NovelToon NovelToon
Disayangi Anak Mantan

Disayangi Anak Mantan

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cintapertama / Duda
Popularitas:71.5k
Nilai: 5
Nama Author: Ayumarhumah

Bagaimana jadinya, jika seorang gadis terjebak dengan masalalu yang sudah lama ia kubur. Ya kisah ini dialami oleh Andini seorang gadis dewasa yang sehari-harinya sebagai penjaga kantin sekolah.
Andini memutuskan untuk tidak menikah karena dulu sempat gagal menjalin hubungan dengan seorang pria.
pada suatu ketika Andini dipertemukan dengan bocah kecil yang cukup aktif dan bisa dibilang nakal, semua guru yang ada sudah kawalahan, anehnya si bocah itu justru nurut dengan Andini?

Penasaran dengan kisah berikutnya. jangan lupa tetap pantengin terus hanya di Novel Toon

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayumarhumah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16

Andin tercekat. Tenggorokannya terasa seperti terikat sesuatu, membuat napasnya berat. Matanya langsung menggenang air mata.

Bagaimana mungkin ia bercerita, jika pria yang dulu begitu ia cintai bahkan tidak pernah memberinya kesempatan untuk berbicara?

“Din, kenapa kamu diam?” tanya Nathan dengan nada penuh tekanan.

Andin menghela napas panjang. Tangannya refleks mengusap setetes air mata yang terjatuh.

“Bagaimana mungkin aku tidak pergi,” ucapnya lirih, “jika orang yang paling aku harapkan untuk percaya justru ikut menuduhku.”

Nathan menatapnya tajam tanpa berkata apa-apa.

“Aku dituduh melakukan hal yang sama sekali tidak pernah aku lakukan,” lanjut Andin. Suaranya mulai bergetar. “Lalu aku harus pergi ke mana?”

Nathan hanya bisa mengepalkan tangannya. Ia tahu betul, saat itu ia memang tersulut emosi. Begitu marah hingga tidak memberi Andin kesempatan sedikit pun untuk menjelaskan.

“Waktu itu aku sedang emosi,” sahutnya akhirnya.

“Dan emosimu bertahan sampai sekarang.” Andin langsung memotong. Tatapannya penuh luka. “Bahkan menatapku saja kamu seperti menatap sampah.”

Nathan memejamkan matanya sejenak, menahan sesuatu yang tidak bisa ia ungkapkan.

“Sekarang jawab,” desaknya lagi, kali ini dengan nada lebih rendah namun tegas. “Apa sebenarnya yang terjadi waktu itu?”

Andin menatap Nathan dengan keberanian yang dipaksakan.

“Kalau kamu benar-benar ingin tahu,” katanya pelan namun tajam, “tanyakan saja pada orang tuamu. Aku sudah capek menjelaskan.”

“Kalau mereka tidak mau mengaku?” balas Nathan cepat.

Andin tersenyum tipis, senyum yang lebih mirip luka.

“Kamu punya otak, kan? Selidiki sendiri.”

Ia berhenti sejenak sebelum melanjutkan.

“Dan kalau pada akhirnya terbukti aku yang bersalah…” Andin menarik napas pelan. “Kamu boleh membenciku selamanya.”

Nathan terdiam. Ia mengenal Andin. Sangat mengenalnya. Namun justru itu yang membuatnya semakin bingung.

Kenapa dulu ia tidak memperjuangkan cinta mereka sedikit saja? Dan kenapa sekarang, meski wajahnya seolah penuh kebencian saat menatap perempuan itu… hatinya justru berdenyut dengan rasa yang sama sekali berbeda?

 "Maaf," ucapnya hanya tertahan di hati saja.

Nathan pun berusaha untuk mengendurkan tatapannya, pria itu melangkah ke luar meninggalkan Andin dan juga Darrel, di sudut lorong tiba-tiba saja ia langsung merogoh handphone-nya.

Terlihat jelas pria itu sedang menghubungi seseorang, entah apa yang akan dia bicarakan.

  "Mark," ucapnya dengan serius.

"Hay Nath, ada apa," sahut suara diseberang sana.

  "Kamu bisa gak menyelidiki kejadian belasan tahun lalu?"

Pria diseberang sana, sempat mengerutkan keningnya, karena tiba-tiba saja, sahabatnya itu mengulik sesuatu di masa lalu.

