NovelToon NovelToon
Om Aslan Ini Ketiga Anakmu

Om Aslan Ini Ketiga Anakmu

Status: tamat
Genre:Menikah Karena Anak / Lari Saat Hamil / Hamil di luar nikah / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:2.6M
Nilai: 5
Nama Author: Ayumarhumah

Anika seorang gadis yang tidak pernah membayangkan jika dirinya harus terlibat dalam malam panas dengan seorang pria beristri.

Cerita awal, ketika dirinya menginap di rumah sahabatnya, dan di saat itu pula dia tidak tahu kalau sudah salah masuk kamar, akibat keteledorannya ini sampai-sampai dirinya harus menghancurkan masa depannya.

Hingga beberapa Minggu kemudian Anika datang untuk meminta pertanggung jawaban karena dia sudah dinyatakan hamil oleh dokter yang memeriksanya.

Akan tetapi permohonannya di tolak begitu saja oleh lelaki yang sudah membuatnya berbadan dua.

Apakah Anika mampu membawa benihnya itu pergi dan membesarkan sendirian?? Temukan jawabannya hanya di Manga Toon

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayumarhumah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab Dua Puluh Empat

Aslan pun segera memeluk tubuh kedua anaknya itu sebelum akhirnya dia memutuskan untuk pergi ke rumah sakit.

  "Kalian berdua, bersama Tante Nivea dulu ya, Om mau jenguk Abang ke rumah sakit," ucap Aslan sambil memeluk keduanya.

  Rasanya baru kali ini ia merasakan hangatnya tubuh si kecil yang dari dulu ia abaikan bahkan dirinya tidak pernah menemani hari-hari penting mereka.

   'Maafkan Papa Nak ... Papa memang pantas mendapatkan hukuman ini dari bundamu,' batinnya lalu mulai melepas pelukannya.

  Aslan pun kembali menoleh ke arah Nivea, untuk berpamitan dan menitipkan mereka berdua. "Nak, titip mereka ya," ucap Aslan.

  "Itu pasti," sahut Nivea.

  ☘️☘️☘️☘️☘️

 Aslan mulai menaiki mobilnya kembali, supir sudah melaju dengan kecepatan tinggi agar segera sampai ke tempat tujuan, tidak menunggu waktu lama mobil yang di tumpangi oleh Aslan berhenti di res area rumah sakit.

Aslan turun dari mobil dengan langkah panjang namun berat. Hatinya berdesir hebat, bahkan telapak tangannya terasa dingin padahal matahari sudah mulai muncul sehabis hujan tadi. Matanya langsung tertuju pada bangunan rumah sakit bagian resepsionis, karena di sanalah anak yang tak pernah ia dampingi kini terbaring sakit.

  "Mbak mau tanya pasien anak atas nama Arjuna di kamar mans?" tanya Aslan.

  "Bentar dulu ya Pak aku cari dulu," sahut pegawai rumah sakit.

  Setelah mengecek data anak yang di sebut oleh pria dihadapannya itu perawat pun mulai memberi tahu.

   "Atas nama Arjuna, berada di ruang anak lantai dua," ucapnya penuh dengan keramahan.

  "Baiklah kalau begitu terima kasih," sahut Aslan.

Aslan mulai melanjutkan langkahnya, saat ia melangkah masuk. Aroma khas rumah sakit langsung menyeruak, perpaduan antara antiseptik, udara dingin dari pendingin ruangan, dan jejak-jejak kelelahan dari para orang tua yang berjaga di ruang tunggu.

Aslan memandangi lorong putih yang panjang, penuh dengan papan petunjuk dan suara roda ranjang yang kadang berdecit. Jantungnya berdegup makin keras saat ia melihat tulisan. Unit Perawatan Anak – Lantai 2.

Ia pun menekan tombol lift, dan seolah waktu melambat, setiap detik di dalam kotak besi itu menjadi tamparan atas tahun-tahun yang telah ia sia-siakan. Tujuh tahun. Dan baru hari ini dia datang, bukan sebagai Om Aslan yang mereka kenal akan tetapi sebagai Ayah yang sedang merindukan anaknya, meskipun nantinya dia harus berhadapan dengan ibunya.

Ketika lift terbuka, langkahnya mulai goyah. Ia menyeka keringat dingin dari pelipisnya, lalu berjalan pelan menyusuri lorong. Setiap langkah mendekatkan dia pada ruangan yang katanya ditempati Arjuna, putranya. Tapi benarkah dia masih pantas disebut ayah?

Di depan kamar bernomor 212, ia berhenti.

Lewat kaca kecil di pintu, ia mulai menyapu pandangannya, karena di ruangan ini bukan hanya ada satu kamar saja melainkan banyak kamar, Aslan pun mulai memberanikan langkahnya untuk mengecek satu persatu di setiap kamar yang hanya di beri pembatas gorden besar berwarna hijau muda itu.

Aslan memejamkan mata sejenak, ketika ia mulai menemukan kamar yang di tempati anaknya. Hatinya memberontak untuk lari. Tapi bayangan pelukan hangat kedua anaknya tadi menghentikannya.

  Ia menyibak gorden tersebut dengan pelan lalu melihat tubuh kecil itu terbaring tak berdaya diatas ranjang rumah sakit dengan selang infus yang menempel di pergelangan tangannya, Aslan tidak tahu lagi harus berbuat apa tatapannya di penuhi oleh semburat penyesalan bahkan ia sempat berpikir apa masih pantas di panggil seorang ayah.

   "Arjun maafkan Papa," lirihnya pelan, membuat wanita di samping ranjang itu mendengar samar suaranya.

