Kehidupan Ethan berubah drastis setelah mendapatkan sebuah sistem misterius yang membuatnya semakin kuat. Namun hidupnya semakin rumit ketika seorang pria bernama Eric hampir terbunuh setelah disangka sebagai dirinya oleh seorang pembunuh bayaran.
Pertemuan tak terduga di rumah sakit mengungkap rahasia besar: Eric dan Ethan ternyata sepupu. Ibu Ethan, Evelyn, adalah saudara kembar Everly dari keluarga berpengaruh, Keluarga Spencer. Dua puluh tahun lalu, Evelyn meninggalkan keluarga itu demi cinta, meninggalkan dendam dan intrik yang kini mulai kembali menghantui Ethan.
Di tengah ancaman dari masa lalu, kehidupan pribadi Ethan juga tidak kalah rumit. Ia jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Caroline, tetapi justru terikat dalam pertunangan yang tidak pernah ia setujui dengan Viona.
Kini Ethan harus menghadapi konflik keluarga, misteri kematian ibunya, dan pilihan hati yang sulit.
Akankah ia memilih Caroline, cinta pertamanya, atau Viona, tunangan yang perlahan mengisi hidupnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ZHRCY, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sudah Berakhir!
Kemudian, suara dering ponsel bergema di ruangan itu. Itu adalah ponsel dokter. Salah satu petugas melangkah maju dan menerimanya sebelum menyalakan pengeras suara agar dokter bisa mendengarnya.
"Dokter, kami telah menemukan bahwa semua tindakan yang telah kau lakukan di rumah sakit kami tidak mengikuti kode etik seorang dokter. Jadi, mulai saat ini, kau bukan lagi karyawan rumah sakit kami. Tidak perlu bagimu untuk mengundurkan diri, kami memecatmu."
Segera setelah itu, panggilan pun berakhir.
Keheningan menyelimuti ruangan untuk sesaat. Kemudian, terdengar bunyi bip cepat dari mesin yang memantau detak jantung dokter. Dokter itu melihatnya. Dia terkejut. Dia buru-buru maju untuk memeriksa, namun semuanya tiba-tiba menjadi hening.
"Apa yang terjadi?" tanya petugas yang bertanggung jawab dengan cemas.
"Ehm, pasien mengalami serangan jantung dan tekanan darah tinggi lalu tiada." kata dokter itu sambil melihat garis datar yang muncul di layar. Itu menunjukkan bahwa jantungnya sudah berhenti berdetak.
"Dia tiada? Begitu saja?" Para petugas tidak bisa mempercayainya.
"Apa yang akan kita lakukan?" tanya salah satu petugas.
"Yah, dia ditemukan oleh massa, dipukuli, diselamatkan dan dibawa ke rumah sakit, lalu dia tiada karena tekanan darah tinggi dan serangan jantung akibat dipecat dari pekerjaan." jawab petugas yang bertanggung jawab.
"Jadi, siapa yang membunuhnya?"
"Massa dan orang yang memecatnya."
"Siapa yang akan kita tangkap? Keduanya?"
"Tentu saja tidak! Tangkap orang yang memecatnya. Dialah yang membunuhnya dengan serangan jantung dan tekanan darah tinggi."
"Mengerti."
"Sudah kau rekam pernyataannya?"
"Ya bos. Semuanya sudah selesai."
"Baik, lanjutkan. Mari kita pergi dan tangkap pembunuh itu."
"Ya pak!"
"Oh, tunggu sebentar. Siapa yang memecatnya dan di mana dia?"
"Lihat betapa pelupanya aku. Bawa ponsel itu bersama kita, itu barang bukti. Tangani dengan hati-hati."
"Baik pak. Barang bukti sudah diamankan."
"Baiklah! Mari kita pergi dan tangkap penjahat itu."
Dokter yang bertanggung jawab: "...."
Perawat: (☉。☉)!
Kasihan direktur rumah sakit, dia tidak menyangka bahwa dengan mencoba menyelamatkan reputasi rumah sakit dengan memecat 'dokter' justru membuatnya menjadi seorang pembunuh yang diburu polisi.
...
Di sisi lain, keluarga Williams berada dalam kekacauan. Mereka tidak mampu menangani keadaan yang sedang menuju ke arah yang buruk itu.
Kerusakan reputasi yang mereka alami karena terhubung dengan 'dokter' melalui Betty yang merupakan bagian dari keluarga Williams telah membawa kerugian bagi mereka.
Bukan hanya beberapa karyawan mereka berhenti bekerja, ada juga yang mulai mengklaim bahwa gaji mereka ditunda. Bahkan ada yang mengatakan bahwa mereka dilecehkan oleh anggota keluarga Williams yang berada di jajaran atas perusahaan.
