NovelToon NovelToon
Istri Kesayangan Tuan Dexter

Istri Kesayangan Tuan Dexter

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Mafia / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:43.9k
Nilai: 5
Nama Author: Pa'tam

"Ini cek satu miliar. Tapi serahkan putri mu." Dexter.

Dexter yang dikenal dingin terhadap perempuan. Tapi tertarik pada seorang gadis yang ditemuinya.

Dengan caranya sendiri, dia memaksa untuk menikahi gadis itu. Bahkan tidak segan-segan memberikan cek senilai satu miliar.

"Pa, aku tidak ingin menikah dengan pria tua dan cacat." Wilona.

Sementara gadis yang diincar Dexter adalah Kiandra. Seorang gadis yang memiliki identitas ganda.

Siapa gadis itu sebenarnya? Apa yang istimewa dari gadis itu sehingga membuat Dexter tertarik? Bahkan rela mengeluarkan uang sebanyak itu untuk mendapatkan gadis itu.

Kalau penasaran baca yuk.

Cerita ini hanyalah fiksi belaka. Tidak ada kaitannya dengan kehidupan nyata.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pa'tam, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 24

Kiandra segera bangun dari tempat tidurnya. Dia ingin mandi terlebih dahulu sebelum berziarah ke makam neneknya.

Dexter tersenyum tipis, karena sejak semalam dia merasa cukup puas. Ditambah pagi ini, membuatnya semakin puas.

Setelah Kiandra selesai mandi, kini gantian Dexter yang mandi. Tidak butuh waktu lama, keduanya pun bersiap-siap untuk ke makam neneknya.

Baru saja keluar dari rumah. Suara helikopter terdengar dari kejauhan. Para warga berbondong-bondong keluar rumah untuk melihat helikopter tersebut.

Kiandra dan Dexter saling pandang. Keduanya menunggu helikopter yang suaranya terdengar semakin mendekat.

Para warga berteriak melihat helikopter yang berada di atas desa mereka. Hingga helikopter itu mendarat di tempat lapang.

"Mama Gina," gumam Kiandra.

Dexter menoleh ke Kiandra, dia tahu yang datang itu adalah ibu angkatnya Kiandra. Mereka pun mengikuti warga yang berjalan menuju tanah lapang.

Setibanya di sana, helikopter tadi sudah mendarat. Keluar empat orang dari dalam helikopter itu. Sementara sang pilot menunggu di dalam.

Kiandra langsung tersenyum melihat kedatangan Regina. Namun pandangan Regina tertuju pada pemuda yang ada disamping Kiandra.

Regina bersama dua orang pengawal dan satu asistennya pun mendekat. Dari jarak sepuluh meter, Regina pun berhenti.

Regina memberi kode kepada dua pengawalnya. Keduanya pun mengangguk mengerti. Tanpa bicara apapun, kedua pengawal Regina langsung menyerang Dexter.

Dexter memang tidak punya persiapan. Tapi bukan berarti dia lengah. Saat diserang oleh pengawal Regina, Dexter pun otomatis menghindar.

Para warga pun heran, tapi mereka tidak berani berkata-kata. Mereka menyingkir menjauh melihat perkelahian mereka.

Regina memperhatikan gerakan Dexter yang terlihat gesit. Kemudian Regina memerintahkan asistennya untuk ikut menyerang.

Tiga lawan satu memang tidak seimbang. Tapi Dexter mampu mengimbangi lawannya. Walaupun ketiganya cukup tangguh, tapi Dexter juga bukan orang sembarangan.

"Aaaaaaa!" Sang asisten memekik karena terkena tendangan keras dari Dexter.

Sang asisten mundur beberapa langkah, tapi tetap bertahan dan tidak sampai terpental ke tanah.

"Huh, boleh juga. Dia suamimu?" tanya Regina pada Kiandra.

"Iya Mama Gina. Tampan, bukan?"

"Untuk apa tampan kalau tidak bisa menjaga mu."

Kiandra bergelayut manja di lengan Regina. Sudah beberapa bulan dia tidak bertemu ibu angkatnya itu.

Regina tertegun melihat Dexter sudah berhasil mengalahkan dua orang pengawalnya. Kini, sang asisten kembali menyerang Dexter.

