Menjadi seorang dukun bukanlah sebuah pilihan atau cita-cita, tapi sebuah panggilan jiwa...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Its Zahra CHAN Gacha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Joko Yang Baru
"Hajar saja bos!" seru anak buah Agung
Agung tersenyum licik, ia pun merasa setuju dengan ucapan anak buahnya.
"Benar juga, lagipula sudah lama aku tidak memberimu pelajaran," ucap Agung
Ia kemudian menyingsingkan lengan bajunya dan bersiap melepaskan tinju kearahnya.
Saat pukulan itu hampir mengenai Joko waktu seolah melambat, sebuah cahaya putih tiba-tiba meledak dari tubuhnya membentuk gelombang energi yang menyapu lantai kelas.
Agung dan teman-temannya terlempar jatuh ke lantai. Mata Joko bersinar seperti bara api energi berkilau mengalir di sepanjang lengannya seperti nadi yang hidup.
Saat para pembuli itu hendak bangun tiba-tiba kepala mereka perlahan terangkat. Rambut yang menutupi wajah bergerak tertiup angin yang entah datang dari mana. Ketika wajahnya terlihat matanya sudah berubah, pupilnya menghitam penuh seperti lubang tanpa dasar. Udara tiba-tiba menjadi sangat dingin salah satu pembully lain yang hendak memukulnya mendadak berhenti tangannya bergetar hebat ketika tubuhnya perlahan terangkat dari lantai.
Lampu kelas tiba-tiba berkedip-kedip, sebuah bayangan hitam muncul di dinding memanjang aneh seperti tangan-tangan yang merayap. Para siswa langsung menjerit ketakutan. Para pembuli yang sudah berdiri lagi kembali terpental satu persatu oleh kekuatan tak terlihat. Semua siswa berlarian keluar melihat peristiwa itu. Joko hanya berdiri tenang melihat para pembuli itu mendapatkan balasan.
"Aku tidak akan membiarkan kalian menyakitinya lagi," ucap Agung dengan suara berat yang bukan miliknya
Ia tiba-tiba bangkit dan menghajar satu persatu teman-temannya dengan beringas.
Matanya menghitam, tatapannya kosong. Ia memukuli teman-temannya tanpa ampun seperti orang yang kesurupan. Beberapa orang guru datang untuk melerainya. Namun mereka justru kena amuk oleh Agung. Tak satupun orang yang bisa menghentikannya.
Ia terus mengamuk dan berteriak-teriak. Hingga Joko yang mulai iba melihatnya menghampirinya hanya dengan satu pelukan darinya tubuh Agung yang sebelumnya terus mengamuk tiba-tiba luluh dan jatuh pingsan.
"Dia sudah pergi," ucap Joko
Para guru kemudian membawa Agung ke ruang UKS.
Tidak lama Ayah Agung datang untuk menjemput putranya.
Ia terkesiap melihat Agung yang masih terbaring tak sadarkan diri di ranjang UKS. Tubuhnya dingin seperti es, wajahnya pucat pasi seperti mayat.
"Apa yang terjadi dengannya?" tanyanya penasaran
"Sepertinya dia kesurupan Pak," jawab Bu Mirza
"Kok bisa, bukankah selama ini sekolah ini aman-aman saja, tidak pernah ada anak kesurupan sebelumnya kan?"
Bu Mirza mengangguk membenarkan ucapannya.
"Pasti ada yang ganjil, tidak mungkin ada asap tanpa ada api?" ucap Anggoro lagi
Seorang guru kemudian membisikkan sesuatu ke telinganya membuat wajah Anggoro memerah.
"Apa yang sudah di lakukan dukun itu, apa dia ingin membalas dendam padaku??" Anggoro mengepalkan tangannya.
Ia kemudian keluar dari ruang UKS. Pria itu berjalan menuju ke ruang kelas. Netranya bergerak menyapu ruang kelas. Ia melihat Joko merebahkan kepalanya diatas meja.
"Dasar dukun kepar*t, kamu pikir bisa tidur tenang setelah membuat putraku babak belur!"
Pria itu begitu berambisi untuk membalas perlakuan Joko kepada putranya. Namun saat ia hendak melangkah mendekatinya tiba-tiba sebuah sosok tinggi besar muncul seolah melindungi Joko.
Anggoro langsung mundur. Bola matanya nyaris melompat keluar dari matanya. Mulutnya tercekat, tubuhnya tiba-tiba menggigil.
Untuk pertama kalinya ia melihat makhluk yang begitu menyeramkan dan membuatnya ketakutan setengah mati.
Suara ketukan pintu membuatnya kembali sadar. Ia buru-buru berlari pergi meninggalkan Joko.
Nafasnya masih memburu, ia tidak bisa menyembunyikan ekspresi takutnya hingga membuat semua orang bertanya-tanya padanya.
"Ada apa Pak Camat, apa yang terjadi, kenapa anda ketakutan seperti itu??" ucap guru BK
Anggoro masih tak bisa berkata-kata. Mulutnya seperti di kunci, hingga ia sulit untuk membukanya.
Hingga seorang ustadz datang dan memberinya minum ia baru bisa berbicara lagi.
Kejadian pagi itu membuat Anggoro langsung memindahkan Agung dari sekolah itu.
