NovelToon NovelToon
Between Guns & Roses

Between Guns & Roses

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Fantasi / Tamat
Popularitas:306.6k
Nilai: 4.8
Nama Author: Pengembara Elite

(Khusus Dewasa 21+)

Antonio seorang pria dingin dan kejam yang berprofesi sebagai seorang pembunuh bayaran yang akan selalu menghabisi lawannya dengan kejam.

Kecintaannya kepada senjata dan pekerjaannya membuat Antonio tidak pernah mengenal cinta.

Suatu hari dia bertemu dengan Wanita yang mampu menggetarkan hatinya, hati seorang pria tampan yang terkenal berdarah dingin.

Tapi dia tidak tahu harus memilih yang mana.
Apakah dia harus memilih wanita itu dan meninggalkan pekerjaan yang sangat dicintainya?
Atau dia akan melupakan wanita yang telah mencuri hatinya demi pekerjaannya?
Atau ada kemungkinan lain yang terjadi?

Kategori: Dewasa (21+)

Genre: Action, Romance, Petualangan, Fantasi

Setting: Indonesia

Alur: Maju-Mundur

Status: On-going

Ilustrasi Tokoh: Berdasarkan pendalaman karakter



Cover by Dva Official

copyright2020, Pengembara Elite

#mafia #action #romance

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pengembara Elite, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eksekusi Target Baru

Keesokan harinya...

Sean dan Dani telah mengumpulkan pasukan dan bergabung dengan tim SWAT (Special Weapon And Tactic), mereka telah mengatur rencana pengepungan dan penangkapan Antonio ke gedung bioskop.

"Hormat komandan!!" ucap mereka berdua seraya memberi hormat pada komandan tim SWAT.

Komandan itu membalas hormat dan tersenyum.

"Bagaimana? Apakah kalian sudah mendapatkan informasi terbaru?" Tanya sang komandan kepada mereka.

"Informasi terakhir mengatakan bahwa dia telah bergerak, sebaiknya kita cepat kesana sebelum dia melakukan eksekusi," jawab Dani.

"Baiklah," jawab komandan itu.

Kemudian ia menyuruh pasukannya berkumpul dan bergerak ke tempat tujuan.

"Apa kau yakin ini akan berhasil?" Tanya Sean yang tampak ragu dengan rencana Dani.

"Tenang saja, semoga Dewi Fortuna berpihak pada kita kali ini," jawab Dani santai.

Mereka pun menaiki mobilnya dan bergegas mengikuti rombongan pasukan yang telah bergerak lebih dahulu.

***

Terlihat Antonio sedang mengikat Vladimir di sebuah kursi kecil di sebuah ruangan dalam gedung bioskop bekas.

"Lepaskan aku! Apa yang kau inginkan?" Vladimir mencoba melepaskan diri.

Ia tak tahu jika orang yang menolongnya adalah orang yang saat ini sedang menyanderanya.

Flashback On

Saat itu Vladimir akan pergi menemui rekannya pagi-pagi sekali. Karena tak ingin terlambat dan mengecewakan rekannya, ia pun terburu-buru menyalakan mesin mobilnya dan dengan cepat mengemudikan mobilnya.

Namun di tengah perjalanan tiba-tiba mobilnya berhenti dan mengeluarkan asap.

"Apa yang terjadi?" ujar Vladimir panik.

Ia lalu berusaha menyalakan mesin mobilnya, namun hasilnya tetap sama saja. Mobilnya tetap mati dan tak bergerak sedikitpun. Saat ia merasa sangat panik, tiba-tiba datanglah seorang pria menghampirinya dengan santai.

"Ada apa dengan mobilnya pak?" Tanya Pria itu.

"Entah kenapa tiba-tiba mesin mobil saya mati," jawab Vladimir sedikit kecewa.

"Boleh saya bantu?" Pria yang ternyata Antonio itu mencoba menawarkan bantuan.

"Oh, silahkan!" Jawab Vladimir girang.

Antonio lalu membuka kap mesin mobilnya, terlihat asap tebal mengepul dari rangkaian mesin mobil milik Vladimir.

"Mesinnya terlalu panas, kita butuh air," ujar Antonio menjelaskan.

"Ikut aku! Kita cari air disana!" ajaknya pada Vladimir.