Satu per satu, perusahaan yang bertugas menjual produk mulai melihat penurunan jumlah penjualan. Kemudian, barang-barang yang seharusnya dikirim ditahan karena otoritas pelabuhan ingin memastikan apakah barang tersebut cacat atau tidak.
Hal ini pada akhirnya menyebabkan keterlambatan dalam pengiriman pesanan. Mereka yang seharusnya menerima barang datang kepada keluarga Williams, ingin agar mereka memberikan kompensasi atas kerugian yang mereka derita.
Kontrak-kontrak dibatalkan satu demi satu dan keluarga Williams harus membayar ganti rugi atas kerusakan yang terjadi karena kegagalan dalam mengirimkan produk.
Bank dan koperasi yang pernah memberikan pinjaman kepada keluarga itu datang menuntut mereka membayar utang atau harta mereka akan disita.
Bank-bank memutuskan untuk membekukan semua rekening anggota keluarga Williams dan bisnis yang terkait dengan mereka. Dengan cara ini, mereka memastikan bahwa sedikit uang yang tersisa di bank tidak akan habis sebelum mereka dibayar.
Produk-produk yang terkait dengan keluarga Williams diboikot satu demi satu. Kerja sama yang dimiliki keluarga itu dengan mitra lain diputus satu demi satu. Orang-orang ini tidak mau ikut terkubur bersama keluarga Williams.
Saat ini di kediaman keluarga Williams, Robert masih mengernyit di ruang kerja. Dia sedang melihat informasi yang diterimanya dari Duran tentang Ethan.
Informasi itu menyatakan bahwa Ethan telah membeli sebuah gedung yang bernilai $70.000.000. Hal ini membuatnya mempertanyakan apakah itu benar. Lagi pula, bagaimana mungkin Ethan mampu membeli dengan jumlah uang sebesar itu?
Dia masih mencoba menemukan kelemahan yang bisa dia manfaatkan untuk memastikan bahwa Ethan kembali ke keluarga. Namun, dia sudah berada di sana selama lebih dari dua jam tetapi tetap tidak bisa memikirkan sesuatu yang dapat digunakan untuk membawanya kembali.
Saat dia hendak melakukan panggilan telepon, tiba-tiba terdengar suara gedebuk dan pintu dibuka dengan paksa.
"Siapa yang tidak punya sopan santun sampai menerobos masuk ke ruang kerjaku seperti banteng gila?" Dia sudah frustrasi. Sekarang ada seseorang yang benar-benar berani menerobos masuk seperti itu, dia tidak bisa menahan diri untuk melampiaskan amarahnya.
"Anak durhaka! Beraninya kau mengatakan bahwa aku tidak punya sopan santun? Bukankah aku yang mengajarimu apa itu rasa hormat? Dan kau berani menyebutku banteng gila? Jika hari ini aku tidak memberimu pelajaran, maka aku bukan Lewis Williams!" Lewis yang baru saja masuk menerima hinaan dari putranya.
Sudah dalam keadaan marah hanya karena dia dihina, Lewis mengangkat tongkatnya dan mulai memukuli Robert, sepenuhnya lupa bahwa Robert sekarang sudah dewasa.
Robert di sisi lain tidak pernah menyangka bahwa yang masuk seperti itu adalah ayahnya. Itu tidak seperti biasanya. Jadi, dia hanya berpikir bahwa dia bisa melampiaskan amarahnya pada orang yang masuk. Siapa sangka bahwa dia justru mengundang lelaki tua itu untuk melampiaskan kemarahannya padanya.
Dia ingin menjelaskan bahwa itu tidak disengaja, tetapi Lewis sudah mulai memukulinya. Tongkat yang dia gunakan bukan terbuat dari plastik atau kayu. Itu terbuat dari logam!
Jadi, setiap pukulan yang mendarat pada Robert membuatnya mendesis kesakitan. Tetapi, dia tidak berani berteriak keras mengingat anak-anaknya ada di suatu tempat di sekitar. Dia berhasil menahan rasa sakit itu selama lebih dari lima menit.
Merasa lelah, Lewis yang matanya sudah memerah menatapnya dan mulai memarahinya lagi. "Apa yang aku lakukan sampai pantas memiliki anak yang tidak berguna seperti ini? Kau merasa mengusir putramu saja belum cukup. Sekarang, kau benar-benar berani melakukan sesuatu yang mengancam menghancurkan keluargaku?!"
Robert bisa memahami kesalahan pertama ketika dia mengusir Ethan dari keluarga. Tetapi, apa maksud bagian kedua itu? Kapan dia pernah membuat keputusan yang memengaruhi keluarga? Mungkinkah keluarga Snow sudah mengumumkan bahwa pesta pertunangan akan berlangsung besok?
"Apa yang terjadi ayah? Apa kesalahanku?" tanya Robert.
