NovelToon NovelToon
Aku Ternyata Sangat Mencintainya

Aku Ternyata Sangat Mencintainya

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:40.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Rani Sara

Novel ini mengisahkan seorang gadis yang bernama Aluna. Ia menjalin hubungan selama kurang lebih enam tahun dengan pacarnya yang bernama Bryan. mereka berhubungan jarak jauh dan mengikat janji untuk bisa hidup bersama.
Tapi takdir berkata lain, mendekati acara lamaran Bryan pada Aluna, Ayahnya justru telah menjodohkan Bryan dengan orang lain.
Aluna melepaskan Bryan dengan gadis itu. Walaupun Bryan sangat menolak keputusan Aluna untuk mengakhiri hubungan mereka.
Aluna kemudian pergi ke kota XX untuk menghindari Bryan yang masih terus mengejarnya. Hingga akhirnya hidup Aluna berubah setelah pertemuannya dengan Arka pria kaya dan dingin
Akankah Aluna dapat membuka hatinya untuk pria lain dan hidup bahagia.
simak kisahnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rani Sara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MEMBERI SELAMAT

Setelah mengetahui dari orang suruhannya bahwa Aluna berada di kota, Indra Wijaya ayah Bryan sengaja mengirim undangan pertunangan antara Bryan dan Fiona kepada Aluna. Tujuannya agar Aluna tidak lagi mengganggu Bryan.

Bryan bahkan tidak tahu jika Aluna berada di kota dan tidak tahu jika ayahnya telah mengundang Aluna.

Aluna menggenggam undangan berwarna gold dengan ukiran cantik membentuk dua buah cincin bertuliskan nama Bryan dan Fiona, yang diantar langsung oleh orang suruhan Indra Wijaya dengan mengatas namakan Bryan.

Semua keluarganya bahkan tidak tega melihat Aluna menerima undangan pertunangan Bryan dengan Fiona. Namun Aluna hanya tersenyum kearah semua mata yang memandangnya iba. Dia seperti berucap tidak apa - apa sambil tetap melebarkan senyum manis di bibirnya.

Siang berganti malam. Entah mengapa waktu itu seakan cepat berputar untuk Bryan yang tidak ingin bertunangan malam ini. Sedangkan sangat lambat untuk Aluna yang ingin cepat - cepat pergi dari kota ini, melupakan semua kenangannya dengan Bryan.

"Luna barang - barangmu sudah semua sayang?" Tanya Ibu Asmita kepada putrinya Sambil memasukkan kotak obat kedalam koper Aluna.

"Sudah ma. Ini koper yang terakhir." Sahut Aluna sambil menunjuk koper yang ada pada ibunya.

"Kalau begitu ayo kita turun, tante mu dan keluarganya sudah menunggu dibawah." Ucap ibu Asmita mengajak putri kesayangannya turun dari kamar lantai dua yang biasa dia tempati jika dirinya datang berkunjung.

"Luna jaga diri baik - baik di sana nak. Jika kamu ingin pulang kabari nenek. Biar nenek yang akan menjemputmu di sana." Ucap nenek Ami sambil mengecup pipi Aluna.

"Iya nek. Luna akan sangat merindukan nenek. Doakan Luna yah nek." Aluna mencium kedua pipi nenek Ami dan mencium tangan nenek Ami.

"Mama yakin tidak akan mengantar Luna ke Bandara?" Tanya Aluna kepada ibunya yang berusaha menyembunyikan airmatanya. Ibu Asmita memang sudah mengatakan pada Aluna bahwa dirinya tidak akan mengantar Aluna ke Bandara. Ibunya tidak akan sanggup melihat putrinya yang tidak pernah pergi jauh darinya, sekarang akan pergi jauh darinya. Ibunya akan menangis histeris nantinya di bandara. Makanya ibunya tidak akan mengantarnya sampai bandara.

"Mama disini saja sayang, menemani nenek Ami. Mama tidak kuat didalam mobil apabila perjalanan jauh. Tante Ira, Om Ben, Mira dan Nara yang akan mengantar sampai Bandara." Kilah ibu Asmita yang tidak ingin putrinya tahu bahwa dirinya tidak akan kuat berpisah dengan putri semata wayangnya.