Vladimir yang saat itu sedang panik dan ingin mobilnya segera menyala, maka mau tidak mau harus mengikuti kemana Antonio berjalan.

Saat melewati gang sempit, Antonio lalu membekapnya dengan cepat hingga ia pingsan tak sadarkan diri.

Kemudian saat ia membuka matanya, ia menyadari dirinya telah terikat di atas kursi kecil.

Flashback Off

"Kau sudah sadar rupanya," Antonio berkata sambil menyeringai.

"Apa maksudmu? Lepaskan aku!" Vladimir masih berusaha memberontak.

"Tenang saja, kau tidak akan ku sakiti," jawab Antonio dingin.

Ia lalu menekan tombol pada benda kecil seperti remote di telapak tangannya.

Sontak saja membuat Vladimir terkejut saat mendengar suara seperti jam yang berdetak di bagian perutnya.

"Apa yang kau lakukan?" Vladimir berkata dengan terbelalak.

Ia tak menyangka jika di tubuhnya ada sebuah bom yang terpasang dan kini sudah aktif.

"Aku hanya ingin membuat sebuah permainan, kau tenang saja. Hari ini aku akan mendapatkan tiga target sekaligus," Antonio berkata dengan santai seraya menyalakan rokoknya.

Sementara Vladimir tak berucap sepatah katapun, ia sudah sangat pasrah dengan apa yang akan terjadi. Perlahan-lahan air matanya mulai bercucuran membasahi wajahnya.

"Memuakkan!" ucap Antonio seraya menempelkan bara api rokoknya pada leher Vladimir.

"Aaaaaarrrggghh!!!" Teriak Vladimir dengan keras.

Antonio tak banyak bicara, ia hanya membius pria itu hingga tak sadarkan diri. Kemudian meninggalkannya.

***

Dua buah mobil polisi bertuliskan SWAT telah memasuki halaman bioskop, kemudian disusul oleh sebuah mobil sedan hitam yang ditumpangi detektif Sean dan Dani.

Setelah mobil terparkir, mereka pun turun dan menghampiri komandan pasukan.

"Bagaimana?" Tanya Dani pada komandan itu.

"Kita sisir lokasi terlebih dahulu, aku yakin dia masih disini," jawab komandan itu.

Setelah itu ia lantas memerintahkan anak buahnya untuk berpencar dan terbagi menjadi beberapa kelompok.

Seluruh anggota SWAT berjumlah 16 orang, ditambah sang komandan, Sean, dan Dani, sehingga jumlah mereka menjadi 19 orang.

Anggota SWAT yang berjumlah 16 orang dibagi menjadi 4 kelompok yang berisi 4 orang, mereka ditugaskan menyusuri 4 arah yang berbeda.

Bangunan bioskop yang begitu luas membuat mereka terlihat kesulitan menemukan jejak Antonio.

"Beritahu ketika ada yang mencurigakan!" ujar komandan berbicara kepada pasukan melalui Handy Talkie-nya.

"Siap komandan!" jawab salah satu anggotanya.

Sean dan Dani masih bersama sang komandan, menunggu pasukan lain yang sedang menyisir lokasi.

"Lapor! Lapor!" Terdengar suara dari HT sang komandan.

"Monitor, masuk!" jawab sang komandan seraya memegang HT-nya.

"Lantai satu aman! Ganti!" ujar seorang anggota yang melapor.

"Naik ke lantai dua!" Perintah sang komandan.

"Terlusuri apa yang ada disana, jangan sampai terlewatkan! Ganti!" Tambahnya.

"Siap! Laksanakan!" Jawab salah satu anggotanya.

Terlihat kecemasan di raut wajah Dani, ia takut jika ini hanya informasi palsu yang dikirimkan oleh orang iseng yang tak bertanggung jawab.

Sementara Sean terlihat santai, ia seperti percaya pada informasi yang ia dapat dari seseorang melalui e-Mail-nya.

"Lapor! Lapor!" Kembali terdengar suara dari HT sang komandan.

"Monitor, masuk!" Sang komandan menjawab.

"Lantai dua aman! Ganti!" ujar salah satu anggota yang melapor.

"Langsung ke lantai tiga! Laksanakan!" Ucap tegas sang komandan.

"Siap! Laksanakan!" jawab sang pelapor.

Suasana semakin harap-harap cemas, Dani sempat berpikir mencari cara untuk menjelaskan semua ini pada atasannya jika rencananya gagal.

