NovelToon NovelToon
The Legend Of Xuan

The Legend Of Xuan

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi Timur / Kebangkitan pecundang / Epik Petualangan / Budidaya dan Peningkatan
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: Pena_Novel

Kelahirannya menciptakan badai dahsyat. Di saat yang sama, klan Erlang kalah telak. Kekalahan itu membuatnya dicap sebagai anak pembawa sial. Bukan hanya hampir menghilang dari alam langit, klan Erlang juga harus membayar pajak ke klan Liu setiap. tahunnya.
*******
Erlang Xuan, nama yang sama dengan Leluhur klan, tapi nasib mereka berbeda. Jika Leluhur terlahir dengan kekuatan tak terbatas, maka dia terlahir dengan tubuh cacat. Selama belasan tahun, ia disiksa dan direndahkan. Bahkan, karena masalah sepele, ayahnya menghukumnya.
Karena tak punya dantian dan meridian, Erlang Xuan tak bisa berkultivasi. Sampah pembawa sial, itulah julukannya. Tak ada yang tahu bahwa dibalik tubuh cacat itu tersembunyi sesuatu yang akan mengguncang alam semesta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pena_Novel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 21 Masalah Kecil Di Penginapan

"Sampah, keluar kamu!" Teriakan seseorang membangunkannya. Meski tidak membuka pintu, ia sudah tahu siapa yang berteriak. Tiga orang wanita berusia 30 dan 40 tahun. Ketiganya adalah perawat Hehua, dan kemungkinan orang yang memberi adiknya racun.

"Sampah pembawa sial, keluar kamu!" Pelayan yang lebih tua berteriak sambil memukul-mukul pintu.

Karena kesal, ia akhirnya membuka pintu. Ketiga pengasuh langsung menyerangnya, tapi gelombang kekuatan tak kasat mata menerbangkan mereka. Tiga pengasuh itu muntah darah berkali-kali, dan juga terluka cukup parah.

"Sampah pembawa sial, Nona Muda kamu sembunyikan di mana?" Bibi Yong, pengasuh Hehua kembali berteriak.

"Kenapa baru datang sekarang?" Erlang Xuan tersenyum sinis. Tiga pengasuh itu memiliki niat buruk. Sama sepertinya, takdir adiknya pun direbut perlahan-lahan. Karena gagal, tiga wanita itu mendatanginya sambil marah-marah.

"Pembunuh!" Bibi Jia, pengasuh paling muda menuduh, sementara Bibi Li hanya tersenyum tipis.

"Semuanya, dengarkan aku! Dia membunuh adiknya sendiri!" Bibi Li berteriak. Teriakannya menyebabkan orang-orang yang ada di lantai tiga berdatangan.

"Dia … dia membunuh adiknya!" Bibi Jia menunjuk Erlang Xuan. Agar orang-orang percaya, ia pura-pura menangis.

"Pertunjukan yang membosankan!"

Wuuuussss

Untuk kedua kalinya, ketiga pengasuh itu terpental. Bukan karena gelombang tak kasat mata seperti sebelumnya, melainkan gelombang api yang ditujukan kepada tiga orang itu.

"Atas dasar apa kalian menuduh kakakku?" Suara seorang gadis kecil mengagetkan ketiga pengasuh tersebut. Saat melihat mata gadis itu, mereka terkejut.

"Siapa kau?" tanya Bibi Yong.

Hehua tak menjawab. Ia menatap tajam ketiga pengasuhnya. Gara-gara ketiga orang itu, dirinya menjadi bayi selama 12 tahun. Sampai sekarang pun, badannya seperti remuk, seakan ditimpa oleh gunung besar.

"Bukankah kalian mencarinya?" tanya Erlang Xuan. Sejak tadi, ia sudah menahan amarahnya. Tiga orang yang menyiksa adiknya tentu saja harus dibunuh.

"Tidak mungkin! Hehua masih 5 tahun!" Bibi Yong tak percaya. Orang-orang yang hadir percaya dengan ucapannya. Pasalnya, mereka semua mengenal nona kecil klan Erlang.

