NovelToon NovelToon
SUARA 2 [RUKMINI]

SUARA 2 [RUKMINI]

Status: sedang berlangsung
Genre:Horror Thriller-Horror / Iblis / Hantu
Popularitas:30k
Nilai: 5
Nama Author: Ratna Jumillah

"Manut yo, nek gak manut koe mau jadi anak durhaka!?"

"Perempuan iku musti ayu! musti lues! musti biso sekabehane! Koe ndak perlu berpendidikan tinggi, cukup jadi perempuan yang cantik, semua materi datang padamu, nduk."

Lahir dari keluarga miskin, tinggal di rumah gubuk, tapi memiliki orang tua yang berambisi tinggi untuk menjadi kaya. Rukmini, di tempa menjadi anak yang serba bisa. Dia anak satu - satunya tapi tercekik oleh ke egoisan orang tuanya, sehingga tumbuh dendam dan kebencian pada orang tua nya.

Dia melawan aturan, melawan takdir bahkan melawan Tuhan nya, dengan membuat ikatan perjanjian darah dengan yang gelap hanya agar dia bebas dari orang tua nya, tidak peduli apa konsekunsinya..

"WANI TEKO WANI MATI!"

[Novel RUKMINI ini adalah kisah lengkap tentang Rukmini, Sosok ibu yang ada di novel SUARA]

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ratna Jumillah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPS. 29. Saya sudah tidak berharap lagi. [RUKMINI]

Hari terus berjalan, dan tiap malam nya Rukmini masih melayani tamu - tamu nya seperti biasa. Ibunya juga sudah beraktivitas seperti biasanya, hanya saja dia kini lebih sering di bentak - bentak suaminya.

Dan lagi, semua uang yang sudah susah payah ibunya Rukmini simpan, habis di bawa ayah Rukmini untuk berjudi. Rukmini tidak berkomentar apapun, baginya itu bukan urusan nya sama sekali. Fokus nya hanya menyenangkan dirinya dan tamu - tamu nya.

Seperti malam ini, dia masih melayani tamu - tamu penting nya, Ibunya yang menemani tamu di luar, sementara ayah nya.. Entah pergi kemana.

"Aku mau pindah, kang." Ucap Rukmini, dia sedang berada di pelukan seorang pria di atas ranjang.

"Pindah kemana toh? Nanti saya cari kamu nya gimana, den ayu?" Ucap pria itu, sambil membelai wajah Rukmini.

Bukan tanpa alasan Rukmini bercerita pada pria itu, pria itu adalah juragan besar dan orang yang memiliki pengaruh di desa. Asal pria itu bicara, orang lain juga pasti akan ikut ucapan nya. Rukmini akan memanfaatkan pria itu sebagai kartu jitu nya..

"Ada kios di pasar, saya akan pindah di sana. Kalo sampean kangen saya, datang saja ke sana." Ucap Rukmini sambil tersenyum.

"Bilang saya, saya beli kios nya." Ucap pria itu, Rukmini lalu bangun dari posisi nya dan duduk membelakangi pria itu.

"Sudah tak beli.. Tapi.." Ucap Rukmini, dia mengambil lintingan rokok yang ada di meja kecil dan menyalakan nya.

"Tapi apa?" Tanya Juragan itu, dia duduk dan mendekap Rukmini dari belakang.

"Fuhhh.." Rukmini menyemburkan asap rokok nya.

"Tapi sepertinya pelanggan saya akan berkurang, bagaimanapun kios itu baru dan semua orang cuma tau tempat iki." Ucap Rukmini, si juragan terkekeh..

"Jangan khawatir, ada saya. Katakan saja kamu mau bagaimana den ayu, saya bantu.." Ucap si juragan dan Rukmini tersenyum.

"Terimakasih, kang mas." Ucap Rukmini, dia tersenyum dan juragan itu mengecup pipi Rukmini.

"Kenapa koe ndak mau jadi istriku saja toh, den ayu? Jadi ndak perlu melayani yang lain." Ucap si juragan, dia sudah jatuh hati pada Rukmini.

Rukmini terdiam.. Dia masih tidak bisa lupa dengan kejadian dulu, saat dia menunggu ada orang yang mau memperistrinya. Dulu pandangan semua orang masih sebatas jijik dan kotor pada Rukmini, meng cap dia sebagai perempuan binal yang menjijikan.

Dulu dia di remehkan oleh semua orang dan bahkan ada yang bilang, tidak akan ada orang yang mau menikah dengan perempuan kotor seperti nya.

"Aku suka seperti ini." Ucap Rukmini, dia tersenyum..

Tidak ada kata kembali bagi Rukmini, semua sudah terlambat baginya. Dia sudah tidak ingin menyelamatkan dirinya seperti dulu, dia hanya ingin menikmati hidup nya, dan membalas dendam pada dua orang yang sudah membuat nya hidup kotor seperti itu.