Semua siswa begitu senang saat mendengar Agung pindah sekolah. Setidaknya sekolah menjadi aman dari pembully. Karena selama ini Agung memang suka membulli di sekolah.
Semenjak pernikahan Gaib dengan Dewi Poncowati perasaan Joko kepada Sri mulai berubah, bila dulu ia begitu mencintai gadis itu. Kini perasaan itu sudah mulai menghilang.
Bukan hanya perasaan Joko pada Sri yang berubah, setelah kembali dari ritual, banyak perubahan dalam diri Joko. Ia menjadi lebih pandai dari sebelumnya hingga selalu mendapatkan peringkat pertama di kelasnya. Bukan hanya itu, kemampuan berbahasa asing Joko meningkat pesat hingga membuat Pranyoto berpikir untuk memindahkannya ke sekolah pariwisata.
Sebagai seorang paranormal yang bisa melihat masa depan, Pranyoto merasa masa depan putranya akan lebih cemerlang jika ia berkecimpung di dunia pariwisata.
Seperti biasa Joko hanya menurut saja. Seperti dipermudah, Joko akhirnya di terima di sekolah menengah pariwisata.
Pagi itu Sri sengaja pergi ke terminal Bus untuk melihat Joko untuk terakhir kalinya.
Sri menatap sedih kepergian Joko, ia tak bisa berbuat apa-apa lagi. Matanya berkaca-kaca, hatinya hancur berkeping-keping saat pria yang di cintainya pergi meninggalkannya. Meskipun ia sadar ia akan menikah dengan Agung, namun tetap saja ia tak bisa melupakan Joko begitu saja.
"Jangan bersedih nduk, jika memang dia itu jodoh mu kelak kalian akan bersatu," ucap Pranyoto mengagetkan Sri
Gadis itu buru-buru mengusap air matanya dan menyembunyikan kesedihannya.
"Inggih Pak Dhe," jawabnya lirih
Sri kemudian berpamitan dan pergi meninggalkan Pranyoto.
Di sekolah yang baru Joko mulai dari awal lagi, bila sebelumnya ia adalah siswa kelas dua belas, di sekolah baru ia kembali menjadi siswa kelas satu.
Namun Joko merasa semuanya seperti di permudah hingga ia diberikan kelas akselerasi hingga lulus lebih cepat dari teman-teman lainnya.
Nilai Joko yang begitu bagus membuatnya ia mendapatkan undangan khusus untuk melanjutkan sekolah ke sebuah kampus pariwisata terbaik se Asia Tenggara.
Tentu saja hal itu membuat Joko kaget, karena selama ini ia tidak pernah mengikuti seleksi masuk perguruan tinggi manapun.
Namun bisikan sang istri gaib membuatnya mantap untuk menerima undangan itu dan melanjutkan sekolahnya ke Sekolah Pariwisata terbaik se Indonesia yang ada di Bandung Jawa Barat.
Pranyoto pun mau tidak mau harus mengikhlaskan keputusan putra semata wayangnya, meskipun sebenarnya ia berat harus berpisah dengannya.
Kali ini Pranyoto memutuskan untuk mengantar Joko sampai ke Bandung. Bahkan ia menemaninya mencari kos-kosan tempatnya tinggal. Pranyoto kembali tertegun saat ia mengetahui Joko tiba-tiba pandai berbicara bahasa Sunda, meskipun ia adalah seorang anak Jawa yang tidak pernah belajar bahasa Sunda sebelumnya.
Ia tahu putranya bisa melakukannya karena bantuan istri gaibnya Dewi Poncowati.
Saat memilih kos-kosan Joko memilih untuk tinggal di kosan yang paling murah untuk menghemat biaya.
Setelah mendapatkan kamar kos, Joko pun berinisiatif untuk berkenalan dengan para penghuni kosan yang lainnya. Namun Pranyoto mengultimatumnya untuk tidak berlama-lama berinteraksi dengan mereka.
"Le, kamu sekarang berada di lingkungan yang baru, kamu harus menyelaraskan energimu dengan tempat ini. Masuklah ke kamarmu, matikan semua lampunya dan bersemedilah,"
lantas untuk memutus adalah dgn bnyk punya istri kok ngeri men ya
tp emang sih siapa yg g sedih krn kehilangan tp mbok ya jgn terllu berlebihan sih
kira3 siapa yg bikin niken seperti itu
kek gtu ya ko
nah tuhh tau kan kek mana klo ada istri bnyk sookoorrr🤭🤭🤣🤣🤣
kek mana coba setan dan jin aja bisa cembokur lho ko
kmu sih g hati2
Tabarakallah....
Alhamdulillah....
setelah mengetahui Joko merasa kepanasan maka Maryati reflek membacakan doa sambil mengusap kepala Joko
karena Maryati sering membaca ayat-ayat Al Qur'an seeeh
padahal saat itu, Pranyoto bukan lah berasal dari kaum bangsawan atau pejabat lhooo tapi bisa memperistri Maryati yang berasal dari bangsawan
ada apa gerangan yang terjadi dengan rumah Maryati ??
kenapa mendadak hawa di rumah nya menjadi sejuk meski tak ada AC
pake maen bisik-bisik segala neeeh
kita-kita kan jadi ikutan keeepooo 🏃🏃