NovelToon NovelToon
Perempuan Desa Yang Selalu Dihina

Perempuan Desa Yang Selalu Dihina

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan Kilat / Nikahmuda
Popularitas:683
Nilai: 5
Nama Author: Nur silawati

"Amelia kita sudah menikah, ingat perjanjian kita jika pernikahan ini hanya sementara. Aku menikahimu karena terpaksa.. jangan berharap banyak dari pernikahan ini. Aku pun tidak akan menyentuhnya."ucap Rudi.
Amelia gadis berasal dari desa kidul, bertemu dengan Rudi pria asal ibukota,ia seorang kontraktor yang sedang membangun jalanan di desa Amelia.
Amelia terpaksa menerima lamaran Rudi karena ingin melunasi hutang kedua orang tuanya.
Rudi terpaksa menikahi Amelia karena tunangannya Sarah hilang entah ke mana menjelang 1 minggu pernikahan mereka.
Sementara undangan sudah menyebar kemana-mana.
Untuk menutupi aib keluarga Rudi memilih Amelia untuk ia nikahi.
"Apapun persyaratannya aku terima yang terpenting uang yang kamu janjikan harus tepati..." jawab Amelia tegas.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur silawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Epesode 6. dipermalukan oleh suami di depan keluarganya.

"lama sekali kamu beli sayuran? Kebiasaan deh kamu selalu ngobrol dengan ibu-ibu penggosip itu?"hardik Ainun.

"Ngantri Bu.. hari libur seperti ini,ibu-ibu pegawai kantoran dan karyawan pabrik belanja. Untuk stok mereka satu minggu.."

"Ada saja jawaban kamu! Heran ibu."Lia meletakkan belanjaannya di meja dapur tepat di depan Dewi yang sedang mengupil.

"Hanya ini yang Mbak beli? Seharusnya uang rp30.000 itu bisa beli ikan dan ayam, tidak usah beli sayur-sayuran,  beli saja ikan atau ayam. Mbak Lia tidak bisa mengatur menu, lauknya kalau nggak tempe ya tahu.. kebiasaan di kampung sih. Makan tempe tahu sudah sangat istimewa sekali."Lia gemas melihat adik iparnya yang nyerocos seperti kereta. Ingin sekali Lia menjewer bibirnya supaya tidak protes terus..

"Yaudah besok kamu yang belanja sayuran."jawab Lia

"Ogah.! Emangnya saya emak-emak disuruh belanja sayuran." Jawab Dewi Ketus.

"Kalau tidak mau belanja sayuran jangan protes terus."jawab Lia.

"Wajar dong aku protes, masa setiap hari makanya kangkung, bayang, tempe, ikan cue,dan tahu.. " Lia memilih diam jika ia terus meladeni Dewi pekerjaannya tidak akan selesai.

Jam sudah menunjukkan di angka 11:00 waktu Indonesia bagian barat. Azizah baru saja bangun dari tidurnya.

"Lia..! Arkan mana?"teriak Azizah dengan suara khas orang bangun tidur..Lia menatap kakak iparnya sambil menggelengkan kepala heran. Arkan yang sedang  disuapi oleh Lia tidak tampak dimata Azizah..

" Mbak Azizah.ingat kalau punya anak? Kirain aku lupa,24 jam anak dititipkan tidak diambil-ambil."Lia bangkit dari duduknya setelah selesai menyuapi Arkan dan memberi minum.

Ia menggendong bayi 9 bulan itu dan menyerahkan pada ibunya.

"Ini Arkan sudah mandi, sudah aku suapin. Tugasku sudah selesai."Lia menyerahkan bayi 9 bulan yang sangat gembul itu pada ibunya.

Lia mulai menulis cerita di aplikasi online. Alur cerita sudah terserap di otaknya.

tiga jam menulis cerita, Lia mendapatkan 20 bab.dan ia langsung mengajukan kontrak.

"Alhamdulillah dapat 20 Bab, mudah-mudahan pengajuan kontrak cepat di acc.. Aku ingin menjadi penulis besar dan menjadi wanita sukses.. akan ku tampar hinaan mertua dan ipar ku dengan kesuksesan ku." Gumamnya dalam hati.