"Cukup!" Terdengar suara lantang. Sang asisten dan Dexter pun menghentikan pertarungan mereka.

Dua pengawal Regina pun bangkit, keduanya memegangi perutnya yang terasa sakit. Wajah keduanya juga terlihat memar bekas pukulan.

"Sekarang hadapi aku," kata Regina.

"Mama Gina ...." Kiandra hendak mencegah Regina. Namun Regina tetap ingin menguji Dexter.

"Kenapa? Kamu takut aku mencelakai suamimu?" tanya Regina.

"Aku takut, mama Gina yang celaka." Tapi ucapan itu hanya diucapkan Kiandra dalam hati.

Sang asisten dan kedua pengawal Regina pun mundur. Kini Regina yang maju hendak melawan Dexter.

"Serang aku," kata Regina.

"Maaf Tante, aku tidak ingin bertarung dengan wanita," ucap Dexter.

"Sombong. Huh, aku tahu, kau takut kalah, bukan?"

"Tidak ada kata kalah dalam sejarah hidupku."

Regina tersenyum miring. Dia bisa melihat aura yang cukup kuat dalam diri Dexter. Regina bisa menebak, jika pemuda didepannya ini bukan orang sembarangan.

"Kamu tidak salah pilih, Kiandra," batin Regina. Kemudian dia menoleh ke Kiandra, lalu kembali menatap Dexter.

Tanpa aba-aba, Regina langsung melancarkan serangannya. Walaupun sudah berusia kepala empat, tapi gerakannya tetap enerjik.

Mungkin karena Regina dulunya ratu di dunia bawah. Sehingga, walau sudah berumur tetap memiliki kekuatan.

Dexter menghindar ketika Regina menyerangnya dengan tendangan. Regina memutar tubuhnya, kemudian dengan kaki sebelahnya kembali menendang Dexter.

Dexter hanya menangkis kaki Regina. Kemudian Regina menendang lagi. Kali ini, Dexter memblokir tendangan Regina menggunakan kakinya.

"Huh, hebat juga kamu anak muda. Tapi kamu tidak tahu sedang berhadapan dengan siapa?"

"Aku tahu Tante. Tante adalah mantan ratu dunia bawah. Tante juga sahabat baiknya almarhumah ibu mertuaku."

"Bagaimana kamu bisa tahu? Apa Kiandra yang menceritakan semuanya?"

"Tidak, semua informasi tentang Tante Regina, aku tahu."

"Siapa dia sebenarnya? Kenapa dia bisa tahu tentang aku. Kiandra sendiri tidak tahu kalau aku adalah sahabat mamanya," batin Regina.

Ya, Regina tidak memberi tahu kalau dia adalah sahabat mamanya Kiandra. Regina hanya mengangkat Kiandra sebagai anaknya saja. Lalu dijadikan sebagai penerusnya.

Dengan harapan, Kiandra dapat membalas perbuatan Basuki dan Maura. Dan juga, Regina ingin Kiandra menjadi lebih tangguh dan tidak gampang ditindas.

"Siapa kamu sebenarnya anak muda?"

"Aku Dexter Tante, suaminya Kiandra."

Regina teringat, jika hacker andalannya saja tidak bisa mencari informasi tentang Dexter. Terbukti, jika Dexter bukan orang sembarangan.

"Mama Gina sudahlah. Suamiku bukan tandingan kalian," kata Kiandra.

"Tapi aku belum puas kalau belum mengalahkannya," kata Regina.

Tadinya Regina hanya ingin menguji Dexter. Namun, setelah melihat kemampuan bertarung nya Dexter, Regina pun merasa tertantang.

"Baiklah, aku siap meladeni Tante," kata Dexter. "Bila perlu, maju kalian semua," tambahnya seolah menantang.

Regina tersenyum, dia mengatakan jika dia sendiri saja sudah cukup. Kemudian Regina membuat aturan, jika dalam sepuluh pukulan dia tidak bisa mengalahkan Dexter, maka dia akan mengaku kalah.

Dexter pun setuju. Kali ini keduanya sedikit menjauh. Para warga yang menyaksikan mereka pun dibuat tegang.

