A Little Desire of Anti-Hero ¦ Alihero
———
Rion, seorang half-elf yang dijauhi kerena dia mempunyai rambut berwarna hitam yang dianggap sebagai bentuk kemalangan.
Namun, dia tidak mengindahkan apa yang dikatakan orang lain, baginya selama ada sosok ibunya itu sudah cukup.
Sampai saat semua itu hilang. Bahkan saat dia mencoba melepaskan semua itu, dia dipaksa kembali.
Melahirkan sosok paling menakutkan.
———
[Slow Updates]
Hai sahabat pembaca di mana pun kalian berada, jangan lupa support author ya! Caranya gampang tinggal tekan tombol like, komen dan rate *5 pada bagian depan!
Dur ¦ @rohimdur00
Salam dari Dur
#hanyapendatang
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SE.7, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Arc I - Chapter 24 : Pembebasan Gerbang - 4
Sunyi, medan pertempuran yang sebelumnya penuh dengan teriakan, suara logam beradu, dan ledakan mendadak hening. Seluruh pertarungan menjadi terhenti, semua orang kini fokus pada apa yang pemuda berambut hitam itu —Rion— lakukan pada Demand.
Bahkan Wess, seorang prajurit beast-kin yang dikenal paling pemberani di antara rekan timnya kini merasakan takut, bahkan jika itu hanya sekelebat pikiran yang sebelumnya melintas untuk melawan pemuda itu karena ketidakpercayaannya.
Ketakutan itu bukan hanya berasal dari pemuda itu dapat mengatasi Demand yang berkekuatan gold level 5 dengan mudah. Melainkan kesadisannya lah yang membuat Wess merasakan takut gentar.
'Apa pemuda itu adalah seorang di tingkat platinum level?' batin Wess bertanya-tanya. Namun, begitu dia memikirkan hal yang ingin dia lakukan sebelumnya dia merasa semakin gila.
Memanfaatkan keterkejutan yang dialami oleh pasukan Eugary Empire, Xion dan yang lain dengan cepat menuju Wess yang terluka parah. Melihat keadaan rekannya ini yang lebih parah daripada apa yang terlihat, Yuzu dan Zee bekerja sama untuk memulihkan kondisinya dengan mantra penyembuh yang mulai dilakukan keduanya.
Setelah melihat bahwa kondisi Wess setelah kondisinya menjadi lebih baik dan stabil, dia pun mengajukan sebuah pertanyaan yang Ingin Wess ini jawab, "Wess, apa kau tahu siapa pemuda itu?"
Ini adalah hal yang membuat Xion penasaran, dan terasa sangat mengganjal di hatinya akan siapa sosok pemuda yang membantu mereka. Meskipun kecil kemungkinannya, tapi bisa saja bahwa pemuda itu adalah agen khusus dari Synuere Forest State mengingat daerah dudukan Eugary Empire berada di antara kedua negara mereka dan negara itu.
Akan tetapi, Wess menggelengkan kepalanya. "Entahlah Kapten, tapi ...," Melihat apa yang pemuda itu lakukan, dia menghentikan perkataannya sejenak. "... Untungnya dia bukanlah seorang yang berada dipihak musuh."
Mendengar ini seluruh anggota tim menelan ludahnya tanpa sadar. Melirik ke pekerjaan yang tengah pemuda itu lakukan, bukan hanya kesadisan bahkan tidak terasa sedikit pun niat membunuh yang bocor atau dapat dirasakan darinya. Seolah hal yang tengah pemuda itu lakukan, sama dengan seseorang yang membunuh semut, tidak, mungkin sama dengan bernapas untuknya.
Akan tetapi, kekejaman dan kesadisan yang pemuda itu tunjukkan tak hanya sampai di situ.
Menggunakan tombak yang selama ini telah menghujani pemilik aslinya dengan puluhan atau bahkan mungkin ratusan tusukan, pemuda itu mulai menggunakan tombak Demand untuk menusuk baju besi panas yang melilit si wakil kapten ksatria ini. Saat dia mencabutnya, maka lelehan besi panas pun sedikit memasuki tubuh lawannya sebelum tertutup karena terbakar.
Bersama teriakan pilu yang perlahan menjadi rintihan, Rion melakukan semua ini tanpa perubahan ekspresi apa pun yang terlihat. Bagaimanapun, ini adalah hal yang harus dia lakukan.
Tombak terangkat tinggi, bersama [Magic: Burn] yang Rion rapalkan, selimut api mulai membungkus tombak itu.
Zrattt
Mulut Demand terbuka lebar saat tombak panas itu meluncur cepat nan mulus melewati bagian mulutnya hingga ke tenggorokan. Namun, hal ini masih belum selesai.
"Magic: Burn," Rion kembali melakukan sihir itu, bersama selimut api yang kembali membungkus tombak. Teriakan, bukan jerit Demand merasa keputusasaan datang padanya semakin menjadi-jadi, sementara itu moral pasukan Eugary Empire yang mulai tersadar anjlok lebih dalam lagi.
"AGRR ... RGHH ... HH ... H—" jerit Demand berhenti bersama kehidupannya yang berakhir tragis.
