-pura tersinggung.

Namun Ayu tidak peduli. Ia langsung melesat menuju kamar mandi dengan wajah memerah, mengabaikan tatapan Arga yang diam-diam mengulas senyum tipis,senyum yang sudah sangat lama tidak muncul di wajah pria itu.

Setengah jam kemudian.

Ayu keluar dari kamar dengan wajah yang lebih segar. Ia menangkap punggung Arga yang sedang sibuk di kitchen island. Gadis itu melangkah mendekat, aroma harum mentega dan kopi menyambut indra penciumannya.

Di atas meja, sudah tersaji roti panggang cokelat keemasan, sosis panggang, dan telur mata sapi yang sempurna. Arga rupanya sedang menyiapkan sarapan.

"Sudah siap? Ayo makan," ucap Arga saat berbalik badan, masih dengan wajah datarnya yang legendaris.

"Ini... Bapak yang masak semua?" tanya Ayu tidak percaya.

Arga mengangkat sebelah alisnya. "Memang setan bisa masak? Tentu saja aku."

Wajah Ayu seketika merona merah. Ia tersentak, teringat ucapannya tadi yang menyamakan Arga dengan makhluk halus. "Hehehe... Iya juga, ya."

Ayu menarik kursi, merasa sedikit bersalah sekaligus tersentuh. Di balik sikap dingin dan kaku seorang Arga Hutomo, ternyata ada sisi domestik yang sangat manis.

Suasana di meja makan apartemen itu mendadak sunyi, hanya terdengar denting halus ujung garpu yang beradu dengan piring porselen. Ayu sibuk mengunyah roti panggangnya dengan gerakan yang dibuat-buat seolah makanan itu adalah hal paling menarik di dunia, demi menghindari tatapan Arga yang terus mengintimidasinya.

Arga meletakkan cangkir kopinya perlahan. Ia menyandarkan punggung, melipat tangan di depan dada sambil terus menatap Ayu tanpa berkedip.

"Jadi..." Arga membuka suara, memecah keheningan dengan nada rendah yang menuntut. "Bisa kau jelaskan sekarang? Kenapa preman-preman itu mengejarmu semalam, Ayu?"

Ayu tersedak kecil. Ia buru-buru meneguk air putihnya. "Ehm, itu... sudah saya bilang semalam , kan? Mungkin mereka hanya preman iseng yang mencari mangsa. Kebetulan saya wanita, sendirian di tengah malam, naik skuter pula. Target empuk, kan?"

Ayu menjawab dengan nada yang diusahakan seringan mungkin, lengkap dengan tawa kecil yang terdengar canggung.

Arga menyipitkan mata. "Target empuk tidak dikejar dengan mobil van tanpa plat nomor sejauh tiga blok, Ayu. Mereka mengincarmu. Spesifik mengincarmu."

Ayu meremas serbet di pangkuannya. "Mungkin mereka mengira saya membawa barang berharga? Bapak tahu sendiri, kan, peralatan kamera saya harganya tidak murah. Benar-benar hanya kebetulan, Pak Arga. Sungguh."

Arga terdiam cukup lama. Ia adalah seorang pria yang terbiasa membaca negosiasi bisnis yang rumit; ia tahu persis kapan seseorang sedang berbohong. Dan saat ini, setiap gerak-gerik Ayu,mulai dari caranya menghindari kontak mata hingga nada suaranya yang sedikit meninggi,berteriak bahwa gadis itu sedang menyembunyikan sesuatu yang besar.

Keheningan itu terasa mencekam selama beberapa detik. Arga bisa saja mendesak lebih jauh, namun ia melihat jemari Ayu yang masih gemetar di atas meja. Rasa traumanya semalam sepertinya belum benar-benar hilang.

Akhirnya, Arga menghela napas panjang. Ia memutuskan untuk menarik diri, setidaknya untuk saat ini.

"Begitu?" Arga mengangguk singkat, menutup perbincangan itu dengan dingin. "Baiklah. Kalau itu yang ingin kau ceritakan, aku tidak akan memaksa."

Ia bangkit dari kursinya, membawa piring kotornya ke sink. "Habiskan sarapanmu. Setelah itu aku akan mengantarmu pulang. Jangan membantah, karena aku tidak mau harus berkelahi lagi dengan preman iseng di tengah jalan."

Ayu hanya bisa terpaku menatap punggung Arga. Ia merasa lega karena interogasi itu berakhir, namun ada rasa sesak yang aneh di dadanya. Ia tahu Arga tidak percaya padanya, dan ia juga tahu... ada rahasia di dalam tas kameranya yang tidak boleh diketahui oleh siapapun, termasuk pria yang baru saja menyelamatkan nyawanya itu.

Arga sudah rapi dengan jas kerjanya yang elegan, sementara Ayu berdiri di sampingnya dengan tas kamera yang tak pernah lepas dari bahunya seolah tas itu adalah nyawanya sendiri.

"Sudah siap?" tanya Arga singkat.

Ayu mengangguk pelan. "Sudah, Pak."

"Baiklah, ayo berangkat."

