seorang wanita Roseline Selin yang awlnya hanya berkerja diperusahaan cabang terpaksa dipindahkan ke perusahaan pusat karena memerlukan karyawan tambahan
rose memiliki kekasih bernama Derin Haga seorang pengusaha hebat yang mencintainya apa adanya begitupun sebaliknya
semenjak kepindahannya tempat berkerja semua berubah dari dirinya yang bertemu CEO tampan bernama Angga Hardiwijaya pemilik perusahaan tempan dia berkerja dan rose yang diangkat menjadi sekretaris dadakan sang CEO tampan membuatnya bertemu dengan anak laki-laki tampan ternyata adalah anak dari sang CEO
bagaimana kisah kelanjutannya ikuti terus ceritanya dan jangan lupa beri tukung untuk penulis dengan berikan vote,like dan komen kalian
terimakasih
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Risgun29, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kesepian
Meja makan sudah dipenuhi dengan menu makanan yang lezat siapa lagi yang memasaknya kalau bukan rose wanita cantik dengan banyak bakat selain pandai berkerja rose suka mamasak dan bermain alat musik terutama gitar bahkan rose suka oleh raga dia dulu sempat menjadi juara lomba lari saat sekolah menengah pertama dan dia menjadi juara 1 dalam lomba itu
"Sedang apa sayang?"tanya angga yang memeluknya dari belakang
"Kau tidak liat aku sedang membuat susu untuk kalian"jawab rose tanganya masih asik mengaduk larutan susu didalam gelas bening itu
"Aku tidak ingin itu"ucap angga rose mengerutkan alisnya
"Lalu kau ingin apa?biar aku bikinkan"
"Aku ingin kamu"ucap angga wajahnya sudah berada leher rose dan sedikit bermain disana
"sayang"rose berusaha lepas dari angga
Angga semakin menjadi bahkan dia sudah meninggalakan beberapa jejak kepemilikannya dileher rose
"sayang jangan nanti ada yang melihatnya"ucap rose menahan tangan angga yang sudah masuk kedalam bajunya
"Tidak akan ada yang melihatnya,jika mereka melihatnya maka mereka akan pura-pura tidak melihatnya"ucap angga tangannya mulai bermain sampai sebuah suara menghentikan aktifitasnya
"Selamat pagi mamah papah"sapa bocah kecil yang sudah menuruni tangga
Angga langsung melepas rose wajahnya terlihat kesal dia pergi dan duduk dimeja makan rose hanya menahan seyumnya melihat wajah suaminya
Michael mendekat dan menarik baju rose untuk menunduk rose pun mengerti mendekatkan wajahnya dan pria kecil itu mencium pipinya
"Hay"angga yang melihatnya pun tidak terima istrinya dicium
"Ada apa pah?bukan kah papa tadi sudah mencium mamah jadi giliran michael yang mencium mamah"ucap michael lalu duduk disebelah kiri angga
"Jangan cemburu dia itu anak mu"ucap rose meletakan susu untuk kedua pria didepannya itu
Angga hanya diam "dia bukan putra ku rose"
"Kenapa diam ayo cepat habiskan sarapan mu lalu berangkatlah kerja"ucap rose mulai menyendokan nasi dan lauk pauk untuk dirinya dan juga michael
"Aku juga ambilkan"merasa tidak di adili angga pun meminta diambilkan makan
"Kau ini sudah besar dan tangan mu pun sampai untuk mengambilnya sendiri"ucap rose angga menatapnya tajam
"jadi kau tidak ingin melayani suamimu?"rose mengalihkan tatapannya dari angga
"Baiklah akan ku ambilkan"
Rose mengambilkan nasi dan juga lauk pauk kesukaan angga "jangan lupa ayamnya"ucap angga rose hanya mengambilkan sesuai permintaan angga
"Sudah,jangan terlalu banyak kau ingin membuat ku gendut"rose hanya menggeleng lalu memberikan piring yang penuh itu pada angga
"Terimakasih sayang"ucap angga rose terseyum
\=♡\=_♡_\=♡\=
Sekarang tinggallah rose sendiri dirumah angga dan michael sudah berangkat satu jam yang lalu dan rose hanya bisa menonton tv semua perkerjaan rumah sudah pelayan yang mengerjakannya
"Nona membutuhkan sesuatu?"tanya nana saat rose mendatangi mereka diruang belakang rumah tempat para pelayan istirahat
"Tidak aku hanya merasa kesepian saja"jawab rose lalu bergabung bersama mereka
"Nona,sebaiknya anda kembali kedalam rumah"ucap salah satu pelayan
"Kenapa aku hanya duduk saja disini melihat apa yang kalian lakukan apa tidak boleh,kalian mengusirku?"pelayan itu langsung panik
"Tidak nona,kami hanya pelayan dirumah ini dan nona pemilik rumah ini,kami hanya tidak enak nona tuan angga pasti marah jika tau nona duduk bersama kami"ucap rere pelayan itu
"Apa salahnya angga tidak akan memarahi kalian tenang saja,kalau dia berani memarahi kalian bilang pada ku"
"Bilang apa?"semua mata menoleh kearah sumber suara
Semua pelayan langsung berdiri dan menunduk hormat angga hanya menatap mereka tajam
"Sayang kenapa kamu pulang?"
