Mikael Wijaya, putra milyuner dari Surabaya Wijaya Agra mengalami kecelakaan di Dubai setelah memergoki calon istrinya berselingkuh. Kecelakaan fatal itu membuatnya hilang ingatan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahma AR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
9. Mencari Kael
Di kamar hotelnya, Nafa sedang mengenakan pakaiannya.
"Besok malam aku ada even penting di Jakarta," ucapnya sambil menoleh pada Arsa yang baru keluar dari kamar mandi.
"Ya. Aku akan ikut."
Terdengar helaan nafas Nafa.
"Sampai kapan kita berpura pura begini. Aku lelah menjawab pertanyaan pertanyaan kakek nenekmu. Mereka sekarang sudah sadar kalo Kael mungkin kenapa kenapa, bukan sedang liburan seperti biasanya," tukas Nafa dengan perasaan campur aduk.
Dalam hati dia penasaran karena kabar Kael benar benar ngga ada.
Dia sudah benaran meninggal? Batinnya mencelos. Arsa memang kekasihnya, dia memang hanya pura pura menjadi kekasih Kael. Tapi peranannya kebablasan dan membuat Arsa cemburu.
"Sabarlah dulu. Sekarang belum saatnya untuk kita menikah. Kamu baru enam bulan ditinggal Kael."
"Jadi harus nunggu berapa lama lagi? Setahun atau dua tahun," dengus Nafa mulai emosi. Baginya menjadi mantu Wijaya Agra Nugraha, konglomerat yang punya rumah dan vila di mana mana.
Sekarang Kael sudah tidak ada, Arsalah yang akan menjadi pewaris satu satunya yang akan menguasai semua harta yang bertebaran di dalam dan di luar negeri.
Arsa tersenyum miring.
"Kamu mau aku dibuang mama?"
Nafa terdiam. Kata kata Arsa ada benarnya.
"Bersabarlah. Kali ini aku ngga akan merusak rencana kita."
Arsa mendekat dan memeluk kekasihnya lagi.
"Bersabarlah sampai kita pastikan Kael sudah meninggal."
"Kalo Kael belum meninggal?"
'Mama akan pastikan Kael meninggal, jadi dia tidak akan membuka mulut."
Nafa hanya bisa mengangguk. Dia juga takut kalo Kael masih hidup. Dia sudah mengkhianati Kael.
*
*
*
"Nonaaa..... Ada buket mawar kuning dari tuan muda Kael yang ganteng ganteng dingin," seru Asta setelah membuka pintu ruangan Adelia.
Adelia agak kaget melihat hebohnya Asta yang berjalan mendekat sambil membawa buket mawar yang cukup besar karena berisi cukup banyak tangkai bunga mawar kuning.
Kok, kuning? Tumben. Biasanya laki laki akan mengirimkan bunga mawar merah.
Tapi dalam hati Adelia senang, karena Kael beda dengan laki laki yang lain.
"Mau dipeluk aja bunganya, nona?" goda Asta dengan senyum renyahnya.
Adelia tersadar kalo tadi dia masih memegang buket bunga dari Kael yang diberikan Asta.
"Ini mau ditaruh di atas meja," jawab Adelia tetap tenang dan datar.
"Iya, nona. Iyaaa......" Asta mengalah, ngga mau ngeyel. Tapi tetap saja dia tidak bisa menahan cengengesannya.
Setelah Asta pergi, Adelia masih menatap mawar mawar itu.
Masih lanjut terima kasihnya? batinnya sambil mengulaskan senyum.
Sayangnya dia tidak punya nomer telpon Kael.
*
*
*
"Kita terlalu menganggap remeh kepergian Kael yang tanpa kabar." Adi Nugraha-papanya Wijaya Agra berkata dengan nada geram bercampur cemas.
Saat ini dia sedang berkumpul bersama istri dan besannya dari almarhummah mami kandung Kael.
Mereka baru saja ziarah ke makam maminya Kael.
"Kael tidak pernah menghilang selama ini. Paling lama dua bulan. Ini sudah enam bulan," sambung Diana-istri Adi Nugraha cemas.
Besannya terdiam. Dia mau menyalahkan mereka tapi sudah tidak ada gunanya. Hubungan keduanya sempat menegang ketika lima tahun yang lalu perselingkuhan menantu mereka terungkap.
Sejak itu Kael makin menunjukkan jiwa penberontaknya. Penderitaan Kael semakin menjadi ketika maminya meninggal dua tahun setelahnya.
"Aku sudah mengubek ubek negara yang biasa Kael datangi. Tidak ada catatan di Imigrasinya. Aku merasa dia menggunakan identitas palsu," tukas Adi Nugroho.
