NovelToon NovelToon
Tiba-tiba Jadi Istri Petani Tampan

Tiba-tiba Jadi Istri Petani Tampan

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Fantasi Wanita / Penyeberangan Dunia Lain
Popularitas:12.1k
Nilai: 5
Nama Author: Aida

Luna, seorang mahasiswi jurusan teknologi informasi semester akhir selalu begadang mengerjakan tugas-tugasnya yang menumpuk. Suatu malam ia tertidur di meja belajar bersama tumpukan kertas-kertas nya lalu tiba-tiba ia merasa seperti jatuh dari kursi. Tapi saat ia membuka matanya rupanya ia berada di dalam tubuh seseorang yang mirip dengannya. Ia yakin itu bukan dirinya yang sebelumnya. Tempat itu juga sangat asing baginya. Dan yang lebih mengejutkan lagi adalah seorang pria tampan berparas lembut berbicara padanya. "Annette, kau sudah lebih baik ? Bangunlah, aku membuatkan mu sarapan,"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ada apa di kamar Ibu ?

"Aku mencintaimu, Annette. Aku mencintaimu. Hanya kau yang aku punya di dunia ini. Aku berjanji akan menjagamu dari hal yang buruk. Jangan tinggalkan aku seperti ayah dan ibuku," kata Leon terisak lagi. Ia mencium kedua tangan Annette dan dapat Annette rasakan tangannya basah oleh air mata.

"Leon..." kata Annette ikut menangis juga.

"Aku benar-benar takut kau terluka. Tapi aku bersyukur kau baik-baik saja. Besok aku akan memberi uang pada pengemis di jalanan sebagai bentuk rasa bahagia ku," kata Leon memeluk Annette.

Sebenarnya Annette masih bingung kenapa Leon bersikap seperti ini. Dan lagi, suaminya itu tadi juga mengatakan mencintai nya. Benarkah begitu ?

Tapi bukan itu yang dipikirkannya sekarang. Ia penasaran kenapa Leon bisa ada disini sekarang. Bukannya ia mengatakan akan menjemput lima hari lagi.

"Leon, kau kenapa ada disini ?" tanya Annette setelah Leon melepaskan pelukannya.

"Karena aku merasa sesuatu buruk menimpamu. Makanya aku memutuskan untuk datang sekarang," jawab Leon mantap sembari membetulkan rambut Annette yang acak-acakan.

"Tapi kau bilang tidak bisa meninggalkan orang-orang yang akan panen ?" tanya Annette mengingat ucapan Leon kemarin.

"Itu juga penting. Tapi tidak ada yang penting selain dirimu," jawab Leon. Mendengar itu hati Annette menjadi berdebar tidak karuan. Bibirnya melengkung membentuk senyum yang ia yakini tidak akan surut sampai esok hari.

"Kau pasti lapar. Ayo kita mencari makanan," ajak Annette. Ia bangun dari ranjang dan menarik tangan Leon.

"Tidak, Annette. Aku tidak lapar. Tapi antar aku ke kamar mandi saja," kata Leon dan Annette mengangguk. Mereka berdua berjalan bersebelahan diantara remang-remang cahaya lampu.

Annette sejak tadi tersenyum senang memikirkan Leon yang mulai peduli padanya. Ia menganggap jika Leon dulunya tidak seperhatian ini pada pemilik tubuh asli ini.

Setelah selesai urusan di kamar mandi, Leon dan Annette ingin kembali ke kamar Annette. Namun di tengah jalan Annette ingat dengan sebuah ruangan yang ingin ia masuki. Yaitu kamar mendiang ibunya.

Setelah mengatakan semuanya pada Leon, akhirnya kini keduanya berdiri di depan kamar tersebut dengan Leon yang membawa alat panjang dari besi yang akan ia gunakan untuk mendobrak pintu.

"Apa tidak apa-apa jika aku merusak pintunya ?" tanya Leon tidak yakin. Pasalnya ia hanya tamu disini dan sekarang ia berencana merusak sesuatu di dalam rumah ini.

"Tidak apa-apa. Ini kamar ibuku. Aku penasaran isi di dalamnya kenapa sampai dikunci seperti ini," jawab Annette berusaha meyakinkan Leon.

Setelah mendengar beberapa kalimat rayuan Annette, akhirnya Leon pun mulai membuka pintu tersebut dengan perlahan agar tidak mengeluarkan suara berisik yang nantinya akan membangunkan penghuni rumah yang lain.

Leon dengan mudah membuka pintu itu tanpa merusaknya dengan parah. Annette bersorak gembira atas keberhasilan Leon. Ia bahkan mencium pipi Leon kiri dan kanan yang seketika membuat Leon membeku di depan pintu.

Sedangkan Annette mulai masuk ke dalam kamar yang gelap dan berbau lembab itu. Ia mengambil pelita dari lorong dan membawanya masuk.

Leon masih tetap berdiri dengan senyum tertahan di bibirnya. Hanya menolong Annette seperti ini ia mendapatkan hadiah dua buah ciuman.

"Apa tidak ada pekerjaan lagi ?" gumam Leon tertawa kecil. Lalu ia mengikuti Annette masuk setelah mengambil lampu gantung kecil di dekat pintu.

"Kamar ini sangat kotor dan tidak terawat. Hati-hati mungkin saja ada binatang yang bersembunyi disini," kata Leon.

"Iya," jawab Annette mengangguk tanpa menoleh pada Leon. Ia sedang fokus mencari sesuatu yang ia anggap penting sampai hatinya kekeh menuntunnya ke tempat ini.

Annette berjalan pelan ke sisi ranjang dan kakinya tidak sengaja menendang sesuatu yang berada di bawah ranjang.

