Elvia Aurellie seorang gadis pendiam yang mengalami banyak kepahitan dalam hidupnya. Banyak hal terjadi, cobaan dan ujian yang selalu menguji kesabaran.
Elvia dirawat oleh Siska yang di anggapnya ibu kandungnya, tapi ternyata Siska merupakan mantan kekasih ayah kandung Elvia. Siska dengan sengaja menculik dan menyiksa Elvia sebagai alat untuk balas dendam.
Elvia di usir dari rumah oleh Siska, dan dipertemukan dengan Alvian Atmaja. Elvia menolong Alvian dari preman yang mengeroyoknya.
Alvian Atmaja seorang pengusaha muda yang tidak pernah tertarik pada perempuan karena trauma masa lalunya.
Masih banyak rintangan yang menunggu mereka kedepannya dan menguji kekuatan cinta mereka.
Elvia yang tidak mengetahui apapun harus menjadi alat untuk membalaskan dendam seseorang yang sangat membenci Alvian dan menaruh dendam pada Alvian sejak lama.
Elvia dihadapkan yang dengan banyak masalah membuatnya menjadi gadis yang tangguh dan kuat.
Akankah mereka bisa bersatu???
Dan bisakah kesabaran Elvia berbuah manis??
Kalau mau tau kalian baca ceritanya disini!!!
Jangan lupa rate, vote, like, komen dan favorit ya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ifi F. S, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 24
Happy reading 😊
Jangan lupa RATE nya ya!
Elvia menetralkan ekspresinya, karena ia masih merasa malu saat ada yang melihatnya berciuman dengan Alvian.
Apalagi saat ini ia sedang berada di kantor, dan yang memergokinya adalah asisten dan klien Alvian. Entah apa yang ada difikiran mereka sekarang.
Setelah selesai membuat minuman, Elvia segera bergegas menuju ruangan Alvian untuk mengantarkan minuman yang dibuatnya.
* Tok tok tok *
"Masuk," sahut Alvian.
"Permisi, silahkan minumannya Tuan-Tuan," ucap Elvia sopan. Elvia ingin berlalu pergi tapi tangannya ditahan oleh Alvian.
"Kamu disini saja," ucap Alvian.
"Baik Pak," ucap Elvia.
Mereka langsung fokus untuk membicarakan proyek kerja sama mereka. Setelah selesai, James bermaksud untuk mendekati Elvia karena James masih belum menyerah untuk mendapatkan Elvia.
"Nona Elvia, apa Anda sedang sibuk?" tanya James.
"Emm, tidak Tuan. Apa Anda butuh bantuan?" ucap Elvia.
Alvian yang melihat keduanya hanya bisa menahan emosinya, karena mengingat James adalah kliennya jika bukan sudah dipastikan James akan masuk ke rumah sakit.
"Mama saya meminta Anda untuk ke rumah, karena sepertinya Mama saya menyayangi Anda," ucap James.
"Tapi sepertinya CALON ISTRI saya tidak bisa, karena kami sudah punya acara," ucap Alvian sengaja menekankan kata calon istri.
"Ah, maafkan saya. Mungkin lain kali saja," ucap James, karena ia merasa jika Alvian memang sengaja melakukan itu.
Elvia hanya tersenyum kecil, karena ia tahu jika calon suaminya sangat posesif terlebih terhadap lelaki yang berbicara dengannya.
"Baiklah kalau begitu saya permisi," ucap James berpamitan.
"Iya Tuan." ucap Alvian.
Setelah James dan asistennya berlalu pergi meninggalkan ruangannya, Alvian langsung memeluk Elvia erat.
"Ck, elo gak lihat disini masih ada orang?" ucap Andi berdecak melihat tingkah sahabatnya yang sangat manja pada Elvia.
"Biarin aja," ucap Alvian acuh.
"Emang lo gak malu? tadi aja bukan cuma gue yang lihat ciuman panas lo sam El tapi juga klien," ucap Andi.
"Bodo, gue biasa aja. Lagian gue tau kalau sebenarnya James itu suka sama Elvia," ucap Alvian.
Elvia yang mendengar ucapan Alvian langsung menengok pada Alvian.
"Kamu jangan ngada-ngada deh Mas," ucap Elvia.
"Mas gak ngada-ngada tapi itu faktanya, Mas juga laki-laki jadi Mas tau arti tatapan mata dia sama kamu," ucap Alvian.
"Terserah kamu aja lah Mas," ucap Elvia.
"Tapi emang bener sih kata Al, kalau gue lihat tatapan James sama lo itu sama kayak Al natap lo," ucap Andi membenarkan ucapan Alvian.
"Tuh kan, benar omongan Mas," ucap Alvian.
"Ya udah lah Mas, yang penting kan aku gak suka sama dia," ucap Elvia.
"Iya Sayang, Mas tahu kamu cuma cinta dan suka sama Mas seorang," ucap Alvian percaya diri.
"Huek, mual gue dengernya," ucap Andi.
"Udah sana keluar, kerja jangan santai-santai aja," ucap Alvian.
"Iya iya," ucap Andi malas.
Andi berjalan keluar dari ruangan Alvian.
"Sayang," panggil Alvian.
"Iya Mas, ada apa?" ucap Elvia.
