Aneska Maheswari ratu bisnis kelas kakap yang di bunuh oleh rekan bisnisnya tapi dengan anehnya jiwanya masuk pada gadis desa yang di buang oleh keluarganya kemudian di paksa menikahi seorang pria lumpuh menggantikan adik tirinya .
Mampukah aneska membalaskan semua dendam dan menjalani kehidupan gadis buangan tersebut?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mila julia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 24.Hari Pernikahan
Hari pernikahan yang diminta oleh Celine akhirnya terwujud dengan penuh susah payah. Kenzo mendapatkan gedung, gaun, dan semua persiapan lainnya dengan perjuangan yang tidak ringan—tentunya juga dengan uang yang berlipat ganda untuk menyogok orang-orang agar bisa memenuhi semua keinginan Celine.
Hari yang seharusnya menjadi hari paling bahagia dalam hidupnya justru terasa hampa bagi Kenzo. Semalaman penuh ia habiskan untuk mengatur acara pernikahan ini agar terlihat semaksimal mungkin sesuai keinginan Celine. Tabungannya benar-benar terkuras habis—bukan hanya untuk menyewa gedung dan segala perlengkapan, tetapi juga untuk menyogok banyak pihak agar acara ini bisa dilangsungkan secepat ini.
“Kenzo, senyumlah. Ini hari pernikahan kita. Kenapa kamu terlihat tidak senang seperti itu!” ucap Celine berbisik ke arah Kenzo saat sesi pemotretan dengan para tamu undangan.
“Bagaimana aku bisa tersenyum, tubuhku dibantai habis-habisan semalaman hanya untuk mempersiapkan acara yang kamu inginkan ini. Acara yang seharusnya disiapkan berminggu-minggu, tapi aku harus mempersiapkan hanya dalam satu malam,” ucap Kenzo memprotes, namun tetap dengan bisikan karena orang-orang berada di sisi mereka sedang berfoto.
“Yang terpenting hari ini kita menikah, bukan? Sudahlah, jangan mempermasalahkan persiapan pernikahan kita lagi. Ini adalah hari pernikahan kita. Kita harus tunjukkan jika kita sangat bahagia,” tegas Celine. “Senyum, Kenzo, senyum!” tegas Celine lagi, disertai pelototan tajam, membuat Kenzo terpaksa tersenyum.
Di tengah kemeriahan acara tersebut, Raline serta keluarga Pranoto datang, diikuti keluarga Kusumawardani, juga Arumi, Maya, dan Hendra yang turut menghadiri acara itu setelah bujukan Raline dan kesepakatan mereka.
“Kenapa jalang itu dan keluarganya ada di sini, kamu mengundangnya?” ucap Celine menatap ke arah Kenzo.
“Tentu saja tidak, mana mungkin aku mengundangnya,” jawab Kenzo.
“Lalu kenapa bisa dia ada di sini?” tanya Celine masih begitu emosi.
“Pasti Raline yang membawanya. Istri Raka, dia adalah anak pertama keluarga Pranoto,” jelas Kenzo.
“Jalang itu benar-benar tidak tahu diri. Padahal aku sudah mengusirnya kemarin dan menginjak-injak harga dirinya, tapi sekarang dia malah datang ke pernikahanku,” gumam Celine, menatap tak suka ke arah Arumi dan keluarganya.
“Baiklah, untuk menambah kegembiraan acara hari ini, bagaimana jika kita menyaksikan kenangan indah dan momen mengesankan pasangan ini?” ucap host pernikahan menunjuk layar besar di belakangnya.
Para tamu bersorak dan bertepuk tangan riuh menghadap ke layar monitor yang besar.
“Tersenyumlah selebar mungkin, Kenzo. Kamu harus begitu bahagia, apalagi sekarang jalang murahanmu ada di sini!” tegas Celine menekankan.
Kenzo hanya melirik sekilas, sembari menghela napas berat di tengah semua perintah-perintah Celine yang terasa seperti belenggu di lehernya..
Namun di sisi lain, Raline yang berada di samping Raka justru tersenyum sinis, menantikan layar monitor itu menyala.
“Apa yang membuatmu begitu bahagia?” tanya Raka.
“Tentunya karena keberadaanmu di sisiku dan juga….”
“Juga apa? Kamu merencanakan hal lain?”
Raline merunduk, lalu mendekatkan wajahnya ke arah Raka. “Akan ada kejutan sebentar lagi, ssttt…” ucapnya begitu semangat, dengan mata sipit yang ikut tersenyum saat wajahnya bahagia. Ditambah lagi dengan jari telunjuknya yang ia tempelkan di bibirnya sendiri, membuat Raka terdiam seketika. Otaknya berputar, memutar kembali kenangan lama saat dia bersama Anes sebelum kesalahpahaman di antara mereka.
FLASHBACK
“Apa yang membuatmu begitu bahagia?” tanya Raka mengikuti Anes ke taman belakang kampus.
“Celine akan segera datang dan….”
“Dan apa…?”
Anes mendekatkan wajahnya ke arah Raka. “Dan aku menyiapkan kejutan untuknya, ssttt…!” ucap Anes, meletakkan jari telunjuknya di bibirnya lalu tersenyum dengan mata yang ikut tersenyum.
Raka menggeleng. “Apa yang aku pikirkan,” batin Raka, terfokus pada Raline yang saat ini berlipat tangan di dada, menyaksikan layar monitor yang terus berganti slide, menampilkan betapa romantisnya pasangan pengantin itu.
