Demi sebuah kekayaan dan ketenaran, wanita yang sudah berusia 28 tahun itu dengan tega menjual jiwa-jiwa orang yang tidak berdosa.
Bukan tak berdosa, hanya saja Kinan ingin membalas dendam atas sakit hati nya kepada penduduk kampung yang selalu menghina keluarga nya. Bahkan, ayah Kinan meninggal secara tragis di tangan kepala desa hingga membuat Kinan semakin yakin untuk membalas dendam.
Sangat mulus, ketika Kinan menumbalkan satu nyawa, maka harta kekayaan nya akan semakin bertambah. Namun, seiring berjalan nya waktu sesuatu yang instan itu tidak akan bertahan lama.
Tanpa sengaja, seorang anak pemuka agama dari kota sebelah jatuh cinta pandangan pertama pada Kinan. Di mulai dari perkenalan itu lah yang membuat hidup Kinan perlahan menjadi hancur.
Jangan lupa baca karya aku ya😊😊
Jangan lupa juga Like Vote Rate and Coment terimakasih😊😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ni R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
24.Gagal
"Laki-laki itu mulai mempengaruhi para warga mbah. Hati ku menjadi panas dan tidak tenang." ucap Kinan menggebu-gebu.
"Kenapa kau harus takut Kinan, dia hanyalah pemuda biasa yang ilmu nya saja masih berada jauh di bawah mu." kata mbah Joyo dengan santai nya.
"Malam ini aku akan membuktikan pada nya kalau aku bisa membunuh tanpa menyentuh nya." ucap Kinan dengan kilatan mata yang mengerikan. Separuh wanita ini sudah bukan diri nya, Kinan telah di kuasai.
Mbah Joyo tersenyum licik, siluman ini akan membantu Kinan untuk melakukan ritual nya malam ini. Di bawah langit senja, Kinan mulai mempersiapkan segala keperluan nya untuk melakukan ritual malam ini. Wanita ini tidak sabar menunggu langit gelap.
Sedangkan di rumah, ibu Kinan merasa khawatir karena sejak pagi Kinan pergi tanpa pamit.
"Apa kakak mu tidak memberitahu kemana dia pergi?" tanya Maryam pada anak laki-laki nya.
"Tidak bu, kakak seperti orang terburu-buru tadi pagi. Mungkin ada pekerjaan mendadak. Ibu gak usah khawatir!" ujar Arka menenangkan hati ibu nya.
Sedangkan Pandu, pria ini baru saja datang untuk menjemput bapak nya. Mereka bergegas membersihkan diri karena sebentar lagi masuk magrib. Di Masjid, Pandu memperkenalkan Rahmat pada warga yang ada di mushola.
Selesai melaksanakan sholat Magrib, mereka tidak langsung pulang. Bahkan, sejak ada Pandu satu persatu warga mulai mau berdatangan ke masjid.
"Seharusnya kampung kita memang perlu ada nya ustadz seperti ini." ucap salah satu warga.
"Benar pak, sudah lama sekali saya merasa tertekan tinggal di kampung ini." sahut salah seorang warga.
"Sabar bapak-bapak, seharusnya dari kejadian ini kita bisa belajar untuk lebih mendekatkan diri lagi kepada Allah." ucap pak Rahmat.
Kembali ke rumah masing-masing, di perjalanan pulang Pandu dan bapak nya juga Rizal berjalan dengan santai. Namun pak Rahmat seperti merasakan ada sesuatu yang sedang mengintai mereka.
"Pandu, malam ini kamu jangan tidur ya, perbanyak berdzikir dan bersholawat." ucap pak Rahmat yang baru saja memasuki rumah.
"Memang nya akan ada apa paman?" tanya Rizal yang penasaran.
"Kamu tidur saja, gak usah begadang!" seru pak Rahmat pada Rizal.
Tak banyak bertanya, Pandu mengangguk ucapan bapak nya. Pria ini kembali menggelar sajadah nya, mulai berdzikir lalu bersholawat. Sedangkan Rizal, pria ini bagai di bius. Rizal tiba-tiba saja tidur dengan lelap nya.
Malam semakin larut, perkampungan mulai sepi. Jauh di tempat lian Kinan mulai melakukan ritual nya. Wanita ini, di bantu mbah Joyo mereka berdua mulai membacakan mantra yang entah apa arti nya itu. Menaburkan sedikit garam di perapian, bau dupa dan kemenyan beradu menjadi satu, membuat jin dan setan mulai berkeluaran.
Begitu juga dengan Pandu, di bantu bapak nya dari kamar samping mereka seperti mencoba menahan sesuatu yang hendak masuk ke rumah ini. Berat rasa nya pundak Pandu, mata nya terpejam namun mulut nya terus melafazkan nama Allah.
Kinan dan mbah Joyo semakin gencar melakukan ritual mereka, namun entah kenapa sudah banyak mantra yang mereka rapalkan namun masih bertolak untuk menusuk sang lawan.
"Potong ayam nya!" perintah mbah Joyo lalu wanita itu memotong leher ayam dan langsung menadah darah nya ke atas bara api. Bukan nya mati, asap dari bara api tersebut malah semakin mengepul.
Tiba-tiba saja tubuh mbah Joyo menjadi kaku, sukma nya keluar mulai terbang mengikuti angin sedangkan Kinan masih sibuk dengan ritual nya. Lelaki jelmaan iblis ini ternyata pergi ke rumah Pandu, berdiri tepat di depan jendela kamar. Ketika diri nya hendak masuk dan menyerang Pandu, jelmaan tersebut terpental Pandu yang mendengar suara dentuman langsung bangkit lalu mengintip dari jendela.
Pandu melihat sosok manusia bertanduk yang pernah di ceritakan warga beberapa hari kemarin. Jelmaan tersebut kemudian hilang di tepat di depan mata Pandu.
Sedangkan Kinan, wanita ini juga ikut terpental bahkan darah segar menyambur keluar dari mulutnya. Mbah Joyo juga seketika kembali ke sukma nya dan langsung menolong Kinan.
"Mereka tidak bisa kira remehkan." ucap mbah Joyo pada Kinan.
"Lalu apa yang harus kita lakukan mbah?" tanya Kinan.
"Akan ku pikirkan nanti. Istirahat lah, kau terkena luka dalam." ujar mbah Joyo.
Pandu menemui sang ayah yang ternyata juga belum tidur. Rahmat tersenyum pada anak nya lalu berkata, "Lawan kita di kampung ini bukan sembarangan. Kau harus hati-hati Pandu. Sekarang istirahat!"
"Baik pak," ujar Pandu kembali ke kamar nya.
Kembali hening, Pandu mulai beristirahat. Sedangkan Kinan yang di bantu mbah Joyo sedang memulihkan tenaga dalam nya. Baru kali ini Kinan ingin menyantet seseorang tapi gagal.
..aku sukaaa 🥰