"Benar sekali! Kabarnya kondisi Nona Kecil sangat aneh. Usianya 12 tahun, tapi tubuhnya seperti anak kecil berusia 5 tahun," Seseorang membenarkan.

"Sampah pembawa sial itu! Pasti dia membunuh Nona Kecil kami!" Bibi Yong menangis, meski sebenarnya ia kesal. Kesal karena benang penukar takdir itu terputus. Akibatnya, putra tunggalnya berubah menjadi anak idiot.

"Banyak drama!"

Kesal dengan ketiga pengasuh itu, ia menciptakan jarum-jarum es. Tentu saja hal itu membuat ketiga pengasuh Hehua ketakutan. Bahkan, Bibi Jia hampir pingsan.

"Hehua, haruskah aku membunuh mereka?" Erlang Xuan menoleh ke adiknya dan meminta izin. Tanpa ragu, gadis itu mengangguk. Tentu saja karena tiga orang itu menyebabkan dirinya tersiksa dan terjebak di tubuh bayi selama bertahun-tahun.

"Jika aku mati, anakku akan menjadi orang bodoh selamanya!" Bibi Yong bersujud. Sudut bibirnya terangkat, dan elemen logam terkumpul di telapak tangannya.

"Kamu kira aku peduli?" Wajahnya seketika menegang. Pertanyaan itu membuatnya marah. Ia bangkit dan menyerang Hehua yang berdiri di samping Erlang Xuan.

"Orang tua kurang ajar!"

Swuuuussss

Jleeb

Tesssk

Jarum es menembus tubuhnya. Darah menetes melalui jarum es itu, matanya melotot, dan napasnya menjadi berat. Ia benar-benar tak percaya gadis kecil yang dirawatnya selama bertahun-tahun tak ingin melihatnya.

"Bibi Yong, kamu kira aku tidak tersiksa?" Hehua mengepalkan tangannya. Ia menatap tajam wanita yang menyebabkan dirinya menjadi bayi selama 7 tahun.

"Kamu tidak peduli denganku, lalu kenapa juga kami harus mempedulikan anakmu?"

"Tidak tahu terima kasih! Bertahun-tahun aku menjagamu, tapi ini balasannya?" Meski sudah sekarat, tapi wanita itu berbicara dengan lancar, seolah tidak kesakitan sama sekali.

"Menjagaku atau memanfaatkanku?" Tatapannya semakin dingin. Di tangannya, api berkobar dan membentuk seekor burung kecil.

Swuuuussss

Burung kecil itu terbang ke arah Bibi Yong. Wanita itu tersenyum karena mengira dirinya akan dibebaskan. Saat api membakarnya, barulah dia sadar. Sayangnya sudah terlambat. Api phoenix membakar dan mengubahnya menjadi abu dalam waktu yang sangat singkat.

"A–ampun, Nona!" Bibi Jia dan Bibi Li bersujud di depan Hehua. Sayangnya gadis itu tidak peduli sama sekali.

"Selamat tinggal, iblis berwujud manusia!" Hehua mengibaskan tangannya, dan api membakar keduanya hidup-hidup. Teriakan memilukan dan permohonan ampun tidak menyelematkan mereka sama sekali.

Swiiiiizzzzzz

Traaaanngggg

Dentingan logam mengejutkan semua orang. Tak ingin di bunuh, orang-orang bersembunyi di kamar masing-masing. Sikap orang-orang itu membuat Erlang Xuan benar-benar kesal.

"Sekte Bulan Hitam! Apa yang kalian inginkan?" tanya Erlang Xuan.

"Kamu sendiri sudah tahu keinginan kami, Putra Iblis!" Seorang pemuda muncul di dekat tangga. Pemuda itu mengeluarkan pedang dari tangannya.

"Serahkan dirimu dengan sukarela, hanya itu yang kami ingin—" ucapannya terhenti saat pedang memenggal kepalanya. Hal itu menyebabkan pria setengah baya yang bersembunyi terkejut.