Namun tiba-tiba terdengar kembali suara dari HT sang komandan.

"Lapor! Lapor!" ucap suara itu.

"Monitor, masuk!" Sang komandan menjawab.

"Kami menemukan seseorang disini, ganti!" ujar sang pelapor.

"Sterilkan sekitar, kami akan kesana! Laksanakan!" Tegas sang komandan.

"Laksanakan!" jawab sang pelapor.

Tanpa membuang waktu langsung saja mereka bertiga menuju ke lokasi yang dimaksud, yaitu lantai tiga gedung bioskop.

"Apakah mereka menemukan Antonio? atau Vladimir? Tanya Sean pada Dani.

"Entahlah, semoga saja tidak membahayakan," ucap Dani.

Setelah mereka tiba di tempat yang dituju, terlihat seorang pria sedang terikat di sebuah kursi dalam keadaan tak sadarkan diri.

"Vladimir!" ucap Dani dan bergegas ke arahnya.

Namun tiba-tiba, sang komandan menahannya.

"Hati-hati! Ada yang tidak beres dengan ini," ujarnya memperingatkan.

"Cepat periksa orang itu!" ia memerintahkan pasukannya.

Dengan sigap mereka semua mendekat ke arah Vladimir, berusaha untuk membangunkannya.

"Awas! Menjauh!" ujar salah seorang anggota.

DUARRR!!! DUARRR!!! DUARRR!!!

Suara ledakan terdengar begitu kencang, disusul ledakan-ledakan lain hingga merobohkan tiang-tiang gedung bioskop itu.

Seluruh anggota SWAT dan kedua detektif itu pun tak sempat menyelamatkan diri, begitu juga dengan Vladimir ia akhirnya tewas terkubur bersama puing-puing bangunan berlantai tiga tersebut.

Sementara itu Antonio terlihat santai sambil menghisap rokoknya, ia begitu puas saat menyaksikan bagaimana gedung itu hilang bagai ditelan bumi.

Strategi yang disusun Pedro membuahkan hasil, walaupun ia harus memasang bom secara sembunyi di tempat yang sulit di jangkau. Tapi usaha itu tidak sia-sia, sekali tepuk tiga lalat mati, seperti itulah ungkapannya.

***

Jangan lupa tinggalkan jejak Like dan Komen ya!!!

Bantu Vote juga agar Author semakin bersemangat!

1
Zero😈
ku menahan rasa sakit.... rasa sakit 🤣🤣
💕febhy ajah💕
ngintipin ini dlu
semoga ceritanya bikin betah so
dari awal dah menarik.
⟁sahabi🌱🐛
like like like
wike maliya
cerita yang bagus.
🌺ziRa_hEnY💞🐊🐊
semangat Thor
Tiya
keeereeeeen banget ceritanya
Tiya
mampir Thor
🍒⃞⃟🦅 R⃟tunggadevi
semangat berkarya thor.
Chastalia Qisya 🐊⃝⃟ 🐊
merinding aku 😬
Chastalia Qisya 🐊⃝⃟ 🐊
hmm..
sepertinya novel ini menarik.. 😎
Chastalia Qisya 🐊⃝⃟ 🐊
jadi ingat film WANTED
Chastalia Qisya 🐊⃝⃟ 🐊
awas salah langkah lo..
Chastalia Qisya 🐊⃝⃟ 🐊
sepertinya menarik..
lanjut aah..
Chastalia Qisya 🐊⃝⃟ 🐊
desperado - Antonio Banderas - Aku film by Robert Rodrigues 1995
ya kaaan...? 😎
Chastalia Qisya 🐊⃝⃟ 🐊
halo author yg baik..
aku boleh mampir ya..
Dyah Kartika
wah,,kasihan Ana dong🥺🥺🥺
👑 N¡e©hα💣
trnyata q yg ktinggalan hihihi
Flora Diar
alur nya fokus tdk byk deviasi dan misi slsai, jelas ..kereen, mungkin next nya bisa ditambahkan penjelasan scr ilmiah utk racikan2 biar lbh mantabs
🏕👑ɱႦσƙʝαɠσ 💣<big><h1><i><u
𝕪𝕦𝕙𝕦
Bundha Rizky Dinik
knapa kejam bgt ngebunuhnya,ngeri da menggali kepala orang sampai terpisah kepalanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!