Lin Yexue adalah pembunuh terbaik dari zaman modern, karena di khianati oleh wakil pimpinan organisasi dia tewas dan bereinkarnasi ke tubuh seorang gadis yang dipaksa menyamar menjadi pria . Akibatnya dia terkenal sebagai Tuan Muda ke Enam yang Gay karena kegemarannya mengejar pria-pria tampan.
Sayang sekali pria yang dikejarnya malah memukulinya hingga tewas. Ia meminta Lin Yexue dari zaman modern menggantikannya membalas dendam.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Widisiera, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 24
Lin Yexue kemudian mengalihkan perhatiannya pada Zhen Ling Ren. " Coba tunjukkan sekarang kau bisa berubah menjadi apa selain belati. Kau bisa berubah menjadi apa sekarang ?." Lin Yexue merasa penasaran.
" Aku tidak tahu. " Zhen Ling Ren menggelengkan kepalanya.
" Ayo kita coba sekarang." desak Lin Yexue
" Oke , tuan ayo kita mulai." Zhen Ling Ren kemudian berubah kembali menjadi belati.
Lin Yexue kemudian memikirkan beberapa senjata dibenaknya tapi tidak ada yang berhasil membuat Zhen Ling Ren berubah wujud menjadi senjata yang di pikirkan Lin Yexue. Mereka sudah mencoba beberapa kali.
Pandangan mata Lin Yexue tak sengaja tertuju pada panci yang tak jauh dari sana. Dan tiba-tiba Zhen Ling Ren berubah menjadi panci . Lin Yexue tercengang tak berdaya.
Xuan Tong yang tadi menghilang , muncul kembali sambil tertawa terbahak-bahak melihat panci ditangan Lin Yexue " Haha artefak suci apa ini masa berubah jadi panci ? Apa kau ingin menjadi panci untuk kami memasak ? " ejek Xuan Tong.
" Ini kecelakaan , ada kesalahan kecil ." Zhen Ling Ren kemudian terbang dan berputar mencoba mengubah diri lagi. Sialnya dia malah berubah menjadi spatula.
Lin Yexue yang awalnya sangat bersemangat ingin melihat kesaktian Zhen Ling Ren berubah menjadi kekecewaan demi kekecewaan saat melihat Zhen Ling Ren berubah menjadi panci lali sekarang malah berubah menjadi spatula. Lin Yexue merasa kembali terkena tipuan.
Melihat ekspresi penuh kekecewaan Lin Yexue, Zhen Ling Ren kembali mengubah dirinya menjadi belati dan berkata " Adik Yexue jangan kecewa dulu, meski aku bisa berubah menjadi berbagai macam bentuk tapi itu tergantung dengan kekuatanmu juga saat ini . Semakin tinggi kekuatanmu semakin kuat juga senjata yang bisa kujadikan."
Dengan kata lain , dengan kekuatan Lin Yexue saat ini, Zhen Ling Ren hanya bisa berubah menjadi panci dan spatula.
Lin Yexue merasakan bahwa Zhen Ling Ren juga merasa kecewa jadi dia menghiburnya "Aku akan mengubahmu menjadi senjata yang sangat kuat dan ampuh. Lagipula sekarang aku masih belum butuh senjata apapun. Begitu kekuatanku meningkat , kita akan tumbuh menjadi kuat bersama ."
" Baik, aku percaya padamu adik Yexue." Zhen Ling Ren berkata dengan yakin.
" Aku juga ingin menjadi lebih kuat bersama ." Pi Hou menimpali.
Zhen Ling Ren kembali berubah menjadi bayi kecil dan menendang wajah Pi Hou dengan kaki mungilnya. " Aku dan adik Yexue saling menyemangati, kenapa kau ikut-ikutan? "
Lin Yexue hanya menatap Zhen Ling Ren tak berdaya. Zhen Ling Ren benar-benar temperamental.
Hari sudah sore saat Lin Yexue keluar dari mutiara jiwa. Untungnya dia tidak ada kelas sore ini ,kalau tidak dia pasti akan tertangkap oleh guru Zimo Ziyuan lagi.
Memikirkan Zimo Ziyuan, tiba-tiba ia teringat pada kata-kata Xuan Tong yang mengingatkannya. Apa guru Zimo benar-benar tahu bahwa dia bisa berkultivasi?..Tapi mengapa dia tidak langsung mengatakannya? . Guru Zimo jelas-jelas tahu dia hanya sampah tidak berguna tapi masih menerimanya di kelasnya. Apa itu karena kakeknya atau karena kepala sekolah ? .
