Niat baik berubah menjadi petaka bagi Raisa, bagaimana menolong pria asing malah membuatnya dinikahkan secara paksa oleh warga yang mengira mereka berbuat asusila. Meski berkali-kali mencoba menjelaskan namun warga yang kolot tidak mempercayai apa yang Raisa dan Bryan katakan hingga mau nggak mereka menikah dengan terpaksa.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon el Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Yuke Shock
Bryan mengusap rambutnya kasar, dunianya seakan runtuh kenikmatan yang dinanti-nantikan pupus sudah.
"Kenapa sih harus keluar sekarang kenapa nggak setelah selesai malam Jumat." Bryan menatap Raisa dengan tatapan yang sulit diartikan.
Raisa menaikkan kedua pundaknya, dia juga tidak tau kenapa harus saat seperti ini tamunya datang. Terkadang datang bulan juga seperti jelangkung, yang kedatanganya tanpa permisi.
"Lalu nasib aku gimana, ini udah di pucuk sayang." Matanya menatap batang keras miliknya yang sedari tadi sudah berdiri tegak siap bertempur di medan kenikmatan.
Raisa tertawa kecil, kasian juga sama si burik yang sudah bersiap bertempur.
Tak ada cara lain selain berendam dan relaksasi, mungkin dengan begitu perlahan bisa normal kembali.
Keeoskannya, seperti biasa Raisa turun di gerbang depan, saat berjalan dari kejauhan nampak Yuke yang dengan sengaja merangkul pinggang Bryan.
Bryan berusaha melepas tangan Yuke yang ada di perutnya namun Yuke tetap bersikeras untuk tidak melepas tangannya.
"Bryan kita itu harus banyak latihan kan sebentar lagi pentas seni segera di mulai," kata Yuke.
"Iya tapi jangan gini." Bryan terus mencoba melepas tangan Yuke hingga akhirnya terlepas juga.
Raisa yang lewat pun berdehem melihat Yuke dan Bryan, Yuke yang mendengarnya menatap Raisa dengan tatapan benci.
"Hey Raisa kamu iri ya." Dengan tertawa Yuke menatap Raisa.
Raisa ikut tertawa, bagiamana dia bisa iri sedangkan yang dipeluk adalah suaminya sendiri.
"Hey Cut Keke, ngapain aku iri sama kamu." Raisa yang kesel menarik tangan Bryan dan membawanya pergi dari Yuke.
Bola mata semua mahasiswa menatap Raisa yang menggandeng Bryan sedangkan Bryan hanya diam saja menurut daripada dirinya dimarahi istrinya apalagi Raisa sekarang dalam mode mens yang konon katanya jika wanita mens itu galak seperti singa.
"Mas kamu yang tegas dong sama si ular cut Keke itu." Raisa membawa Bryan pergi ke taman belakang.
"Udah," sahut Bryan.
"Apanya yang sudah, jelas-jelas kamu diam aja gitu, meski hubungan kita nggak ada yang tau tapi kamu ya harus menghargai perasaan aku dong mas." Raisa menyilangkan tangannya di dada membelakangi Bryan.
Inilah yang Bryan takutkan, rencannya dia ingin mengumumkan hubungannya dengan Raisa setelah acara pentas seni, dia ingin seluruh mahasiswa tau kalau dirinya dan Raisa sudah menikah.
Waktu cepat berlalu, hari pentas seni akan digelar, Bryan dan seluruh pemain pentas seni sudah siap untuk aula sudah penuh sesak karena para mahasiswa maupun mahasiswi ingin melihat fans nya yang tengah main drama Snow white.
"Sa, sabar Sa. Ini hanya akting kak Bryan tetap cinta kok sama kamu." Rea dan Lala mencoba menghibur Raisa.
Tepuk tangan terdengar riuh saat Bryan menemukan Yuke yang terbujur di sebuah kotak kaca, ke tujuh kurcaci yang merasa kehilangan menemani Yuke.
Bryan mengelus pipi Yuke dan ini membuat Raisa cemburu berat, tangannya spontan mengepal namun meskipun begitu Raisa tidak bisa menyalahkan Bryan karena kembali lagi ini adalah kehendak pihak kampus.
Seperti dalam cerita Snow white yang mana Pangeran mencium sang Putri, begitu pula Bryan yang akan mencium Yuke.
Yuke sangat menantikan hal ini dimana Bryan akan menciumnya namun Bryan hanya mendekatkan pipinya memang terkesan mencium namun Bryan tidak benar-benar mencium Yuke.
PT!
Yuke terlihat shock namun dia harus tetap membuat matanya karena adegan yang ditunggu-tunggu telah usai.
