Katarina Ayudia adalah siswi genius penerima beasiswa yang hidup sederhana, sementara Alarick Valerius adalah putra tunggal konglomerat sekaligus ketua geng motor yang ditakuti. Cinta mereka yang membara harus menghadapi tembok besar bernama Victoria Valerius, ibu Alarick, yang merancang fitnah keji untuk memisahkan mereka. Victoria mengancam masa depan Kate dan memanipulasi Alarick hingga pria itu percaya bahwa Kate adalah gadis oportunis yang telah mengkhianatinya dengan banyak pria.
Perpisahan pahit selama bertahun-tahun meninggalkan luka mendalam, Kate hidup dalam kemiskinan dan kerja keras demi bertahan hidup, sementara Alarick tumbuh menjadi CEO dingin yang menderita trauma psikologis berupa rasa mual hebat setiap kali menyentuh Kate karena bayangan fitnah masa lalu.
langsung baca aja dear😍
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pertemuan Keluarga yang Canggung
Drama di Universitas Harvard semakin memanas saat sebuah rahasia besar terungkap.
Di balik sikap angkuh dan mulut pedasnya di kelas, Andrea ternyata sedang mabuk kepayang. Ia merasa telah menemukan Pangeran Impian yang jauh lebih matang, hangat, dan tentu saja, tidak sedingin es seperti Xavier Cavanough.
Xavier sedang merapikan buku-bukunya di perpustakaan saat ia melihat Andrea berjalan terburu-buru menuju parkiran dengan wajah yang sangat ceria, pemandangan langka yang biasanya tertutup oleh wajah sombongnya. Karena rasa penasaran yang aneh, Xavier mengikuti langkahnya dari jauh.
Di sana, sebuah mobil mewah berwarna perak sudah menunggu. Seorang pria keluar dari kemudi, tersenyum lebar, dan langsung menarik Andrea ke dalam pelukan hangat.
"Aldrian!" pekik Andrea manja, sangat jauh dari citra wanita angkuh yang ia tunjukkan di kelas.
Xavier membeku di balik pilar. Jantungnya berdegup kencang karena terkejut. Pria itu adalah Aldrian, paman Xavier dari pihak ibunya. Meskipun hanya terpaut usia lima tahun, Aldrian adalah sosok yang sangat dihormati di keluarga besar Cavanough karena sifatnya yang karismatik dan lembut.
Bagi Andrea, Aldrian adalah segalanya. Di usia 24 tahun, Aldrian sudah menjadi arsitek sukses yang romantis. Ia suka mengirimkan buket bunga tanpa alasan, membisikkan gombalan manis di telinga Andrea, dan selalu memperlakukan Andrea layaknya seorang ratu yang rapuh, sesuatu yang sangat disukai oleh ego Andrea yang tinggi.
“Kenapa aku harus berurusan dengan Xavier yang mulutnya seperti silet, kalau aku punya Aldrian yang selalu memujiku?” pikir Andrea dalam hati setiap kali ia sedang bersama kekasihnya.
Hubungan mereka yang baru berjalan beberapa bulan itu melesat begitu cepat. Andrea, yang merasa ini adalah cinta sejatinya, memutuskan untuk setuju saat Aldrian melamarnya.
Dan yang paling mengejutkan, keluarga besar Sterling-Valerius memberikan lampu hijau. Alarick dan Kate, yang dulu harus berjuang mati-matian demi cinta, merasa bahwa Andrea berhak mendapatkan kebahagiaan tanpa drama, dan Aldrian tampak seperti pria yang sempurna untuk menjaga putri mereka.
Malam pertunangan pun tiba. Keluarga besar Valerius mengundang keluarga calon mempelai pria ke kediaman mereka. Xavier datang dengan setelan hitam, wajahnya lebih kaku dari biasanya. Ia tidak bisa mempercayai matanya saat melihat pamannya sendiri menggandeng tangan Andrea di tengah aula.
"Xavier! Kenapa wajahmu seperti itu?" tanya Aldrian sambil menepuk bahu keponakannya. "Perkenalkan, ini Andrea. Calon bibi barumu."
Andrea menatap Xavier dengan tatapan penuh kemenangan dan sedikit ejekan. Ia sengaja memeluk lengan Aldrian lebih erat. "Oh, jadi Tuan Cavanough yang dingin ini adalah keponakanku nanti? Sungguh dunia yang sempit, ya, Sayang?" ucap Andrea pada Aldrian, namun matanya mengunci Xavier.
Xavier hanya bisa mengepalkan tangan di balik saku celananya. "Selamat, Paman. Aku tidak tahu seleramu serendah ini sampai mau menikahi wanita yang lebih banyak bicara daripada berpikir."
"Xavier!" tegur Aldrian, meski sambil tertawa kecil. "Jangan bicara begitu. Andrea adalah wanita paling manis yang pernah aku kenal."
Andrea tersenyum sombong. "Biarkan saja, Sayang. Mungkin Xavier iri karena dia tidak punya siapa-siapa untuk diajak makan malam, selain dengan tumpukan buku kodenya yang membosankan."
Meski keluarga besar mendukung, ada sesuatu yang mengganjal di hati Xavier. Ia tahu pamannya adalah pria yang sangat baik, namun ia juga tahu bahwa Andrea adalah api yang membara. Ia tidak bisa membayangkan bagaimana dua kepribadian itu akan bersatu.
Namun, yang lebih menyiksa adalah kenyataan bahwa setiap kali ia melihat Aldrian memberikan gombalan manis pada Andrea, ada rasa panas yang menjalar di dada Xavier, sebuah rasa yang ia sebut sebagai rasa kasihan pada pamannya, namun jauh di lubuk hatinya, ia tahu itu adalah sesuatu yang lain.
Andrea yang sudah memutuskan untuk menikah muda merasa di atas awan. Baginya, menikahi Aldrian adalah cara terbaik untuk membuktikan pada dunia dan pada Xavier, bahwa ia dicintai oleh pria terbaik. Ia tidak menyadari bahwa di balik sikap dingin Xavier, ada rahasia yang tersembunyi, dan di balik kemanisan Aldrian, mungkin ada sesuatu yang belum ia ketahui.
🌷🌷🌷🌷
Happy Reading Dear😍