Arga memutar kunci dan membuka pintu apartemennya. Namun, langkahnya terhenti seketika. Tubuhnya membeku di ambang pintu saat melihat sosok pria yang sangat ia kenali sedang berdiri di sana, hampir saja hendak mengetuk.

Alvin.

Alvin terlihat sama terkejutnya. Matanya membelalak, beralih cepat dari wajah adiknya ke sosok gadis mungil yang berdiri di belakang Arga. Di jam sepagi ini, di apartemen pribadi Arga yang sangat tertutup, ada seorang wanita? Ini adalah berita besar.

"Arga? Jadi semalam kau..." Alvin menggantung kalimatnya, senyum tipis yang penuh godaan mulai terukir di wajahnya.

"Jangan berpikir macam-macam. Dia fotografer yang kusewa," potong Arga cepat, seolah bisa membaca isi otak Alvin yang sedang berkelana ke mana-mana.

"Oh... jadi wanita ini?" tanya Alvin dengan nada tertarik. Ia maju selangkah, memegang dagunya dengan gaya menyelidik sambil menatap Ayu dari ujung kepala sampai ujung kaki.

Ayu yang merasa terintimidasi oleh tatapan pria asing yang sangat tampan (dan terlihat sangat mirip dengan Arga) itu, hanya bisa menatap keduanya bergantian dengan bingung. Ia merapat ke belakang punggung Arga, mencari perlindungan.

"Dia siapa, Pak?" tanya Ayu lirih, suaranya nyaris berbisik.

Alvin langsung memasang senyum paling ramah, senyum yang sangat berbeda dengan wajah dingin Arga. Ia mengulurkan tangannya. "Halo, Cantik. Saya Al..."

"Dia kakakku," potong Arga lagi, dengan nada yang lebih tegas seolah tidak membiarkan Alvin memperkenalkan diri secara resmi.

"Oh," sahut Ayu singkat, membentuk huruf O kecil dengan bibirnya. Ia hanya menunduk tanpa berani menyambut uluran tangan Alvin.

Suasana menjadi sangat kikuk. Alvin menurunkan tangannya, namun matanya tetap menatap Ayu dengan penuh rasa ingin tahu yang dalam,namun hatinya berbisik lega.

"Sepertinya ini jawaban doa Mama."

(Bersambung...)

1
Rahayu Ayu
Oooo....
Ternyata Ayu sudah kenal Yura
shadirazahran23: yessss
total 1 replies
moureza
betul sbnrnya apa yg disembunyiksn ayu?
Rahayu Ayu
Masih penasaran dengan rahasia yg Ayu sembunyikan, hingga sampai Ayu nekat meninggalkan Arga.
shadirazahran23: kita kasih yang tegang tegang dulu
total 2 replies
nayla tsaqif
Teka teki ttg yura gmn, thor,,??
shadirazahran23: nanti akan terungkap,sabar ya
total 1 replies
Wiwi Sukaesih
mirip lh kn ayahnya 🤭
Wiwi Sukaesih: y bntr Thor
tp d kehidupan nyata ktny klw anak mirip ayahnya pasti salah satu ad yg ngalhin..ntah mitos ap fakta ....
total 2 replies
Alyka Raveena
apa ayu korban perkosaan?
koq pikiran ku langsung kesana ya Thor?
apa dibalik baju ayu yg selalu longgar ada sesuatu yg dia sembunyikan???
shadirazahran23: OMG 😱😱😱🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Rusmini Mini
anak ayu dan arga...tp ayu gak kasih tau arga kalo dia hamil /Smug//Smug/
shadirazahran23: karena ada sesuatu,makanya Ayu gak ngasih tau
total 1 replies
Rusmini Mini
apa Ayu jg spt Yura meninggalkan Arga sendiri aduh aduh What really happened to Ayu.....is Ayu going to leave? /Whimper//Whimper/
Wiwi Sukaesih
msh rahasia rahasia ini ayu
smpe punya anak LG
....ank Arga ..
Wiwi Sukaesih: Siip lh dtnggu y 😍
total 2 replies
Rusmini Mini
aq bacanya kok pas puasa ya aq sKip 😞😞
Rusmini Mini
Arga bodoh move on napa Yura itu dah pergi knp kamu nanti capek dehh 🤦🤦
Wiwi Sukaesih
ahh ngegantung lg
shadirazahran23: Cucian kali di gantung
total 1 replies
Wiwi Sukaesih
penuh misteri
jd penasaran Thor...
Wiwi Sukaesih: ahh pling bsa ni KKA 😁
total 2 replies
Rahayu Ayu
Penasaran banget kak,
entah apa yg jadi rahasia Ayu, sampai Ayu mengaku salah
shadirazahran23: akupun penasaran.🤣
total 1 replies
Anonymous
Update nya yg banyak yaaa
falea sezi
lanjut
shadirazahran23: ditunggu ya kak
total 1 replies
falea sezi
Ded deg ya ga
Rusmini Mini
siapa org dekil itu
Wiwi Sukaesih
penuh teka teki ....
up LG Thor 😍
mg org yg td manggil Arga g d apa apain SM org misterius it
Rusmini Mini
itu ser serran cinta
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!