Pensiun sebagai pembunuh nomor satu karena penyakit mematikan, Kenzo bereinkarnasi ke dalam novel kultivasi buatannya sendiri. Berbekal 'Sistem Sampah' yang ia modifikasi menjadi senjata maut dan pengetahuan sebagai sang pencipta, Kenzo siap membantai siapa pun yang berani mengusik waktu santainya bersama sang putri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34: Ayam naga
Cahaya emas yang menyilaukan itu perlahan memudar, meninggalkan kepulan asap beraroma harum... seperti ayam bakar. Semua orang di aula, termasuk para kultivator yang tadinya ingin membunuh Kenzo, menahan napas. Mereka mengharapkan sosok naga raksasa dengan sisik emas yang akan menghancurkan makam ini, atau setidaknya burung phoenix yang agung.
KRAK!
Cangkang telur itu retak sepenuhnya. Dari dalamnya, muncul sebuah kepala.
Bentuknya memang kepala ayam, tapi memiliki dua tanduk kecil melengkung di dahi dan kumis panjang khas naga yang menjuntai lemas. Makhluk itu melompat keluar dari cangkang, mendarat di atas perut Kenzo yang sedang terbaring kesakitan.
"Kukuru... RAWWRR!"
Suaranya dimulai dengan kokok nyaring namun diakhiri dengan geraman serak yang gagal. Kenzo menatap makhluk itu dengan tatapan kosong. Ayam naga itu memiliki tubuh bulat berbulu emas, tapi kakinya memiliki cakar naga yang tajam, dan ekornya panjang bersisik.
"Jadi... ini makhluk legendaris itu?" gumam Kenzo, tidak percaya pada apa yang ia lihat.
Bukannya menyerang musuh, ayam naga itu malah menoleh ke arah darah di tangan Kenzo. Ia memiringkan kepalanya yang terlihat sangat kosong, lalu mulai mematuki luka Kenzo dengan antusias seolah-olah itu adalah butiran jagung.
"ADUH! Berhenti! Itu tanganku, bukan pakan ayam!" bentak Kenzo sambil mengibaskan makhluk itu.
Ayam naga itu terpental, berguling-guling di lantai, lalu bukannya marah, ia malah mengejar ekor naganya sendiri. Ia berputar-putar dengan kecepatan tinggi hingga kepalanya pusing, lalu jatuh telentang dengan mata berputar-putar membentuk spiral.
Para kultivator yang mengepung mereka terdiam. Pemimpin sekte yang tadi sangat sangar kini menurunkan pedangnya, wajahnya terlihat sangat kecewa.
"Kita mempertaruhkan nyawa demi... seekor ayam cacat?" tanya salah satu kultivator dengan nada sedih.
"Mungkin ini teknik penyamaran!" teriak yang lain. "Cepat bunuh mereka semua!"
Mendengar teriakan itu, insting pelindung si ayam naga sepertinya bangkit. Ia berdiri tegak, membusungkan dadanya yang mungil, dan menatap para musuh dengan mata melotot. Ia membuka paruhnya lebar-lebar, api mulai berkumpul di tenggorokannya.
"Lihat! Dia akan mengeluarkan Napas Naga!" seru musuh sambil bersiap dengan perisai.
"HWACHIIII!"
Bukannya menyemburkan api, ayam naga itu malah bersin dengan sangat keras. Api yang keluar hanya berupa percikan kecil yang justru membakar kumis naganya sendiri. Panik karena kumisnya terbakar, si ayam naga mulai berlari gila-gilaan ke arah kerumunan musuh sambil berteriak panik, menabrak kaki-kaki para kultivator dan mematuki sepatu mereka dengan membabi buta.
"DIA MEMATUK JEMPOLKU! SINGKIRKAN AYAM BODOH INI!"
Aula yang tadinya tegang kini berubah menjadi arena sirkus. Kenzo menepuk dahinya dengan tangan yang sehat. "Sistem... bisakah aku mengembalikan barang ini? Aku ingin tukar tambah dengan granat saja."
[Ding! Barang yang sudah menetas tidak dapat dikembalikan. Selamat menikmati partner baru Anda yang memiliki IQ di bawah suhu ruangan.]
Ling Yue dari kejauhan berteriak, "Kenzo! Ayam itu sama anehnya denganmu! Cepat lakukan sesuatu!"
Sementara itu, Lin-er malah tertawa riang sambil bertepuk tangan. "Ayah! Ayamnya lucu! Dia bisa menari!"
Ayam naga itu, yang sekarang kita sebut saja 'Si Bodoh', terus berlari zigzag. Ia melompat ke kepala seorang musuh, lalu karena tidak bisa menjaga keseimbangan, ia malah menutupi mata musuh tersebut dengan pantat berbulunya, membuat sang kultivator berlari menabrak pilar.
Kenzo menghela napas, ia bangkit berdiri dengan susah payah. "Meskipun bodoh, setidaknya dia memberikan gangguan yang cukup."
sebentar😅😅