"Kau masih berani bertanya? Kau tidak tahu bahwa istrimu bekerja sama dengan seorang penjahat? Sekarang, media mengecam keluarga kita dan mengatakan bahwa kita adalah sekelompok penjahat!" Lewis mengaum marah.
"Hah? Apa yang terjadi sebenarnya?" Robert tercengang.
"Bodoh tidak tahu apa-apa. Kau bahkan tidak tahu hal seperti itu? Apa kau benar-benar kepala keluarga? Semua bisnis kita runtuh. Para pemegang saham di perusahaan kita menjual saham mereka dengan harga murah!"
"Barang-barang yang seharusnya dikirim semuanya ditahan! Kontrak-kontrak dibatalkan! Kita harus membayar kembali pinjaman yang kita ambil! Semua yang tidak menerima barang tepat waktu menuntut kompensasi atas kerugian yang terjadi!...."
Semakin dia berbicara, semakin marah dia jadinya. Pada akhirnya, Lewis roboh ke lantai. Sejak awal dia sudah tua. Melakukan aktivitas seintens itu dan menghabiskan banyak tenaga membuatnya harus menanggung akibatnya.
Robert sangat tercengang setelah mendengar apa yang dikatakan ayahnya. Dia tidak mengerti bagaimana semuanya bisa sampai seperti ini. Dia pikir dia sudah menangani semuanya dengan baik. Pada akhirnya, keluarga itu akan hancur di tangannya?
Hanya dengan memikirkan mereka yang selama ini mengincar bisnis keluarga dan mereka yang telah dia sakiti demi memastikan keberhasilannya, Robert tidak bisa menahan diri untuk tidak gemetar. Dia tahu orang-orang itu akan keluar dari bayang-bayang dan mencoba melahap keluarga Williams.
Melihat ayahnya roboh, dia melupakan semua yang sedang dipikirkannya dan bergegas maju untuk menopangnya. Setelah mengatur agar lelaki tua itu beristirahat, dia keluar dari ruang kerja dengan marah.
"Betty! Ke mana perempuan itu pergi?! Datang ke sini sekarang juga dan jelaskan padaku apa yang sedang terjadi!" dia mengaum.
Mereka yang melihatnya segera mengambil kesempatan untuk menyingkir. Tidak ada yang ingin menghadapi Robert yang sedang marah.
Bahkan saudara-saudara Robert yang selalu ingin menjadi CEO Wills Group pun tidak bisa berbuat apa-apa. Ini sebenarnya kesempatan yang bagus bagi mereka untuk menjatuhkan Robert dan menggantikannya.
Tetapi sekarang, bagaimana mereka berani menerima kentang panas itu? Mereka akan membiarkan Robert menangani semuanya sendiri. Jika mereka berani mengambil alih posisi itu, merekalah yang harus menghadapi tekanan dari badai besar yang sedang melanda keluarga.
Setelah mencari dan bertanya ke sana kemari, Robert diberi tahu bahwa Betty telah meninggalkan kediaman keluarga sekitar enam jam yang lalu. Dan sejak saat itu, tidak ada yang melihatnya dan dia juga tidak menerima panggilan apa pun. Lebih dari itu, mereka tidak bisa menemukan apapun tentangnya. Seolah-olah dia menghilang begitu saja.
Yang lebih mencurigakan lagi adalah Lucy juga menghilang. Hal ini membuat banyak orang berpikir bahwa ibu dan anak itu sudah melarikan diri sejak tanda bahaya pertama muncul.
Robert menjadi semakin marah. Bagaimana mungkin seorang wanita yang dia nikahi justru menyebabkan kejatuhan keluarganya? Dia benar-benar marah saat ini.
Dia mencoba memikirkan solusi untuk masalah yang sedang terjadi. Dia melakukan beberapa panggilan, tetapi setiap panggilan berakhir dengan wajahnya yang semakin gelap.
Dia merasa tidak berdaya. Pada saat itulah ponselnya berdering. Melihat peneleponnya, ternyata itu adalah Jeff. Dia merasa bersemangat dan secercah harapan menyala di matanya. Bagaimana mungkin dia melupakan bahwa dia memiliki keluarga besan yang begitu berkuasa?!
Dia segera menerima panggilan itu. "Tuan Jeff..." Dia bahkan belum sempat menyelesaikan ucapannya ketika suara marah Jeff terdengar.
"Kau berani berbohong padaku?! Kau mengatakan bahwa dia adalah putramu. Pada akhirnya, kau justru telah mengusirnya dari keluarga! Karena kau berani mempermainkanku, aku akan memastikan keluarga Williamsmu jatuh. Selain itu, pertunangan itu tidak ada lagi!"
Tut... Tut... Tut...
Panggilan itu berakhir di sana.
Robert menjatuhkan ponselnya ke lantai sambil menatap kosong ke depan dan bergumam, "Sudah berakhir!”
lebih banyak lagi dongg🙏🙏