Bagaimana tidak? Mereka hanya melihat aksi bertarung hanya di film-film action saja. Tapi kali ini mereka dapat menyaksikan secara langsung.

Dexter dan Regina kembali bertarung. Kali ini Dexter terlihat lebih serius dari sebelumnya. Tadi, ketika Regina menyerang, Dexter tidak terlalu serius meladeni nya.

Regina kembali menyerang dengan menendang. Tapi Dexter berhasil menangkap kaki Regina.

Kemudian Dexter menarik kaki Regina. Sehingga Regina hanya mampu memekik. Kemudian Dexter mendorong kaki Regina. Regina pun terhuyung dan terpental ke belakang.

Beruntung asistennya dengan cepat menangkap tubuh Regina, sehingga Regina tidak sampai jatuh ke tanah.

"Hanya segitu kekuatan ratu mafia?" Ejek Dexter.

Regina menjadi emosi karena merasa diremehkan. Sewaktu menjadi ketua di dunia bawah, Regina tidak menemukan lawan yang benar-benar kuat.

Regina kembali menyerang dengan membabi buta. Dexter hanya mengimbangi lawannya. Setelah beberapa menit, Regina belum juga dapat mengalahkan Dexter.

"Cukup, cukup. Aku mengaku kalah," katanya dengan nafas ngos-ngosan.

"Kalau dari tadi, kan enak? Tidak perlu Tante buang-buang tenaga," ujar Dexter.

Regina memeluk Kiandra. Kemudian dia berbisik dengan mengatakan jika Kiandra tidak salah pilih suami.

"Baiklah, aku harus kembali sekarang. Untuk kamu anak muda, jangan sampai kamu kecewakan putriku, jika sampai itu terjadi, aku yang akan turun tangan langsung untuk membunuhmu."

Walaupun Regina mengucapkannya dengan nada lembut, tapi kedengarannya cukup tegas dan mengandung ancaman.

Regina akhirnya pun pamit. Kedatangannya ke sini hanya untuk memastikan, apakah suami Kiandra bisa diandalkan?

1
Cindy
lanjut kak
🇦 🇵 🇷 🇾👎
zio
Nice1808
keluarga handerson tiada tanding kebaikannya, klo dunia nyata ada mungkin kita ikut senang🤣ini dunia novel🤭👍👍👍lanjut thor
Lucy
lanjut double up thor🤭dexter dan kiandra bnr2 org baik🤭😄👍
Sani Srimulyani
andai saja keluarga Henderson ada di dunia nyata, pasti rakyat ikut sejahtera....
Pa'tam: Hehe, kenyataannya semuanya hanyalah khayalan penulisnya semata.
total 1 replies
Sani Srimulyani
Henderson dilawan.....🤭
Cindy
lanjut kak
dik sugiyantoro
kalo mama regina dulu ratu dunia bawah berarti kenal dong dong dengan papa zio papanya Dexter, kan sama mantan pimpinan dunia bawah sebelum diteruskan oleh Dexter.
kaylla salsabella
eh... datang cuman buat duel uji nyali🤣🤣🤣
Astuti tutik2022
"Dan aku pastikan Itu tak akan pernah terjadi" 🤣🤣🤣.kata hati Dexter
Nice1808
🤣🤣🤣Datang cuma mau ngetest suaminya kiandra tapi regina salah krna suami kiandra gk trklaahkan palagi keturunan kluarga Henderson dan mafia 🤣🤣
Lucy
hahaha DTG cuma mau menguji suami kiandra🤭tapi salah kalian kalah dgn keturunan kluarga henderson
StAr 1086
Dateng cuma untuk menguji Dexter doang....
Cindy
lanjut kak
StAr 1086
Next
Astuti tutik2022
Tenanglah nyonya Regina Kiandra tdk slh plih suami. dijamin 100persen setia.
Dewi kunti
doyan ya Ama yg legit2😄😄😄😄😄
Dewi kunti
kuliahnya sejak tadi gitu😄😄😄😄
kaylla salsabella
lanjut thor
Sani Srimulyani
ternyata yang menjadi ibu angkatnya Kiandra sahabat baik ibunya. Pantesan selama ini dia dididik dengan baik dan juga keras, takutnya salah pilih suami seperti ibunya.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!