Di saat resepsi pernikahan. Anjani Thalia harus menerima kenyataan pahit jika calon suaminya tiba-tiba saja membatalkan pernikahannya.
Keluarga Anjani merasa malu dan marah karena merasa di permainkan oleh Arjuna . Calon menantu mereka.
Bahkan yang paling mengejutkan, ternyata Arjuna memilih wanita lain. Dan yang lebih mengejutkan dia memilih teman Anjani sendiri sebagai calon istrinya.
Saat keadaan kacau Anjani terlihat pasrah dengan kehancuran di depan matanya. Namun siapa sangka seseorang justru menyelamatkannya dari kehancuran itu.
Keandra Alarick. Mantan Anjani datang dengan tiba-tiba dan ingin menikahinya. Hal itu pun membuat semua orang terkejut.
Bagaimana kelanjutan kisah mereka?
Apa Anjani akan melanjutkan pernikahannya dengan Keandra?
Apakah setelah ini kehidupan Anjani akan bahagia?
Ikuti kisah mereka sampai selesai.
Jangan lupa follow. Beri like dan komentar kamu ya!
Happy Reading...! 🤗🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mommy jay, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27 Tekad Anjani
Keandra terdiam. Bukannya tidak kasihan pada Anjani. Namun ia tidak berbuat apa-apa. Hanya bisa menenangkan meskipun terasa kaku.
"Tidak perlu takut. Mulai sekarang kamu harus terbiasa dengan sikap kakek. Hanya ada satu hal yang mungkin bisa menyelamatkan, mu." ucap Keandra tegas.
"Apa itu, Kean?" tanya Anjani cepat.
"Buktikan, jika kamu pantas berada di sisi ku. Dan buktikan jika kamu tidak bersalah." jawab Keandra, menatap lekat wajah Anjani. Untuk pertama kalinya, ia menatap wajah istrinya itu dengan waktu cukup lama. Meskipun ada rasa sakit, saat melihat sorot mata Anjani yang benar-benar terlihat tertekan.
Anjani terdiam. Membuktikan. Pantas. Apakah dirinya sehina itu? Sampai-sampai Keandra yang notabene seorang suami, terlihat masih meragukan Anjani.
"Baiklah. Akan aku buktikan jika aku tidak bersalah. Dan bukan hanya pada kakek saja aku akan membuktikannya. Melainkan pada dirimu juga, Kean." ucap Anjani, tegas.
Anjani sudah bertekad akan membuktikan bahwa dirinya memang tidak bersalah. Ia juga berharap setelah semuanya terbukti, Keandra bisa menerimanya sepenuh hati.
...----------------...
Setelah kejadian beberapa hari lalu, kini Anjani mulai terlihat bersemangat kembali. Tidak ada tekanan, seperti sebelumnya. Anjani kembali bekerja seperti biasa.
Di kantor Anjani disibukan dengan pekerjaan yang sangat menumpuk. Di ruang Keandra hanya ada dirinya saja, sebab Keandra sedang keluar untuk menemui seseorang.
Cklek...
Pintu terbuka. Anjani menatap ke arah pintu itu. Menatap seseorang yang hendak masuk.
"Kenapa perempuan itu ada di sini?"
Tubuh Anjani seketika menegang. Mendengar suara yang tidak asing baginya. Ya, Darma. Dia sengaja datang ke kantor Keandra dengan alasan ingin melihat-lihat saja. Namun sebenarnya ia mempunyai rencana atas kedatangannya ke sana.
"Kakek." ucap Anjani, tersenyum. Bangkit berdiri. Menghampiri Darma yang hanya diam dengan tatapan sinisnya.
Baik Keandra maupun Darma, sedikit heran dengan sikap Anjani. Sebab setahu mereka, pada pertemuan sebelumnya Anjani terlihat lemah dan begitu ketakutan.
"Kenapa kakek tidak bilang, akan datang kesini? Bagaimana kabar kakek?" Anjani mengulurkan tangan. Ingin mencium punggung tangan Darma. Sebagai bakti istri dari cucunya.
Darma terdiam. Menatap jijik tangan Anjani yang berada di depannya. "Jangan kamu pikir, dengan bersikap seperti ini. Aku akan menerima, mu! Jadi, berhenti bersikap seperti ini. SANGAT MENJIJIKKAN!"
Anjani menarik kembali tangannya. Perkataan Darma sangat menyakitkan hati. Namun ia tidak mau terlihat lemah. Maka dari itu Anjani akan berusaha tegar dan kuat. Sampai waktu tiba membuktikan, bahwa dirinya benar-benar tidak bersalah.
"Kakek mau minum apa? Aku akan buatkan." ucap Anjani.
"TIDAK PERLU!"
Anjani terdiam, saat mendapatkan bentakan dari Darma. Baru kali ini, ia melihat kemarahan Darma.
"Kakek tidak usah hiraukan perkataan Anjani. Lebih baik sekarang kita keluar. Bukannya kakek, ingin melihat tempat yang lain." Keandra berusaha menenangkan Darma. Tidak ingin sampai Anjani, menjadi tempat Darma untuk meluapkan kemarahannya.
"Kakek hampir lupa, Kean." ucap Darma merendahkan suaranya. "Kalau saja kakek tidak bertemu dengan dia. Mungkin kakek tidak akan marah-marah seperti ini." lanjutnya menyindir Anjani.