"Kenapa?apa tidak boleh?"tanya balik angga memiringkan kepalanya
"Apa kalian tidak ada kerjaan mengajak istri ku mengobrol dengan kalian,apa kalian tidak tau siapa kalian disini?"ucapa ngga
"Maafkan kami tuan"ucap nana selaku kepala pelayan dirumah itu
"angga jangan marah pada mereka,aku yang ingin bergabung dengan mereka kau tau aku kesepian hanya sendirian dirumah sebesar ini"ucap rose angga menatapnya
"Kau mau tau caranya agar rumah ini terasa rame dan kau tidak sendirian lagi?"rose mengangguk
"Rumah ini akan rame saat ada seorang anak"ucap angga rose menyerit
"Tapi michael kan sedang sekolah.."
"Bukan michael yang ku maksud,tapi anak kita"ucap angga lalu mengangkat tubuh rose
"Angga apa yang kau lakukan turunkan aku"
"Kita akan buat rumah ini rame dengan dipenuhi banyak anak"rose membulatkan matanya
"Kau pikir aku pabrik roti"teriak rose yang sudah mengerti apa yang angga maksud
Angga membawa rose kekamar mereka dan mengunci pintu agar tidak ada yang menganggu mereka pria itu sudah lupa tujuannya pulang adalah mengambil dokumennya yang tertinggal tapi karena gemas melihat rose hasrat pria itu naik
Dan siang itu mereka bergulat tanpa henti rose sudah seperti candu bagi angga pria itu tidak akan pernah puas melakukannya jika hanya sekali
"Sayang...sudah aku lelah"ucap rose
"Bertahanlah sebentar lagi"
Rose sudah tidak bisa menahanya lagi dia sudah melakukan pelepasannya sampai dia juga merasakan cairan hangat mengalir memenuhi rahimnya nafas keduanya memburu setelah aktifitas itu terhenti
Tangan angga menyusap kening rose yang penuh dengan keringat olahraga siang yang sangat nikmat bagi angga
"Kau tidak kembali ke kantor sayang?"tanya rose
"Biarkan saja kantor itu masih ada gihon yang mengurusnya"
Permainan itu kembali berlanjut rose hanya bisa mengikuti permainan suaminya yang tidak pernah puas akan dirinya
Tangan rose memeluk tubuh angga erat permainan itu terus berlanjut sampai mereka mencapai puncak kenikmatan dimana cairan itu kembali menyatu dan semoga saja akan tumbuh benih kehidupan baru untuk angga dan rose
Rose sudah kelelahan pun tertidur angga terseyum melihat wajah istrinya mengelusnya pelan membayangkan jika dia memiliki seorang putri mungkin cantiknya sama seperti rose sangat lucu dan menggemaskan angga jadi tidak sabar akan hal itu
Setiap pasangan pasti menginginkan hal itu diberikan keturunan adalah sebuah kebahagiaan yang sempurna dan angga cepat-cepat ingin memilikinya tangan pria itu mengusap perut rose berharap benihnya tumbuh dalam rahim istrinya
"Terimakasih sayang aku mencintai mu"gumam angga lalu mencium kening rose lembut
pria itu menarik selimut menutupi tubuh rose sampai leher lalu melangkah menuju kamar mandi membersihkan dirinya setelah selesai dari mandi dan berpakaian angga mendekati rose dan mencium keningnya
"Aku berangkat sayang"pamit angga pada rose yang sudah tertidur lelap
thanks my readers for like and komen you
jangan bosan ya bacanya 😆😆😁
sukses
semangat
mksh