"Memangnya siapa yang ingin kamu selidiki?" tanya Mark.

  "Jadi gini, kejadian 12 tahun yang lalu, tentang Andin," kata Nathan lirih.

Mendengar kata Andin pria di seberang sana seolah tahu, bagaimana dulu kuatnya cinta mereka berdua.

"Kau mulai menemukan cinta lamamu itu," ledek Mark.

  "Mark," ucapnya seolah memperingati.

"Ok, deh ok, gitu saja sudah melotot," sahut Mark, meskipun ia tidak berhadapan tapi seolah tahu jika sahabatnya itu sedang melotot.

"Cepat selidiki, dan pastikan kejadian itu benar atau rekayasa," perintahnya dengan tegas.

"Ok, Bos," sahut Mark, sambil tertawa meledek, namun Nathan tidak bereaksi apapun, pria itu seolah sudah paham betul dengan tingkah sahabatnya yang pecicilan.

Panggilan segera diakhiri, dan untuk kali ini ia masuk kembali ke kamar anaknya, dan betapa terkejutnya dia saat pintu terbuka, pandangan Andin yang tertidur, di kursi sambil memegangi tangan anaknya benar-benar membuat hati Nathan tertegun.

"Astaga! Dia dari dulu memang setulus itu." Entah kenapa pujian itu lolos begitu saja tanpa disadari.

Nathan menghela napas panjang. Ia ingat dengan sangat jelas bagaimana dulu Andin selalu seperti itu. Terlalu peduli, terlalu memikirkan orang lain sampai sering melupakan dirinya sendiri.

Dan sekarang… setelah dua belas tahun berlalu, perempuan itu ternyata masih sama.

Nathan melirik ke arah Darrel. Anak itu tertidur pulas, tapi jari-jarinya masih melingkar di tangan Andin dengan kuat.

Nathan mengusap wajahnya kasar.

“Apa sih yang sebenarnya terjadi waktu itu…” gumamnya lirih.

Ia lalu melepas jas yang sejak tadi masih ia kenakan. Dengan hati-hati, pria itu menyampirkannya ke bahu Andin agar perempuan itu tidak kedinginan.

Andin sedikit bergerak dalam tidurnya. Nathan refleks menahan napas, takut ia terbangun. "Tidurlah," kata Nathan dengan nada lirih.

Namun Andin hanya bergumam pelan tanpa membuka mata. "Heeeemb...."

Nathan kembali menatapnya.

Ada sesuatu yang aneh di dadanya. Perasaan yang sudah lama ia kubur, kini perlahan seperti mencoba muncul kembali.

Ia segera mengalihkan pandangan, jujur saja, sebenarnya ia takut menatap perempuan itu, takut, rasa yang ia hindari kembali muncul.

“Jangan mulai lagi, Nath,” bisiknya pada diri sendiri.

Nathan kemudian duduk di kursi yang berseberangan. Tangannya terlipat di dada, tapi matanya tetap tidak bisa lepas dari dua orang di depannya.

Darrel yang begitu nyaman menggenggam Andin. Dan Andin yang bahkan dalam keadaan tertidur masih setia menjaga anaknya.

  Tanpa ada yang tahu perasaannya sangat hancur, melihat perempuan yang paling di jaga harus hidup seperti ini.

☘️☘️☘️☘️☘️

Langit di luar jendela mulai berubah warna. Semburat abu-abu tipis menandakan waktu subuh hampir tiba.

Andin yang sejak tadi tertidur dalam posisi duduk tiba-tiba bergerak pelan. Lehernya terasa pegal. Ia mengerjap beberapa kali sebelum akhirnya benar-benar terbangun.

Beberapa detik ia terlihat bingung, tubuhnya terasa hangat. Andin menoleh ke belakang, dan seketika matanya membulat kecil.Sebuah jas pria tersampir di punggungnya.

Ia langsung mengenali jas itu.

Deg.

Refleks Andin menoleh ke arah seberang.

Nathan ternyata tertidur di kursi dengan posisi sedikit menyandar. Namun mungkin karena ada pergerakan kecil, pria itu ikut membuka mata hampir bersamaan dengan Andin.