Sebuah buka tua dengan lembaran nya yang berwarna kuning. Tulisannya besar dan menggunakan huruf sambung. Setiap lembarnya diberi tanggal dan nama pembuatnya.

'Ini seperti buku harian di dunia modern,' gumam Annette lalu membawanya. Kemudian ia melihat ke tempat lain.

"Annette, sebenarnya kau mau mencari apa ? Disini tidak ada apa-apa selain ranjang tua dan lemari kayu yang hampir lapuk," kata Leon. Sembari mendorong lemari itu hingga bagian yang sudah termakan rayap hancur seketika.

"Aku tidak mencari apa-apa. Hanya penasaran saja kenapa ruangan ini dikunci seperti itu. Jika dibersihkan dan diganti ranjang baru kan sudah bisa ditempati," jawab Annette.

"Benar juga. Mungkin ayahmu memiliki alasan lain," balas Leon sembari menguap.

Melihat Leon yang terlihat mengantuk, akhirnya Annette memutuskan mengajak Leon kembali ke kamar dan melanjutkan untuk melihat ruangan ini esok hari. Barangkali jika siang sinar matahari bisa masuk lewat jendela dan mempertajam penglihatan nya.

Leon dan Annette berjalan pelan sambil bergandengan tangan. Leon membawakan buku yang Annette temukan tadi setelah membersihkannya dulu.

Sesampainya di kamar, Leon segera berbaring sebab matanya sudah begitu lengket rasanya. Jam mekanik pun juga sudah menunjukkan pukul dua dinihari. Itu artinya sebentar lagi pagi akan datang.

"Kemarilah. Aku ingin memelukmu," pinta Leon sembari melebarkan lengannya. Tanpa malu-malu Annette pun masuk dalam pelukan Leon dan memeluk Leon juga.

Mereka memejamkan mata setelah saling mengucapkan selamat malam dan mimpi indah.

...

Seperti yang Annette duga, jika Nyonya Vivian pasti akan marah besar jika kamar mendiang Nyonya Isabela dibuka. Pagi datang namun sinar matahari pun belum memasuki setiap celah rumah namun suara teriakannya mampu memecahkan telinga orang yang mendengarnya.

"Kenapa kau berteriak di pagi hari, Vivian. Suaramu bisa mengalahkan suara lonceng di menara," sentak Tuan Wiles menghampiri Nyonya Vivian yang sudah berkacak pinggang di depan pintu kamar yang sudah rusak itu.

Ia merasa sebal dengan istrinya itu yang menggangu tidurnya. Padahal ia merasa tubuhnya amat lelah dan butuh lebih banyak beristirahat.

"Lihatlah, suamiku. Siapa yang berani-beraninya membuka pintu ini ?" kata Nyonya Vivian menunjuk pintu kamar yang sudah rusak. Ia merasa menjadi orang pertama yang mengetahuinya dan pasti Tuan Wiles membela nya.

"Hanya karena sebuah pintu kau berteriak sampai sekencang itu ?" tanya Tuan Wiles sembari menatap tajam pada Nyonya Vivian.

Melihat respon Tuan Wiles yang tidak sesuai harapan, Nyonya Vivian jadi bingung sendiri. Kenapa bisa seperti ini ? Kenapa Tuan Wiles tidak marah. Bukankah yang memberi perintah mengunci pintu itu adalah ia sendiri. Ya, meskipun atas permintaannya juga.

"Kenapa kau jadi sesantai itu ? Bukankah Isabela meninggal karena sakit parah dan itu menular. Bagaimana kalau sisa-sisa penyakit itu menyebar keseluruh penjuru rumah ?" tanya Nyonya Vivian sekalian memprovokasi.

"Tidak akan. Isabela sudah lama tiada. Dan penyakitnya pun pasti juga sudah hilang dimakan waktu. Kau jangan berpikir yang tidak-tidak," kata Tuan Wiles sedikit jengkel. Lalu ia meninggalkan Nyonya Vivian sendirian yang masih menggerutu tidak jelas.

Lebih baik kembali ke kamar dan tidur daripada mendengarkan ocehan istrinya yang sama sekali tidak bermutu.

...

1
Dew666
🌹🌹🌹🌹🌹
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
Pasti diracun
Susi Akbarini
apa rahasia yg akan anette temukan di kamaar ibunyaaa..

😍😍💪❤❤
Susi Akbarini
waaahhh..
paati meninggalnya diracun ama vivian..
❤😍😍💪💪💪❤❤❤
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
Siap2 annette bakal dijebak lagi
Susi Akbarini
akankah vivian kerahuan sama suaminya😍😍💪💪
Susi Akbarini
lnjutttt😍❤❤💪
Susi Akbarini
so Sweet...
❤❤❤💪💪💪
Susi Akbarini
mudah2an bapak anette nemu dakangnya dan ngehukum vivian dan emely..
🤣😄😄❤💪💪
Susi Akbarini
soga anettw selamat❤😍😍💪💪11
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
Nah loh kerjaan siapa tuh
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
Moga aja bpk na cepet sadar
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
Waah bikin esmosi aja nih duo racun 😤😤
aku
sisilia klo bs jgn pggil anet dg KAU. kurang sopan bacanya 🙏
Aida: Oke kak, othor perbaiki 🙏😄
total 1 replies
Susi Akbarini
lanjutttttt
😍❤❤❤💪💪💪💪
Dew666
😍😍😍😍😍
Susi Akbarini
sekamat gatal2 ya emely...
🤣😄❤❤💪
Susi Akbarini
apalagi yg akan vivian lakukan...
❤❤😍😍💪
Dwi Agustina
Semangat up trs othor 💪💪💪🫰
Dew666
🥰🥰🥰🥰🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!