Di Pesantren Al-Ihsaniyyah, cinta, ilmu, dan takdir keluarga Ihsani bersatu. Warisan Abah Muzzamil diuji, pilihan Inayah mengubah segalanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon blue_era, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Setelah Sunnah Rasul dan Rencana Pernikahan: Antara Kebahagiaan, Bisikan Mesra
Ning Hana juga Gus Rasel selesai mandi besar karena setelah melakukan sunnah rasul, dan subuh tiba mereka berdua sholat terlebih dahulu, pada pukul 08.30 mereka berdua ke ndalem tengah. (fyi: Ning Hana sekarang sudah menyebut gus Rasel dgn panggilan mas bukan Gus lagi, kadang dipanggil mas kadang juga dipanggil sayng tp lebih sering manggil mas karena panggilan sayang hanya untuk saat manja saja). Rasel di ruang tamu ndalem ngobrol " sama akung juga abi mertuanya tentang pelaksanaan acara resepsi pernikahan mereka juga peresmian ndalem timur.
- (Ning Hana dan Gus Rasel selesai mandi besar setelah melakukan sunnah rasul. Subuh tiba, mereka berdua sholat terlebih dahulu.)
- (Pukul 08.30, mereka berdua pergi ke ndalem tengah.)
(Di ndalem tengah, Gus Rasel mengobrol dengan Akung dan Abi mertuanya tentang pelaksanaan acara resepsi pernikahan mereka dan peresmian ndalem timur.)
- Gus Rasel: "Yai, Abi, Rasel mau membicarakan tentang rencana resepsi pernikahan Rasel sama Ning Hana. Kira-kira kapan ya waktu yang tepat untuk melaksanakannya?"
- Abah Yai: "Terserah kamu saja, Rasel. Akung sih ikut saja. Yang penting, kamu sama Hana sudah siap."
- Abi Haikal: "Iya, Rasel. Abi juga setuju. Kita atur saja acaranya sebaik mungkin."
(Ning Hana yang mendengar percakapan itu tersenyum bahagia. Ia merasa sangat bersyukur karena memiliki suami seperti Gus Rasel.)
Ning Hana dan keluarga ndalem lainnya menentukan langsung acara resepsi yg diadakan di pondok akung, dan untuka cara ngunduh mantu nanti acaranya di pondok Gus Rasel, acara akan dilaksanakan kurang lebih 2 bulan lagi dan sementara untuk bulan ini saja Acra peresmian ndalem timur yg mengundang para asatidz asatidzah, pengurus, keluarga ndalem yg lainnya juga kerabat" terdekat juga keluarga dari mas Rasel.
- (Di ndalem tengah, Ning Hana dan keluarga ndalem sedang berdiskusi tentang rencana resepsi dan ngunduh mantu.)
- Gus Rama: "Jadi, resepsinya mau diadakan di pondok Akung, dan ngunduh mantunya di pondok Rasel?"
- Abi Haikal: "Iya, Rama. Biar adil, kan dua-duanya punya pondok."
- Uti: "Acara resepsinya kira-kira dua bulan lagi ya? Biar persiapannya matang."
- Ning Hana: "Iya, Uti. Hana manut saja."
- Abah Yai: "Yang penting, acaranya berjalan lancar dan penuh berkah."
(Untuk bulan ini, mereka merencanakan acara peresmian ndalem timur yang mengundang para asatidz, asatidzah, pengurus, keluarga ndalem, kerabat terdekat, dan keluarga dari Mas Rasel.)
Setelah acara peresmian ndalem selesaipada sore harinya, keluarga Gus Rasel menginap 1 malam dan esok hari pulang dan malam ini Ning Hana akan mengecek asrama santri putra karena sang suami ada urusan yg lain dan saat memasuki asrama putra Ning Hana kaget karena lantai 1 dan 2 belum dibersihkan dan para santri putra sempat kena marah Ning Hana setelah itu, mereka langsung membersihkan dan juga saat turun dari lantai 2 ke lantai 1 ternyata para santri putra memberi kejutan karena pada malam hari ini bertepatan ulang tahun Ning Hana mereka menyanyikan mabruk Alfa mabruk alaika mabruk mabruk Alfa mabruk yau milad mabruk selamat hari milad semoga dapat Rahmad dari Allah Muhammad hingga hidup selamat dan 2 santri putra membawa tumbeng nasi kuning gede banget dan juga 2 kue.
