NovelToon NovelToon
Kembalinya Sang Permaisuri

Kembalinya Sang Permaisuri

Status: tamat
Genre:Reinkarnasi / Mengubah Takdir / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Tamat
Popularitas:210.9k
Nilai: 4.8
Nama Author: va_jiyoon

Semua telah terjadi, Zhang Gu Yue tersadar akan segala kebodohan nya, namun semua telah sia-sia. Kini dengan tubuh yang telah hancur dan bayi nya yang bahkan belum sempat melihat dan merasakan bagaimana hangat nya sinar mentari, mereka sama-sama terkapar di atas tanah yang begitu dingin bak tak memiliki perasaan. Tubuh itu mati dengan segala rasa penyesalan dan rasa sakit yang tak terbayang lagi.

Namun kini ia, Zhang Gu Yue kembali diberi kesempatan terlahir kembali. Ia berjanji akan menebus segala kesalahan dan kebodohan nya di masa lalu.

📌 Note :

1. Jangan plagiat

2. Kalau gak suka ya udah gapapa gak usah di baca

3. Selamat baca bagi yang mau

4. Jangan lupa like, komen, dan follow

5. CERITA FIKSI (KHAYALAN PENULIS)

THANK YOUUU🤍

《 va_jiyoon 》

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon va_jiyoon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

《 24 》 Minyong Pu

...~ happy reading ~...

...♧♧♧...

Minyong Pu

Dengan sepotong kain dari sobekan baju nya sendiri yang dia balutkan di telapak tangan nya untuk menghentikan pendarahan akibat luka sayatan tadi, Zhang Gu Yue duduk sembari mengecek denyut nadi seorang pria tua dengan luka yang lumayan parah di bagian kepala yang disebabkan oleh pukulan preman-preman itu. Dan di sebelah nya ada seorang bocah laki-laki berusia sepuluh tahun sedang menatap lelaki tua itu dengan penuh khawatir.

"Bagaimana kondisi Kakek Cao?" tanya nya penuh kekhawatiran.

"Aku sudah mengobati nya, tinggal menunggu dia siuman. Oh ya siapa nama mu?" tanya Zhang Gu Yue.

"Aku- aku Rong Xu. Terimakasih kakak sudah membantu ku dan Minyong Pu ku ini" jawab Rong Xu.

"Rong Xu?" gumam Zhang Gu Yue seakan terasa begitu familiar diingatan nya.

"Hiks... hikss... kakek bangun lah, kau masih harus mengajari ku banyak hal. Kata mu aku masih terlalu kecil untuk mengurus bisnis ini, aku janji akan belajar dengan benar setelah ini. Jadi bangun lah hiks..." ucap Rong Xu.

Sebuah senyuman terbit dari bibir Zhang Gu Yue, "Seorang lelaki sejati tidak cengeng seperti ini"

Rong Xu menatap sosok Zhang Gu Yue yang duduk dengan begitu anggun di hadapan nya. Aura itu begitu memukau dan membuat nya tertegun. Bahkan entah bagaimana, seketika ia tak ingin lagi menangis dan menunjukan sisi kekanak-kanakan nya.

"Sudah ku katakan dia akan baik-baik saja" ucap Zhang Gu Yue berlalu dan memilih berjalan melihat-lihat Minyong Pu dari lantai dua.

Rong Xu penasaran sebenarnya siapa dibalik sosok bercadar itu, jadilah ia mengikuti Zhang Gu Yue dan kini keduanya berdiri menatap ramai nya ibu kota bagian selatan dari lantai dua Minyong Pu. Cukup lama mereka terdiam, jujur saja Rong Xu begitu gugup saat ini.

"Nama kakak siapa?" tanya Rong Xu setelah mengumpulkan keberanian nya.

"Uhuk... A Xu" ucap Kakek Cao.

"Kakek?!" kembali Rong Xu menghampiri Kakek nya yang sudah siuman. Sebenarnya Kakek Cao bukan Kakek kandung nya, tapi dia lah yang sudah merawat Rong Xu sejak kecil.

"Kau baik-baik saja?" tanya Kakek Cao khawatir.

"Aku baik-baik saja, Kakek. Untung lah Kakak itu membantu kita" jawab Rong Xu menunjuk Zhang Gu Yue yang berdiri tak jauh dari mereka.

"Sukur lah. Ah Nona, saya uhuk... sungguh berterimakasih pada anda" ucap Kakek Cao berusaha duduk.

"Tidak masalah, tapi ku lihat-lihat toko mu ini sepi sekali" ucap Zhang Gu Yue.