Orang tua maminya Kael maupun orang tua papinya Kael memilih tinggal di luar negeri. Mereka memang tidak berniat datang di acara pernikahan Kael yang tidak mereka restui.
Hingga mendengar berita Kael tidak datang di pernikahannya dan menghilang. Sayangnya mereka berpikir Kael butuh menenangkan diri. Tapi sepertinya dugaan mereka salah besar.
'Aku tetap yakin, calon istri Kael tetap biang masalahnya. Kael tidak mendengarkan kita, tapi dia sendiri yang membatalkan pernikahannya." Hastuti-neneknya Kael dari almarhummah maminya tetap yakin dengan kecurigaannya.
"Aku juga merasa begitu.Sudah beberapa kali aku mendatanginya. Tapi jawabannya selalu tidak tau," sambung Diana.
"Aku berpikir akan mencari Kael di Jakarta, walaupun ngga yakin Kael ada di sana," ucap suami Hastuti-Jaya Pangestu.
Jakarta adalah kota yang dibenci Kael. Dia dan maminya menangkap basah perselingkuhan papinya di salah satu hotel mewah di sana. Sejak itu Kael tidak pernah menginjakkan kakinya ke sana. Tiap ada bisnis yang mengharuskan ke sana, Arsa yang menggantikannya.
"Aku sudah mengirim orang orang ke sana. Aku sudah minta tolong pada sahabat untuk mencari keberadaan Kael. Kita tidak bisa menyembunyikan hal ini lagi," jelas Adi Nugroho dengan debar jantung gelisah.
Semoga belum terlambat, batinnya.
"Aku juga sudah melakukan itu. Dia cucuku satu satunya," balas Jaya Pangestu tegas.
Adi Nugroho dan istrinya merasa tersindir.
"Bagi aku dan Diana, Kael tetaplah cucu utama."
"Tapi tidak bagi putramu," sarkas Jaya Pangestu masih sakit hati. Putrinya meninggal karena menanggung perasaan sakit, sedih dan malu karena dikhianati suaminya. Kael makin tidak punya kontrol diri. Dia melakukan apa saja sesukanya.
"Fokus kita pada Kael. Semoga dia baik baik saja," pungkas Adi Nugroho.
Putranya memang brengsek, menyimpan perselingkuhan selama bertahun tahun sampai menghasilkan anak yang lahir lebih dulu dari Kael.
Jaya Pangestu hanya mendengus. Tapi dalam hati dia juga berharap cucunya baik baik saja.
*
*
*
Ketika meetingnya sudah selesai, Adelia mendekati Abiyan, Baim dan Jetro. Ayra juga mengikuti langkah Adelia. Dia sudah bisa menebak apa yang akan dibicarakan Adelia pada ketiga sepupunya.
Sekarang di ruang meeting hanya tertinggal mereka saja.
"Tadi kencan kemana?" tanya Baim dengan raut jahil.
"Bukan kencan. Hanya makan siang biasa," bantah Adelia.
"Pertamanya memang makan siang, Del. Nanti pasti berlanjut makan malam," canda Abiyan.
"Hemm...."
Sepupu sepupunya mulai mengeluarkan suara tawa perlahan.
"Ada yang mau aku bicarakan. Penting." Adelia tetap tenang menatap sepupu sepupu kurang ajarnya.
"Apa? Nanya trik trik bagaimana membuat laki laki berlutut?" canda Jayden yang ikut bergabung. Filenya ketinggalan, jadi dia masuk lagi ke ruang meeting dan baru sadar kalo tadi sudah pergi sendirian.
Adelia mengeluarkan decakan.
"Dengerin dulu, jangan asal nyolot aja," ketus Ayra yang ikut kesal karena ketakseriusan sepupu sepupu laki laki mereka.
"Ya, ya. Mau ngomong apa. Sorry, tadi kebawa suasana." Baim kini memasang wajah serius walaupun tetap ada binar jahil di sepasang matanya.
Adelia menghembuskan nafas lelah, berusaha tetap sabar.
"Tolong bantu cari identitas Kael." Adelia langsung masuk ke poin utama.
"Dia, kan, asistennya Levi," jawab Jetro.
"Belum setahun kayaknya," sambung Jayden.
"Del, kamu serius dengan Kael?" Abiyan menatap sepupunya lekat.
Apa setelah ini minta langsung dinikahkan? duga Abiyan dalam hati.
"Bukan itu maksud Adelia. Kael lupa ingatan. Dia amnesia," tegas Ayra memperjelas.
Kyknya Kael ingat Adel deh