Lia menulis cerita di handphonenya, sebenarnya Ia memiliki laptop tapi ia tinggal dikampung.

"Apa aku beli saja laptop,untuk menulis ?Kalau aku beli laptop dengan uang menjual naskah. Bisa-bisa ibu mertua heboh dan akan bertanya aku dapat uang dari mana?harga laptop sangat mahal.. mustahil orang miskin seperti aku bisa membeli laptop, pasti ibu mertua akan menuduhku mencuri uang Mas Rudi. Sudahlah, Aku menulis dengan handphone saja." Lia berkecamuk dengan pikirannya antara ingin membeli laptop dan tidak.

"Alhamdulillah ada hikmahnya Mas Rudi bekerja di luar kota, aku jadi leluasa untuk menulis.." Lia terus menulis  sampai larut malam hingga menghasilkan ribuan kata..

Pagi hari ia bangun telah mendapatkan notifikasi dari aplikasi jika pengajuan kontraknya lolos.

" Alhamdulillah . Awal yang baik semoga yang membaca ceritaku banyak sehingga aku bisa memiliki penghasilan tetap..Aku ingin meneruskan kuliah ku yang tertunda."Lia tidak tahu rumah tangganya ke depannya seperti apa. Tapi mulai hari ini ia akan mempersiapkan masa depannya untuk lebih baik dari hari kemarin.

Untuk urusan jodoh ia serahkan kepada yang maha kuasa.. Lia selalu berharap Rudi bisa menerimanya menjadi istri sungguhan.

Dan  bisa menyayangi dan mencintainya sepenuh hati. Tapi harapan hanya tinggal harapan, sampai detik ini Rudi tidak memperlakukannya sebagai istri.

Menikah sudah tiga bulan tapi  Lia masih dalam kondisi perawan. Rudi benar-benar tidak menyentuhnya sama sekali.

Lia pun tidak mau menjatuhkan harga dirinya merayu Rudi supaya melakukan kewajibannya sebagai suami..

Lia buru-buru memasak dan mencuci pakaian,ia sudah tidak sabar ingin menulis lagi.Lia ingin cepat-cepat mencapai target kata, supaya cepat masuk rekomendasi.

Bugggg!!

"Cuci yang bersih ya mbak..! Awas jangan sampai rusak baju ku.. Harganya sangat mahal. Orang miskin tidak akan mampu membelinya." Dewi menghempaskan pakaian kotornya dibak yang berisikan air.

Lia hanya menarik nafas berat melihat Dewi  menambah cuciannya..

"Kamu cuci sendiri saja jika takut rusak. Aku mencuci manual menggunakan papan penggelisan. Kalau takut rusak kamu cuci sendiri." Jawab Lia kesal..

"Sorry ya..! Aku tidak pernah mencuci bajuku.jiwaku bukan jiwa pembantu. Mbak Lia cocok mengerjakan pekerjaan pembantu.. dari penampilan Mbak Lia yang berpakaian sangat norak dan kuno itu ciri khas pembantu yang baru datang dari kampung.."ucap Dewi penuh ejekan.

"Kalau saya dianggap pembantu, ibumu dan masmu harus membayar setiap bulannya, setiap tetesan keringat yang menetes.' jawab Lia sengit.

Dewi pergi meninggalkan Lia  yang sedang kesal..

Setelah kepergian Dewi Lia tidak mencuci pakaian Dewi. Semua pakaian itu ia celupkan pada bak yang sudah ia isi air, lalu ia bilas terus menerus Lia lakukan hingga cuciannya selesai.. dan sampai proses akhir penjemuran.

Lia mengelap peluh di pelipisnya.Ia masuk ke dalam rumah yang terdengar sangat ramai .

Ternyata Rudi sudah pulang dari Sumatera dan Arman serta firdaus pun pulang.

"Kerjaan istrimu itu hanya main handphone terus, mendekam di dalam kamar.. semakin hari semakin malas, sekalinya keluar rumah lama sekali tidak pulang-pulang. Padahal hanya belanja sayuran di warung   Salamah.. malu-maluin keluarga kita saja, kelakuannya yang suka bergosip dengan ibu-ibu yang suka nongkrong di warung Salamah." Rudi hanya diam ia tidak berkomentar apapun tentang istrinya..