Sampai satu slide menampilkan sebuah video Arumi dan Kenzo sedang berciuman panas di depan apartemen, terpampang jelas dan dilihat oleh semua orang di sana.
Sontak Kenzo terbelalak, begitu pun dengan Celine, Arumi, dan keluarganya. Mereka semua syok melihat tayangan itu. Namun berbeda dengan Raline, yang justru tersenyum melihat video itu terus diputar.
“Hentikan, siapa yang memasukkan video ini!” teriak Kenzo, berjalan menuju sisi monitor.
Tamu-tamu di sana sontak riuh, menggosipkan apa yang mereka lihat. Mereka tidak menyangka menyaksikan adegan tidak pantas itu di pernikahan Kenzo dan Celine.
“Itu adalah Arumi, anak kedua keluarga Kusuma.”
“Wahh… aku benar-benar tidak sangka ternyata Pak Kenzo sebrengsek itu.”
“Aku memang sudah curiga, setelah kematian Anes ia langsung memacari Celine dan bahkan menikah dengannya, yang tak lain adalah sahabat Anes sendiri.”
“Jangan-jangan benar jika Celine merebut Kenzo dari Anes.”
“Wajah pria itu memang terlihat seperti laki-laki brengsek. Tidak heran setelah berselingkuh dengan Celine dan Anes meninggal, ia juga berselingkuh kembali.”
“Mungkin setelah ini akan ada mangsa lain untuk memuaskan nafsunya. Pria sepertinya biasanya punya selingkuhan yang banyak.”
“Kasihan sekali Celine harus menyaksikan perselingkuhan suaminya di hari pernikahannya sendiri.”
Bisik-bisik para tamu yang mulai berkeliaran membuat Raline semakin bahagia mendengarnya.
Arumi dan keluarganya menghampiri Raline.
“Raline, jadi ini alasanmu meminta aku dan keluargaku datang ke sini?” tanya Arumi, berhadapan langsung dengannya.
“Tentu saja aku membantumu, Arumi, sebagai wujudku sebagai kakakmu. Lihat sekarang, kamu dan bahkan semua orang punya bukti jika kamu memang terlibat hubungan dengan Kenzo. Dia tidak akan bisa lagi lari dari tanggung jawabnya, apalagi….” Raline memegang perut Arumi. “Sekarang kamu sedang mengandung keponkan ku,” ucap Raline. “Berbahagialah… yeee… akhirnya kamu akan bisa menjadi istri Kenzo, meskipun mungkin akan jadi istri kedua,” ucap Raline setengah mengejek.
“Tapi kamu mempermalukan adikmu sendiri dan nama keluarga, Raline. Semua orang sekarang tahu bagaimana adikmu dan juga nama keluarga kita akan diseret-seret, dan juga perusahaan,” ucap Hendra.
“Nama kalian mungkin, karena aku bukanlah bagian keluarga Kusumawardani lagi. Oh ya, Pa… nama perusahaan sekarang bukanlah Kusumawardani Group, melainkan Raline Group,” ucap Raline, mendekatkan wajahnya ke arah Arumi.
“Ini kesempatanmu untuk meminta pertanggungjawaban, Arumi. Apa kamu tidak ingin mengatakan sesuatu kepada Kenzo? Ini kesempatanmu. Kamu harus memastikan agar dia menikahimu! Lagipula, di sini juga masih ada penghulu. Kamu bisa menikah dengannya hari ini dan menjadi istri keduanya hanya dengan sedikit keributan lagi. Pergilah!” hasut Raline.
“Arumi, jangan dengarkan Raline. Dia sengaja membuatmu mempermalukan dirimu sendiri!” ucap Maya tak setuju.
“Aku memang sudah dipermalukan, Ma. Ini tidaklah masalah asalkan Kenzo mau menikahiku. Aku tidak ingin kehilangannya begitu saja,” ucap Arumi, bergerak menuju kursi mempelai, dengan Kenzo yang masih panik mencoba menghentikan video tersebut.
Maya dan Hendra mencoba menghentikan anaknya, namun semuanya tak terhentikan. Mereka malah mengadakan pertunjukan debat yang berlanjut di atas pelaminan, disertai pertengkaran yang disaksikan semua tamu undangan.
Raline tertawa menyaksikan itu semua, dengan mata berbinar penuh kebahagiaan.
“Lihat, Kenzo. Aku tidak membiarkanmu bahagia di momen apa pun itu. Dan untukmu, Celine, aku pastikan semua rencanamu akan aku kacaukan. Aku benar-benar akan menepati kata-kata terakhirku dulu untuk membalas kalian atas setiap bagian tubuhku yang hancur,” batin Raline.
Ting.
Satu notifikasi masuk ke dalam ponselnya.
📩 “Misi berhasil, Nona. Kami menemukan brankas yang Nona cari di apartemen Tuan Kenzo.”
Senyum Raline semakin melebar begitu mendapatkan pesan tersebut dari orang-orang suruhannya.
.
.
.
💐💐💐💐Bersambung💐💐💐
Waahh benar- benar pernikahan yang spektakuler ya, pastinya itu sangat menghibur tamu undangannya😂
kasian banget Kenzo padahal udah mati - matian nyiapin pernikahan kebut semalam endingnya malah amburadul gini 🤣
Lanjut Next Bab ya guys😊
Lope lope jangan lupa ya❤❤
Terima kasih sudah membaca bab ini hingga akhir semuan ya. jangan lupa tinggalkan jejak yaa, like👍🏿 komen😍 and subscribe ❤kalian sangat aku nantikan 🥰❤