"Sudah waktunya sampean gantian sama yang lain, toh.." Ucap Rukmini, si juragan itu mendengus..

"Aku ndak rela, malam iki.. Koe tak bayar full saja mau?" Ucap juragan itu, Rukmini tersenyum dan menggeleng.

"Ndak bisa kalo di sini, tunggu nanti pindah ke kios baru boleh." Ucap Rukmini, Dia tidak mau uang hasil keringatnya akhir nya di nikmati orang tua nya.

"Yo wes.. Tak tunggu kabar baik nya den ayu." Ucap si juragan, dia lalu berpakaian.

"Terimakasih, kang mas." Ucap Rukmini lembut, si juragan lalu keluar..

Rukmini tersenyum setelah pria itu pergi, rencana nya berhasil. Dia akan memanfaatkan pengaruh orang itu dengan tubuh nya, dia akan membuat mereka tunduk padanya dengan tubuh nya.

"Masuk, kang.." Panggil Rukmini dengan suara lembut nya, dan pria lain lagi masuk kedalam kamar.

"Den ayu.. Kakang kangen sekali." Rukmini tersenyum melihat satu lagi calon budak nya.

\=\=\=\=\=\=\=

Lalu beberapa hari setelah nya tibalah hari kamis, hari yang Rukmini tunggu. Rukmini sedang duduk di depan meja rias nya dengan memakai kebaya Kartini warna cokelat dan rambut nya di urai, tak lama dia mendengar beberapa orang sepertinya datang ke rumah nya, dia tersenyum.

"Sudah datang.." Gumam nya.

Rukmini bangun dan kemudian berjalan keluar, terlihatlah ibunya yang sedang dalam keadaan tidak sadarkan diri berada di panggul oleh seorang pria yang memakai jubah merah. Ada dua orang laki - laki yang datang dan satu lagi wa Minten.

"Den ayu.." Sapa mereka, Rukmini mengangguk.

"Bawa dia ke rumah, buat dia hamil." Ucap Rukmini, dan dua orang itu mengangguk dan mereka pergi dari rumah itu.

Sementara Rukmini dan wa Minten, mereka berdiri di depan pintu menyaksikan ibunya Rukmini di bawa pergi.

"Den ayu.. Waktunya ritual." Ucap wa Minten dan Rukmini mengangguk.

Di rumah itu sepi, ayah Rukmini selalu tidak pulang akhir - akhir ini setelah terlibat judi. Rukmini menjalankan ritualnya seperti biasa dan di bantu wa Minten.. Dan seperti biasa juga, di tengah - tengah ritual itu Rukmini memakan sesuatu yang seperti darah.

"Mbok, aku mau tanya." Rukmini membuka percakapan

"Monggo, den ayu." Jawab wa Minten.

"Anak - anakku.. yang di gugurkan, di kemankan?" Tanya Rukmini, karena dia ingat saat di perjamuan dia makan bayi.

"Den ayu.. janin - janin itu, bapak dan ibumu kasih kan ke anjing inguan di sawah." Jawab wa Minten, Rukmini tertegun.

"Kasih kan ke anjing?!" Ucap Rukmini, dan wa Minten mengangguk.

"Iyo, den ayu." Jawab wa Minten..

Hatinya rasanya sakit mengetahui janin nya di berikan ke anjing, meski Rukmini juga tidak ingin anak itu ada.. Tapi mendengar nya dia sakit hati. Alangkah lebih baik kalau janin itu di kuburkan, tapi orang tua nya malah menyuruh nya di berikan ke anjing.

Rukmini dulu masih belum memiliki rasa ingin mempertahankan anak - anak nya, tapi semakin kesini di kehamilan nya yang kesekian kali, ada tumbuh rasa sayang..

"Nanti, setelah ibuku hamil, berikan juga janin nya ke anjing. Berikan, biar dia lihat langsung." Ucap Rukmini, wa Minten mengangguk.

Di tempat lain..

Di rumah londo, ibunya Rukmini terbangun setelah beberapa lama pingsan. Dia terkejut mendapati dirinya berada di ruangan serba merah dan dia mendengar suara ramai banyak orang.

"Iki dimana!?" Gumam nya, dia hendak bangun tapi tidak bisa karena kedua tangan nya di ikat.

"Sudah bangun?"

Ibunya Rukmini terkejut mendengar suara laki - laki asing, dia adalah ki Gading. Ki Gading berdiri menggunakan pakaian serba hitam nya, dan menatap ibunya Rukmini dengan tatapan datar.

"Sopo koe?! Kenapa aku di ikat ngene!?" Ucap ibunya Rukmini, dia berusaha melepas talinya.

"Aku di tugaskan oleh den ayu, untuk memastikan koe di sini. Ndak perlu melawan, toh koe juga ndak akan bisa lari dari sini." Ucap ki Gading, ibunya Rukmini terkejut.. Rukmini yang memerintah.

