Zhou Tian, remaja berusia 12 tahun harus mengalami nasib naas saat dia terlahir sebagai seorang iblis, yang sejak kecil telah diperbudak oleh manusia.
Tidak tahu siapa kedua orangtuanya, Zhou Tian sejak kecil menjalani hidup penuh penderitaan sebagai seorang budak.
Suatu hari setelah dipukuli oleh tiga putra manusia yang telah memperbudak dirinya sedari kecil, Zhou Tian yang telah kehilangan kesadaran dibuang di tengah hutan siluman.
Tepat di siang hari di tengah cuaca panas, tubuh Zhou Tian yang tak berdaya tersambar petir tanpa wujud, dan karena sambaran petir itulah dia mendapatkan kekuatan sistem yang akan merubah takdir hidupnya.
Mampukah Zhou Tian merubah takdirnya yang selama ini hanyalah budak manusia? Dan mampukah dia mengungkap identitas kedua orangtuanya?
Ikuti kisah Novel ini sampai tamat untuk mendapatkan jawabannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SiPemula, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kematian Patriark Dan Para Tetua Klan Mu
“Swush... Swush...”
Pada saat ini, patriark Klan Mu, para tetua Klan Mu, serta orang-orang yang berasal dari Kerajaan, mereka terus bergerak di tengah hutan siluman lapisan terluar.
“Selain aura siluman, di sepanjang jalan sampai tempat ini, aku sama sekali tidak merasakan sedikitpun keberadaan aura iblis. Kemungkinan mereka semua memang sudah mati dan menjadi makanan siluman di tempat ini,” ucap pemimpin prajurit Kerajaan setelah hampir dua hari terus bergerak di hutan siluman mencari keberadaan para iblis.
“Satu hari lagi, setelah satu hari berlalu dan kita belum menemukan mereka, bisa dipastikan mereka semua sudah mati, atau telah pergi meninggalkan hutan ini!” ujarnya.
Patriark Klan dan para tetua Klan Mu menganggukkan kepala setuju mendengar semua itu.
Sebagai sosok yang lebih lemah dibandingkan pemimpin prajurit Kerajaan, mereka hanya bisa setuju meski memiliki keyakinan para iblis yang sedang dicari masih berada di kawasan hutan siluman, dan mereka belum mati.
Terus bergerak, tiba-tiba pemimpin prajurit menghentikan langkahnya dan menyuruh semua orang orang berhenti. Mengarahkan pandangan lurus ke arah depan, pemimpin prajurit merasakan hawa dingin yang membuat tubuhnya gemetae karena rasa takut.
‘Mungkinkah di depan sana ada siluman yang jauh lebih kuat dari ranah kekuatanku? Kalau ada, sebaiknya aku segera pergi menghindar,’ ucapnya dalam hati.
Merasakan adanya bahaya, pemimpin prajurit membawa orang-orang yang bersamanya pergi ke arah lain, dan kali ini dia tak lagi terlihat tenang seperti sebelumnya.
Sementara itu, di balik array formasi ilusi, Zhou Tian tersenyum saat melihat orang-orang yang mencari keberadaan para iblis pergi menjauhi desanya.
“Aku hanya sedikit mengarahkan aura elemen es yang aku miliki padanya, tapi itu sudah lebih dari cukup untuk membuatnya takut,” ucapnya pelan.
Sesaat yang lalu dia mengarahkan aura elemen es pada sosok pemimpin orang-orang yang mendekat ke desa iblis, dan aura itulah yang membuat pemimpin prajurit Kerajaan ketakutan.
“Adik, bagaimana kalau kita pergi mengikuti mereka? Aku khawatir mereka pergi ke lapisan tengah hutan siluman, dan bertemu dengan mereka yang sedang berburu di tempat itu,” ungkap Zhu Ying.
Saat ini Zhou Tian hanya berdua dengan Zhu Ying di atas benteng desa, sedangkan Zhou Lin dan tiga orang lainnya, mereka sedang memimpin ratusan iblis berburu di lapisan tengah hutan siluman. “Kalau mereka bertemu dengan kakak Lin dan yang lainnya, bisa dipastikan mereka semua akan mati, tapi diwaktu bersamaan keberadaan kita di tempat ini akan semakin diperhatikan oleh pihak Kerajaan dan sekte-sekte besar yang ada di Benua Selatan,” ucapnyaucapnya Zhou Tian.
Zhou Tian memang tidak ingin dulu berurusan dengan kekuatan Kerajaan maupun sekte besar, bahkan dia masih membiarkan murid sekte Bintang Kembar tetap hidup, meski tak lagi bisa berkultivasi. Namun, jika semua itu tidak bisa dihindari, dia tak akan sungkan menggunakan semua kekuatannya untuk memusnahkan musuh yang datang.
Zhu Ying sandi tidaklah bodoh, dan dia jelas mengerti akibat terburuk jika pihak Kerajaan dan seluruh sekte besar di Benua Selatan menyerang desa iblis.
Musnah dan hancur tak bersisa, itulah yang akan terjadi dengan desa iblis jika saat ini berurusan dengan pihak Kerajaan dan semua sekte besar.
“Kakak Ying, sebaiknya kita memang harus mengikuti mereka, dan pastikan mereka tak bertemu dengan Kakak Lin dan yang lainnya!” ucap Zhou Tian.
Zhu Ying setuju dengan itu lalu keduanya segera pergi menyusul orang-orang yang sudah lumayan jauh pergi meninggalkan kawasan dekat desa iblis.
Meski sudah terpisah jarak yang jauh, dengan kecepatan keduanya yang telah mencapai ranah Mortal, sangat mudah bagi mereka mengejar orang-orang yang sudah bergerak jauh.