Rion menampilkan senyum tipis, meski dia tidak melakukan ini karena murni keinginannya pribadi melainkan untuk menurunkan moral pasukan musuh. Namun, melihat hasil yang melebihi harapannya dia melonggarkan napasnya karena merasa bahwa pelariannya akan menjadi lebih mudah.
Rion berjalan menuju kelompok Xion, tidak ada yang berani menghadang ataupun memanggilnya sekarang setelah melihat kematian tragis sang wakil kapten ksatria.
Xion, tidak seluruh tim itu menahan kegugupannya pada sosok pemuda yang datang ke arah mereka. Memori hari ini telah melekat dengan kuat bersama pandangan bahwa pemuda di depan mereka ini adalah sosok yang kejam, bengis, dam sadis.
Meskipun Xion ingin mengatakan sesuatu. Namun, sebelum bahkan dia dapat membuka mulutnya sebuah ucapan telah terlebih dahulu terlontar dari mulut pemuda itu.
"Kalau kalian ingin keluar dari sini sebaiknya segera pergi," Dingin, itu adalah kesan yang didapat Xion setelah mendengar suara pemuda itu.
Memikirkan asal-usul pemuda itu, Xion secara langsung telah mencoret kemungkinan bahwa pemuda itu berasal dari Synuere Forest State. Bagaimanapun, negara itu tidaklah memiliki karakteristik seperti pemuda ini, meski memang aturan di negara itu sangat ketat.
Xion ingin menanyakan lebih jauh, maksud perkataan pemuda itu tadi. Namun, pandangannya terpaku pada bentuk telinga pemuda itu sebelum dia dapat bicara.
'Elf ...?' pikir Xion dalam keraguan. Namun ....
Boom! Boom! Boom! Boom!
Serangkaian ledakan tiba-tiba terjadi di benteng khususnya gerbang barat. Xion tersadar setelah Yuzu menepuk pundaknya, tapi pandangannya masih terarah pada pemuda yang telah terlebih dahulu pergi meninggalkan benteng ini.
Menggelengkan kepalanya untuk fokus, Xion memberi perintah, "Ayo kita juga segera pergi."
"Baik."
Dengan moral pasukan musuh yang masih belum pulih dari keterkejutan mereka atas apa yang menimpa Demand, membuat pelarian tim itu pun menjadi mudah.
Xion berlari menuju keluar, meski pecahan batu sesekali terbang menghujani mereka karena serangkaian ledakan yang masih terjadi. Namun, hal itu pula yang membuat perlawanan dari sisa-sisa moral musuh menjadi sangat minim.
"Huh ... Sepertinya kita selamat," ucap Zee menghela nafas lega. Setelah berlari terus-menerus mereka akhirnya telah mencapai titik aman, wilayah milik Beatria Union.
"Ya, tapi ... aku penasaran dengan sosok tadi," ucap Dian mengungkit kejadian sebelumnya.
"Benarkan? Dia bahkan seperti ingin merobohkan benteng dengan sihirnya, juga ...," Yuzu tidak dapat melanjutkan perkataannya, dia telah merinding lebih dulu saat mengingat pemandangan tadi.
"Ya, tidak perlu dibahas Yuzu."
"Ya, tidak perlu dibahas, kita perlu memberi tahukan pemimpin atas orang tadi, jangan sampai kita memusuhinya," Setelah Xion mengatakan ini, tim mengangguk dan tak membahas hal ini lebih jauh. Meski dia juga memiliki banyak pertanyaan, tapi hal ini dapat ditaruh di belakang.
Juga, alasan lain mereka memilih menutup topik ini karena mereka tidak berani membayangkan nasib kematian yang menanti jika saja memusuhi orang semacam itu.
***
Setelah selesai mengurus semua permasalahan yang terjadi hari ini, Seriana sama sekali tidak bersedih mengenai kematian Duke Arcchild, Demand. Bahkan kehancuran laboratorium ataupun bagian gerbang barat serta kastel, dia memilih tidak ambil pusing.
Pikirannya saat ini hanya memikirkan sosok Rion. "Rion, kamu sungguh menarik. Kamu harus bertanggungjawab, hatiku yang selalu merasa kosong kini menjadi sangat hidup, juga menjadi bersemangat saat memikirkanmu ...."
Jari Seriana diletakkan di mulutnya, wajahnya memerah dan nafasnya kini menjadi berat. Sebuah ungkapan dari seorang penyair tersohor kekaisaran —Saat seseorang telah memenuhi pikiranmu maka dia telah mengambilmu— tiba-tiba teringat olehnya.
Menyangga dagu dengan tangannya, Seriana bergumam, "Jadi inikah yang orang namakan 'cinta'?"
kenapa ada cairan bening keluar dari mata😢
ditunggu kelanjutannya 👍
salam dari "Ruler of Night" mampir ya ? heheh, dijamin ceritanya seru
Genre : Action,Fantasi,Petualang
Judul : Di panggil ke dunia lain
Jangan lupa mampir ya min
Mampir lagi ke cerita aku.
Reborn Little army.
I am Dragon