Seketika Anika menoleh. Wajahnya menegang. Ia berdiri perlahan, seolah tak percaya dengan siapa yang kini berdiri di balik pintu itu.

"Aslan?" ucapnya lirih.

Suasana mendadak beku.

Aslan menunduk dalam-dalam.

"Aku... aku dengar Arjuna sakit. Aku tahu aku tak layak berada di sini. Tapi izinkan aku... hanya melihatnya, walau dari jauh," ucap Aslan dengan nada yang bergetar.

Anika mencoba untuk memberanikan diri menatap wajah pria yang ada di hadapannya itu, meskipun sulit akan tetapi dirinya berusaha untuk siap, hatinya terasa sakit melihat pria itu menampakkan wajahnya, akan tetapi dunia menuntutnya untuk tidak egois.

Karena yang ia pertaruhkan bukan masalah hati, akan tetapi menyangkut kesembuhan anaknya yang selama ini memang rindu akan belaian kasih sayang seorang ayah.

"Kau yang di nantikan, mungkin kedatanganmu menjadi obat penyembuh baginya," ucap Anika dengan nada yang tercekat.

"Nik, maaf ..." sahut Aslan menggantung.

"Masuklah dan temui dia," ucap Anika lalu mulai pergi ke luar.

Anika mulai lari ke luar ruangan dia tidak sanggup menyaksikan semua ini, dia tidak bisa akan tetapi semuanya ia lakukan demi buah hatinya.

Jangan bilang dia wanita yang tidak mandiri ataupun kalah dengan keadaan, karena menerima kehadiran Aslan. Dia sudah berjuang sendiri selama tujuh tahun dan dia pun juga tidak pernah mengemis apapun, hanya saja ia tidak bisa tegas ketika sang anak mulai terbaring lemah dan yang di nantikan bukanlah siapa-siapa melainkan seorang ayah yang sudah lalai selama ini.

"Aku lemah ... Ternyata aku lema jika itu menyangkut anak-anak ...," tangis Anika pecah.

Bersambung .

Kakak ... Kakak ... semangatin Anika yuk🙏🙏🙏🙏

 

1
ᥣׁׅ֪ꫀׁׅܻ݊݊ꪀꪱׁׁׁׅׅׅ
kpn bahagia a sll ada sj konflik
Zanahhan226
‎Halo, Kak..

‎Datang dan dukung karyaku yang berjudul "TRUST ME", yuk!

‎Kritik dan saran dari kakak akan memberi dukungan tersendiri untukku..
‎Bikin aku jadi semangat terus untuk berkarya..

‎Ditunggu ya, kak..
‎Terima kasih..
‎🥰🥰🥰
Yeni Efril
ngk kuat..sedih
Ruk Mini
haru biru, penuh dgn drama mewek" thor, tpi yg penting Happy ending ye thor, aq mh slalu bahagia yg pntg ada hiburan dr Karya" mu thor tq banyak"🙏👍👍👍
Ayumarhumah: mampir yuk kak di karya baruku berjudul Luka Yang Ku Peluk Sendiri.
yang diangkat dari kisah nyata
total 1 replies
Ummee
penasaran siapa musuh Aslan sebenarnya
Herlina Anggana
1 si aki2 ini gak mau bertanggungjawab dan gak pernah mencari anak2nya, kebetulan ketemu trus pengen dket Ama anak2nya si Anik mulai luluh meski ragu2 di tinggal pas Akat itu jadi aku dah ku suruh bubar aja dah gah usah nikah ... 😄 labil amat main kabur kok ya pas mau akat,apa keahliannya bikin Anika malu astaga, jengkel bgt tua aja labil 10th lagi pensiun tapi watak sok KY anak2
Herlina Anggana
berati selisih usia 20tahunan y .. ya bner lah Anika manggil om😄😄😄... ah ketuaan
Herlina Anggana
Aslam udah paruh baya ya? anak2nya masih SD klas 1 .. untung ada kak Marvin yg masih muda bisa jaga adek2nya kelak
Herlina Anggana
kasihan Anika yg gak punya siapa2 .. pergi pun gak ada yg cari giliran dah berdamai dengan keadaan Mlah resah Krn ktemu bagian dari masalalu .. ini Aslan aki2 kah?🤣🤣🤣 kyaknya umurnya jauh amat
1ͽ֟֯͜᷍ꮴ🔰π¹¹™
waw
Herlina Anggana
sedih banget 😭😭😭 sma nasib Anika dan 3 anaknya aku juga lagi dapat ujian ekonomi luar biasa dengan 3 anak jadi sedih
Ayumarhumah: Aaah peluk jauh kakak ...
total 1 replies
Suryani Jafar
bagus betul ceritanya serasa nyata 👍👍👍👍👍👍
Rini Utami
aq membacanya hampir nangis
nayoon
apa lagi kalian udah sombong harta cuma separo itupun ber
sam cuihhhhjj🤣🤣
nayoon
haha jangan salah syang tua gitu papamu incaran ciwi2🤣🤣
nayoon
😭😭😭😭
nayoon
sat set ini autor,tapi setelah ini baru nih mulai komflik🤣👍
sasatar77 tarsa
itulah balasannya aslan
Indah Mawarti
Thor....sebaiknya ganti penggunaan kata "rest area" dg kata " parkiran/tempat parkir"🙏
Zaichik Rania
yg paling menyakitkan bkn hanya penolakan Aslan yg tidak mau tanggung jawab atas kehamilannya, tapi dia yg sellu blng tidak mau menghianati dan menyakiti istrinya, dan dia lbh memilih anika untuk menggugurkan kandungannya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!