NovelToon NovelToon
MENOPANG LANGIT Di ATAP YANG ASING

MENOPANG LANGIT Di ATAP YANG ASING

Status: tamat
Genre:Slice of Life / Nikahmuda / Penyesalan Suami / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Hamil di luar nikah / Berbaikan / Tamat
Popularitas:13.2k
Nilai: 5
Nama Author: byyyycaaaa

Bagi orang lain, ia adalah definisi kemandirian yang sempurna. Namun, di balik punggungnya yang tegap, tersimpan luka yang tak pernah dipeluk siapa pun.

Ia tumbuh dalam rumah yang penuh, tetapi merasa seperti yatim piatu di tengah hiruk-pikuknya. Sejak kecil, ia dipaksa menelan rindu pada orang tua yang merantau, hanya untuk kembali dan mendapati dirinya sebagai orang asing yang selalu salah. Tanpa pembelaan, tanpa kasih sayang, ia belajar satu hal: satu-satunya orang yang bisa ia andalkan adalah dirinya sendiri.

Namun, sampai kapan seseorang bisa terus menjadi "langit" yang kokoh tanpa pernah runtuh? Ketika semua keinginan harus dipenuhi sendiri dan setiap air mata harus disembunyikan, ia mulai kehilangan jejak akan perasaannya sendiri.


Di rumah yang seharusnya menjadi pelabuhan, ia justru tenggelam dalam kesepian yang paling sunyi. Mampukah ia menemukan jalan pulang ke dirinya sendiri, ataukah ia akan terus menopang langit itu sampai hancur berkeping-keping?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon byyyycaaaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16

Bagi dunia, Pradipta adalah atasan yang dingin, efisien, dan tanpa kompromi. Namun bagi dirinya sendiri, ia adalah seorang pria yang telah lama menjadi pengagum rahasia asistennya sendiri.

Ia ingat persis kapan rasa itu mulai berubah dari sekadar profesional menjadi sesuatu yang lebih personal. Itu terjadi setahun yang lalu, saat Alana sedang mempersiapkan presentasi untuk klien besar dari Jepang. Alana sedang demam tinggi, wajahnya kemerahan dan matanya sayu, namun ia menolak untuk pulang.

"Saya tidak bisa meninggalkan ini, Pak. Ini tanggung jawab saya," ujar Alana waktu itu dengan suara parau yang gemetar.

Pradipta ingin sekali memarahi wanita itu, memaksanya pulang, dan menyelimutinya agar ia bisa beristirahat. Namun, ia melihat sesuatu di mata Alana—sebuah ketakutan yang mendalam akan kegagalan, seolah-olah jika ia berhenti sejenak saja, dunianya akan runtuh.

Saat itulah Pradipta menyadari bahwa Alana bukan sedang mengejar karier; ia sedang berlari dari rasa takut tidak berguna bagi keluarganya.

Sejak hari itu, Pradipta mulai melakukan hal-hal kecil yang tidak disadari Alana. Ia sengaja memberikan tenggat waktu yang lebih longgar, memesankan makan malam lembur yang paling sehat lewat sekretaris lain, atau sekadar memastikan suhu AC di kubikel Alana tidak terlalu dingin.

Ia menaruh hati pada Alana bukan karena kecantikannya yang formal, tapi karena ketangguhan wanita itu yang luar biasa sekaligus rapuh di saat yang sama. Pradipta melihat Alana sebagai sebuah mahakarya yang retak, dan ia memiliki keinginan posesif untuk menjadi perekat bagi retakan-retakan tersebut.

Di Atas Langit

"Maaf, Pak, apakah Anda ingin minum?" tanya pramugari dengan suara pelan.

Pradipta tersentak dari lamunannya. Ia menutup mapnya dengan cepat, menyembunyikan foto itu kembali. "Tidak, terima kasih."

