NovelToon NovelToon
Pernikahan Kontrak Dengan Adik Mantan Kekasihku

Pernikahan Kontrak Dengan Adik Mantan Kekasihku

Status: tamat
Genre:Pernikahan Kilat / Tukar Pasangan / Nikah Kontrak / Tamat
Popularitas:6.9k
Nilai: 5
Nama Author: AmJiyeon

Sarah Vleryn menghindari makan malam perjodohan karena ia tidak tahu dengan siapa akan dijodohkan.

Tapi ternyata, pria yang di jodohkan dengan nya mengejarnya di luar resto tempat keluarga mereka bertemu.

"Sarah Vleryn! Berhenti disana." Rovano, pria tinggi dan tampan itu mendekat.

"Kau salah orang," ucap Sarah cepat.

"Aku tahu kau gadis yang harusnya di jodohkan denganku, tapi kau beralasan sedang sakit!" Ucap Rovano.

Tatapan tajam pria itu membuat Sarah terdiam, ia menelan ludahnya dengan berat. Ia tidak bisa menyangkal karena ucapan Rovano benar.

"Menikahlah denganku selama tiga tahun, lalu setelah itu kita bisa bercerai," lanjut Rovano.

Sarah tergelak, ia tidak mengira pria ini akan menawarkan pernikahan kontrak padanya.

"Apa kau bilang?"

"Aku, Rovano Jovian menawarkan pernikahan kontrak pada mu Sarah Vleryn." Ulang Rovano.

"Tunggu, Jovian? Kau... adik Ryan Jovian, Mantan kekasih ku?!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AmJiyeon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mobil Hampir Bergoyang

Sarah membelalakan matanya, setelah mendengar kalimat dari Lucas di seberang sana. Rovano yang berada di sampingnya jadi penasaran, apa yang sebenarnya di katakan oleh mantan kekasih Sarah tersebut.

Sarah terlihat frustasi dan marah, gadis itu kemudian menoleh pada Rovano, meminta izin untuk bicara di luar mobil.

Rovano mengangguk pelan namun, begitu Sarah keluar ia tetap memperhatikan. Bagaimanapun ia dan Sarah akan menjalani kehidupan bersama nantinya, dan urusan seperti ini, harusnya saling mengetahui satu sama lain, saling berbagi tanpa ada yang di sembunyikan.

Namun sikap Sarah sekarang menunjukan kalau gadis itu belum sepenuhnya mempercayai Rovano sebagai pasangan. Pria itu menarik napas dalam-dalam, lalu bersandar. Ia sadar kalau semua ini tidak akan semudah itu.

Sarah mungkin memang sudah menyukainya, tapi belum sepenuh hati mencintainya. Kepercayaan diantara mereka masih terhalang kata privasi.

“Berharap apa aku dari cinta hasil pernikahan kontrak?” gumam Rovano pada dirinya sendiri.

Sementara itu, Sarah di luar merasa frustasi dengan yang terjadi pada Lucas.

“Sarah, ini darurat, agensi ku akan kehilangan kontrak miliaran dollar jika kau tidak menyetujui tawaran dari ayahku, aku mohon.” Lucas memohon di seberang sana.

Sarah muak dengan ini, tapi bagaimanapun ia dan Jonas memang memiliki kerjasama yang terhubung secara langsung. Dimana Sarah adalah pemilik perusahaan yang membantu banyak agensi/entertainment, dan juga memberikan sponsor.

Kali ini, Jonas berulah lagi dan ia menggunakan agensi dimana putranya bernaung, ia gunakan untuk ancaman pada Sarah karena gadis itu menolak pengajuan kerjasama terbaru dari mantan calon mertuanya itu.

“Lucas, kontrak kerja yang di tawarkan Tuan Jonas itu terlalu berisiko untukku. Itulah alasan ku menolaknya,” jawab Sarah.

“Sarah, aku mohon, itu akan berdampak pada karir ku, kalau aku harus pindah agensi lagi…”

Gadis itu memijat pelipisnya, berat rasanya masih bekerja sama dengan masa lalu yang saling terhubung seperti ini. Tapi ia juga tidak bisa memutuskan secara sepihak kerjasama dengan Jonas Blackwood yang masih berlaku sampai dua tahun lagi.

Jonas menggunakan Lucas sebagai batu loncatan dan ancaman bagi Sarah, gadis itu bisa luluh jika Lucas seperti ini.

