NovelToon NovelToon
DARI MAFIA JADI CEO

DARI MAFIA JADI CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / CEO / Persahabatan
Popularitas:234
Nilai: 5
Nama Author: Alif Cariza Nofiriyanto

seorang yang miskin dan berubah rekrut menjadi mafia dan dipercaya menjadi CEO perusahaan besar
perebutan takhta dan warisan.
Aryo adalah karakter underdog yang kuat—seorang anak yatim piatu yang bukan sekadar beruntung, tapi memang memiliki kualitas "Dewa" yang diakui oleh sang kakek. Ini menciptakan dinamika yang berbahaya dengan Paman Budiono yang merasa memiliki "hak lahir" sebagai anak tertua.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alif Cariza Nofiriyanto, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

episode 24

Laras mendarat di atap gedung Jakarta saat fajar pertama menyingsing—fajar yang berbeda dari sebelumnya. Cahaya matahari tidak lagi tersaring oleh debu kelabu, melainkan jatuh murni menembus atmosfer yang kini kaya akan oksigen. Saat pintu kapsul terbuka, aroma melati dan tanah segar menyambutnya, menggantikan bau logam yang selama ini menjadi napas kota itu.

Pandu berdiri di sana, dikelilingi oleh warga yang tadinya adalah buruh kasar dan gelandangan, kini mereka menatap tanaman yang menjalar di dinding beton dengan pandangan tidak percaya.

"Laras, kau harus lihat ini," ucap Pandu, suaranya parau karena emosi. Ia menunjuk ke arah jalanan di bawah. "Pohon-pohon ini... mereka tidak hanya tumbuh. Mereka tumbuh di sekitar pipa air tua, memperbaiki retakannya dengan akar mereka. Ini bukan sekadar tanaman, ini adalah teknologi yang hidup."

Laras melangkah keluar, kakinya menyentuh permukaan atap yang kini mulai ditumbuhi lumut halus yang berpendar. "Itu adalah sistem imun planet ini, Pandu. Mereka tahu apa yang rusak, dan mereka punya memori tentang bagaimana seharusnya Bumi berfungsi."

Namun, kedamaian itu segera terinterupsi oleh getaran di komunikator Laras. Suara Dio masuk dengan frekuensi tinggi yang mendesak.

"Lar! Kita punya masalah besar di orbit! Kapal-kapal yang tadi kusebutkan... mereka bukan cuma mengawasi. Mereka baru saja melepaskan ribuan probe pemindai ke arah atmosfer. Mereka sedang mencoba memetakan titik-titik kekuatan 'Jantung Arca' yang baru saja kau aktifkan!"

Laras menatap ke langit biru. "Siapa mereka, Dio?"

"Aan sedang melakukan analisis spektrum," jawab Dio cepat. "Tapi dari desainnya, mereka adalah The Hegemony—federasi dagang yang dikenal suka 'menyita' planet yang memiliki sumber daya energi tinggi dengan alasan stabilitas galaksi. Mereka akan datang dengan tawaran perdamaian, tapi ujung-ujungnya mereka akan memasang meteran di setiap pohon yang tumbuh di bawah sana."

Laras mengepalkan tangannya. "Kita tidak punya waktu untuk birokrasi galaksi. Pandu, aktifkan protokol 'Pagar Mawar'. Gunakan semua pemancar portabel yang dibawa lulusan kita. Kita harus menciptakan selubung frekuensi yang membuat pemindaian mereka memantul."

"Tapi Lar," Pandu menyela, "itu akan menguras daya cadangan kita. Kita baru saja mulai menyalakan listrik untuk rumah sakit dan pompa air."

"Lakukan saja," tegas Laras. "Lebih baik gelap semalam daripada menjadi budak energi selamanya. Aku akan kembali ke Astra Mawar. Kita butuh benteng di atas sana untuk menunjukkan bahwa rumah ini sudah ada penghuninya."

Laras kembali masuk ke dalam kapsulnya. Sebelum pintu tertutup, ia menatap Pandu. "Jangan biarkan mereka mendarat, Ndu. Siapa pun mereka. Jika ada yang turun dari langit selain aku atau tim Astra Mawar, anggap mereka sebagai hama."