Keandra hanya mengiyakan perkataan Darma. Walaupun ia tahu, jika hati Anjani sangat terluka dengan perkataan kakeknya itu.
Keandra dan Darma keluar dari ruangan itu. Meninggalkan Anjani yang masih berdiri dengan mata yang berkaca-kaca.
"Kamu harus kuat Anjani. Buktikan pada mereka, kalau kamu tidak bersalah. Dan sebisa mungkin kamu harus bisa meluluhkan hati kakek." gumamnya, memberikan semangat pada dirinya sendiri.
Anjani mengusap sudut matanya yang basah. Kembali melanjutkan pekerjaannya, tanpa melibatkan permasalahan yang sedang dirinya hadapi.
...----------------...
Di tempat lain, Keandra dan Darma sedang berjalan santai di Koridor kantor. Berbincang santai. Memperlihatkan kedekatan mereka. Meskipun sebenarnya pikiran Keandra masih tertuju pada Anjani.
"Kean. Kapan kamu mau menikah dengan Felicia?" tanya Darma tiba-tiba. Membuat Keandra terkejut.
"Apa maksud, kakek?" tanya balik Keandra.
Darma tersenyum sinis. "Ceraikan perempuan itu. Dan menikah lah dengan Felicia. Dia sederajat dengan mu. Berpendidikan tinggi. Dan juga anak tunggal dari keluarga terpandang."
"Maaf, kek. Sudah aku bilang, kalau aku tidak mencintai dia. Aku berharap kakek menghargai keputusan ku." balas Keandra cepat.
Keandra sebenarnya sudah muak mendengar perkataan Darma. Keinginan Darma dari dulu tidak pernah ia turuti. Dan hal itu membuat Darma selalu berusaha meyakinkan Keandra jika Anjani bukan wanita baik-baik.
"Apa semua ini gara-gara perempuan itu? Dasar perempuan...."
"CUKUP KEK!" sela Keandra menaikan nada bicaranya. "Jangan panggil dia seperti itu. Dia punya nama. Anjani. Panggil dia Anjani. Dan tolong jangan bahas lagi tentang keinginan kakek yang sangat tidak mungkin. Aku sudah menikah. Dan biarkan aku menjalani kehidupan ku dengan tenang." lanjutnya tegas.
Darma terdiam. Hatinya benar-benar marah melihat sikap Keandra saat ini. Namun sebisa mungkin dia tidak memperlihatkan kemarahannya. Sebab menurutnya, masih banyak cara untuk membujuk Keandra agar mau melepaskan Anjani dan menikah dengan Felicia.
"Maafkan kakek, Kean. Bukan maksud kakek seperti itu. Kakek hanya mau yang terbaik untuk mu. Untuk masa depan, mu." Darma berpura-pura sedih. Ingin mengambil simpati Keandra yang terlihat kesal padanya.
Keandra menghela nafas. "Aku mengerti, kek. Maaf sudah membentak, mu."
Keandra dan Darma sama-sama tersenyum. Kembali melanjutkan perjalanan untuk berkeliling di perusahaan itu. Tanpa ada yang mengetahui jika dalam hati Darma, sedang mempersiapkan rencana untuk membuat Keandra meninggalkan Anjani.
"Jika itu keinginan mu, maka kakek juga tidak akan tinggal diam. Kakek pastikan, kamu dan Anjani akan segera berpisah." gumam Darma dalam hati.
...----------------...
Malam ini baik Anjani dan Keandra pulang malam. Mereka sama-sama di sibukan dengan pekerjaan yang sangat banyak. Bahkan mereka berdua kini berada dalam mobil untuk pulang ke rumah.
"Kenapa kamu bersikap seperti tadi pada kakek? Apa kamu sengaja mencari perhatian darinya?" tanya Keandra. Tetap fokus menatap ke arah jalan.
Anjani mengernyitkan dahi. "Maksud kamu apa Kean? Siapa juga yang mencari perhatian?"
"Kamu." jawab Keandra dingin.
Anjani terdiam. Tahu apa yang sedang dibicarakan oleh Keandra saat ini.
"Bukan maksud ku seperti itu, Kean. Aku hanya sedang menjalankan peran sebagai istri dari cucunya kakek. Jadi apa salahnya, aku bersikap seperti itu pada kakek."
Keandra melirik sekilas pada Anjani. "Tapi semua itu percuma. Sampai kapan pun, kakek tidak akan pernah menerima kamu sebagai menantunya."
"Siapa bilang?" balas Anjani cepat. "Akan aku buktikan jika suatu saat nanti hati kakek akan luluh. Dan aku akan membuktikan padanya kalau aku tidak bersalah dan layak menjadi istri kamu."
Keandra kembali terdiam. Entah mengapa, ia suka melihat sikap Anjani yang terlihat percaya diri. Sedikit demi sedikit, hati Keandra pun luluh melihat ketulusan Anjani. Tidak ada dendam. Bahkan Keandra sadar, jika selama ini sikapnya sudah melukai perasaan Anjani.
"Buktikan jika kamu memang tidak bersalah, Anjani. Aku janji setelah semua terbukti. Aku akan mencintai dan menyayangi kamu seperti dulu. Itu janji, ku." gumam Keandra dalam hati.
Ingin sekali Keandra percaya pada Anjani. Hanya saja semua itu selalu terhalang oleh bayang-bayang masa lalu yang selalu membuatnya sakit hati.
lanjut Thor double up 🔥🔥🔥
lanjutin ceritanya sampai tamat