Di daratan Huanjiang, Dinasti Wuji Chao memerintah dengan tangan besi. Chen Fengyin lahir di desa yang damai, hingga sebuah pembantaian menghancurkan segalanya ketika dia masih kecil – menyisakan dia sebagai satu-satunya yang tersisa.
Ditemukan oleh seorang ahli bela diri kuno, dia menghabiskan tahun-tahun untuk melatih diri dan menguasai kekuatan elemen alam yang jarang orang bisa miliki. Namun ketika masa lalunya kembali mencari dia, pertempuran yang dahsyat membuatnya harus membangkitkan kekuatan legendaris yang hanya diberikan kepada orang terpilih.
Meskipun berhasil mengusir musuh, tubuhnya tak mampu menahannya. Tapi takdir tidak mengizinkannya pergi begitu saja – dia bangun kembali dengan tubuh baru di desa yang jauh, membawa kekuatan yang sama namun harus belajar mengendalikannya lagi.
Bersama teman baru yang setia dan kelompok perlawanan yang tersembunyi, Fengyin berkelana selama bertahun-tahun
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Muhammad Kurniawan Wawan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27 DUEL TAKDIR: ANGIN VS UNGU
Tornado raksasa yang diciptakan Fengyin dan Yuelan menyapu segala yang ada di depannya. Prajurit-prajurit musuh terpental bagaikan debu, tembok pertahanan hancur lebur, dan jalan menuju puncak bukit terbuka lebar.
Namun, di ujung jalan itu, ada sosok yang tidak bergeming.
Xie Wuyou berdiri tegak di depan singgasana Kaisar. Jubah ungu pekatnya berkibar kencang tertiup badai, namun tubuhnya sendiri kokoh bagaikan tiang penyangga langit. Matanya yang merah menyala menatap tajam ke arah Fengyin yang sedang melesat datang.
"Kau benar-benar membuat keributan yang luar biasa, Chen Fengyin," suara Xie Wuyou terdengar tenang, namun setiap kata mengandung racun yang mematikan. "Sepuluh tahun berlalu, dan kau masih sama menyebalkannya seperti dulu."
Fengyin mendarat dengan lembut beberapa meter di depannya. Angin berhenti berputar, namun tekanan energi yang dipancarkan kedua pemuda ini justru membuat udara di sekitar mereka menjadi berat dan panas.
"Dan kau, Xie Wuyou... kau masih menjadi anjing setia yang sama," balas Fengyin dingin. "Hanya saja sekarang, anjing ini sepertinya sudah diberi daging busuk lebih banyak hingga menjadi lebih ganas."
"HAHAHA!" Xie Wuyou tertawa keras. Suaranya bergema menembus hiruk-pikuk pertempuran di sekitar mereka. "Ganas? Bukan ganas, Fengyin. Ini adalah kekuatan sejati! Kekuatan yang kau tolak karena kebodohanmu memegang prinsip konyol!"
Xie Wuyou mengangkat tangannya. Tiba-tiba, tiga aura berbeda meledak dari tubuhnya secara bersamaan!
WUSH!
Aura Logam yang tajam dan mematikan, aura Petir yang menyambar-nyambar, dan aura Racun yang berwarna kehijauan menyatu menjadi satu, membentuk lapisan energi ungu yang sangat padat di sekelilingnya.
"Tiga Elemen Interval..." bisik Yuelan yang berdiri di belakang Fengyin dengan wajah pucat. "Dia benar-benar bisa mengendalikan ketiganya sekaligus..."
"Ini adalah anugerah dari Yang Mulia Kaisar," kata Xie Wuyou sombong. "Darah Naga Hitam telah membersihkan batas kemampuanku. Hari ini, aku tidak hanya akan mengalahkanmu. Aku akan menghancurkan egomu, lalu membawamu hidup-hidup ke hadapan Kaisar agar kau bisa merasakan penderitaan yang jauh lebih buruk dari kematian!"