Untuk beberapa detik mereka hanya saling menatap tanpa kata. Andin buru-buru merapikan posisi duduknya lalu melepaskan jas itu dari bahunya.

Nathan mengusap wajahnya pelan sebelum menatap Andin lagi. “Kenapa bangun pagi buta?” tanyanya dengan suara masih berat.

"Aku harus ke kantin," sahut Andin dengan cepat.

"Sepagi ini?" tanya Nathan.

"Ya enggak, tapi kan aku harus menyiapkan semua dari sekarang," sahutnya dengan lembut.

Nathan mengerutkan keningnya. "Menyiapkan apa hingga sepagi ini," todongnya kembali.

"Yang aku jual banyak dan aku gak ada cukup waktu," sahut Andin segera.

Entah kenapa saat Andin hendak pergi ke kamar mandi, spontan tangan Nathan mencekalnya.

"Libur dulu!" perintahnya!

Andin membulatkan matanya dengan sempurna, lalu tatapannya kembali turun ke pergelangannya yang dipegang Nathan.

"Aku gak bisa itu salah satu mata pencarianku," jelasnya.

Entah kenapa mendengar Andin berjuang sendirian seperti itu, hatinya merasa sakit.

"Sudah di sini saja, jaga anakku entar dia cari-cari kamu lagi," ucapnya sebagai alasan, padahal di dasar hatinya ini merupakan sebuah pencegahan karena ia tidak tega melihat Andin berjualan di kantin sekolah.

Bersambung ....

1
Lisa
Jgn sampai Raka bertindak yg aneh²..Nathan harus waspada nih..
Oma Gavin
itu namanya ngga jodoh raka kamu jgn oon bin goblok
Nar Sih
jgn coba ,merusak hubungan mereka raka,yg ada kmu pasti nyeseel
kaylla salsabella
udah raka lebih baik kamu move on dari kamu hancur sendiri
kaylla salsabella
raka merusak suasana🤣🤣🤣🤭🤭🤭
kaylla salsabella
wah raka hati" di tendang nanti kamu sama bos nathan🤭🤭🤭
Nar Sih
alhamdulilah lamaran diterima,sabar ya raka pasti nanti jodoh mu yg sbnr nya sdh di siapkan sama kak ayu☺️
Ayumarhumah: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Nar Sih
raka jgn coba bikin kacau lamaran nathan ke andin ,terima lamaran nathan ya ndin
Lisa
ya tuh biar si Raka tau klo Andin udh ada yg punya
Lisa
Wah ternyata kecurigaannya Nathan benar nih..si Raka mau mendekati Andin..
Sugiharti Rusli
bisa jadi ini juga sebagai balasan atas perbuatan ibu kandung Darrel yang menyebabkan nama baik hancur, meski dia mungkin hanya pendukung calon ibu mertuanya saat itu,,,
Sugiharti Rusli
mereka seolah oleh semesta memang ditakdirkan buat merasa nyaman satu sama lain layaknya seorang anak dan ibu
Sugiharti Rusli
dan Andin karena memang dia memiliki jiwa yang tulus terhadap orang, apalagi terhadap Darrel yang sangat menghormati dan menghargainya
Sugiharti Rusli
tapi hubungan batin mereka seolah sudah sangat mengenal lama, Darrel sangat merasa nyaman di sisi Andin yang bukan siapa" nya,,,
Sugiharti Rusli
padahal baik Andin dan Darrel baru kenal sebentar yah mereka b-2,,,
Sugiharti Rusli
dan sepertinya sampai kapanpun Nathan tidak bisa mendobrak tembok itu, bagi Andin apa yang sekarang dia lakukan ke Nathan hanya karena Darrel,,,
Sugiharti Rusli
dan sampai sekarang pun sang ibu juga merasa apa yang dilakukannya benar menurut pemikirannya
Sugiharti Rusli
karena fitnah an itu, bukan hanya orang menilai buruk dirinya, bahkan Nathan pun juga ikut membencinya,,,
Sugiharti Rusli
apalagi apa yang sudah Vivian dulu menyebabkan nama baik Andin jadi hancur
Sugiharti Rusli
kalo dalam posisi seperti Nathan di satu sisi harus menghormati ibunya, tapi di sisi lain ibunya yang berbuat dzolim terhadap orang lain, dia harus gimana yah,,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!