"Kamu capek gak?" tanya Alvian.
"Gak kok Mas, aku kan juga baru sebentar kerjanya," jawab Elvia.
"Sayang, Mas maunya peluk kamu manja-manja sama kamu. Mas lagi gak malas kerja," ucap Alvian merengek seperti anak kecil.
"Mas, kamu disini itu CEO nya masa kamu malas sih," ucap Elvia.
"Kan hari ini aja Sayang, Mas cuma pengen manja-manja sama kamu," ucap Alvian, Elvia hanya bisa menghelah nafas melihat kelakuan calon suaminya yang kekanak-kanakan.
"Iya udah, tapi jangan kayak gini gak enak kalau ada yang lihat Mas," ucap Elvia.
"Iya Sayang, hari ini Mas gak ada meeting kan?" tanya Alvian.
"Gak ada kok Mas," ucap Elvia.
"Ya udah, Mas mau ajak kamu ke suatu tempat," ucap Alvian.
"Kemana Mas?" tanya Elvia penasaran.
"Udah kamu ikut Mas aja," ucap Alvian.
"Iya Mas." ucap Elvia.
Alvian langsung mengajak Elvia ke suatu tempat yang sudah dipersiapkan untuk Elvia.
Dalam perjalanan menuju tempat yang masih dirahasiakan oleh Alvian. Alvian tidak henti-hentinya menciumi tangan Elvia yang di genggamnya.
"Udah dong Mas, jangan diciumin terus tangan ku. Lagian kamu juga lagi nyetir, jadi lepasin dulu tangan ku," ucap Elvia.
"Sayang, Mas gak mau lepasin. Lagian Mas masih bisa nyetir kok," ucap Alvian.
"Terserah kamu Mas." ucap Elvia pasrah.
Sepanjang perjalanan Alvian masih menggenggam tangan Elvia, hingga tanpa mereka sadari mereka sudah sampai di tempat yang mereka tuju.
Sebelum keluar dari mobil Alvian sengaja menutup mata Elvia.
"Mas kita udah sampai ya?" tanya Elvia karena matanya ditutup jadi ia tidak tahu sudah sampai apa belum.
"Udah Sayang, kita turun yuk. Sebentar Mas bantuin kamu." ucap Alvian sambil membukakan pintu mobil untuk Elvia dan membantu Elvia keluar dari mobil.
Setelah sampai Alvian menuntun Elvia agar tidak terjatuh saat berjalan.
"Sekarang kita udah sampai, kamu buka penutup mata kamu tapi jangan buka mata kamu dulu sebelum Mas hitung sampai 3." ucap Alvian.
"Iya Mas." ucap Elvia.
"Satu, dua, ti tiga." ucap Alvian.
Elvia sudah membuka penutup matanya dan membuka matanya, Elvia membulatkan matanya karena terkejut bahkan mulutnya menganga.
"Mas ini..." ucap Elvia terbata sambil meneteskan air mata.
"Sayang, kamu kenapa nangis?" ucap Alvian yang melihat Elvia menangis.
"Aku gak pa pa Mas hiks, aku cuma terharu aja hiks lihat kejutan yang kamu siapin buat aku. Makasih ya Mas hiks." ucap Elvia terisak sambil berhambur ke pelukan Alvian.
"Iya Sayang, udah dong jangan nangis lagi." ucap Alvian menenangkan Elvia.
"Iya Mas." ucap Elvia.
"Ya udah sekarang kita makan dulu ya Sayang." ucap Alvian.
Alvian dan Elvia makan siang, setelah itu Alvian berencana membawa Elvia ke tempat lain. Karena Alvian ingin membawa Elvia ke tempat lain.
"Sayang, kita pergi ke suatu tempat." ucap Alvian.
"Mau kemana lagi Mas?" tanya Elvia bingung.
"Udah kamu ikut aja ya Sayang." ucap Alvian.
***************
Di tempat lain, James sedang mengamuk di kantornya. Karena sedari tadi sebenarnya James sudah menahan amarahnya, apalagi saat melihat Elvia berciuman dengan Alvian.
James benar-benar marah, tapi ia juga tidak tahu harus berbuat apa. Karena ia sadar jika ia bukan siapa-siapa bagi Elvia.
Dan tanpa disadari James, Sarah sudah masuk ke dalam ruangan James. Dan Sarah sangat terkejut melihat ruangan James yang berantakan. Bahkan kondisi James juga sangat memperihatinkan, pakaian berantakan dan jangan lupakan rambutnya yang sudah acak-acakan. Padahal James selalu memperhatikan penampilannya.
"Astaga, kamu kenapa Sayang?" tanya Sarah lembut.
"Mama, kapan Mama sampai?" tanya James terkejut melihat sang Mama yang berada di ruangannya.
"Udah, kamu gak usah ngalihin pembicaraan deh." ucap Sarah.
"Sekarang kamu cerita sama Mama." ucap Sarah lagi.
Bersambung
Jangan lupa like, coment dan vote ya😊
Like dan komentar di beberapa part agar Kaka lebih semangat lagi yah... Dan jangan lupa follow Star Kembali oke... 😉
Salam dari :
" Kebun Terong Sigadis Narsis "
mantan kekasih
kalo ada Andi didepan ku, tak gebogg dia
Ayo teruskan