Seluruh mahasiswa maupun mahasiswi nampak senang, mereka sungguh puas akan drama yang barusan mereka lihat. Bryan dan Yuka nampak kompak dan serasi sekali hingga mereka mendapat julukan the king and queen of kampus.
"Selamat siang untuk teman-teman semua, saya ingin mengumumkan sesuatu pada kalian."
Yuke nampak senyum-senyum sendiri, dia mengira kalau Bryan ingin menembaknya di atas panggung dan seluruh mahasiswa dan mahasiswi menjadi saksinya.
"OMG sweet banget sih, akhrinya ramuan dari mbah Marjan bekerja juga aku kira ramuan itu gagal tapi ternyata kerjanya lambat namun pasti." Dirinya senyum senyum sendiri.
Saat sudah sangat yakin ternyata Bryan memanggil Raisa, Yuke melongo menatap Bryan yang tersenyum.
Kini Yuke bak terlempar dari ketinggian ribuan kali, dia tidak menyangka Bryan memanggil Raisa bukan dirinya.
Rea dan Lala mendesak Raisa untuk naik ke panggung, meski awalnya enggan namun akhirnya dia berjalan naik ke atas panggung.
Setelah Raisa sudah di panggung, Bryan segera merangkul istrinya. Semua mahasiswa nampak heran bin bingung, mereka tidak menyangka kalau Bryan dan Raisa begitu dekat.
"Mungkin kalian bingung dan heran, kenapa aku malah memanggil Raisa, bukan yang lainnya." Begitu banyak tanda tanya di kepala para mahasiswa hingga suasana jadi hening.
Bryan menatap Raisa dengan lekat, sungguh cintanya pada sang istri semakin besar, entah karena pengaruh ramuan Mbah Marjan atau memang cinta itu tulus dari hati karena sering bertemu.
"Wanita yang kini ada di samping aku adalah pendamping hidup aku, teman ranjang aku, tulang rusuk aku." Raisa tersenyum bahagia, dirinya sungguh tak menyangka Bryan memberi kejutan padanya.
Tanpa rasa malu lagi Raisa memeluk Bryan dan menangis dalam dekapan sang suami.
"Hey kenapa menangis," kata Bryan sambil mengangkat wajah Raisa.
"Aku bahagia mas," sahut Raisa.
Semua mahasiswa melongo, Rea dan Lala yang sudah tau tepuk tangan terlebih dahulu dan para mahasiswa lain pun ikut.
Tepuk tangan yang meriah untuk Bryan dan Raisa, meski para mahasiswi tengah patah hati berjamaah namun mereka sangat bahagia melihat Bryan dan Raisa.
"I love you Sayang." Tiga kata keramat keluar dari mulut Bryan.
"I love you too mas." Dengan mantap dan lantang Raisa membalas tiga kata Bryan.
Yuke sungguh kesal, dia sangat patah hati orang yang digadang-gadang akan menjadi kekasihnya kini malah menjadi suami orang lain.
"Awas kalian, jangan harap bisa bahagia di atas air mataku." Batin Yuke.
*********
Semenjak Bryan mengumumkan hubungannya kini mereka berdua sudah tidak canggung lagi, kemana-mana mereka selalu bersama dan ini membuat banyak yang iri akan kemesraan mereka.
Layaknya suami pada umumnya, Bryan bekerja kini bekerja di kantor papanya, meski hanya bekerja selepas pulang dari kampus namun papa Bryan tetap menggaji Bryan secara utuh.
"Bryan papa sungguh bangga sama kamu, kini kamu telah menjadi seorang suami yang baik untuk Raisa," puji papa Bryan.
"Terima kasih pa, karena papa kini Bryan mendapatakn seorang istri seperti Raisa." Pelukan Bryan mendarat di tubuh papanya, tubuh tua yang selama ini merawat dan membesarkannya sendiri.
Pilihan orang tua memang tidak ada yang salah, meskipun awalnya terlihat tidak baik namun seiring berjalannya waktu kebaikan akan nampak dan membawa kebahagiaan.
othor nya kocak nih 🤣🤣
selamat buat rafi dn amanda🌹🥰
buat Gilang... jodohmu masih d pending sama kak el... sabar y🤭😂😂
sukses dn semangat buat kak el... sehat2... semoga karyamu selalu menjadi favorit para readers👍💪🥰😘😘😘😘😘😘🌹🌹🌹🌹🌹🌹
d tunggu cerita berikutnya😉❤
auto pusing atas bawah tu rafi🤭😂😂😂
rafi somplak
astaga rafi... jadi pingin nampol tu mulut😔