Kakek Cao menghela nafas dan ia pun merasa demikian. Semakin banyak toko yang membuka usaha yang serupa akhir-akhir ini, sehingga kini toko nya kalah saing dan berakhir begitu sepi, "Apakah Nona ini membutuhkan sesuatu?" tanya Kakek Cao.

"Tidak, tapi jika mau aku bisa membantu" ucap Zhang Gu Yue.

Baik Kakek Cao maupun Rong Xu menggernyit bingung. Siapa sebenarnya gadis di depan mereka ini? setelah tadi berhasil melumpuhkan perampok kini justru mengajak mereka bekerja sama.

"Aku bukan bagian dari mereka, aku... Zhang Gu Yue" ucap Zhang Gu Yue akhirnya melepaskan cadar nya sehingga kedua lelaki di hadapan nya itu bisa dengan jelas mengetahui siapa sebenarnya dia.

"Nona Kedua Zhang?! maaf karena ketidaksopanan hamba barusan. Tapi kenapa anda ingin bekerja sama dengan toko kecil yang seakan tak ada harapan ini?" ucap Kakek Cao langsung berusaha bangkit, untuk menjaga kesopanan nya.

"Tidak masalah, harapan itu masih tetap ada jika kita masih mempercayai nya dan mau berusaha, aku percaya suatu saat nanti Minyong Pu ini pasti akan kembali bangkit. Hanya saja perlu beberapa perubahan" ucap Zhang Gu Yue mencegah apa yang ingin kakek tua itu lakukan di saat tubuh dia saja masih sangat lemah.

"Kakek, kenapa tidak menerima tawaran Nona Zhang ini? toko kita akan segera bangkrut jika tidak segera di selamatkan, kakek juga telah bekerja terlalu keras, jujur saja Rong Xu khawatir dengan kesehatan Kakek jika terus seperti ini" usul Rong Xu.

Jujur saja ia juga merasa kasian pada Kakek yang sudah merawat nya sejak kecil. Dia masih berusaha begitu keras diusia nya yang sudah tak muda lagi. Rong Xu pun hanya bisa membantu dengan tenaga, jika pikiran atau strategi, ia masih begitu awam tentang bisnis.

Kakek Cao berfikir sejenak menatap sang cucu. Benar juga, selama ini dia sudah bekerja keras namun hasil yang ia dapatkan selalu kalah saing dengan toko yang lain. Bahkan kini toko nya sendiri nyaris bangkrut dan hanya tersisa beberapa stok bahan pokok di gudang yang bisa ia jual. Jika terus seperti ini, maka Minyong Pu tidak bisa di selamat kan dan bagaimana nasib cucu nya kelak?

"Tidak perlu menjawab sekarang. Aku akan membuktikan nya dulu, Kakek bisa melihat hasil nya nanti. Izinkan aku untuk melakukan sesuatu dengan Minyong Pu mu ini" ucap Zhang Gu Yue kembali menggunakan cadar nya.

"Um, silahkan. A Xu, bantu lah Nona Zhang" ucap sang kakek.

"Baik Kakek" jawab Rong Xu antusias.

>>>>>

"Jadi Kak- eh maksud ku Nona Zhang, kita harus memulai dari mana?" tanya Rong Xu.

"Tidak apa-apa, jika kau mau memanggil ku kakak" ucap Zhang Gu Yue.

"Benarkah?" tanya Rong Xu berbinar.

Zhang Gu Yue hanya mengangguk untuk menjawab, lalu kembali fokus mengecek beberapa persediaan di Minyong Pu. Ternyata semua bahan yang dijual mulai dari beras, gandum, teh, dan daging beku masih menumpuk banyak dengan kualitas terbaik. Dari situ, seperti nya dia mengerti sesuatu. Minyong Pu bukan kalah saing dari segi kualitas tapi dari segi harga.

"Apakah di sini ada bahan-bahan yang sudah lama?" tanya Zhang Gu Yue.

Rong Xu menggernyit, "Untuk apa? itu ada di gudang belakang"

"Tentu saja untuk dijadikan uang. Ruyin, kau sudah mendapatkan informasi nya?" tanya Zhang Gu Yue.

"Tapi Kakak, Minyong Pu tidak akan menjual barang yang sudah lama. Itu bukan prinsip Minyong Pu, bahan-bahan itu akan segera di buang saja" protes Rong Xu.

"Menjawab Nona, sudah. Mereka memang menjual bahan-bahan pokok dengan harga murah. Namun setelah hamba teliti bahan-bahan itu adalah campuran antara bahan yang baru dan bahan yang sudah lama. Mungkin itu sebab nya mereka berani menjual dengan harga yang begitu murah" jelas Ruyin.