"Opo maksudmu?! Mana Rukmini, mana dia!?" Teriak ibunya Rukmini.

"Koe memang suka teriak - teriak, nek gitu.. Malam iki koe akan teriak - teriak tanpa henti." Ucap ki Gading, dia lalu berjalan pergi keluar.

"Heh!! Lepaskan aku!" Teriak ibunya Rukmini..

Tapi wajah nya pias saat melihat ada beberapa laki - laki masuk ke dalam sana dan menatap nya dengan senyum aneh.

"Mau apa kalian!? Aku wes due bojo!" Ucap nya, tapi kemudian para laki - laki itu maju menghampiri ibunya Rukmini.

Ibunya Rukmini ketakutan karena tatapan mata mereka seperti tatapan orang lapar, mereka menyeringai dan mulai merobek pakaian ibunya Rukmini.

"Ndak! Ndak boleh!! Ndaaaakk!!!!"

BERSAMBUNG!

1
SENJA
hmmn apa khalid awal kejatuhan mini
Nureliya Yajid
semangat thor lanjut
Nureliya Yajid
lanjut thor
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Astaghfirullah... Kenapa harus mengorbankan orang lain? kenapa tidak kalian saja🥺
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Tipu daya iblis memang sedahsyat itu😣
@ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ ⍣⃝🦉ꪻ꛰͜⃟ዛ༉
untung istri khalid nurut
🏫⃟Sᵐᵖpocing😹
ish bengisnya s rukmini
Desyi Alawiyah
𝘠𝘢 𝘈𝘭𝘭𝘢𝘩, 𝘬𝘢𝘴𝘪𝘩𝘢𝘯 𝘢𝘯𝘢𝘬 𝘪𝘵𝘶... 𝘋𝘢𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘭𝘦𝘣𝘪𝘩 𝘬𝘢𝘴𝘪𝘩𝘢𝘯 𝘯𝘦𝘯𝘦𝘬𝘯𝘺𝘢 𝘴𝘪𝘩
Hary Nengsih
sadis nget
Desyi Alawiyah
𝘜𝘥𝘢𝘩𝘭𝘢𝘩 𝘒𝘩𝘢𝘭𝘪𝘥, 𝘣𝘪𝘢𝘳𝘪𝘯 𝘢𝘫𝘢 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘴𝘦𝘴𝘢𝘵.. 𝘠𝘢𝘯𝘨 𝘱𝘦𝘯𝘵𝘪𝘯𝘨 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘪𝘯𝘨𝘢𝘵𝘬𝘢𝘯...

𝘈𝘥𝘢𝘱𝘶𝘯 𝘯𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘵𝘦𝘳𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘴𝘦𝘴𝘶𝘢𝘵𝘶, 𝘪𝘵𝘶 𝘵𝘢𝘯𝘨𝘨𝘶𝘯𝘨 𝘫𝘢𝘸𝘢𝘣 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢.. 😫
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉andiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ: iyaa, malah nurut sama dukun 😌
total 3 replies
Desyi Alawiyah
𝘗𝘢𝘩𝘢𝘭𝘢 𝘰𝘱𝘰 𝘵𝘰𝘩 𝘥𝘦𝘯 𝘈𝘺𝘶... 😯😌
≛⃝⃕|ℙ$ °🫧•𖨆٭ Ŋบ𝑟ļịãŊã꙳○𖨆°
Hhhmmm 😤😤
≛⃝⃕|ℙ$ °🫧•𖨆٭ Ŋบ𝑟ļịãŊã꙳○𖨆°
Sudah khalid percuma ngomong sama ibliss 😤
ᥫ᭡◦•●◉✿ 𝑟𝑖𝑠𝑘𝑎 ✿◉●•◦ᥫ᭡
astaghfirullah, kenapa sampai mengorbankan orang yang tidak berdosa tidak ini semakin tidak bener saja sesatnya sudah keterlaluan sekali mereka bukan manusia lagi tapi iblis, semoga segera nanti ada yang bisa menumpas mereka semua 😭😭
intan naysila
ya Allah rukmini makin sesat aja, kasian Khalid.. dia mau menyelamatkan justru dia terancam dan terpojok
zoeyy
😍😍
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Yg namanya iblis, pasti aja terus²an nyari cara buat menyesatkan😣
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Ya Allah... Semoga kita semua terhindar dari orang² seperti Rukmini ini
Desyi Alawiyah: 𝘈𝘮𝘪𝘯 𝘺𝘢 𝘳𝘢𝘣𝘣𝘢𝘭 𝘢𝘭𝘢𝘮𝘪𝘯.. 🤲
total 1 replies
SENJA
ih mini tega banget 😤
@ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ ⍣⃝🦉ꪻ꛰͜⃟ዛ༉
bener bener sangat sesat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!