Setelah hidup lontang-lantung selama separuh hidupnya, Denzel Bastian mengacaukan kehidupannya dengan tangan sendiri. Dia kehilangan istri dan ketiga anak kembar untuk selamanya. Hingga saat berada dalam lautan api, istri yang sudah bercerai bertahun-tahun dengannya tanpa ragu menerjang masuk ke kobaran api untuk mati bersamanya.
Denzel pun sadar, ternyata istrinya begitu mencintainya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leon Messi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 20
Bab 20 Denzel Kedatangan Tamu
Sepanjang sore, Denzel bolak balik antara Pasar Dongan Komplek Central Plaza dan tempat terpencil untuk memetik stroberi.
Memang agak melelahkan, tapi dia tidak punya pilihan. Vannya tidak terlalu besar, jadi muatannya juga tidak bisa terlalu banyak.
Saat bisnisnya mulai lancar, dia akan mempetimbangkan untuk membeli truk dagangan.
Ketika Denzel memetik stroberi di sore hari, dia melihat stroberi di ruang angkasa yang pertama kali dia petik sudah mulai berbunga lagi.
Denzel memperkirakan stroberi di ruang angkasa akan kembali mekar dalam satu hari.
Jika demikian, seharusnya lusa dia sudah bisa memanen stroberi baru untuk dijual.
Namun, menjual stroberi dari ruang angkasa juga bukan sebuah solusi.
Dengan popularitas saat ini,
dikhawatirkan kabar tentang stroberi ini akan menyebar ke seluruh kabupaten.
Suatu saat, jika ada kompetitor ataupun pelanggan yang penasaran dengan cara dia menanam stroberi itu, dia akan jatuh dalam masalah karena lahan stroberinya tidak berwujud.
Oleh karena itu, uang cepat ini hanya bisa diperoleh beberapa kali. Pertama, dia dapat menyelesaikan masalah mendesak. Kemudian dia bisa mencoba menanam buah-buahan di dunia nyata tanpa menggunakan Mata Air Ajaib di ruang angkasa. Jika dia berhasil, masalah itu bisa diatasi.
Pukul lima sore.
Di pintu keluar pasar, Denzel mengemasi barang-barangnya dan menyapa orang banyak yang berkumpul di depan vannya, "Saudara sekalian, stroberi hari ini sudah habis. Datanglah besok lusa kalau kalian masih ingin membelinya."
Ekspresi semua orang tampak muram ketika mendengar perkataan Denzel.
"Ah? Sudah habis? Sekarang bahkan belum jam lima, masih pagi. Pergilah dan ambilkan beberapa stroberi lagi! Tidak masalah kalau harganya lebih mahal! Aku dengar putri tetanggaku sangat bahagia setelah makan stroberi ini. Dia tadinya menangis karena tidak bisa mengerjakan soal, setelah memakan stroberi ini, dia langsung bisa menyelesaikannya! Aku juga ingin mencobanya pada anakku!"
"Aku lihat orang-orang di lingkungan sini sedang membagikan stroberi ini, mereka bilang orang dewasa maupun anak-anak suka memakannya dan mereka juga menjadi lebih segar! Begitu selesai bekerja, aku langsung bergegas kesini, tapi malah sudah habis? Bos, bisakah kamu mengambilkannya lagi! Kami akan menunggu di sini!"
"Aku juga!"
"Aku juga! Tidak masalah kalau lebih mahal!"
"Ya, kami sudah mengantre sekian lama. Ayolah, ambilkan semobil lagi!"
Denzel menutup pintu belakang van, berbalik dan berkata kepada semua orang, "Saudara semua, terima kasih karena kalian sangat menyukai stroberiku. Bukannya aku tidak mau mengambilkan sisa stok, tapi stroberi
Yang matang sudah dipetik semua.
Perkiraanku, stroberi yang lain akan matang pada lusa sore hari."
"Ketika stroberi berikutnya sudah matang, aku pasti akan membawanya ke sini untuk dijual. Sekarang pulanglah terlebih dahulu."
Mereka hanya bisa mengangguk dengan berat hati karena Denzel mengatakan stoknya sudah habis.
ya!" "Baiklah. Lusa kamu harus datang
"Iya! Tidak hanya datang saja, tapi aku akan menstok lebih banyak lagi."
"Iya benar!"
"Sia-sia aku mengantre sepanjang hari, tapi tidak mendapat apapun. Aku tidak akan datang lagi!"
"Aku juga!"
"Iya, aku juga!"
Di antara kerumunan itu, ada yang bisa memahami dan ada juga yang mulai memancing keributan.
Denzel tidak mengatakan apa-apa lagi. Setelah menjelaskan situasinya pada para pembeli, dia kembali menaiki vannya dan pergi.
Melihat kepergian van Denzel, semua orang tampak kecewa dan pulang dengan berat hati.