"Astaga ternyata" ucap Rong Xu terkejut.

Seketika sekelebat ide muncul di pikiran Zhang Gu Yue dan dia pun tersenyum senang, "Baiklah A Su, bawa bahan-bahan yang sudah lama itu kesini. Dan aku butuh orang untuk mempromosikan stok beras dan yang lainnya"

"Tapi Kakak" ragu Rong Xu.

"Biar kan aku membuktikan nya dulu ya?" pinta Zhang Gu Yue.

Melihat tatapan mata meyakinkan dari gadis itu, membuat Rong Xu pun akhirnya luluh. Dia pun meminta keempat pegawai nya untuk mengeluarkan stok bahan yang sudah lama dan yang satunya sedang diberi arahan oleh Zhang Gu Yue tentang tugas nya.

Setelah beberapa saat akhirnya semua telah selesai. Dan kini satu pelayan yang bertugas mempromosikan barang dagangan mereka pun sudah berdiri di depan Minyong Pu, bersiap untuk mengeluarkan suara nya.

"Tuan Tuan dan Nyonya Nyonya sekalian mari pergi ke Toko Minyong Pu kami. Disini kami menjual berbagai kebutuhan pokok diantara nya beras, gandum, teh, dan daging beku dengan kualitas terbaik. Dan dikarenakan hari ini Tuan kami sedang berbaik hati maka siapa saja yang membeli satu porsi akan mendapatkan satu porsi gratis. Untuk itu, marilah datang ke Minyong Pu selagi stok masih tersedia" ucap pelayan tersebut.

"Apa itu?"

"Oh bukan kah itu sama saja kita membeli satu namun mendapat dua?"

"Ayo ayo kita lihat"

Orang-orang pun mulai berdatangan ke Minyong Pu dengan rasa penasaran. Bahkan kini Minyong Pu terlihat sesak dan ada beberapa yang masih mengantri di depan pintu.

"Apa kalian serius menjual ini?" tanya salah satu warga.

"Tentu tuan tuan nyonya nyonya, di sebelah kanan adalah barang-barang yang kami jual dan nanti anda bisa mendapatkan yang gratis di sebelah kiri. Namun sebelum itu saya akan memberi tahu perbedaan nya terlebih dahulu. Yang di sebelah kanan itu adalah bahan-bahan yang berkualitas tinggi. Dan yang sebelah kiri itu sudah agak lama namun kami menjamin itu masih layak untuk dikonsumsi. Jika kalian masih berkenan silahkan membeli di Minyong Pu ini" ucap pelayan yang juga sudah diajari oleh Zhang Gu Yue.

"Maksud nya kalian memberi kami makanan busuk begitu?!" protes salah satu warga.

"Bukan kah sudah saya katakan jika itu masih bisa di konsumsi? lagi pula jika anda tidak mau memakan nya itu bisa di berikan kepada hewan peliharaan, bahan itu gratis bukan?"

"Benar juga"

"Baik aku beli dua porsi beras, ah aku memiliki banyak ayam di rumah itu sungguh lumayan. Jika dilihat memang beras gratis itu masih lumayan bagus"

"Iya aku merupakan tabib dan aku juga menjamin jika bahan-bahan ini benar-benar aman"

Seketika semua orang langsung antusias mendengar hal tersebut. Mereka berbondong-bondong membeli bahan-bahan pokok di Minyong Pu. Siapa yang tidak mau mendapatkan barang gratis bukan?

"Aw tunggu, beras dan gandum di sini benar-benar berkualitas bagus, tidak seperti yang aku beli barusan" ucap salah satu perempuan membandingkan kedua bahan yang baru saja ia beli dengan barang yang ada di Minyong Pu.

"Coba aku lihat, wahhh benar! lihat lah ini seperti campuran"

"Wahhh jadi selama ini kita dibohongi?!"

"Apah? pantas saja harga nya sangat murah"

"Benar, mereka bilang jika beras dan bahan-bahan lainnya adalah bahan berkualitas tinggi namun ternyata benar-benar tidak layak! berbeda dengan Minyong Pu ini, mereka benar-benar terbuka dan mengatakan jika bahan ini adalah bahan lama. Apalagi mereka memberikan nya secara gratis"

"Benar-benar bijaksana"

Pujian demi pujian terlontarkan untuk Minyong Pu. Bahkan kini mulai banyak yang beralih untuk membeli bahan di Minyong Pu walaupun dari segi harga jauh lebih tinggi. Namun kualitas di sana sudah tidak perlu di ragukan lagi.

>>>>>

"Wahh... Kakak, ini- ini benar-benar bekerja!" ucap Rong Xu senang menatap dari jendela lantai dua bagaimana orang-orang silih datang dan pergi dari Minyong Pu untuk berbelanja.

