Ayana Frandrika harus diusir oleh kedua orangtuanya karna ia kedapatan hamil dengan posisi masih menjadi
siswi disalah satu sekolah Negeri disebuah kota. tak ingin menanggung malu, orangtua Ayana dengan tega menyuruh Ayana pergi dan mencari pria yang telah menghamilinya.
Ayana terpaksa datang pada Kelvin, kekasihnya yang juga termasuk ayah biologis dari calon anak yang dikandung Ayana.
Namun karna keadaan ekonomi Kelvin yang pas-pasan, membuat Kelvin selalu menyalahkan Ayana yang harus hamil diusia mereka yang masih sangat muda. Pernikahan bahagia yang diimpikan Ayana selama ini jika bersama Kelvin ternyata hanya sebuah mimpi saja. pada kenyataannya Ayana harus teraniaya dan tersakiti terus-terusan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Leo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kasihan Ayana
Bab 24
.
.
.
Tak mendapati apa-apa didapur, Ayana kembali kedepan guna meminta uang pada Kelvin untuk belanja.
Kelvin yang bermain ponsel sedang terbahak-bahak tanpa peduli pada Ayana.
"Vin.."panggil Ayana.
"Apa ??" Balas Kelvin tanpa menatap.
"bahan masakan habis didapur. Cabe juga habis. aku bisa minta uang untuk belanja ??" Ucap Ayana ragu-ragu.
Kelvin nampak jengah sekali. Ia langsung melayangkan tatapan tajam kearah Ayana.
"Apa kau tidak bisa usaha mencari makanan ??!! Uangku sudah habis buat bayar uang perawatanmu !!! Sejak kemarin aku kan sudah bilang jangan mau kalau dirawat !!! Kau.ngeyel sekali.."celoteh Kelvin. Tidak memberikan uang malah terus-terusan menyalahkan Ayana
" Tapi Vin.. Aku juga tidak punya uang sekarang.."Balas Ayana.
"Pakai otakmu itu !! Jangan hanya bisanya cuma menghabiskan uangku saja !!!" Bentak Kelvin yang kemudian beralih masuk kedalam kamar. Menutup pintu dengan kasar hingga Ayana sampai terjengit.
"Bagaimana ini.."Ayana bingung sekali. Hingga tujuan Ayana adalah warung Buk Hesti.
.
.
Karna tubuhnya memang belum sehat betul, Ayana berkeringat banyak saat tiba diwarung buk Hesti. Tak sengaja disana Buk ida juga tengah berbelanja.
"Ayana.. Kau pucat sekali ?? Kau sakit lagi ya ?? Sejak kemarin saya tidak melihatmu.." tegur Buk Ida.
"Oh.. Tidak buk. Ayana hanya kecapekan saja.."Balas Ayana lirih.
"Syukurlah.. Saya fikir kau sampai sakit memikirkan suamimu yang gila itu."Timpal Buk Ida.
"Buk ida kenapa bicara begitu ?? Kasihan Ayana kan.." Tegur Buk hesti.
"Jujur saya kasihan sama Ayana Buk hesti. Si kelvin itu punya wanita dan dia dengan pedenya membawa wanita itu kekontrakan."Tutur Buk Ida.
Ayana tertunduk. Semua pasti buk Ida sangat tau mengingat mereka hanya tinggal bersebelahan.
Buk Hesti menatap Ayana dengan penuh kasihan. "Ayana.."
"Iya buk.."Ayana mengangkat wajahnya.
"Maaf ya buk hesti saya belum.bisa kerja lagi. Badan saya masih lemas.."ucap Ayana.
"Iya. Tidak apa-apa. Kau mau beli apa ??" Buk Hesti berusaha tak membahas permasalahan Ayana.
"Em.. Buk.. boleh tidak saya bon dulu..?? Nanti kalau saya sudah sehat saya bisa lanjut kerja lagi dan membayarnya ??" Tanya Ayana ragu dan ketakutan.
"Apa suamimu tidak kerja Ay ?? Kenapa malah kau yang sulit mencari hutangan buat makan ??" tanya buk ida.
Ayana bingung mau menjawab apa.
"Buk ida.. Jangan ditanya lagi. Kasihan Ayana.."Buk Hesti mencoba membela Ayana.
"Iya buk. Ya sudah. Saya pulang dulu ya, Ayana.. Hati-hati ya.. Maaf kalau saya banyak tanya.."pamit Buk ida.
"Iya buk tidak apa-apa.."balas Ayana.
Buk ida nampak segera pulang.
dan tinggal Ayana dan Buk Hesti.
"Ambillah apa yang dirumah tidak ada Ayana..saya iklas memberikannya padamu.."Ucap Buk Hesti.
Ayana menatap lekat buk Hesti dengan penuh haru.
"Be..benarkah buk ??" Ayana masih tak percaya.
"iya."Buk Hesti menggangguk dengan senyumannya.
.
.
Selesai berbelanja Ayana langsung pulang, ia tidak mau dimarahi Kelvin lagi karna terlalu lama
Saat Ayana sudah pergi seseorang keluar dari persembunyiannya dibelakang Buk Hesti.
Wanita paruh baya itu mengusap air matanya yang terus meleleh saat mendengar semua keluh kesah Ayana.
"Terima kasih buk Hesti sudah menolong putri saya.." Ucap Mama Liana. Yang tidak lain adalah Ibu kandung Ayana.
"Sama-sama Nyonya.."balas Buk Hesti.
"Saya ingin sekali membantu Ayana...tapi papanya pasti akan murka jika tau.."ucap Mama Liana dengan sangat sedih.
"Saya akan terus membantu Ayana nyonya.."Timpal Buk Hesti.
"Saya sedikit tenang. Setidaknya tetangga putri saya semua adalah orang-orang baik."Ucap Mama Liana lagi.
Buk Hesti menggangguk dengan senyumannya.
.
.
.
Belum sadar juga?
Trauma tapi sering tu ciuman dg Davian bahkan sering curi ciuman lagi.Waras gak si