- (Setelah acara peresmian ndalem selesai, keluarga Gus Rasel menginap satu malam sebelum pulang keesokan harinya. Malam itu, Ning Hana berinisiatif untuk mengecek asrama santri putra karena Gus Rasel sedang ada urusan lain.)
- (Saat memasuki asrama putra, Ning Hana terkejut melihat kondisi lantai 1 dan 2 yang belum dibersihkan.)
- Ning Hana (dengan nada tegas): "Kalian ini kenapa belum membersihkan asrama? Jaga kebersihan itu sebagian dari iman!"
(Para santri putra yang kena marah Ning Hana langsung membersihkan asrama.)
- (Saat Ning Hana turun dari lantai 2 ke lantai 1, tiba-tiba para santri putra memberikan kejutan.)
- Para Santri Putra (serempak): "Mabruk alfa mabruk, alaika mabruk, mabruk alfa mabruk, yaumilad mabruk! Selamat hari milad, semoga dapat rahmat dari Allah Muhammad, hingga hidup selamat!"
(Dua santri putra membawa tumpeng nasi kuning besar dan dua kue.)
Ning Hana kaget mendapatkan kejutan seperti itu dan saat diberi kejutan pada saat nyanyi mabruk Alfa mabruk pas Gus Rasel masuk ke asrama habis ada urusan dan Gus Rasel melihat para santri senang juga kaget sekaligus terharu begitupun dengan Ning hana karena mereka merayakan ulang tahun Ning nya dan memberi hadiah kado kecil kecilan karena juga patungan. lalu nasi kuning juga kuenya ditaruh di meja Gus Rasel menghampiri istrinya lalu berfoto bareng dg santri putra semuanya juga berfoto berdua dg suami lalu Ning Hana memotong pucuk nasi dan 1 kue untuk disiapkan ke suaminya dan malam hari ini ulang tahun Ning Hana benar benar dirayakan.
- (Ning Hana sangat terkejut dan terharu mendapatkan kejutan dari para santri putra.)
- (Saat para santri putra menyanyikan "Mabruk Alfa Mabruk", Gus Rasel masuk ke asrama setelah menyelesaikan urusannya.)
- (Gus Rasel melihat para santri senang dan memberikan kejutan kepada istrinya. Ia juga merasa kaget sekaligus terharu.)
(Para santri memberikan hadiah kado kecil-kecilan yang merupakan hasil patungan.)
- (Nasi kuning dan kue ditaruh di meja. Gus Rasel menghampiri istrinya dan berfoto bersama dengan para santri putra.)
Ning Hana memotong pucuk nasi dan 1 kue untuk disiapkan ke suaminya dan malam hari ini ulang tahun Ning Hana benar benar dirayakan.
- (Ning Hana memotong pucuk nasi kuning dan memberikan potongan pertama kepada Gus Rasel.)
- Ning Hana (tersenyum): "Ini untuk Mas. Semoga Mas selalu diberi kesehatan dan kekuatan untuk membimbing Hana dan para santri."
- Gus Rasel (menerima potongan tumpeng): "Aamiin. Terima kasih, Sayang. Semoga kita selalu bersama dalam kebaikan."
- (Ning Hana juga memotong kue dan memberikan potongan pertama kepada Gus Rasel.)
- Ning Hana: "Ini juga untuk Mas. Semoga Mas selalu diberi kebahagiaan dan keberkahan dalam hidup."
- Gus Rasel: "Aamiin. Terima kasih, Sayang. Kebahagiaan Mas adalah saat bisa bersamamu."
(Para santri putra bersorak melihat kemesraan Gus Rasel dan Ning Hana.)
- Santri 1: "Cieee... So sweet banget Gus sama Ning."
- Santri 2: "Semoga langgeng terus ya Gus, Ning."
(Malam itu, ulang tahun Ning Hana benar-benar dirayakan dengan penuh suka cita. Para santri putra memberikan doa dan harapan terbaik untuk Ning Hana.)
- Santri 3: "Semoga Ning Hana selalu diberi kesehatan