"Jangan banyak omong," potong Fengyin. Ia melepaskan aura Anginnya. Aura putih kebiruan meledak, bertemu bentrok dengan aura ungu Xie Wuyou tepat di tengah-tengah.
DORRR!!!
Ledakan hebat terjadi hanya karena benturan aura! Tanah di bawah kaki mereka retak radial, memaksa prajurit di sekitarnya mundur terpelanting.
"Mari kita lihat, apakah anjing ini bisa menggigit tuannya," ejek Fengyin.
"MATILAH!!"
Xie Wuyou tidak tahan lagi. Ia melesat maju dengan kecepatan yang tidak masuk akal. Tangan kanannya berubah menjadi cakar tajam yang dilapisi energi Logam, mencengkeram leher Fengyin dari sudut yang mustahil dihindari.
TRANG!
Fengyin memblok dengan lengan kanannya. Benturannya begitu keras hingga gema suaranya menyakitkan telinga. Getarannya membuat tanah di bawah mereka ambles turun beberapa sentimeter.
"Cepat!" batin Fengyin terkejut. "Kecepatannya meningkat drastis!"
Belum sempat Fengyin menarik tangannya kembali, Xie Wuyou sudah berputar. Kaki kirinya diayunkan, diselimuti energi Petir.
ZAPP!
"Angin Perisai!"
Fengyin memutar tubuhnya, menciptakan lapisan angin. Serangan kaki itu menghantam angin, memercikkan percikan listrik biru ke mana-mana.
"Teruskan serangan! Jangan beri dia nafas!" teriak Xie Wuyou pada dirinya sendiri.
Pertarungan tangan kosong pun terjadi dengan kecepatan kilat. Mata biasa tidak bisa lagi mengikuti gerakan mereka. Hanya bayangan putih dan bayangan ungu yang saling bertabrakan, menimbulkan ledakan-ledakan kecil yang mematikan di setiap sentuhan.
Brak! Brak! Syuut! Dor!
Xie Wuyou menggunakan kombinasi Logam dan Petir. Serangannya berat, tajam, dan cepat, membawa efek kejut yang melumpuhkan saraf.
Sementara Fengyin mengandalkan Angin yang fleksibel. Dia tidak membalas dengan kekerasan, tapi menggunakan teknik 'Memutar dan Membalas'. Setiap serangan musuh dibelokkan, diredam, lalu dikembalikan dengan kekuatan ganda.
"Kau hanya bisa menghindar, Fengyin?!" teriak Xie Wuyou marah saat serangannya terus-menerus meleset atau dibelokkan. "Bertarunglah seperti laki-laki!"
"Laki-laki tidak bertarung dengan membabi buta seperti orang gila," jawab Fengyin tenang. "Lihat ini!"
Tiba-tiba Fengyin berhenti mundur. Dia menangkap pergelangan tangan Xie Wuyou yang sedang meninju.
KRAK!
"Ah?!" Xie Wuyou terkejut.
"Dor!"
Fengyin menancapkan pukulan telak ke perut musuhnya, disalurkan dengan energi Angin yang terkonsentrasi.
WUSH!
Xie Wuyou tersentak, tubuhnya melengkung, lalu terpental jauh hingga menabrak sebuah pilar batu besar.
BRUKKK!
Debu beterbangan. Namun, sebelum debu sempat turun, sosok ungu itu melompat keluar lagi. Wajah Xie Wuyou kini memerah menahan sakit, tapi matanya justru semakin liar.
"Bagus... Sangat bagus!" Xie Wuyou menjilat darah di sudut bibirnya. "Rasanya memang enak bertarung melawanmu. Tapi... permainan baru saja dimulai!"
Xie Wuyou melompat mundur dan menjauh. Kedua tangannya digabungkan di depan dada. Aura ketiga elemennya mulai berputar kencang, berubah warna menjadi ungu gelap yang hampir hitam.
"Teknik Terlarang: Tembusan Naga Ungu!"
ZZZZZT! BOOM!