Berbagai pertanyaan berkecamuk di pikiran Lin Yexue. Selain itu Guru Zimo sepertinya tidak memiliki motif tersembunyi, karena Lin Yexue tidak merasakan kebencian Guru Zimo padanya. Bukan karena Guru Zimo pandai menyembunyikannya tapi Lin Yexue punya naluri alami yang kuat , dia bisa langsung merasakan orang yang membenci atau orang yang benar-benar baik padanya. Oleh karena itu Lin Yexue bisa merasakan kalau Guru Zimo tidak menyimpan dendam padanya.
Karena hal ini ia beberapa kali lolos dari pengkhianatan saat masih menjalankan misi di organisasi.
Sementara itu Zimo Ziyuan yang baru saja kembali dari luar dipanggil ke ruang kepala sekolah.
" Kau sudah dengar kejadian di kelasmu ? " tanya kepala sekolah sambil menatap tajam Zimo Ziyuan.
" Maksudnya Arena tantangan itu? saya mendengarnya. " sahut Zimo Ziyuan tenang.
" Bagaimana menurutmu?" tanya kepala sekolah lagi.
" saya tidak punya pendapat apapun, selama mereka tidak saling membunuh ya tidak masalah." sahut Zimo Ziyuan santai sambil bersandar kekursi.
" Lagipula hidup dan mati adalah tanggung jawab mereka masing-masing setelah naik ke arena tantangan. Jadi tidak akan ada keluarga murid yang bisa menuntut saya kelak." Lanjut Zimo Ziyuan tanpa emosi.
" Uhuk ... Uhuk..." Kepala sekolah hampir tersedak mendengar kata-kata Zimo Ziyuan.
" Bukan itu maksudku, aku bertanya tentang kemenangan Lin Yexue atas Situ Qingya." sergah kepala sekolah.
" Memangnya kenapa kalau Lin Yexue menang? . Situ Qingya hanya kebanyakan berlatih dirumah tanpa lawan sungguhan sementara Lin Yexue saya dengar sering bermasalah dengan orang banyak di Ibukota. Saya rasa Lin Yexue menang karena lebih berpengalaman menghadapi lawan sesungguhnya." sahut Zimo Ziyuan tenang.
Saat mendengar Lin Yexue mengalahkan Situ Qingya, kepala sekolah berpikir jangan-jangan Lin Yexue bisa berkultivasi ..Kalau tidak mengapa orang yang begitu sombong seperti Zimo Ziyuan mau menerima sampah itu menjadi muridnya. Tapi sekarang setelah mendengar jawaban Zimo Ziyuan segalanya jadi terdengar masuk akal. Lagipula memang Lin Yexue sama sekali tidak menggunakan kekuatan spiritual saat di arena tantangan.
Zimo Ziyuan melihat kepala sekolah tampak berpikir keras tapi ia tidak bermaksud menjelaskan apapun.
" Apakah ada hal lain Kepala Sekolah ? Jika tidak saya akan pergi sekarang. Besok saya akan membawa murid memilih telur binatang jadi harus bersiap-siap."
" Ya memilih telur binatang sangat penting bagi para murid. Kau harus mempersiapkan diri dengan baik. Apakah telurnya semua sudah dibawa masuk?" tanya kepala sekolah tua itu.
" Semua telur sampai hari ini , mungkin sudah dibawa masuk."
" Kalau begitu pergilah dan bersiaplah. Oya, ingatlah jangan sampai murid memasuki ruangan yang berisi telur mati itu. Kalau tidak semua akan sia-sia.." Pesan kepala sekolah.
" Kenapa tidak dibuang saja telur mati itu ?" tanya Zimo Ziyuan heran.
" Itu karena aturan turun temurun disekolah , tidak seorangpun boleh menyentuh telur itu . Alasannya apa aku sendiri juga tidak tahu. Sebelumnya ada kejadian beberapa kali murid yang masuk keruangan itu keluar dalam keadaan linglung . Sepertinya ada sesuatu yang istimewa dengan telur itu. " jelas kepala sekolah.
" Baiklah, saya mengerti . " Zimo Ziyuan kemudian berbalik pergi.
Malam itu saat Yin Qingmei berjalan dilingkungan akademi, tiba-tiba seseorang menghalangi langkahnya.
" Besok kau akan memilih telur kan? " tanya pria itu
" ya. " sahut Yin Qingmei.
" Bagus sekali, bantu aku dan aku akan memberimu hadiah bagus." pria itu tersenyum licik.
"Membantu apa ? Katakan dulu ." Yin Qingmei tidak mau sembarangan membantu orang lain.
" Bantu aku menyingkirkan Lin Yexue. Situ Qingya dilindungi oleh keluarga Situ. Kau punya kekuatan siapa untuk melindungimu? . Jika Lin Yexue tahu kau yang mendorong Situ Qingya untuk menantangnya........."
" Baik, aku setuju..." Yin Qingmei langsung memotong kata-kata pria itu setelah berpikir sejenak lalu bertanya lagi." Kau ingin aku melakukan apa? "