Naora, seorang wanita yang dijadikan taruhan oleh suaminya yang sering menyiksanya selama dua tahun pernikahan. Ia dengan tega menyerahkan Naora pada lawannya yang seorang penguasa.
Damian, seorang Bos mafia yang kejam seketika menaruh rasa iba pada Naora saat melihat luka-luka di tubuh Naora.
Sikap Damian yang dingin dan menakutkan tidak ada ampun pada lawannya tapi tidak sedikitpun membuat Naora merasa takut. Hatinya sudah mati rasa. Ia tidak bisa merasakan sakit dan bahagia. Ia menjalani hidup hanya karena belum mati saja.
Namun tanpa diduga, hal itu malah membuat Damian tertarik dan ingin melepaskan Naora dari jerat masa lalunya yang menyakitkan.
Akankah Damian bisa melakukannya dan terjebak dalam rasa penasarannya ?
Minta dukungan yang banyak ya teman-teman 🫶 Terimakasih 🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Memberitahu.
Damian memarkir mobilnya di depan gereja. Angin menerpa tubuhnya ketika membuka pintu mobil.
Ia mengeratkan lagi mantelnya untuk mencegah hawa dingin menusuk lebih dalam.
Ia berjalan ke sisi gereja dan mendapati seorang petugas kebersihan sedang menyapu dedaunan kering.
Damian mengatakan ingin bertemu Angel dan meminta orang itu memanggilkan nya.
Setelah menunggu beberapa lama, akhirnya Angel datang menemuinya dengan tubuhnya yang juga terbalut mantel tebal.
"Kakak..." Kata Damian segera memeluk Angel.
Angel pun membalas pelukan Damian. Sekuat hati ia menahan perasaannya agar tidak menangis. Angel merasa jika kedatangan Damian kali ini berkaitan dengan keadaannya yang sempat drop selama dua hari kemarin.
Mereka ada saudara. Mungkin saja Damian merasa apa yang sedang Angel rasakan.
"Kenapa kau datang lagi ? Bukankah baru dua hari kau kemari ?" Tanya Angel setelah pelukan mereka terlepas.
"Memangnya kenapa ? Aku tidak boleh mengunjungimu lagi ?" Tanya Damian balik dengan nada tidak suka.
Angel tersenyum menanggapinya. Damian benar-benar tidak bisa diusik.
"Entah mengapa aku selalu terbayang wajahmu sejak aku kembali dari sini. Apa kau baik-baik saja, Kak ? Kulihat tubuh mu semakin kurus". Kata Damian memperhatikan tubuh Angel.
"Aku sedang mengurangi makanan yang tidak sehat. Jadi memang sedikit kurus". Balas Angel tanpa mau membantah.
"Kau datang hanya untuk menanyakan ini padaku ? Kupikir kau mau memperkenalkan calon istri mu". Gurau Angel meninggalkan Damian untuk duduk di kursi panjang dekat kolam ikan.
"Ya itu salah satu yang ingin ku bicarakan denganmu". Jawab Damian pelan saat Angel sudah berlalu. Damian tersenyum kecil saat mengingat bagaimana ia yang meminta Naora menjadi istrinya.
"Kemarilah .." Angel melambaikan tangannya dan menyuruh Damian duduk disisinya.
Damian pergi kearah mobilnya dan mengambil dua paper bag. Kemudian duduk di sebelah Angel.
"Kau membawa apa ?" Tanya Angel saat Damian meletakkan satu paperbag di dekat Angel.
"Aku melihatmu sangat kurus dan pucat waktu itu. Ku pikir kau kekurangan vitamin jadi aku membawakan nya. Habiskan semua itu. Jika aku datang lagi akan ku bawakan". Ujar Damian.
Walaupun diucapkan dengan nada menjengkelkan, tapi Angel bisa merasakan perhatian dari Damian. Ia hanya mengangguk dan mengucapkan terima kasih.
"Aku ingin makan bersama mu". Kata Damian mengeluarkan spaghetti dalam porsi besar dari paperbag yang di pegangnya.
"Aku sudah lama tidak memakan itu. Aku tidak ingin memakan nya, Dam". Angel menolak suapan dari tangan Damian. Bahkan sampai memalingkan wajahnya kearah lain.
"Ini sangat enak. Cobalah". Bujuk Damian tapi Angel masih tidak menoleh padanya. Ia bahkan menggelengkan kepalanya.
"Huft.. Sebenarnya yang mengalami trauma disini bukanlah aku. Tapi kau. Hanya saja kau bisa menyembunyikannya dalam hatimu. Sedangkan aku tidak. Aku memilih melampiaskannya. Dan lihatlah sekarang, siapa diantara kita yang lebih terluka". Kata Damian dengan keras.
Angel mengeluarkan air matanya saat mendengar ucapan Damian. Memang benar, jika ia lah yang mengalami trauma disini. Bukanlah Damian.
Ia memutuskan untuk menjadi biarawati agar tidak menikah dan mengalami apa yang Mommy nya alami.
Ia juga tidak pernah lagi memakan spaghetti yang menjadi makanan favoritnya dan Damian yang sering dibuatkan oleh Mommy nya.
"Kau egois, Kak..". Kata Damian lagi.