Ia menatap lurus ke arah jendela yang menampakkan kegelapan tanpa batas. Di Bali, ia hampir saja kehilangan kendali. Saat melihat Alana menangis di pantai tadi, ia ingin sekali menarik wanita itu ke dalam pelukannya dan membisikkan bahwa ia tidak perlu bekerja sekeras itu lagi karena ia akan menanggung segalanya.

Namun, Pradipta tahu itu bukan yang Alana butuhkan.

Alana tidak butuh pahlawan baru yang akan mendikatenya. Alana butuh ruang untuk menemukan kekuatannya sendiri. Ia tidak ingin Alana berpindah dari satu ketergantungan (keluarganya) ke ketergantungan lain (dirinya).

"Tunggu sebentar lagi, Alana," bisik Pradipta pelan hingga suaranya tertelan suara mesin pesawat. "Selesaikan proyekmu di Bali. Temukan dirimu yang sebenarnya. Dan saat kamu sudah benar-benar tegak berdiri tanpa bayang-bayang mereka, saya akan datang bukan sebagai atasanmu, tapi sebagai pria yang ingin berjalan di sampingmu."

Pesawat mulai menukik turun, lampu-lampu Jakarta yang bising mulai terlihat. Kota yang penuh tuntutan itu sudah menunggunya. Pradipta mengencangkan sabuk pengamannya, menutup mata sejenak, dan membayangkan senyum tulus Alana yang ia lihat di pantai tadi.

Senyum itu adalah satu-satunya alasan mengapa ia rela menempuh perjalanan ribuan kilometer hanya untuk satu jam pertemuan. Karena bagi Pradipta, Alana adalah proyek terpenting dalam hidupnya—proyek untuk mengembalikan kebahagiaan seorang wanita yang telah lama lupa cara untuk bahagia.

Pesawat menyentuh landasan pacu Bandara Soekarno-Hatta dengan guncangan halus. Jarum jam menunjukkan pukul satu dini hari. Jakarta masih terjaga dengan kerlip lampu jalannya yang tak pernah redup, namun pikiran Pradipta masih tertinggal di pesisir Uluwatu yang sunyi.

Begitu tanda kenakan sabuk pengaman mati, Pradipta segera mengaktifkan ponselnya. Rentetan notifikasi e-mail pekerjaan masuk bertubi-tubi, namun jemarinya dengan tangkas mengabaikan semua itu. Ia membuka aplikasi pesan singkat, mencari nama Alana di baris teratas.

Ada keraguan sejenak. Menghubungi bawahan di jam seperti ini, untuk alasan yang bukan keadaan darurat kantor, adalah pelanggaran terhadap prinsip profesionalisme yang selama ini ia agung-agungkan. Namun, Pradipta menyadari bahwa sejak ia memutuskan terbang ke Bali siang tadi, tembok profesionalisme itu sudah runtuh menjadi puing-puing.

Pradipta: Saya baru saja mendarat. Jakarta terasa jauh lebih menyesakkan setelah melihat langit Bali bersamamu tadi sore.

Ia menatap pesan itu. Terlalu puitis? Terlalu personal? Ia hampir menghapusnya, namun egonya kalah oleh rasa ingin tahu apakah Alana sudah tertidur. Sebelum logika sempat mengambil alih, jemarinya sudah menekan tombol kirim.

1
falea sezi
resain lah oon
falea sezi
jangan betele tele
falea sezi
prett bgt muter doank. g jelas. ne novel. pantes g ada like wong peran utama. oon bkin mual
Lilack Sunrise: pakai lah bahasa Indonesia yang baik dan benar , kamu kayaknya yang oon semua tulisan di kasih titik.gagap loe
total 1 replies
falea sezi
resain pergi jauh dr. dipta yg. plin plan. pengecut dr ortu toxic
falea sezi
Resain aja alana pradipta aja goblok
falea sezi
bodoh di manfaatnya ortunya diem aja pergi lah bego
Desi Santiani
yaa tamat thor
RM
bagus bgt kenapa sepi pembaca y
byyyycaaaa: Terim ma


terimakasih sudah mampir kak🙏🤗
total 1 replies
RM
bagus banget kenpa sepi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!