“Lucas, ini terakhir kali aku membantu…” ucap Sarah akhirnya, “tapi jika sesuatu terjadi, ayahmu harus bertanggung jawab sepenuhnya. Sebagai investor dan pemilik saham terbesar, aku akan menjamin semua asetku harus aman.”

“Kau itu aktor terkenal Lucas, menurutku pindah agensipun semua akan baik-baik saja,” ucap Sarah lagi.

Gadis itu kemudian memutuskan sambungan telepon dan menarik napas dalam seraya memejamkan mata. Kontrak kerjasama jutaan dollar harus ia setujui dan itu akan menguras dana di dalam perusahaan nya untuk membiayai sebuah film yang akan di bintangi Lucas.

Menurut Sarah, yang menjadi masalah adalah rumah produksi yang menaungi drama ini, merupakan perusahaan baru yang tidak terkenal dan tidak memiliki produksi unggulan. Sarah harus mempertaruhkan jutaan dollar nya untuk itu.

Jika hasilnya gagal maka Sarah akan rugi besar. Tapi Lucas menjamin film nya akan sukses?

“Hah, gila. Tanpa aku mereka berdua bisa apa sih?” ucap Sarah mendengus kesal.

Sarah mengadah, melihat langit malam yang mulai menurunkan salju dingin lagi. Musim dingin belum menunjukkan tanda-tanda akan berhenti lebih cepat.

Pernikahan semakin dekat, permasalahan semakin bertambah. Apakah Sarah bisa melalui semua ini? Gadis itu mulai merasakan pikirannya berkecamuk. Ia menoleh ke dalam mobil dimana Rovano masih setia menunggunya.

Kalau aku bercerita sekarang… mungkin dia sedang banyak pikiran juga. Pikir Sarah.

Rovano memang pria baik dan sabar tapi Sarah tidak ingin membebaninya terus. Mereka sama-sama lelah dengan keadaan yang harus di selesaikan. Pernikahan kontrak ini harus terus berjalan—tidak, ini sudah bukan pernikahan kontrak, ini pernikahan sungguhan dengan bisnis yang terlibat. Pikir Sarah lagi.

•••

Mobil Rovano berhenti dengan perlahan di depan kediaman keluarga Vleryn, kenangan hari ini begitu indah bagi nya. Bisa melihat Sarah yang begitu cantik dan dirinya tertawa begitu ringan, mereka seperti tidak memiliki beban sama sekali.

Sarah diam sejak selesai menerima telepon dari Lucas, ia belum berbicara hingga sekarang ketika Rovano sudah mengantarnya pulang, mereka masih sama-sama diam di dalam mobil.

“Rovano, maafkan aku,” ucap Sarah akhirnya membuka suara.

Pria itu menoleh, ia menatap Sarah dengan sepenuhnya, begitu lembut dan terlihat ramah. Tidak ada kekecewaan dalam matanya, seakan ia hanya ingin menunjukan dirinya yang penuh cinta pada Sarah.

Gadis itu menatap nya, ia tahu kalau Rovano sedang menutupi perasaan yang sebenarnya.

“Untuk saat ini aku belum bisa bercerita padamu karena kita harus fokus pada persiapan pernikahan kita,” ucap Sarah lagi.

“Tidak masalah,” jawab Rovano dengan cepat, “Kita ini menjalani hubungan yang awalnya berdasarkan kontrak, kurasa tidak masalah jika tidak sepenuhnya saling percaya lebih dulu.”

Sarah terkejut mendengar jawaban Rovano, dia begitu tenang saat membicarakan kekecewaan nya tanpa sadar. Pria ini tidak sadar, kalau ia sedang marah dan kecewa pada Sarah. Ucapannya terdengar seperti sebuah sarkasme.

“Rovano…” Sarah memanggilnya dengan pelan, namun terdengar jelas kalau gadis itu merasa frustasi.

Rovano hanya menatapnya, tidak berkata apapun lagi.

Sarah melepas seatbelt nya dan ia menggeser posisi duduknya agar sepenuhnya menghadap Rovano meskipun sedikit sulit untuk duduk begitu dengan rok yang ia pakai.

“Kau boleh marah, kau boleh kecewa padaku, katakan semuanya dengan jelas, jangan seperti itu,” ucap Sarah, tangannya meraih tangan pria itu dan menggenggamnya lembut.

Rovano sedikit terkejut dengan sentuhan Sarah, juga mata gadis itu yang jelas menunjukkan kekhawatiran nya. Hal ini membuat Rovano berpikir keras, apakah benar ia marah? Ia kecewa pada Sarah?

