𝐑𝐢𝐳𝐮𝐤𝐢 𝐦𝐞𝐧𝐣𝐚𝐥𝐚𝐧𝐢 𝐡𝐚𝐫𝐢 𝐧𝐲𝐚 𝐝𝐞𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐢𝐝𝐞𝐧𝐭𝐢𝐭𝐚𝐬 𝐠𝐚𝐧𝐝𝐚. 𝐡𝐚𝐫𝐢-𝐡𝐚𝐫𝐢 𝐧𝐲𝐚 𝐛𝐞𝐫𝐣𝐚𝐥𝐚𝐧 𝐭𝐞𝐫𝐚𝐬𝐚 𝐛𝐢𝐚𝐬𝐚. 𝐡𝐢𝐧𝐠𝐠𝐚 𝐝𝐢𝐚 𝐛𝐞𝐫𝐭𝐞𝐦𝐮 𝐝𝐞𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐬𝐞𝐨𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐰𝐚𝐧𝐢𝐭𝐚 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐦𝐞𝐧𝐠𝐮𝐛𝐚𝐡 𝐣𝐚𝐥𝐚𝐧 𝐧𝐲𝐚. 𝐝𝐚𝐧 𝐭𝐚𝐤𝐝𝐢𝐫 𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐦𝐞𝐧𝐠𝐮𝐧𝐠𝐤𝐚𝐩𝐤𝐚𝐧 𝐬𝐢𝐬𝐢 𝐥𝐚𝐢𝐧𝐧𝐲𝐚.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kazuki Taki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 3 - SISA TATAPAN.
Malam datang lebih cepat dari biasanya. Hujan belum benar-benar berhenti. Hanya berubah menjadi rintik tipis yang mengetuk kaca jendela kamar Vhiena dengan ritme pelan. Lampu meja belajar menyala hangat, menerangi buku-buku yang terbuka namun tak benar-benar dibaca.
Vhiena duduk di tepi tempat tidurnya. Tatapan itu masih terbayang. Mata biru yang tenang. Bukan menatap tajam, Bukan menatap lembut.
Hanya… hadir. "Kenapa aku kepikiran sih?" gumamnya pelan pada diri sendiri.
Ia menjatuhkan tubuhnya ke kasur, memeluk bantal. "Cuma orang lewat. Bahkan nggak senyum". Namun justru itu yang membuatnya berbeda. Dari dalam hati vhiena berbisik demikian.
Tidak ada usaha untuk terlihat menarik, Tidak ada ekspresi basa-basi, Tidak ada reaksi berlebihan. Tenang, Dan entah mengapa, ketenangan itu membuat Vhiena merasa… diperhatikan. Walau hanya sepersekian detik.
Ia menutup mata. Memeluk bantal makin erat. Bayangan payung hitam, Langkah yang mantap, Wajah yang setengah tertutup hujan. Jantungnya berdetak sedikit lebih cepat. "Aneh banget aku ini…" Dia berbisik kecil dalam hatinya.
Di sisi lain kota.
Apartemen lantai tinggi dengan kaca besar menghadap pusat kota. Rizuki berdiri di depan jendela tanpa lampu menyala. Hanya cahaya kota dan pantulan hujan yang menemani siluet tubuhnya.
Di meja kerja, terdapat dua ponsel, Satu ponsel pribadi, Satu ponsel khusus bisnis. Belum ada notifikasi penting malam ini. Ia memejamkan mata sejenak Namun yang muncul justru bukan laporan perusahaan. Bukan grafik, Bukan juga angka. Melainkan mata coklat hangat di bawah payung bermotif kecil.
Rizuki membuka mata perlahan. "Kenapa aku mengingatnya? Dasar". gumamnya datar Sambil tersenyum kecil yang terlihat dari sudut bibir nya.
Ia tidak terbiasa memikirkan seseorang yang tidak berkaitan dengan tujuan. Tidak berkaitan dengan strategi dan Tidak berkaitan dengan masa depan perusahaan.
Namun sore itu terasa berbeda Tatapan itu tidak memuja Tidak takut, Tidak menghindar Hanya… melihat. Seolah ia bukan siapa-siapa. Dan untuk pertama kalinya dalam waktu lama, Rizuki merasa dilihat sebagai manusia biasa.
Ia menghembuskan napas pelan. "Tidak penting," katanya pada diri sendiri. Namun ia tahu— Jika sesuatu tidak penting, Ia tidak akan memikirkannya dua kali.
Vhiena duduk kembali di meja belajar. Ponselnya berbunyi. Notifikasi dari grup chat dengan 2 sahabat nya muncul.
Ayu: "Masih kepikiran cowok payung hitam nggak?"
Wajah Vhiena langsung memanas. Vhiena: "Nggak! Apaan sih kamu."
Lala: "Mukamu tadi beda loh."
Vhiena mengetik cepat. Vhiena: "Cuma penasaran aja. Itu anak sekolah mana ya?"
Ayu: "Nah kan penasaran."
Vhiena melempar ponselnya ke kasur. "Bukan penasaran… cuma…" Ia tidak menyelesaikan kalimat dalam hati nya. Karena ia sendiri tidak tahu jawabannya.
Rizuki akhirnya duduk di kursi kerjanya. Ia mengambil ponsel pribadi menekan tombol dan Layar kosong. Ia tidak tahu nama gadis itu, Tidak tahu sekolahnya, Tidak tahu apa pun. Namun pikirannya menyimpan detail kecil.
Tinggi sekitar 155 cm, Rambut panjang layer, Senyum yang hampir muncul dan Mata coklat yang tampak ceria. Ia mengerutkan alis tipis. "Fokus." Ia menyalakan layar ponsel bisnis. Beberapa laporan dari Mira masuk. Rizuki membalas singkat dan profesional. Lalu ia kembali diam.
Untuk pertama kalinya Ia menantikan sore berikutnya. Bukan karena agenda namun Karena kemungkinan.
Hujan akhirnya berhenti sepenuhnya. Namun di dua tempat berbeda,
Dua hati masih menyimpan gema dari pertemuan singkat itu. Belum ada nama, Belum ada sapaan, Belum ada cerita Hanya sisa tatapan. Dan rasa yang belum mereka pahami.
Tinggal bilang nunggu si dia apa ssh nya si?/Slight/
SMA kls 3, trnyta CEO😌
cnth
"Tuan Rizuki, maaf mengganggu! Saya lihat lampu masih menyala." kata Mira./Smile/
tapi tergantung masing-masing cerita sih, hehehe
kak skip titiknya /Whimper/
Skip titiknya kak. /Bye-Bye/