🥈 Juara 2 YAAW priode 1 2024 Genre Pria
"Tolong aku mas...Aakkh sakit sekali."
Jeritan itu terus andrew dengar ketika ia pulang kerumah ayah nya yang di kampung, Semenjak adik tiri nya hilang dan sudah satu tahun tidak di temukan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sukma Laras
Terenyuh hati Abah Adi melihat Laras yang seperti orang bodoh saja, Bahkan bentuk diam nya pun seperti tidak mengerti apa apa. Di ajak bicara pun kadang juga tidak nyambung, Terlalu banyak barang yang masuk kedalam tubuh nya.
Sebenar nya tubuh Laras menolak semua barang kiriman ini, Namun tidak bisa sepenuh nya menolak. Karena kekuatan magic pengirim lebih kuat dari tubuh Laras.
Bahkan ketika duduk dalam pesantren pun ia terlihat gelisah, Tapi Laras berusaha untuk tetap bertahan duduk. Abah Adi seperti nya tahu bahwa Laras kepanasan.
"Minum lah air ini Ras." Abah Adi memberi kan segelas air.
"Aku tidak haus bang." Tolak Laras.
Walau Abah Adi sudah tidak menjadi abang ipar nya lagi, Namun Laras tetap memanggil nya Abang sebagai bentuk rasa hormat nya kepada yang lebih tua.
"Minum lah, Walau sedikit saja." Paksa Abah Adi.
Akhir nya Laras pun meminum karena tidak enak menolak terus, Ia meminum setenggak saja karena air tersebut rasa nya sangat pahit. Tidak pernah ia minum air sepahit ini.
"Kenapa kok sedikit sekali?" Abah Adi tersenyum penuh arti.
"Air apa ini Bang? Pahit sekali rasa nya." Sahut Laras.
"Kok pahit? Coba minum Kas, Apa rasa nya pahit." Abah Adi menyuruh Lukas minum.
Lukas meminum air yang bekas yang di minum Laras, Dengan santai nya ia meminum dan mengatakan tidak pahit. Laras heran sendiri dengan lidah nya, Abah Adi menuang kan lagi kedalam gelas dan menyuruh nya minum lagi.
"Habis kan ya Ras." Suruh Abah Adi.
Laras menahan rasa pahit yang ada pada lidah nya, Padahal rasa pahit sungguh menyerang dari lidah hingga ketenggorokan. Berubah jadi rasa mual yang tidak tertahan lagi.
"Hueeek, Hueeekk."
Bundelan seperti hati sapi berwarna merah keluar dari mulut Laras, Bukan hanya satu saja yang keluar. Ukuran nya juga sangat besar, Sampai Laras terkulai lemas dan muntah nya masih tetap berlanjut.
"Keluar kan semua nya Ras!" Abah Adi mengurut tengkuk Laras.
"Aku tidak kuat Bang, Sakit sekali." Keluh Laras terkulai lemas.
Dak.
Pukulan Abah Adi tepat pada lambung Laras dan keluar lah ukuran yang paling besar, Hampir sebesar telapak tangan dewasa. Tubuh Laras mengejang dan urat di leher nya muncul semua.
"Allahu Akbar!"
Sabetan sorban menghantam tubuh Laras dan asap hitam mengepul, Abah Adi sigap mengambil botol dan memasukan nya asap tersebut. Laras menggelepar seperti ikan yang ingin masuk kedalam air.
"Pegang ujung kaki nya." Ujar Abah Adi pada Lukas.
Lukas memegang jempol kaki Laras yang panas seperti bara api, Mulut pemuda ini terus komat kamit membaca ayat alquran. Yang lain juga membaca ayat alquran untuk menolong Laras yang sedang berjuang hidup.
Ilmu yang di masukan kedalam tubuh Laras ini seperti pisau bermata dua, Bisa di gunakan untuk pelet. Dan bisa di gunakan untuk membunuh, Namun saat akan di keluar kan. Bisa menjadi santet yang sangat mematikan.
"Ambil kan garam." Pinta Abah Adi.
Santri lain mengambil garam kasar dan segera Abah menyebar kan keliling tubuh Laras, Sedang kan Laras sudah terkulai tampak reaksi apa pun.