“Aku percaya padamu, sangat percaya, aku hanya tidak ingin membebanimu untuk sekarang. Aku ingin mencoba menyelesaikan masalah yang ada sendiri, semampuku.”

Sarah merasa begini lebih baik, ketimbang mereka harus berpisah dalam keadaan hati salah satunya berkecamuk. Ia tidak mau Rovano sakit hati, kecewa ataupun pulang dalam keadaan marah.

“Sarah aku.. aku tidak sadar dengan apa yang terjadi padaku,” ucap Rovano akhirnya, “aku tidak pernah seperti ini sebelumnya.”

Sarah mengangguk paham, “kau marah dan kecewa tapi memendamnya, tapi tidak sengaja melepaskan melalui tatapan yang lembut.”

Gadis itu mendekati Rovano, berusaha memeluknya meski posisi mereka sedikit sulit di dalam mobil, tapi gadis itu ingin melakukannya. Rovano yang ragu, perlahan lengan kekarnya mulai mendekap Sarah, menghirup aroma gadis itu begitu dalam hingga membekas dalam ingatannya.

“Aku janji, akan bercerita setelah acara pernikahan kita selesai, aku ingin kita fokus pada acara itu untuk sekarang, ya?” bisik Sarah.

Rovano tidak menjawab secara langsung, namun Sarah bisa merasakan kepala pria itu mengangguk pelan. Pria itu memejamkan matanya dan terus mendekap Sarah lebih erat lagi hingga akhirnya Sarah melakukan hal yang sama.

Mereka bertahan dalam posisi itu untuk beberapa saat, hingga akhirnya Sarah perlahan menarik diri namun Rovano memindahkannya, ia memundurkan sedikit kursinya, menarik Sarah agar duduk di atas pangkuannya.

“Rovano?!” Sarah panik, takut ada yang melihatnya, namun Rovano tidak peduli, ia sangat menginginkan Sarah.

Pria itu menatapnya dengan mata penuh hasrat dan cinta, seakan di mabuk asmara. Perlahan tangan nya menyentuh pipi Sarah, mengusapnya pelan dengan tatapannya yang mulai sayu.

“Sarah,” ia menarik wajah Sarah agar lebih dekat lagi hingga hidung mereka saling bersentuhan.

“Aku tidak bisa melihatmu bicara dengan pria lain, meski itu lewat telepon. Aku tidak bisa melihatmu menatap pria lain, memikirkan pria lain apalagi berinteraksi secara langsung, aku sudah menahan ini sejak makan siang pertama kita di restoran itu.”

Sarah tidak menyangka akhirnya Rovano memecahkan cangkang rasa kecewanya yang selama ini ia pendam. Pria itu akhirnya bisa jujur dengan apa yang ia rasakan tanpa perlu di pancing.

Tangan nya mulai mengusap lembut pinggang Sarah, menariknya untuk terus mendekat hingga akhirnya mata pria itu terpejam sempurna dan ia menarik tengkuk Sarah, perlahan bibirnya menyapu dengan lembut bibir Sarah.

Ciuman lembut mendarat di sana, Sarah mulai memejamkan matanya dan merangkulkan tangan pada leher Rovano, jarinya menelusuk ke dalam rambut Rovano.

Tidak ada paksaan dalam ciuman itu, hanya ada hasrat dan cinta yang tumpah malam ini, diantara keinginan untuk di percayai dan juga rasa kecewa yang meledak hingga menjadi sentuhan yang lembut dan penuh makna.

Ciuman yang semula hanya kecupan mesra, mulai meraup lebih dalam, saling menginginkan satu sama lain hingga decakan terdengar. Rovano mulai menginginkan lebih dan ini berbahaya, tapi ia tidak bisa berhenti.

Ia mulai turun, menghembuskan napas dengan lembut pada leher Sarah yang seketika membuat gadis itu merinding dan bergetar. Kecupan demi kecupan seakan mengukur panjang leher jenjang Sarah, menandai setiap inci kulit mulusnya.

Tangan nya mulai menelusup ke balik dress yang di kenakan Sarah, hingga gadis itu mulai mendesah dengan setiap sentuhan Rovano.

Rovano gila, ia tergila-gila pada Sarah.

‘TOK-TOK-TOK!

1
AmJiyeon
ceritanya seru, pokoknya banyak Plotwist
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!