"Kau tidak mau menikah tapi memaksaku menikah. Kau menyuruhku untuk memaafkan pria bajingan itu sedangkan kau sendiri masih menyimpan kemarahan di hatimu. Bahkan untuk memakan makanan kesukaan kita pun kau tidak sanggup. Itu karena hatimu yang belum sepenuhnya sembuh kan ?" Kata Damian penuh penekanan.
Angel terdiam. Semua yang dikatakan oleh Damian memang benar adanya. Ia selama ini berpura-pura kuat padahal dalam hatinya luka masa lalu belum sepenuhnya mengering.
"Kau benar. Aku memang tidak bisa menyembunyikan apapun darimu". Kata Angel menghapus air matanya.
"Ayo kita makan. Aku juga lapar". Lanjutnya mengambil kotak spaghetti itu dan menyuapkannya ke dalam mulutnya.
"Kemarilah. Kita makan bersama". Angel menyerahkan satu garpu baru pada Damian. Damian akhirnya luluh saat melihat Angel memakan spaghetti itu dengan berurai air mata. Meskipun sudah menghapusnya berkali-kali, tetap saja air mata itu kembali mengalir.
Damian diam saja. Membiarkan Kakaknya yang masih bergelut dengan hatinya. Mereka makan dalam diam dengan perasaan yang sulit dijelaskan.
..
"Apa kau pernah jatuh cinta, Kak ?". Tanya Damian.
Mereka masih duduk bersebelahan sambil memandangi ikan-ikan yang berenang kesana-kemari.
"Pernah. Saat aku masih berkuliah dulu". Jawab Angel.
"Bagaimana rasanya ?".
Angel tersenyum kecil mendengar pertanyaan Damian. "Aku akan merasa senang saat bicara dengannya atau bahkan hanya melihatnya dari kejauhan. Dan aku akan merasa sedih jika melihatnya bersedih".
"Siapa dia ? Dimana pria itu sekarang ?" Tanya Damian sepertinya tertarik.
"Untuk apa bertanya tentangnya ? Dia sudah memiliki anak dengan wanita lain setelah kepergian Mommy". Jawa. Angel sendu.
Damian terdiam. Tidak bertanya apapun lagi. Apa mungkin ini salah satu alasan Kakaknya menjadi biarawati ? Karena patah hati ?
"Tapi jangan menyangka aku menjadi biarawati karena nya. Keinginan itu memang berasal dari hatiku agar aku bisa mendoakan Mommy tanpa terganggu dengan duniawi". Jelas Angel seakan mengerti apa yang dipikirkan oleh Damian.
"Sekarang katakan padaku, apa Naora membuatmu merasakan seperti yang kurasakan ?". Tanya Angel sambil menghadapkan tubuhnya kearah Damian.
"Apa maksudmu ?" Tanya Damian dengan wajah memerah. Tapi Angel tau itu bukan karena marah atau tersinggung.
"Kau merasa senang saat melihatnya, bicara dengannya dan melihat senyumannya. Lalu kau akan merasa marah saat melihatnya bersedih. Dan rasanya kau ingin membuat perhitungan pada sesuatu yang membuat Naora bersedih". Goda Angel yang membuat wajah Damian semakin memerah.
Damian membelakangi Angel. Dalam hati merutuki ucapan Kakaknya. Kenapa semua yang diucapkan Angel banyak benarnya ?
Angel tertawa kecil melihat tingkah Damian. Sudah berumur hampir tiga puluh tiga tahun tapi masih tidak mengerti apa artinya cinta.
"Aku merestui mu jika ingin menjalin hubungan dengan Naora. Dia wanita yang baik". Kata Angel.
"Dari mana kau tau jika dia wanita baik ? Perilaku bisa saja menipu". Bantah Damian.
"Tatapan mata tidak pernah salah, Damian. Coba tatap matanya dengan dalam, kau akan menemukan ketulusan di hatinya. Bukankah kau bilang dia ditukar oleh suaminya dengan kekayaan ? Jika dia tidak tulus, maka dia sudah melarikan diri dari suami yang buruk seperti itu".
"Tapi menurutku dia bodoh. Mau saja disiksa oleh suaminya".
"Karena dia mencintai suaminya makanya dia diam. Sangat sulit mencari wanita yang setia seperti itu, Dam".
Damian terdiam. Benar juga apa yang dikatakan oleh Angel. Selama ini Naora membiarkan dirinya disiksa oleh Aldric karena Naora mencintai Aldric.
"Aku akan menikahinya". Kata Damian. Angel tidak terkejut. Matanya berbinar dan berkaca-kaca.
Setelah bertahun-tahun lamanya, akhirnya ucapan itu keluar dari mulut Damian. Kata keramat yang dulu begitu dihindari oleh keduanya. 'Menikah'.
"Menikahlah. Aku merestui kalian berdua. Tapi selesaikan urusan Naora dengan suaminya yang dulu". Pesan Angel dan langsung diangguki oleh Damian.
"Kau senang ?" Tanya Damian yang melihat binar kebahagiaan dari wajah Angel.
Angel hanya mengangguk sambil menghapus air diujung matanya. Hatinya penuh dengan kebahagiaan dan tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata.
"Aku akan menikahi Naora dan memberikanmu keponakan. Asalkan kau mau pulang bersamaku". Ucapan Damian seketika menyurutkan senyum di wajah Angel.
"Apa maksudmu...?"
...
Gimana si Damian ini ???