"Baiklah kalau begitu. Aluna pamit yah ma." Aluna mencium dan memeluk lama ibunya. Air mata yang dia tahan begitu keras akhirnya jatuh juga dengan sendirinya. Sebelum dia mengakhiri pelukannya, cepat - cepat ia mengusap air matanya agar ibunya tidak melihat.

"Kamu jangan lupa kabari mama setiap saat. Jangan cepat percaya orang asing, kalau sudah dapat pekerjaan jangan pulang malam - malam, selalu berdoa kepada Tuhan dan seperti yang dibilang nenek Ami kalau Luna pengen pulang dan tak punya uang untuk pulang kabari kami yah." Beberapa nasehat yang dipesankan seorang ibu kepada anaknya. Sambil tetap mengelus pucuk kepala Aluna ibunya terus menasehatinya.

"Luna akan ingat semua pesan mama." sahut Aluna yang kembali memeluk ibunya.

***

Setelah berpamitan dengan ibunya dan nenek Ami akhirnya Aluna, om Ben, tante Ira, Nara dan juga Mira sudah berada di mobil menuju Bandara.

Setelah melewati salah satu hotel bintang lima, Aluna tiba - tiba menyuruh om Ben menghentikan mobilnya.

"Kenapa Luna? Apa ada yang ketinggalan?" Tanya om Ben setelah mencari tempat parkir. Tante Ira, Nara dan Mira juga bingung mengapa Aluna tiba - tiba minta berhenti di depan hotel. Setelah membaca nama hotel itu barulah Mira ingat bahwa Bryan akan bertunangan di hotel ini.

"Om Ben, bisakah tunggu sebentar. Aluna akan menghadiri acara pertunangan Bryan sebentar saja." Om Ben, Tante Ira, Nara dan Mira sontak kaget dengan ucapan Aluna.

"Apa kamu yakin akan menghadiri acara itu Luna?" Tanya tante ira kuatir dengan keponakannya.

"Luna yakin tante. Luna hanya ingin mengucapkan selamat kepada Bryan." Sahut Aluna yang kembali membuat mata tante Ira membulat tak percaya dengan apa yang didengarnya.

"Mira temani kak Luna dan kalian cepatlah kembali." Pinta tante Ira kepada anak tertuanya.

Sementara itu Bryan belum juga keluar dari kamar hotelnya. Semua orang telah menunggunya ditempat acara pertunangan akan dilangsungkan. Indra Wijaya terlihat gusar, dia menuju kamar Bryan dan mengetuk pintu itu dengan kasar. Bryan membuka pintu itu, walaupun dia sudah bersiap dari tadi tapi dia lebih memilih mengunci diri dikamar hotel.

"Bryan mengapa kau masih disini? Semua orang telah menunggumu. Jangan membuat malu keluarga kita." Cerca Indra Wijaya kepada Bryan.

"Pa Bryan mohon, Bryan tidak cinta sama Fiona" Pinta Bryan kepada ayahnya.

" Tidak ada bantahan Bryan. Semuanya sudah terjadi. Papa tidak akan segan - segan menyakiti perempuan bernama Aluna itu jika kamu membatalkan pertunangan ini." Ancam Indra Wijaya yang membuat Bryan pasrah menerima pertunangan ini. Bryan kemudian ikut dengan ayahnya ke tempat dilangsungkan acara pertunangannya.

Fiona terlihat sangat bahagia dan cantik dengan balutan gaun putih yang sedikit terbuka di bagian dadanya. Keinginannya untuk bertunangan dengan Bryan akhirnya akan segera diresmikan. Sementara berdiri disampingnya Bryan dengan setelan jas senada dengan wajah datarnya.

Setelah beberapa sesi acara, tibalah saatnya pada sesi acara tukar cincin. Bryan memasukkan cincin ke jari Fiona dengan cepat - cepat. Dia ingin semuanya cepat berakhir. Toh ini baru tunangan pikirnya. Semua orang di ruangan itu bertepuk tangan setelah cincin terpakai dijari manis Fiona. Bahkan Indra Wijaya saling berjabat tangan dengan melempar senyum bahagia dengan calon besannya.