"Mas nemu saja, perempuan model Mbak Lia. Kampungan, pakaiannya norak. Kerudung sama baju tidak nyambung  warnanya suka nabrak.. kalau hanya Mencari pengantin pengganti kenap harus memilih Mbak Lia?"ujar Dewi.

Lia mendengarkan semua aduan adik ipar dan mertuanya yang penuh hasutan dan hinaan.

"Ada apa lagi dengan Lia? Bikin ulah apa perempuan itu?" Tanya Rudi .

"Seperti yang Ibu katakan tadi kerjaan istrimu itu main handphone, kalau ke warung lama dan selalu mengutang di warung. Bikin ibu malu saja, padahal sudah dijatahi untuk beli sayuran." Rudi menahan kesal pada Lia mendengar  aduan ibunya.

"Kok bisa, Lia mengutang di warung sayur Salamah? Uang belanja yang kamu berikan pada Lia berapa sebulannya?"tanya firdaus pada Rudi.

"Semua uangku dipegang ibu,jika Lia ingin belanja sayuran minta sama ibu.. kalau Lia mengutang di warung, bukan urusanku." Firdaus menatap tajam putranya,ia kaget dengan pengakuan Rudi perihal nafkah Lia.

"Lia itu istrimu..! yang sudah kamu nikahi secara sah. Jadi kamu wajib memberinya nafkah, tindakanmu salah memberikan semua uangmu pada ibumu, dan meminta Lia minta pada ibu mu,jika ada yang ingin ia beli. Tindakanmu salah besar, kamu sudah zolim sama istrimu." Ujar firdaus.

"Bapak tahu apa tentang dosa? Anak kita menikahi Lia... Karena terpaksa, buat apa memberikan nafkah mereka menikah tidak saling mencintai." Ucap Ainun.

Firdaus menggelengkan,- menggelengkan kepalanya menatap sang istri dengan tatapan heran.

"Kamu mengerti tidak hukum menikah? Bicaramu seperti orang yang tidak mengenal bangku sekolah. Rudi telah berjabatan tangan dengan bapaknya Amelia untuk melakukan ijab Kabul, itu artinya tanggung jawab Amelia pindah ke Rudi. Dan Rudi wajib memberi nafkah Amelia baik lahir maupun batin.. paham kamu."Hardik firdaus.

Lia merapikan penampilannya ia menemui suaminya dan keluaga Rudi yang sedang berkumpul di ruangan itu.

"Mas sudah pulang? Tanya Lia basa-basi sambil mencium takzim tangan suami. Rudi cepat-cepat menarik tangannya saat Lia menciumnya.

" Apaan sih kamu pakai cara cium tangan segala lebay Biasanya juga tidak pernah cium tangan." Hardik Rudi.

Dipermalukan didepan keluarga suaminya, hati Lia sakit seperti  tertusuk ribuan jarum..

Sekuat tenaga ia menahan tangis,ia berusaha untuk tersenyum semanis mungkin.

Firdaus dan Arman hanya bisa menggelengkan kepala melihat sikap Rudi yang seperti anak kecil..

" Jaga sikap mu Rudi!dewasa dikit jangan seperti anak kecil.Jaga perasaan  istrimu..Lia bisa tinggal disini karena kamu nikahi..kalau kamu tidak membutuhkan Lia lagi. Kembalikan Lia pada orang tuanya secara baik-baik.. Lia berarti bagi orang tuanya." Hati Lia terharu dibela sedemikan rupa oleh bapak mertuanya..

" Bapak  tidak usah ikut campur urusan rumah tangga Rudi.. Lia itu haknya Rudi mau dimarahi oleh Rudi itu haknya." Firdaus tersenyum sinis menatap istrinya.

" Kalau memang Lia haknya Rudi.. kenapa Rudi tidak menjalankan kewajibannya pada Lia.. Nafkah Lia saja Rudi tahan-tahan.. introspeksi diri. Sebelum berkomentar." Bentak Firdaus.Ainun diam ia tidak berani lagi menjawab.

1
Sella Rahmantoni
selamat membaca buku baruku teman-teman semoga suka🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!