Dari telapak tangannya, meluncurlah sebuah gelombang energi raksasa berbentuk naga. Naga itu bukan hanya energi biasa, ia memiliki taring logam yang tajam, kulit yang dilapisi listrik statis, dan napas yang mengeluarkan asap racun. Makhluk energi itu meraung mengerikan dan melahap segala yang dilaluinya, menuju ke arah Fengyin!
"Fengyin, bahaya! Itu serangan gabungan tiga elemen!" teriak Yuelan panik.
Fengyin tidak bergeming. Dia mengangkat kedua tangannya, membiarkan angin berputar liar di sekelilingnya. Matanya memancarkan cahaya biru yang terang benderang.
"Teknik Angin: Benteng Vortex!"
Sebuah pusaran angin raksasa terbentuk di depannya, berputar dengan kecepatan supersonik, menciptakan ruang hampa udara yang padat.
DORRRRRR!!!!
Naga Ungu menghantam Benteng Angin!
Suara ledakannya begitu dahsyat hingga seolah langit akan roboh. Gelombang kejutnya menyapu seluruh puncak gunung, mematahkan pohon-pohon besar dan membuat semua orang yang bertarung di sana terpaksa berhenti dan menutupi wajah mereka.
Cahaya menyilaukan memenuhi pandangan semua orang.
Ketika cahaya mulai meredup dan debu mulai membersihkan diri...
Terlihatlah sosok Fengyin masih berdiri kokoh di tempatnya. Napasnya sedikit memburu, jubahnya sedikit robek di beberapa bagian, tapi dia masih berdiri. Namun, di depannya, Naga Ungu itu telah hancur berkeping-keping.
"Apa?!" Xie Wuyou tidak percaya. Serangan pamungkasnya ditahan begitu saja?
"Giliranku," suara Fengyin terdengar rendah dan mengerikan.
Pemuda itu melangkah maju. Setiap langkahnya membuat tanah bergetar. Dia tidak lagi menggunakan teknik pertahanan. Kini, dia mulai menyerang dengan sungguh-sungguh.
"Angin Pelancong Ribuan Mil!"
Fengyin menghilang.
Benar-benar hilang dari pandangan mata Xie Wuyou. Hanya tertinggal suara desingan angin yang menderu kencang dari segala arah.
"Dari mana?!" Xie Wuyou panik, dia memutar tubuhnya mencari lawan. "Muncullah! Dasar pengecut!"
Syuut... di belakangmu!
Xie Wuyou berbalik cepat dan menebas. Tapi kosong.
Syuut... di kanan!
Brak!
Pukulan keras mendarat di pipi Xie Wuyou, membuat kepalanya terentang. Sebelum dia sempat sadar, tendangan dari bawah menghantam dagunya, mengangkat tubuhnya ke udara.
Dua! Tiga! Empat!
Fengyin muncul dan menghilang bagaikan hantu. Dia memukul Xie Wuyou dari segala arah. Kombinasi kecepatan mutlak dan kekuatan yang terlatih selama sepuluh tahun membuat Xie Wuyou tidak bisa berbuat apa-apa selain menerima hantaman demi hantaman.
Darah memercik dari mulut Xie Wuyou. Tubuhnya terasa hancur lebur.
"Ti... tidak mungkin... Aku adalah murid kesayangan Kaisar... Aku yang terkuat..." Xie Wuyou jatuh berlutut di tanah, tangannya gemetar menahan tubuhnya agar tidak ambruk.
Fengyin muncul kembali tepat di hadapannya. Dia berdiri tegak, memandang rendah pada musuh bebuyutannya ini.
"Kau kuat, Wuyou. Sangat kuat. Tapi kekuatanmu dibangun di atas penderitaan orang lain dan keserakahan yang tak berujung," kata Fengyin pelan namun tegas.
Dia mengangkat tangan kanannya, energi angin berkumpul padat di telapak tangannya, membentuk bola cahaya biru yang berputar kencang.
"Dan hari ini... angin keadilan akan meniup habis kebusukanmu selamanya."
"TERIMA INI!"
Fengyin melontarkan serangan pamungkasnya.
WUSHHHHHH!!!
[ Bersambung... ]