“Mereka tidak bergerak cepat atau lambat. Dari apa yang terlihat, mereka sangat serius mencari keberadaan kita,” ucap Zhou Tian lirih dan dia pastikan hanya Zhu Ying yang mendengarnya.
Mendengarnya, Zhu Ying hanya menganggukkan kepala dan kembali fokus melihat orang-orang yang perlu dia awasi.
“Swush... Swush...”
Secara tiba-tiba pemimpin prajurit meningkatkan kecepatan, begitu juga dengan prajurit dari Kerajaan. Patriark dan para tetua Klan Mu yang tak secepat orang-orang dari Kerajaan, lama kelamaan mereka mulai tertinggal jauh.
“Sepertinya aku tahu siapa yang membocorkan keberadaan kita pada Kerajaan, dan ini kesempatan kita untuk mengakhiri hidupnya!” Zhou Tian melihat keberadaan patriark dan para tetua Klan Mu.
“Adik, serahkan mereka padaku! Kamu lanjutkan perjalanan, terus awasi apa yang dilakukan orang-orang dari Kerajaan!” ucap Zhu Ying.
Tau apa yang harus dia lakukan, Zhou Tian menganggukkan kepala dan kembali bergerak mengikuti orang-orang yang berasal dari Kerajaan. “Melihat mereka tak mengurangi kecepatan, sepertinya mereka tak sadar jika orang-orang dari Klan Mu tertinggal sangat jauh di belakang,” gumamnya sembari terus bergerak mengikuti orang-orang dari Kerajaan.
Di sisi lain, Patriark dan para tetua Klan Mu yang telah kehilangan jejak orang-orang dari Kerajaan karena jarak diantara mereka yang terlampau jauh, mereka memutuskan putar arah mencari jalan keluar terdekat dari kawasan hutan siluman.
Mereka tidak mungkin terus memaksakan diri berada kawasan hutan siluman tanpa adanya perlindungan orang-orang dari Kerajaan, jika memaksakan bertahan tanpa adanya perlindungan, ada kemungkinan mereka bertemu siluman kuat, yang dapat memusnahkan keberadaan mereka.
“Swush... Swush...Swush...”
Dengan dipimpin Patriark Klan, mereka bergerak mencari jalan keluar terdekat, tapi langkah mereka terhenti saat sosok wanita cantik dengan senyum menawan muncul di hadapan mereka.
Tak ada satupun dari mereka yang tak terpana dengan kecantikan wanita itu, ditambah postur tubuh yang sangat ideal, mereka seketika bisa membayangkan betapa nikmatnya melakukan pergulatan di atas ranjang bersama wanita itu.
Akan tetapi, bayangan mereka tentang kenikmatan seketika berakhir, saat bersamaan mereka melihat mata merah wanita itu menatap tajam keberadaan mereka.
“Ma-mata merah? Wa-wanita itu salah satu iblis yang kita cari!” teriak salah satu tetua Klan Mu.
“Tap... Tap... Tap...”
Patriark Klan Mu dan para tetua Klan Mu segera melompat mundur menjaga jarak dari wanita yang kecantikannya bisa dikatakan wanita itu adalah sosok kecantikan nomor satu yang pernah mereka lihat.
Namun di balik kecantikan wanita itu tersimpan sesuatu yang sangat menakutkan, dan bisa saja wanita cantik yang mereka lihat adalah utusan Dewa Kematian.
Disaat Patriark Klan Mu dan para tetua Klan Mu berhati-hati dengan keberadaannya, wanita yang tak lain adalah Zhu Ying, dia justru menunjukkan senyuman lebar di wajahnya.
“Awalnya kalian kami biarkan hidup supaya tak lagi mengusik kehidupan kami, tapi nyatanya kalian justru memberitahu keberadaan kami pada pihak Kerajaan.”
Memberitahu pihak Kerajaan adalah kesalahan besar kalian, dan kali ini tak ada pengampunan untuk kalian!”
“Swosh...”
Aura kuat yang begitu mendominasi terpancar dari tubuh Zhu Ying, membuat Patriark dan para tetua Klan Mu sangat ketakutan saat merasakan aura yang saat ini telah mengunci pergerakan mereka.
“Titipkan salamku untuk Patriark Klan Qin jika kalian bertemu dengan orang itu di alam kematian!”
Sosok Zhu Ying menghilang dari tempatnya, dan saat dia kembali muncul dengan pedang kayunya, bunyi benda jatuh terdengar dari arah Patriark dan para tetua Klan Mu.
Melirik kearah mereka yang kini berada di belakangnya, Zhu Ying menyunggingkan senyuman melihat Patriark dan para tetua Klan Mu masih berdiri kokoh di tempatnya, tapi mereka semua berdiri tanpa adanya kepala yang masih menyatu dengan anggota tubuh lainnya.
Kepala mereka telah jatuh dan menggelinding di atas permukaan tanah, dan terlihat asap keluar dari luka menganga di kepala mereka yang menandakan belum lama ini kepala mereka terpenggal.
Begitu memastikan Patriark dan para tetua Klan Mu kehilangan kepala, Zhu Ying menyimpan kembali pedang kayunya, sembari mengarahkan pandangan ke arah perginya Zhou Tian.
“Kekuatanku memang meningkat, tapi aku merasa masih terlalu lemah untuk dapat bersanding dengannya. Aku harus lebih kuat dari saat ini, supaya aku pantas berada di sisinya.”
Terus tumbuh menjadi sosok kuat dan semakin kuat, itulah keinginan Zhu Ying saat ini.
...----------------...
Bersambung.