Kapsul itu meluncur kembali ke angkasa, membelah awan yang kini putih bersih. Di ruang kendali Astra Mawar, Aan sudah menyiapkan visualisasi taktis. Ribuan titik merah mengepung Bumi seperti jaring laba-laba.

"Mereka sudah mengirimkan pesan diplomatik, Laras," kata Aan saat Laras tiba di ruangan. "Mereka menyebut Bumi sebagai 'Aset yang Tidak Terkelola' dan menawarkan perlindungan sebagai imbalan atas hak ekstraksi Arca."

"Aset yang tidak terkelola?" Dio tertawa sinis sambil mengencangkan baut pada meriam energi baru di lambung stasiun. "Bilang pada mereka, aset ini punya taring. Dan mekaniknya sedang dalam suasana hati yang buruk."

Sang Arsitek dari Andromeda berdiri di sudut, menatap layar dengan ekspresi datar. "Diplomasi mereka biasanya dimulai dengan kata-kata indah dan berakhir dengan penambangan inti planet. Kalian hanya punya satu cara untuk menghentikan mereka tanpa perang terbuka."

"Bagaimana?" tanya Laras.

"Tunjukkan bahwa kalian bukan hanya pemilik planet ini, tapi kalian adalah bagian dari sistem operasinya. Jika kalian bisa membuktikan bahwa energi Arca ini terikat secara biologis dengan kesadaran kalian, mereka tidak bisa mengambilnya tanpa membunuh seluruh penghuninya. Dan secara hukum galaksi, genosida terhadap spesies yang terintegrasi dengan energi murni adalah pelanggaran berat."

Laras menatap telapak tangannya yang masih memiliki bekas luka oli dari bengkel ayahnya. "Jadi, aku harus membuktikan bahwa Bumi adalah aku, dan aku adalah Bumi?"

"Tepat," jawab Sang Arsitek. "Kau harus melakukan resonansi global. Sekali lagi, tapi kali ini dengan suara yang bisa didengar oleh seluruh galaksi."

Laras berdiri di pusat ruang kendali Astra Mawar, dikelilingi oleh pendaran holografik yang menunjukkan armada The Hegemony mulai membentuk formasi blokade di orbit tinggi. Ia memejamkan mata sejenak, merasakan denyut dari "Jantung" di bawah samudra yang masih merambat melalui sarafnya.

"Paman Aan, buka saluran komunikasi terbuka ke semua frekuensi," perintah Laras. Suaranya tidak lagi terdengar seperti seorang mekanik, melainkan seperti pemilik rumah yang sedang mengusir pencuri. "Bukan hanya ke kapal mereka, tapi siarkan ke seluruh sektor."

Aan mengangguk, jemarinya lincah di atas konsol. "Saluran terbuka dalam tiga... dua... satu. Kau mengudara, Laras."

Laras menarik napas dalam. "Ini adalah pesan dari Bumi. Kepada armada yang menyebut diri kalian The Hegemony. Kami telah menerima klaim kalian atas planet ini sebagai 'aset tidak terkelola'. Kami menolak klaim tersebut. Bumi bukan lagi sekadar batuan diam, dan energi Arca di sini bukan komoditas untuk kalian ekstraksi."

Di layar, sesosok makhluk dengan pakaian diplomatik perak yang kaku muncul. Wajahnya nyaris menyerupai manusia, namun matanya memiliki pupil ganda yang dingin. "Gadis kecil, kau bicara atas nama siapa? Sebuah planet yang baru saja bangun dari kegelapan tidak memiliki kedaulatan di mata Federasi. Tanpa bimbingan kami, energi yang kau lepaskan akan menghancurkan ekosistem kalian sendiri. Kami datang untuk menstabilkan."

"Stabilisasi kalian adalah perbudakan," balas Laras tajam. "Kalian ingin bukti kedaulatan? Perhatikan baik-baik."

Laras menoleh ke arah Sang Arsitek, yang memberinya anggukan kecil. Ia meletakkan kedua telapak tangannya di atas meja transmisi yang telah dimodifikasi oleh Dio. Seketika, koneksi saraf yang ia jalin di kedalaman Palung Jawa aktif kembali.