"Nona Zhang, anda benar-benar penyelamat Minyong Pu" ucap Kakek Cao tersenyum haru.

Sebelumnya ia sudah hampir gila rasanya akibat kondisi Minyong Pu yang hampir gulung tikar. Namun melihat kejadian sekarang ia benar-benar lega seakan ada seorang dewi turun yang membantu memecahkan masalah nya.

"Bagaimana Kakek Cao, apakah tawaran ku bisa?" tanya Zhang Gu Yue dengan anggun setelah meminum teh nya.

"Tentu, mari membicarakan pembagian keuntungan ini?" tanya Kakek Cao.

Zhang Gu Yue mengangguk, "Empat puluh persen?" tawar Zhang Gu Yue.

"Tuan Tuan Tuan! penjualan benar-benar meningkat pesat. Bahkan setelah bahan-bahan lama telah habis dan tak ada bahan gratis lagi, mereka tetap membeli di Minyong Pu" ucap seorang pegawai menyampaikan kabar dengan gembira.

"Bagus bagus, layani mereka dengan benar. Nona Zhang, jika seperti ini empat puluh persen pun tidak masalah" ucap Kakek Cao.

"Baiklah, kalau begitu lusa aku akan kembali lagi dan memberikan ide lainnya. Aku ada urusan sekarang" ucap Zhang Gu Yue beranjak pergi.

"Kakak aku akan mengantar, apa Kakak perlu kereta kuda?" ucap Rong Xu.

"Huss! dia adalah Nona dari Kediaman Zhang, kereta kuda kita sama sekali tidak pantas" tegur Kakek Cao.

"Bukan seperti itu Kakek, aku tidak masalah. Hanya saja, aku memang sengaja ingin berjalan-jalan bersama Ruyin, jadi tidak perlu kereta kuda" ucap Zhang Gu Yue.

"Ah maaf, Nona" ucap Kakek Cao.

"Kakak, bagaimana kalau aku antar sampai kedepan?" tanya Rong Xu tidak menyerah.

"Baiklah" jawab Zhang Gu Yue.

...♧♧♧...

1
Affan Arifin
oh ya siapa aja sih yang dapet ingatan sebelumnya bukannya ada 3 ya ,tapi kok yang satu gak muncul ya .maksutnya yang nyerang bulan kembar itu lo👍🙏
Affan Arifin: dah papa namanya juga manusia tempat salah dan dosa
total 2 replies
Erna Masliana
selesai... bagus ceritanya 👍👍
Erna Masliana
putri Xia jadi tabib dewa bagus tuh
Erna Masliana
ya ampun banyak anak 👍👍
Erna Masliana
oh Kasim berkeluarga juga.. kukira Kasim itu yang tidak bisa punya keturunan
Erna Masliana
betul
Erna Masliana
di gantung? harusnya di penggal biar jelas matinya
Erna Masliana
maaf maaf gampang banget
Erna Masliana
OGAH
Erna Masliana
kuharap ibu dan bayinya mati karena lemah..biar tidak jadi pemberontak di kemudian hari apalagi dia lahir dari bibit setan
Erna Masliana
harta para pengkhianat kemana gak mungkin kan harta itu musnah.. apalagi s sangui itu
Erna Masliana
cuih para pejabat bodoh
Erna Masliana
Yue terlalu lunak harusnya lumpuhkan dulu baru jelaskan
Erna Masliana
harusnya s Zhang Yan ini di tabok dulu sampe bocor jangan lupa kedua orang tua nya juga kasih shock terapi minimal kejang.. masih dendam aku sama mereka.. apalagi s selir kuharap dia di depak
Erna Masliana
Jun terlalu ceroboh mentang mentang di suruh menghadap sendiri terus benar benar tidak ngajak seorang pun.. terus para pengawal Kaisar juga segitu lemah kah dan sedikit juga kok bisa nurut ke Mentri pergantian penjaga sedangkan majikannya Kaisar..dan yang berwenang setelah Kaisar tentunya Kasim
Erna Masliana
Yue diem pun pasti di usik.. mending gerak bantu biar cepat
Erna Masliana
racun pasti... tapi anehnya tabib kerajaan selalu kalah hebat dari tabib luar
Erna Masliana
tugas sebenarnya memang menghalangi Feng naik tahta.. karena kalau dia naik tahta rakyat menderita
Erna Masliana
kenapa harus ngikuti arus s penjahat sampai segitunya
Erna Masliana
kenapa tidak curiga.. padahal sudah jelas keburukan di depan mata.. cara minta maaf pun tidak tulus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!