"Aku ingin basa-basi, tapi hatimu terlalu gelap dan busuk!" katanya dengan santai, seolah yang dipenggal bukan manusia.

"Kurang ajar!" Pria itu menampakkan dirinya. Dia adalah Tetua ketiga klan Erlang, sekaligus Tetua pertama sekte bulan hitam.

"Apa kabar, Tetua?" Erlang Xuan tersenyum ramah, meski saat ini aura yang sangat kuat menekan semua orang di penginapan.

"Bagaimana? Seharusnya anakmu menjadi idiot, kan?" tanyanya.

Tetua ketiga tak menanggapi. Saat melihat Hehua, matanya menunjukkan kilatan amarah. Tentu saja karena anaknya bertukar takdir dengan gadis itu. Karena prosesnya diputus, anaknyalah yang menjadi seorang idiot.

"Kamu keterlaluan Hehua! Harusnya kamu yang menjadi idiot!" Pria itu geram. Pedang terhunus, dan tebasan yang diselimuti aura gelap melesat ke arah Hehua.

Swuuuussss

Hehua berubah menjadi kobaran api, sehingga tebasan itu tidak mengenainya. Sebelum Tetua pertama bertindak, ia menyerang lebih dulu menggunakan bola api.

"Seharusnya kamu yang menjadi korban!" Pria itu menunjuk Hehua. Di detik berikutnya, lengannya terpotong. Meski begitu, lengannya tumbuh kembali dengan cepat.

"Hehua, jadilah tumbal untuk anakku!" Tetua ketiga berteriak. Ia melemparkan formasi aneh berwarna merah keemasan.

"Enak saja!" Erlang Xuan muncul di depan adiknya. Dengan sekali tebas, formasi itu hancur berkeping-keping. Hal itu menyebabkan Tetua pertama jatuh berlutut. Air matanya mengucur deras, dan seluruh tubuhnya gemetar.

"Suami istri banyak drama!" Erlang Xuan memutar bola matanya dengan kesal. Ia membentuk pusaran api dan es. Pusaran dua elemen itu dilemparkan ke Tetua Pertama.

"Anakku, maafkan, Ayah!"

Meski akan mati sekalipun, yang dipikirkannya adalah anaknya. Jauh berbeda dengan Erlang Xiao yang entah apa isi pikirannya.

"Sayang sekali kamu menggunakan cara yang salah untuk menyelamatkan anakmu!" Erlang Xuan mengerakkan kedua jarinya lalu abu Tetua Pertama masuk ke sebuah wadah kristal.

"Kamu ayah yang baik!" ucapnya lirih.

1
Nanik S
Erlang Xuan... mereka pantas dikasih pelajaran
Nanik S
Kenapa ada empat Kaisar
Bucek John
harta menang perang gak diambil sia sia terutama senjata n cincin ruang yg ber8ssi jarta buat sdn masa depan kultovator berpetualang.. hampar .. gak mengigit..!!!
Pena_Novel: Authornya lupa 😁😁
total 1 replies
Nanik S
Banyak sekali Anak Selir
Nanik S
Giiiilaaaa
Nanik S
Lanjutkan 💪💪💪
Nanik S
Siapa yang menyegel Zhang Xue
Nanik S
NEXT
Nanik S
Kaisar Jahat maaah anak sendiri dikurung
Nanik S
Bagus sekali ceritanya
Nanik S
Zhang Xue... ternyata Anak Kaisar
Nanik S
Erlang Xuan akhirnya menikah juga
Nanik S
Kenapa ceritanya seperti ini Tor
Nanik S
Siapa yang melindungi jiwanya
Nanik S
Kok masih punya adik kecil
Nanik S
Balas dendam yang sesuai
Nanik S
apakah Xuan akan bertemu Adiknya
Mika Dion
ternyata dibalik sikapnya ada kejadian yg memilukan...
Davide David
up
Mika Dion
Thor gambaran keluarganya terlalu sadis...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!