"Pandu, sekarang!" seru Laras.

Di permukaan Bumi, Pandu dan enam puluh lulusan Angkatan Pertama di enam benua secara serentak menyentuh pemancar portabel mereka. Mereka menutup mata, memfokuskan niat mereka pada satu hal: perlindungan bagi kehidupan yang baru saja mekar.

Sebuah fenomena yang belum pernah tercatat dalam sejarah galaksi terjadi. Garis-garis cahaya biru yang tadinya hanya terlihat di permukaan Bumi mulai melesat ke atas, menembus atmosfer, dan menyatu di titik Astra Mawar. Cahaya itu bukan hanya energi, itu adalah tanda tangan biologis dari jutaan manusia yang kini frekuensinya selaras dengan planet mereka.

Seluruh orbit Bumi tiba-tiba berpendar putih keperakan. Armada The Hegemony terdorong mundur, bukan oleh ledakan, tapi oleh tekanan ruang yang tiba-tiba menolak keberadaan mereka. Sensor mereka berteriak, melaporkan bahwa seluruh planet itu kini memiliki kesadaran kolektif.

"Apa yang kau lakukan?!" diplomat itu berteriak, wajahnya yang kaku kini menunjukkan ketakutan. "Kalian mengintegrasikan kesadaran biologis dengan inti planet? Itu bunuh diri! Jika kami menyerang satu titik, seluruh populasi kalian akan merasakannya!"

"Dan jika kalian mencoba mengambil satu tetes energi Arca dari tanah kami, seluruh planet ini akan menutup diri dan menjadi batu mati," jawab Laras dengan tenang yang mematikan. "Kami adalah sistem operasi Bumi yang baru. Kami tidak bisa dipisahkan dari rumah kami. Seranglah jika kalian ingin menambang kuburan massal yang kosong."

Keheningan melanda saluran komunikasi. Di layar radar, kapal-kapal The Hegemony berhenti bergerak. Mereka terjebak dalam dilema hukum dan etika galaksi: menyerang peradaban yang sudah "Menyatu" adalah kejahatan tingkat tinggi yang bisa memicu perang besar dengan faksi-faksi lain.

Dio menyeringai, melihat musuh yang tadinya congkak kini tampak bingung di layar monitor. "Sepertinya meteran mereka baru saja rusak, Lar."

Laras melepaskan tangannya dari konsol, tubuhnya bergetar hebat karena beban energi yang baru saja ia salurkan. Sinta segera menangkapnya sebelum ia jatuh.

"Mereka tidak akan pergi begitu saja, kan?" bisik Sinta.

"Tidak," jawab Laras sambil menatap armada musuh yang mulai perlahan menjauh dari orbit rendah. "Mereka akan menunggu. Mereka akan mencoba menyusup lewat perdagangan, lewat diplomasi, lewat janji-janji kemudahan. Perang fisik mungkin sudah kita menangkan hari ini, tapi perang mempertahankan jiwa Bumi baru saja dimulai."

Laras menoleh ke jendela, menatap Bumi yang kini memiliki lingkaran cahaya perak yang tipis di sekelilingnya—sebuah perisai yang lahir dari harapan.

"Paman Aan, buat jadwal pertemuan dengan pemimpin-pemimpin pemukiman di bawah. Kita harus menjelaskan pada mereka bahwa setiap pohon yang mereka tanam sekarang adalah bagian dari pertahanan planet ini. Dan Dio..."

"Ya, Lar?"

"Siapkan 'Mawar Hitam'. Kita perlu melakukan patroli rutin. Aku ingin mereka tahu bahwa meskipun kita sudah menyatu dengan planet ini, kita masih tahu cara memegang kunci pas... dan cara menggunakannya untuk memukul balik."

Di kejauhan, Sang Arsitek Andromeda menghilang dalam pendaran cahaya, meninggalkan satu pesan terakhir yang bergema di pikiran Laras: "Eksperimen ini... mungkin benar-benar akan berakhir berbeda."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!