Setelah giliran Fiona memasukkan cincin ke jari Bryan. Entah karena dia terlalu bersemangat sehingga cincin itu jatuh dan bergelinding dan berhenti tepat dibawah kaki salah satu undangan yang hadir di acara itu.

"Alu...na?" Seru Bryan ketika pandangannya berhenti tepat di arah cincin tadi berhenti. Bryan bahkan akan turun dari tempatnya. Tapi lagi - lagi ayahnya mengancamnya.

"Nona berbaju Biru boleh tolong antarkan cincinnya ke depan." Pinta MC kepada Aluna yang juga kaget dengan keberadaan cincin yang jatuh tepat dikakinya. Mira mencoba menahan Aluna tapi Aluna menguatkan hatinya, dia mengambil cincin itu dan berjalan mendekati Fiona dan Bryan. Bryan bahkan tidak mampu memandang Aluna yang berusaha tersenyum dihadapannya. Sementara Fiona memandang tidak suka kearah Aluna yang semakin mendekat. Aluna menyodorkan cincin itu kearah Fiona, disaat Fiona akan mengambilnya Bryan mendahului Fiona. Bryan mengambil cincin itu langsung dari tangan Aluna dan langsung memakai sendiri di jarinya.

Bryan tersenyum dan bergumam yang dapat didengar oleh Fiona.

"Cincin ini bahkan tahu siapa pemiliknya."

Setelah menyerahkan cincin itu Aluna langsung kembali ke tempatnya. setelah beberapa sesi acara akhirnya sampai juga disesi terakhir. Semua orang terlihat menikmati hidangan yang sudah disiapkan yang punya acara.

Bryan langsung mencari Aluna dan tidak ditemukannya sosok gadis itu.

Tiba - tiba ponselnya berbunyi satu pesan singkat dari Aluna.

"Selamat atas pertunangannya. Maaf tidak sempat menyampaikannya langsung. Aku tunggu undangan pernikahannya. "

Bryan berlari menuju lobby hotel tapi tidak dijumpainya gadis itu.

1
Misna Mii
Luar biasa
Imam S
sudah berapa tahun ngga lanjut thor
nyimas aisyah
masih bodoh Aja lo all.....
Neni Aspika
tata bahasa enak d baca, alur ceritanya menarik, semoga karyanya semakin bagus mba...
westi
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
westi
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
linasijabat nysinurat
Luar biasa
Grenny
semangat thorr 🥰
Mr.VANO
panggilanny nurunin mood
Mr.VANO
jadi ilvil dg panggilan norak,,ak manggil tukang jamu bunda,,jd aluna kyk tukang jamu tukang sayur,
Mr.VANO
cara manggilny gak singron,,gak enak dengarny
Mr.VANO
ayah briantu seraka,takut prusahan bangrut eee yg di ajak kerja sama sekaligus besanny yg meangcurkan
Mr.VANO
lucu bangat ya baca novel yg ngidam2 begini
Mr.VANO
smg ponakanny,,husnul khotima,aamiin
Mr.VANO
tukan,,pasti itu cebong arka jd..arka junior hadir
Mr.VANO
waaw,keren aluna,,jd ku SS kata2mu yg keren itu,klu2 besok2 ganggu suamiku,,,setuju aluna,,akupun dr titik terenda,,dg kesabar keiklhasan,,beruba ke hidupan ini,,,yaaa jd curhat,,🙏🙏❤️
apa kah author masih lajang🙏🙏
Mr.VANO
benar itu,,tdk ad yg membahagiakan selain di cinta dan mencintahi, pasang kita,,..
Mr.VANO
dari hobi itu la kita berkarya dr karya itu kita bisa kaya,,semangat untkmu thor,,,,novel emely dan davino kapan lanjutnt thor,,,bagus bangat tu novel,,,ak sll menunggu upde
Mr.VANO
ingin hati memeluk gunung,apala daya tangan tak sampai,,itu pepata yg pantas untk indra wijaya,,,org tua seraka
Mr.VANO
enak benar congor paman arka minjam duit,500 m...pinjamin arka campurin daun singkong,dedak dikit,,sakit jiwa tu org
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!