"Bagai mana ini Bah? Kaki nya semakin dingin." Panik Lukas.
"Terus baca al Fatihah, Abah sedang berusaha mengambil roh Laras." Ucap Abah Adi memejam kan mata.
Tampak dalam terawangan Abah Adi, Roh Laras sedang di pegangi oleh mahluk bertanduk dua dengan taring yang sangat panjang. Laras di pangku dan kepala nya di elus elus lembut.
Seperti nya mahluk itu sangat menyayangi Laras dan tidak mau ada orang yang mengambil nya, Abah Adi menghantam kan tangan nya. Selarik angin berwarna hijau menyerang setan bertanduk dua itu.
Braaakkk.
Serangan Abah Adi menghantam perisai yang di buat setan itu, Untung Abah Adi bisa mengelak nya karena serangan itu malah berbalik menghantam diri nya dengan sangat ganas.
"Jangan mengusik aku dan tuan ku, Wanita ini sudah lama menjadi milik nya." Setan bertanduk membuka suara.
"Manusia itu milik Allah! Kalian tak punya hak untuk mengakui nya." Bentak Abah Adi.
"Aku sudah memperingatkan dirimu, Jangan menyesal kalau aku menyakiti mu." Geram setan bertanduk.
Abah Adi sama sekali tidak takut pada ancaman setan ini, Yang ia takut kan hanya Allah saja. Satu kali tarikan nafas panjang, Selarik angin kembali menderu menghantam setan bertanduk itu lagi.
Wusssh.
Braak.
Kedua nya sama sama terpental karena adu tenaga dalam, Abah Adi menahan rasa sesak dan sakit di dada nya. Di dunia nyata pun dia tampak kesakitan ketika tengah diam dengan mata terpejam.
Karena roh Abah Adi juga masuk kedalam alam astral untuk menjemput Laras yang dalam belenggu setan bertanduk, Seolah Allah berpihak kepada mereka. Andrew datang di waktu yang tepat, Awal nya ia hanya ingin melihat keadaan Denis.
Namun malah menemukan sang Ibu yang tergeletak di pegangi Lukas, Ia pun duduk bersila membantu baca doa sebisa nya. Karena Andrew sungguh tidak paham dengan hal seperti ini.
"Manusia jahanam! Berani kau mengusik ku." Damprat setan bertanduk.
"Aku hanya ingin jiwa adik ku kembali, Lepas kan dia." Bentak Abah Adi.
"Tidak akan pernah aku melepas kan darah manis ini, Dia akan selama nya bersama ku." Seringai setan tanduk.
Karena setan tanduk tidak bisa di ajak negosiasi, Dan waktu yang sangat mepet. Abah Adi mengeluar kan keris berlekuk sebelas yang memancar kan warna kuning ke emasan.
Melihat senjata Abah Adi, Setan tanduk nampak nya agak ketakutan. Tapi dia tidak bisa menyerah begitu saja, Karena sang tuan pasti akan menghukum diri nya.
"Kau akan selama nya di alam ini jika tidak menuruti ucapan ku." Ancam Abah Adi.
Gerakan Abah Adi menukik seperti orang yang akan menusuk, Setan tanduk berusaha melindungi diri nya dengan cahaya kemerahan yang seperti darah.
Sial nya cahaya itu tak mampu menahan serangan Abah Adi, Karena keris aji kenanga lebih ampuh. Senjata yang ia miliki sejak masih muda. Tubuh setan tanduk habis terbakar api dari keris sakti itu.
Abah Adi bergerak menarik tangan Laras dan berlari meninggal kan alam astral ini, Hingga kemudian raga Abah kembali bergerak dan memencet jempol tangan Laras.
"Bagai mana keadaan Ibu Bah?" Andrew bertanya tidak sabar.
"Terus baca Al Fatihah, Sukma Laras sedang berusaha masuk kedalam raga nya." Ujar Abah Adi.
Tak lama Jempol kaki Laras mulai terasa hangat lagi di tangan Lukas, Mata nya juga perlahan terbuka dan menatap bingung dengan keadaan sekitar. Namun kemudian mata jernih itu menangis, Lelehan air meluncur begitu saja.