(SEDANG DI REVISI ULANG)
"Ibnu Atmajaya" Adalah seorang pengusaha yang sukses. Ia sudah menjabat sebagai seorang CEO di perusahan yang ia lanjutkan dari sang papa sejak usia nya menginjak 26 tahun. Dan kini usianya sudah menginjak yang ke 36 tahun. Dia terkenal sebagai orang yang sangat datar dan dingin. Apalagi dengan orang yang baru dikenalnya. Dia sudah berstatus sebagai suami dari seorang wanita yang bernama Renata Fadilla. Seorang dosen di fakultas XXXXX.
"Laras Safitri" Adalah salah satu mahasiswa dimana Renata mengajar. ia orang yang sangat pendiam.
Suatu hari, dia sedang tertimpa masalah. Mamanya masuk rumah sakit dan harus segera dioperasi. Dia sangat kebingungan harus mencari biaya operasi untuk operasi mamanya. Karna berasal dari keluarga yang tidak mampu, membuat ia kesulitan mendapatkan uang.
Tapi dia akan melakukan apapun saat seorang dosen bersedia membantunya namun dosen itu mengajukan syarat ke pada nya.
Ya... syarat nya adalah...
Dia harus menikah dengan suaminya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon khalisa maisara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 24
Hai gengs.... aduh maaf pada nungguin ya 😂
aku semalam lagi nyeri hate gaes 🤣🤣🤣
Jadi gak mood mau ngapa ngapain haha 😂
maaf ya author curhat 😥😥😥
ya udah happy reading !!!
Semoga syuka 😍
...🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️...
Ibnu membulatkan mata nya lebar lebar menatap ketiga benda tersebut.
tubuh nya bergetar hebat, ada genangan air di pelupuk mata nya. Perasaan nya bercampur aduk menjadi satu di dalam hati sana.
Benar kah benda itu bekerja dengan benar ?
Dan benar kah perempuan yang ia sakiti dan ia campakkan selama ini sedang mengandung benih benih anak nya di dalam sana.
Tanpa sadar ia tengah membentuk bibir nya menjadi senyuman. Ditatap nya lagi sosok perempuan itu, Kali ini Ibnu menatap nya dengan sendu. Kemudian diangkat nya tubuh mungil perempuan itu dan membawanya keluar dari dalam kamar mandi, lalu merebahkan nya di atas ranjang dengan pelan.
Kemudian Ibnu secepat kilat melangkah kan kaki nya keluar kamar untuk mencari ponsel nya di dalam kamar yang ia tempati. Ia akan menghubungi dokter guna memeriksa keadaan istri ke dua nya itu.
Tak lama kemudian seorang dokter wanita datang. Ibnu langsung menyambut dokter itu dan membawanya ke dalam kamar Laras.
"Tolong periksa istri saya dok. Tadi dia saya temukan sudah pingsan di dalam kamar mandi. Dan saya menemukan benda ini sedang dia pegang tadi dok." Ujar Ibnu sambil menunjukan alat tes kehamilan itu kepada dokter.
Dokter itu menerima nya dan melihat ketiga benda tersebut.
"Baiklah, biar saya periksa dulu istri anda ya pak." Ucap dokter.
Ibnu hanya menganggukkan kepalanya tanda menyetujui ucapan dokter itu. Dengan panik dan rasa penasaran nya. Ibnu berharap harap cemas sambil berjalan mondar-mandir.
Tak lama dokter cantik itu sudah selesai memeriksa Laras. Kemudian ia langsung menulis resep obat dan vitamin, Lalu ia berikan kepada Ibnu.
"Pak... Ini resep obat dan vitamin untuk istri anda. Silahkan anda menebus nya di apotek terdekat ya. Istri anda sedang mengandung, dan usia kandungan nya sudah memasuki tiga Minggu. Jelas dokter tersebut.
"Dan saya sarankan untuk tidak membuat nya tertekan ya pak, jangan sampai kelelahan juga, karena akan berpengaruh pada janin yang sedang di kandung.." Jelas Dokter cantik itu.
Ibnu menerima kertas resep yang di berikan dokter dengan tangan gemetar. Benar benar perasaan nya sedang berkecamuk saat ini.
"Baik dok.."
Ada rasa bahagia yang dirasakan di dalam hati laki-laki itu, mendengar kehamilan Laras seperti mendapatkan sebuah anugrah terindah yang dia nanti-nanti kan selama ini.
"Kalau begitu saya permisi dulu ya pak." Ucap dokter itu yang berpamitan untuk pulang.
"Terimakasih ya dok.." Ucap Anan dengan wajah sumringah nya.
"Mari dok biar saya antar." Ujar Ibnu lalu melangkah keluar dengan dokter di depan nya.
...****...
Tak lama Ibnu sudah kembali ke dalam kamar Laras dan melihat Laras yang belum juga sadar kan diri. Melangkah pelan menghampiri ranjang, Perasaan nya kembali menggoncang. Ditatap nya wajah perempuan mungil itu. Lalu turun menuju perut nya yang masih rata.
Mata nya pun berkaca kaca saat menatap perut rata perempuan yang masih setia memejamkan mata nya. Ia benar benar tak menyangka sebentar lagi akan menjadi seorang ayah. Bahagia, terharu, lalu setetes air bening jatuh dari pelupuk mata nya.
Ayah...
Ya, sebentar lagi dia akan di panggil ayah.
Sebentar lagi ia akan mendapatkan apa yang menjadi keinginan nya saat sudah berumah tangga selama ini.
Ibnu duduk di tepian ranjang sambil terus memandangi perut Laras. Tanpa sadar tangan nya pun terangkat dan menyentuh perut wanita itu. Dan mengusap nya lembut disana.
Laras yang merasa ter usik karena ada sesuatu yang bergerak lembut di atas perut nya. Perlahan pun membuka mata nya.
Sontak Laras langsung bangkit dan menjauhkan dirinya, memberi jarak pada lelaki di depan nya itu karena merasa terkejut dan takut.
"Ba... bapak.. Sedang apa disini..??" Tanya nya terbata.
.
.
.
.
.
...*******...
Maaf ya gengs dikit. Dari pada gak up sama sekali ya Khan... 🤣🤣🤣
Oke oke author akan up lagi.
tapi.......
Like, komen, dan vote dulu yang banyak ya hahahaha 🤣🤣🤣
kalo gak banyak author akan up besok 😋😋
Mon maaf yak maksa 😎😎
dan sebentar lagi si om Ibnu akan mulai kebucinan nya tapi....
akan ada orang yang perhatian sama si Laras ya geng 🤔🤔 huhuhu
oke terimakasih...
dan Babay...
inget !!! vote nya dulu ya 🤣🤣 hahaha
loph yuu kalean semua 😘😘😘
see yuuu ❤️❤️❤️
yg harusnya cerai tu renata krn dia yg g bs ksh anak