Denzel mengendarai mobilnya dan keluar dari kabupaten. Dia langsung mampir ke pompa bensin yang ada di pinggir jalan.
Denzel menurunkan jendela dan menyapa staf di samping, "Pertamax, penuh."
"Baik." anggota staf menjawab dan mulai mengisi pertamax dengan
Terampil.
Dalam waktu kurang dari satu menit, tangki bahan bakar van yang hampir habis sudah terisi penuh.
"Halo, total 35 liter, tiga ratus delapan puluh delapan ribu."
"Oke, tunggu sebentar ya."
Denzel mengulurkan tangannya untuk mengambil tas uang yang diletakkan di kursi penumpang di sampingnya. Dia mengambil tiga ratus sembilan puluh ribu dari tumpukan uang itu dan menyerahkannya kepada staf pompa bensin.
Gadis pekerja itu tidak sengaja melihat dua kantong uang di pelukan Denzel dan kursi penumpang. Seketika dia merasa pria yang mengendarai van terlihat sangat tampan!
Dia segera mengangguk dan
Mengulurkan tangan untuk menerima uang yang diserahkan Denzel. Dia mengeluarkan dua ribu dari kantong uang di pinggangnya dengan cepat dan menyerahkannya kepada Denzel, "Ini kembalianmu. Hati-hati di jalan."
"Terima kasih."
Denzel mengambil uang itu dan menjawabnya. Setelah itu dia baru menyalakan mobil dan perlahan keluar dari pom bensin.
Harus diakui, perasaan menghabiskan uang yang dihasilkan sendiri, sungguh sangat menyenangkan!
Pukul enam sore.
Denzel mengendarai mobil ke pintu masuk warung, dia memarkirkan mobilnya disana, kemudian mematikan mesinnya dan turun dari mobil. Dia
Melirik beberapa orang yang sedang bermain kartu di sebelah warung. Kemudian dia melihat Daniel. Denzel berjalan mendekati toko dan menyapa Daniel, "Paman, mobilnya sudah aku kembalikan. Terima kasih."
Daniel sedang fokus pada siaran nomor togel hari ini. Ketika dia mendengar sapaan Denzel, dia melambaikan tangan ke arah Denzel dan berkata, "Tidak usah sungkan."
Saat berbicara, matanya tetap tertuju pada kertas togel.
Denzel meletakkan kunci mobil di meja kasir, "Kuncinya sudah kukembalikan dan bahan bakarnya sudah kuisi penuh. Aku pulang dulu."
Usai berbicara, Denzel memasukkan tangannya ke dalam saku, kemudian berbalik dan melirik beberapa orang yang sedang bermain kartu di dekatnya. Dia ingin sekali ikut bermain, tapi dia
Berusaha untuk menahan dirinya dan segera pergi.
Sepanjang hari ini dia ingin sekali minum alkohol dan berjudi.
Tampaknya kebiasaan berjudi dan minum alkoholnya tidak bisa langsung hilang meskipun dia terlahir kembali.
Namun, Denzel harus menahan keinginannya, dia harus berhenti minum dan berjudi.
Saat Denzel berjalan pergi, beberapa orang di meja kartu tercengang.
"Hah? Denzel tidak bermain kartu hari ini?"
"Mungkin istrinya tidak memberinya uang, jadi tidak punya uang untuk berjudi."
"Tidak usah pedulikan dia. Jimmy keluarkan kartumu!"
"Jangan buru-buru!"
Daniel juga baru sadar. Denzel bilang dirinya sudah mengisi penuh bahan bakar mobilnya?
Isi penuh?
Apakah dia tidak salah mendengarnya?
Dari mana uangnya?
Untuk mengisi penuh tangki mobil van, setidaknya perlu empat ratus ribu!
Daniel berjalan keluar dengan ragu.
Dia mengambil kunci dan berjalan ke van, kemudian membuka pintu dan menyalakan mesin, saat melihat meteran gas yang hampir penuh, tatapannya membelalak!
Dia buru-buru menutup pintu mobil
Dan melihat ke arah Denzel. Memandang kepergian Denzel, Daniel bergumam, "Sepertinya kali ini dia menang banyak!"
Tangki bensinnya sampai diisi penuh!
Saat ini, Daniel juga sepertinya tiba-tiba teringat sesuatu. Rumah Denzel sepertinya kedatangan tamu!
itu! Dia lupa memberitahu Denzel hal
Salah satu orang yang sedang bermain di meja poker mendengar kata-kata Daniel, dia tercengang dan berdiri dari bangku, "Apa? Denzel memenangkan uang? Bukankah dia terkenal karena selalu sial!"
"Aduh, untuk apa peduli tentang dia. Cepat, giliranmu!"
"Eh tunggu satu lawan dua."
"Tak sanggup."
"Bom."
"Hei hei! Bom! Tiga kartu King!"
"Astaga!!!!"